KORBAN HARAPKAN POLRESTA MEDAN TIDAK BERAT SEBELAH

Pasca Pemeriksaan Bos PT A

Medan, (Analisa). Korban dugaan penipuan yang dilakukan Direktur PT Atakana berharap Polresta Medan tidak ambivalen dalam menangani kasus guna penegakan hukum yang berlaku.
“Saya berharap agar Polresta Medan tidak ambivalen (mendua hati red) dalam menerapkan hukum terhadap siapapun, karena di mata hukum semua manusia sama, tidak terkecuali Dirut PT A, MA,” ujar korban Latif merupakan pengusaha Jakarta, kepada wartawan, Jumat (21/9).

Sejauh ini Latif mengharapkan tidak ada intervensi dari pihak manapun terkait kasus ini sehingga hukum terkesan dianaktirikan.

“Jika ini terjadi maka paradigma baru yang selalu di sosialisasikan Polri, hanya sekedar isapan jempol belaka,” papar Latif. Korban juga sangat menyayangkan kinerja Polresta Medan terkesan lamban menindak lanjuti laporannya.

“Bayangkan, kasus penipuan ini saya laporkan pada 16 April 2011 dan sudah berjalan 17 bulan, belum juga selesai. Bahkan, baru pertama kali ini terlapor, MA diperiksa,” papar Latif sembari menyebut bukti laporan LP.No. 957/IV/2011 tanggal 16 April 2011.

MA dilaporkan dalam kasus penipuan dan penggelapan, karena tidak menepati janjinya menjual kelapa sawit hasil perkebunannya kepada Latif, padahal, korban sudah menyerahkan uang Rp.900 juta.

Perikatan di Notaris

“Kami sudah membuat perikatan jual beli TBS kelapa sawit dihadapan notaris dan saya sudah menyerahkan uang Rp900 juta,namun TBS tidak ada. Karena dia ‘menghilang’ dan tidak bisa ditemui apalagi dihubungi, maka saya melaporkannya ke Polresta Medan,” ungkap Latif.

Disebutkannya, sejak kasus itu dilaporkannya, Polresta Medan baru satu kali memanggil MA namun, tidak diindahkan. Kemudian, setelah hampir satu tahun Latif berjuang sendirian, barulah Polresta Medan melayangkan surat panggilan kedua yaitu Selasa (25/9).

Tersangka datang pada Kamis (20/9) namun setelah diperiksa, MA dipulangkan.

Penyidik Unit Ekonomi, Sat Reskrim Polresta Medan, memeriksa Direktur Utama (Dirut) PTAtakana, MA, hingga menjelang tengah malam, pengusaha yang mengaku memiliki kebun kelapa sawit ribuan hektar di Nangroe Aceh Darusalam (NAD) itu dicerca puluhan pertanyaan.

Saat menjalani pemeriksaan, pria bertubuh tambun berkepala ploncos itu sempat beberapa kali minta istirahat kepada penyidik dan keluar dari ruangan ke halaman parkir Mapolresta Medan untuk merokok.

Di halaman Mapolres itu, MA terlihat sibuk bicara melalui handphone. Sedangkan supirnya, disuruh bolak-balik menjemput berkas ke rumahnya.

Sebagai Tersangka

“Status hukum MA, dalam surat panggilan ke dua disebut sebagai tersangka. Namun, demikian, dia tidak dilakukan penahanan karena tidak ada petunjuk dari pimpinan,” jelas oknum petugas yang tidak bersedia menyebut identitasnya, kepada wartawan.

Sedangkan, MA, yang ditanya di sela-sela pemeriksaannya di Polresta Medan, Kamis (20/9) malam tidak mau berkomentar panjang dan mengaku, laporan Latif itu semuanya rekayasa.

“Itu semua tidak betul dan rekayasa. Kita buktikan bahwa laporannya itu akan di SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan), apalagi kasus ini sudah “melambung” atas (Mabes Polri-red),” ungkap MA. (aru)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

4 Responses to KORBAN HARAPKAN POLRESTA MEDAN TIDAK BERAT SEBELAH

  1. Pingback: buy morphine online overnight cheap without prescription

  2. Pingback: Cybersecurity in banks

  3. Pingback: best marijuana online store USA

  4. Pingback: Critical Analysis Essay Example

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *