KORBAN PENEMBAKAN DI OGAN ILIR MELAPOR POLDA

Korban ditembak saat mengamankan lahan perkebunan tebu dan Pabrik Gula Cinta Manis.

PALEMBANG – Warga Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, korban penembakan oknum polisi saat mengamankan lahan perkebunan tebu dan Pabrik Gula Cinta Manis PT Perkebunan Nusantara VII pada 27 Juli lalu, melaporkan kasusnya ke Polda setempat.

Informasi diperoleh dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumsel, di Palembang, Sabtu (8/9), menyebutkan bahwa korban telah melaporkan kasus penembakan itu ke Polda Sumsel, Jumat (7/9), didampingi Andre salah satu anggota tim advokasi penyelesaian konflik agraria dengan PTPN VII.

Korban yang melaporkan kasus penembakan diduga dilakukan oleh oknum anggota Brimob Polda Sumsel itu, yakni Sudirman yang mengalami luka tembak di lengan, Farida yang yang tertembak di bahu, Rusman, korban tertembak di tangan dan harus diamputasi salah satu tangannya, serta Darmawan orang tua Angga, bocah SMP yang tewas tertembak.

Para korban tersebut setelah menyampaikan laporannya kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian di Mapolda Sumsel, langsung kembali ke rumah mereka masing-masing di Kabupaten Ogan Ilir dengan menggunakan kendaraan sewaan.

Menurut Andre, anggota Tim Advokasi warga yang juga pengurus Walhi Sumsel, para korban yang didampingi tersebut setelah melaporkan kasus dialami mereka dijadwalkan kembali ke Polda pada 19 September untuk proses pembuatan berita acara pemeriksaan (BAP).

“Sekarang ini polisi belum melakukan BAP, para korban hanya ditampung laporannya tentang kasus penembakan yang mengakibatkan mereka mengalami luka tembak, kehilangan salah satu tangan, dan satu orang anaknya meninggal dunia,” ujar dia.

Guna membantu para korban menuntut pelaku penembakan agar ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku di negara ini, kata Andre, pihaknya akan terus mendampingi warga Ogan Ilir itu hingga kasus tersebut tuntas.

Selain membantu menyelesaikan kasus penembakan, pihaknya bersama pengurus Walhi Sumsel akan terus berupaya membantu warga Ogan Ilir mendapatkan kembali sekitar 15 ribu hektare lahan mereka yang dikuasai PTPN VII sejak tahun 1982 menjadi perkebunan tebu dan Pabrik Gula Cinta Manis, kata Andre menambahkan.

Sengketa lahan PTPN VII di Ogan Ilir dengan warga sekitar ini, mencuat dan menjadi perhatian media massa, termasuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas-HAM) serta Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) yang turun tangan pula menanganinya.
sumber : http://www.shnews.co

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to KORBAN PENEMBAKAN DI OGAN ILIR MELAPOR POLDA

  1. Pingback: this website

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *