WALIKOTA TANJUNGBALAI MINTA GALIAN C ILEGAL DI DAS SEI SILAU DITUTUP

Tanjungbalai, (Analisa). Aktivitas galian C di Pasar Benteng Pantai Elang Kelurahan Sirantau, dinilai merusak benteng panahan banjir yang dibangun Pemprovsu. Bahkan, kegiatan penambangan pasir ilegal itu diduga menjadi penyebab kerusakan lingkungan di sepanjang 4 Km Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Silau.
“Kita sudah berulang kali menyurati Pemprovsu terkait dengan keberadaan galian C di sepanjang DAS Sei Silau Kota Tanjungbalai, agar menutup kegiatan itu, tapi sampai saat ini belum ada tanggapan,” ungkap Walikota Tanjungbalai Drs H Thamrin Munthe MHum, Selasa (18/9).

Walikota menyaksikan sendiri benteng penahan banjir rusak akibat penambang pasir membuat kolam penampungan tepat di tepi benteng. Benteng yang dibangun menggunakan dana APBD Sumut itu menjadi sempit akibat terkikis air dari semburan mesin penyedot pasir.

Pembangunan benteng sebagai tanggul di Pantai Elang ini, dilakukan untuk menjaga agar luapan air Sungai Silau tidak masuk atau melimpah ke wilayah pemukiman penduduk. Karena Kota Tanjungbalai pernah dilanda banjir besar akiat tanggung benteng Sungai Silau jebol, hingga 45 persen wilayah kota tergenang air.

“Saya melihat kerusakan itu sudah di atas ambang kewajaran, saya perintahkan sekdakot agar menutup kegiatan galian C itu dan segera mengirim surat ke Pemprovsu karena telah terjadi kerusakan lingkungan,” ujar walikota.

Akibat kerusakan tanggul di pantai Elang, Lurah Sirantau Abduurahman Harahap bersama Kapolsek Datuk Bandar AKP Sihite turun ke lokasi galian C ilegal meminta pekerja yang ada di lokasi itu, agar segera memasang pembatas agar benteng tidak runtuh.

Saat Kapolsek dan Lurah berada di lokasi, tidak seorangpun pekerja yang mengakui siapa pemilik galian C itu. Namun, di lokasi galian ada satu unit eskapator, 4 unit mesin penyedot pasir, kantor dan kantin.

Meski ilegal, aktivitas galian C ini tetap berjalan bahkan tumbuh subur di sepanjang DAS Sei Silau. Tidak memberikan PAD, tapi kerusakan fasilitas umum seperti debu di jalanan, penyempitan benteng dan kerusakan jalur hijau menjadi dampak nyata aktivitas galian C ilegal. (gsp)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to WALIKOTA TANJUNGBALAI MINTA GALIAN C ILEGAL DI DAS SEI SILAU DITUTUP

  1. Pingback: buy magic mushrooms

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *