TAK ADA BURUH “PELOR” DI PELABUHAN BELAWAN

Belawan-andalas Sekretaris Primkop TKBM Pelabuhan Belawan Jhon Frans Manalu menyatakan, tidak benar ada buruh “pelor” (tanpa pas pelabuhan) yang bekerja melakukan bongkar muat di Pelabuhan Belawan.

“Tidak benar pengurus Primkop TKBM Pelabuhan Belawan mempekerjakan buruh pelor. Semua yang bekerja di Pelabuhan Belawan legal dan memiliki pas pelabuhan,” ujar Jhon kepada wartawan di Belawan, Kamis (13).

Diakunya, ada sejumlah tudingan yang menyebut TKBM Pelabuhan Belawan mempekerjakan buruh “pelor”. Tudingan itu tidak berdasar, karena jauh sebelumnya Primkop TKBM telah mengeluarkan surat imbauan kepada setiap kepala regu kerja (KRK) atau mandor agar tidak mempekerjakan buruh “pelor”.

“Dalam surat imbaun itu kami cantumkan sanksinya, bila Kepala KRK ketahuan mempekerjakan buruh “pelor” akan dicopot jabatan mandornya,” ujar Frans sembari menunjukkan surat imbauan yang diterbitkannya.

Ditegaskan, Kepala KRK yang mempekerjakan buruh harus sesuai dengan Surat Perintah Kerja (SPK) yang dikeluarkan pengurus koperasi. Penerbitan SPK ini dimaksudkan, jika ada kecelakaan kerja di lapangan supaya dapat dipertanggungjawabkan.

“Tapi jika terjadi kecelakaan kerja terhadap buruh ‘pelor’ siapa yang bertanggungjawab? Sedangkan buruh legal yang mengalami kecelakaan kerja akan mendapat perawatan di RS Helvetia dan Mitra Medka,” kata Frans.

Sejauh ini, tambahnya, pengawas koperasi belum ada menemukan buruh ‘pelor’ bekerja di Pelabuhan Belawan. Apalagi, semua KRK harus mencantumkan nomor register bagi yang bekerja sesuai dengan kartu tanda anggota Primkop TKBM yang sah. (DP)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to TAK ADA BURUH “PELOR” DI PELABUHAN BELAWAN

  1. Pingback: order lortab acetaminophen pills 5mg 7.5mg 10mg with imprint m367 legally overnight delivery in usa canada uk australia cheap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *