KOMBES SADONO : TOKO LAIN DI RAZIA BILA ADA LAPORAN MASYARAKAT

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN –  Ditreskrimsus Polda Sumut menegaskan tidak akan melakukan penggeledahan dan penyitaan terhadap BlackBerry yang diduga barang rekondisi (daur ulang) dijual dengan harga baru yang masih beredar disejumlah toko-toko ponsel lain, khususnya di Plaza Millennium.

Sadono mengatakan, tindakan penggeledahan dan penyitaan akan mereka lakukan bila ada konsumen (korban) yang merasa ditipu dan dirugikan serta melaporkannya ke pihak kepolisian.

“Sementara, dari keterangan pihak sales yang kita periksa, BlackBerry dari dua distributor itu (CV CU dan CV ATN) hanya didistribusikan di enam toko tersebut,” ujar Sadono kepada www.tribun-medan.com, Selasa (18/9/2012) di Mapolda Sumut.

“Seandainya ada lagi masyarakat yang dirugikan dan bisa membuktikan telah ditipu saat membeli BlackBerry di toko lain, maka kita akan kenakan lagi UU Perlindungan Konsumen. Terutama tindakan kita akan mengamankan produk sama yang beredar dengan penjelasan salesnya,” tambah Sadono.

Menurut Sadono, pihaknya tidak bisa sembarangan dalam melakukan penyitaan BlackBerry di toko-toko lain serta produk dari distributor berbeda pula.

“Jadi kita tidak beruyah-uyah. Setelah merazia satu lokasi, kemudian mengikut ke semuanya. Kalau begitu nanti banyak yang komplin, ‘loh Pak mana dasar hukumnya’, gitu,” terang Sadono.

Sebelumnya, Subdit I/Indag Ditreskrimsus Polda Sumut mengamankan BlackBerry rekondisi (bekas pakai) yang dijual harga baru berbagai type dari enam toko di Plaza Millenium. Enam toko itu, masing-masing Toko Phoenix 99, Toko Home Of Blackberry, Toko Sumber Ponsel, Toko Multi Cell, Dragons 88 dan Fortune.

Sadono menegaskan, pasti akan memeriksan dua Distributor tersebut. “Kita sudah panggil distributornya untuk datang ke Polda dalam waktu dekat,” sebut Sadono.

Dalam mengusut kasus ini, kata Sadono, pihaknya juga akan memanggil perwakilan RIM yang ada di Jakarta.

“Nanti akan kita panggil juga perwakilan RIM di Jakarta. Sementara ini kita lindungi dulu konsumen,” katanya.

Saat ditanyakan mengapa pihak toko tidak dijadikan tersangka, Sadono kembali menandaskan akan melakukan penyelidikan dari atas ke bawah.

“Kalau seperti itu nanti, muncul tanggapan miring, bahwa polisi hanya menghajar yang kecil-kecil saja, dibilang lah polisi tidak profesional,” jawabnya.

Tetapi, tambah Sadono, bila dari hasil pengembangan terbukti pihak toko juga mengetahui barang yang dijual adalah rekondisi, maka tidak tertutup kemungkinan pemilik toko akan dipidana.

“Toko kan tahunya hanya menjual barang dari produsen. Toko hanya mengambil keuntungan. Tapi kalau ternyata nanti mereka juga tahu, maka mereka juga akan dikenakan hukuman,” ujar Sadono.
sumber: medan.tribunnews

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to KOMBES SADONO : TOKO LAIN DI RAZIA BILA ADA LAPORAN MASYARAKAT

  1. Pingback: dando o cuzinho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *