DUGAAN PEMUKULAN DILAKUKAN KEPALA SMPN 2 HINAI MENGAMBANG

Langkat-andalas Terkait pemukulan dilakukan oknum Kepala SMPN 2 Hinai, Langkat, terhadap salah seorang guru bernama Seh Ukurta. Kini, korban dan sumainya terus mencari kepastian sikap tegas intansi terkait, yaitu Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Langkat. Pasalnya, sampai saat ini kasus tersebut seakan belum ditanggapi dan membuat Seh Ukurta serta suami merasa sedikit kecewa.

Untuk mempertegas sikap, agar dinas atau intansi terkait dapat menindak lanjuti permasalahan ini, Seh Ukurta bersama suaminya Antoni Panjaitan, yang bertugas sebagai anggota Polresta Binjai, kembali mendatangi Kantor Bupati Langkat, Senin (10/9) mengantarkan surat embusan kepada Bupati Langkat Ngogesa Sitepu SH tentang keberatan atas pemukulan istrinya tersebut .

Awalnya, kami sudah masukan surat ke Dinas Pendikan dan Pengajaran Kabupaten Langkat dan saat ini kami memasukkan surat laporan ke bupati. “Setelah ini kami hanya mengharapkan agar Bupati Langkat dan Dinas Pendidikan dan Pengajaran Langkat bertindak tegas terhadap kepala sekolah, yang telah melakukan pemukulan terhadap istri saya,”kata Toni.

Menurut Toni, saat ini dirinya belum membuat pengaduan resmi ke Polres Langkat, karena masih menunggu sikap dan itikad baik instansi tempat istrinya bekerja. “Kita tunggu dulu sikap Dinas Pendidikan dan Pengajaran. Jika memang tidak ada juga tindakan dari mereka, barulah kita membuaut pengaduan secara resmi ke Polres Langkat,”tegasnya.

Ia menambahkan, persoalan ini sebenarnya tidak diperbesar jika kepala sekolah yang melakukan pemukulan tersebut mau meminta maaf. “Kalau waktu itu ada kata maaf, persoalan ini tidak akan kita permasalahkan lagi. Sebab kita juga punya harga diri, apalagi yang dipukul itu istri saya, sementara saya sendiri sudah belasan tahun menikah tidak pernah melakukan hal demikian,”katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Dasar (Kasi Dikdas) Pendidikan Langkat, Darmansah, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya tidak dapat memberi keterangan. “Saya tak berani beri keterangan, karena urusan ini diketuai Sekretaris Dinas,” katanya.

Sedangkan, Kepala SMPN 2 Hinai, Drs Salamuddin saat disinggung soal rencana laporan yang akan dilakukan suami korban mengatakan, semua Warga Negara Inonesia memiliki hak yang sama. “Kedudukan kita sama di mata hukum serta dalam menyampaikan pendapat sepanjang dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya via pesan singkat. (DN)
sumber : http://harianandalas.com

 

 

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to DUGAAN PEMUKULAN DILAKUKAN KEPALA SMPN 2 HINAI MENGAMBANG

  1. Pingback: good cvv store online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *