WALIKOTA MEDAN KECEWA JALAN ‘KUPAK-KAPIK’

MEDAN (Berita): Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap, MM tampak sangat kecewa melihat Jalan Selat Panjang yang berada di inti kota sebagian rusak dan ‘kupak-kapik’, Rabu (19/9), sehingga mengganggu kenyamanan  pengguna jalan ketika melintasinya.
Walikota langsung menghubungi Kadis Bina Marga untuk segera menambal  bagian jalan yang rusak.
“Saya minta sekarang dikirimkan satu unit Alpomain Road Maintenance Truck untuk menambal jalan yang rusak. Penambalan  jalan harus dilakukan  hari ini,” tegas Wali Kota melalui telepon seleluer seraya meminta kepada kepala lingkungan dan lurah setempat untuk mengawasi penambalan jalan yang dilakukan.

Sejumlah warga yang mengetahui Jalan Selat Panjang akan diperbaiki langsung menyambut gembira. Mereka kemudian menyampaikan ucapan terimakasih, sebab sudah lama jalan rusak itu tidak diperbaiki sehingga acapkali mengganggu kelancaran arus lalu-lintas. “Terima kasih atas  perbaikan jalan ini, Pak Wali,” ungkap salah seorang warga.

Walikota melakukan peninjuan ke Jalan Selat Panjang dengan berjalan kaki dari Jalan Bogor. Di Jalan Bogor, Rahudman berdialog dengan sejumlah warga keturuan Tionghoa mengenai usulan agar Jalan Bogor Medan  yang dulunya  bernama Jalan Tjong Yong Hian dikembalikan lagi namanya menjadi Jalan Tjong Yong Hian. Dia ingin minta pendapat langsung  dari  masyarakat terkait usulan ini.

Ketika melakukan peninjauan, walikota turut didampingi Kabag Umum M Husni SE MSi dan Kabag Humasy Budi Hariono SSTP.  Sejumlah warga, terutama etnis Tionghoa yang bermukim dan membuka usaha di sepanjang Jalan Bogor didatangi walikota.

Kemudian mereka dimintai  pendapatnya masing-masing terkait dengan permintaan pergantian nama Jalan Bogor menjadi Jalan Tjong Yong Hian.

“Sejumlah masyarakat yang kita minati pendapatnya tidak ada yang keberatan. Umumnya mereka, terutama warga Tionghoa  sangat mendukung pergantian nama jalan tersebut. Inilah yang akan menjadi salah satu dasar kita untuk mengajukan kepada DPRD Medan. Mudaha-mudahan disetujui dewan,” kata walikota.

Menurut walikota, perlunya masyarakat sekitar untuk dimintai pendapatnya agar keputusan yang diambil itu benar-benar disetujui dan didukung masyarakat. “Untuk itu saya wawancara langsung dengan masyarakat Jalan Bogor, terutama warga kita warga Tionghoa.  Kita ingin tahu apa mereka setuju nama Jalan Tjong Yong Hian kita abadikan,” terangnya.

Kemudian, walikota menjelaskan, usulan perubahan nama jalan ini terkait adanya usulan permintaan keluarga Tjong A Fie yang merupakan abang kandung Tjong Yong Hian. Sebelumnya, walikota pun telah meresmikan makam  Tjong Yong Hian di Jalan Kejaksaan Medan yang telah menjadi objek wisata.

Tjong Yong Hian, lanjut walikota, berdasarkan sejarahnya merupakan tokoh masyarakat Tionghoa yang banyak berbuat dalam rangka membangun kebersamaan, termasuk antara etnis Tionghoa dengan warga pribumi.
Selain itu pria berpangkat mayor yang hidup di era 1850-1911 ikut menumbuhkembangkan pertumbuhan ekonomi di Kota Medan.

“Untuk itu pihak kelurga berharap pengusulan pergantian nama Jalan Bogor  menjadi Jalan Tjong Yong Hian sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa yang telah dilakukan beliau,” ungkapnya.

Salah seorang warga Jalan Bogor yang mengaku bernama Halim, sangat mendukung pergantian nama itu. Walaupun tidak mengenal secara detail sejarah Tjong Yong Hian, namun pria berdarah Tionghoa itu menilai pergantian nama jalan akan membuat nama-nama jalan di Kota Medan semakin bervariasi. (irh)
sumber: beritasore

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

2 Responses to WALIKOTA MEDAN KECEWA JALAN ‘KUPAK-KAPIK’

  1. Pingback: Fortune Games® Real Money Casino Slot Games Slots

  2. Pingback: souvenirs from portugal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *