NASIB KOSTER TUNGGU HASIL SIDANG AS

KPK tidak memperpanjang masa cegah ke luar negeri terhadap I Wayan Koster.

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan perpanjangan cegah ke luar negeri terhadap anggota Komisi X DPR I Wayan Koster tidak diperlukan.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan penyidik belum membutuhkan hal tersebut. Proses hukum I Wayan Koster tergantung hasil sidang terdakwa AS.

“Tadi karena kebutuhan menurut penyidik belum diperlukan lagi, sehingga penyidik menyatakan tidak ada perpanjangan pencegahan atas nama I Wayan Koster,” ujarnya, Kamis (6/9).

Wakil Koordinator Pokja Anggaran Komisi X itu mendapatkan surat cegah bepergian ke luar negeri dari pihak Keimigrasian Kementerian Hukum dan HAM (Kemenhukham) pada 3 Februari 2012. Surat cegah itu sudah berakhir pada 3 Agustus 2012.

Koster dicegah dalam rangka penyidikan kasus dugaan suap pembahasaan anggaran di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tahun anggaran 2010-2011. Dalam kasus itu, anggota Komisi X DPR, AS sudah menjadi terdakwa.

Johan mengatakan, pihaknya belum memfokuskan diri untuk mengusut keterlibatan Koster dalam kasus itu. Menurutnya, untuk kasus ini KPK masih akan memfokuskan diri pada persidangan AS.

Terkait munculnya nama Koster sebagai pihak yang ikut menerima sejumlah uang dalam pembahasan anggaran di dua kementerian tersebut, Johan mengatakan dibutuhkan validasi atas setiap informasi yang muncul di persidangan.

“Dakwaan itu adalah kumpulan dari pengakuan dan keterangan yang disampaikan. Dalam kaitan itu, munculah I Wayan Koster. Untuk melakukan proses lebih lanjut, tentu dibutuhkan validasi. Daya dan upaya jaksa tentu fokusnya untuk mendakwa Angelina Sondakh. Tentu itu (Koster) bisa dikembangkan KPK untuk penelusuran lebih lanjut,” ujar Johan.

Secara terpisah, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menegaskan, pemeriksaan I Wayan Koster masih menunggu persidangan AS. Persidangan Puteri Indonesia tahun 2001 itu baru dimulai kemarin, Kamis (6/9).

Dalam surat dakwaan, terungkap Koster menerima sejumlah uang terkait pembahasan anggaran di dua kementerian tersebut. Politikus asal PDIP ini menerima uang dari pemberi yang sama dengan AS, yaitu Permai Grup, perusahaan milik mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin, melalui staf Mindo Rosalina Manullang.

Penyerahan uang dilakukan bertahap, yaitu pada 5 Mei 2010 sebanyak Rp 2 miliar pada pagi hari dan Rp 3 miliar pada sore hari. Pengeluaran dari kas Permai Grup ini untuk membayar dukungan pengurusan anggaran wisma atlet Kemenpora.

Uang dibawa staf keuangan Permai Grup, Lutfi Ardiansyah ke ruangan kerja Wayan Koster di ruang 613 di DPR. “Di ruangan tersebut Lutfi menyerahkan paket berisi uang ke Budi Supriatna yang merupakan asisten Wayan Koster,” kata JPU.

Dalam salah satu transkrip pembicaraan via BBM (Blackberry Messenger-red) antara AS dan Mindo, terungkap agar uang fee ke Koster didahulukan pembayarannya. “Kasih saja dulu ke Bali karena banyak yang mau dia selesaikan, dan kan urusannya sama big boss,” tulis AS dalam pesannya ke Mindo.

Selain dalam bentuk rupiah, Koster juga disebut menerima uang dalam bentuk dolar Amerika Serikat. Pada 2 September 2010, Permai Grup mengeluarkan US$ 150.000. Uang diserahkan oleh staf marketing Permai Grup, Bayu Wijokongko ke Koster di Hotel Century Atlet Senayan.

Selanjutnya pada 14 Oktober 2010, Permai Grup kembali mengeluarkan US$ 500.000 untuk Koster. Lagi-lagi uang itu untuk Koster meski AS yang memintanya. “Yang saya kasih untuk Bali dulu ya bu. Punya ibu belakangan tapi pasti. Saya sedang kumpulin ‘apel washington’-nya,” tulis Rosa dalam pesan BlackBerry ke AS sehari sebelum penyerahan uang.

Kemudian pada 10 Oktober 2010, Permai Grup kembali mengeluarkan US$ 400.000 yang diserahkan staf keuangan Permai Grup, Dewi Utari ke staf Koster. Penyerahan dilakukan di ruangan kerja Koster.

Pada 26 Oktober 2010, Permai Grup mengeluarkan US$ 500.000 untuk menggiring anggaran proyek di Kemendiknas. Lagi-lagi uang itu dibawa ke ruangan kerja Wayan Koster sebagaimana permintaan AS.

Terakhir adalah uang US$ 500.000 yang dikeluarkan Permai Grup pada 3 November 2010. Uang untuk mengarahkan anggaran Kemendiknas itu juga diserahkan ke ruangan Koster. “Yang kemarin sudah,” tulis AS dalam pesan ke Rosa setelah uang US$ 500.000 untuk pengurusan anggaran di Kemendiknas diterima.
sumber : http://www.shnews.co

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to NASIB KOSTER TUNGGU HASIL SIDANG AS

  1. Pingback: cum faci

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *