DUA PNS TERSANGKA KORUPSI BANTUAN SOSIAL JARANG MASUK KANTOR

Medan-andalas Sejak ditetapkan sebgai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), mantan Kabiro Perekonomian Setdaprovsu Bangun Oloan Harahap dan staf Biro Keuangan Raja Anita (RA) jarang terlihat masuk kerja. Padahal, dua tersangka perkara dugaan korupsi dana Bansos di Sekretariat Pemprovsu tahun anggaran 2009-2011 senilai Rp 102 miliar itu, masih belum ditahan.

“Kedua PNS tersebut jarang masuk kerja. Bahkan karena tidak memenuhi panggilan Kejatisu, sejumlah petugas kejaksaan berseragam coklat-coklat sering datang ke kantor Gubsu untuk pengintaian. Bila ketemu disebut-sebut akan dilakukan penahanan,” ujar sumber andalas di kantor Gubsu, Rabu (12/9).

Menurut sumber itu, tersangka RA hanya sebagai korban dalam kasus dugaan korupsi bansos itu. Sebab menurut informasi dia peroleh, para pemilik proposal datang hanya minta tolong kepada RA untuk diuruskan pencairan dana Bansos.

“Setahu kita, setelah proposal cair RA hanya menerima uang dari pemilik proposal sebagai ucapan terimakasih. Artinya tidak langsung dipotong atau dibagi dua (bagdu) sebagaimana yang diberitakan,” ujar sumber tadi.

Bahkan, sambung sumber tersebut, jika menilik kehidpan RA masih tampak prihatin. Sebab setelah ditinggal wafat suaminya, tersangka RA menanggung biaya kebutuhan dan hidup keluarganya yang memiliki 4 orang anak yang masih kecil dan butuh perhatian.

“Sepertinya tersangka mengharapkan uang terimakasih dari pemberian para pemilik proposal itu. Kalau sampai untuk mengatur pencairan proposal kayak RA tidak punya kewenangan sebab RA hanya staf biasa,” ungkap sumber tadi.

Ketika diminta tanggapannya, sumber tadi memastikan kedua PNS tadi pasti ditahan kejaksaan, hanya tinggal menunggu waktu saja. Kecuali Sakhira Zandi karena masih menjabat sebagai Kabiro Binsos.

“Kita tunggu sajalah, mereka akan diatahan sebab pihak Kejatisu tidak mungkin pilih kasih kepada tersangka kasus dugaan korupsi,” jelasnya.

Seperti diketahui Kejatisu sudah menetapkan sepuluh tersangka terkait dugaan korupsi dana Bansos, yakni mantan bendahara Binsos Setdaprovsu Syawaluddin, Kabiro Binsos Setdaprovsu Sakhira Zandi, mantan Kabiro Pereko­nomian Setdaprovsu Bangun Oloan Harahap, Bendahara Biro Binsos Setdaprovsu 2011 Ahmad Faisal, Bendahara Biro Perekonomian Setdaprovsu Umi Kalsum, Bendahara Biro Umum Setdaprovsu Subandi, mantan Bendahara Biro Umum Setdaprovsu 2010 Lisanuddin, Bendahara Biro Umum Setdaprovsu Aminuddin. Kemudian, penerima sekaligus calo bansos 2011 Adi Sucipto yang menyeret staf Biro Perekonomian RA dalam perkara ini. (WAN)
sumber : http://harianandalas.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to DUA PNS TERSANGKA KORUPSI BANTUAN SOSIAL JARANG MASUK KANTOR

  1. Pingback: download

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *