DUA TERDAKWA KASUS SUAP PON DIVONIS 2,5 TAHUN PENJARA

PEKANBARU–MICOM: Dua terdakwa kasus suap revisi perda tentang penambahan anggaran lapangan menembak PON XVIII Riau, Rahmat Syahputra dan Eka Dharma Putra, dijatuhi hukuman masing-masing 2,5 tahun penjara.

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru yang diketuaiKrosbin Lumban Gaol mengatakan mereka terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan pidana korupsi secara bersama sama.

Keduanya juga diwajibkan membayar denda masing masing Rp50 juta subsider dua bulan kurungan. Meskipun divonis dengan hukumann yang sama, keduanya menjalani sidang
terpisah. Rahmat mantan Site Manajer Administrasi PT Pembangunan Perumahan divonis
lebuh duli dulu, baru kemudian Eka.

Krosbin menyatakan terdakwa Rahmat melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang (UU) No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor. “Selain hukuman penajara, terdakwa juga diwajibkan membayar denda Rp50 juta subsider dua bulan penjara jika denda tidak dibayarkan,” ucap Krosbin.

Rahmat yang hadir pada persidangan mengenakan baju batik coklat berpadu celana warbna yang sama terlihat serius mendengarkan putusan hakim. Sesekali tangannya menutup mulut yang menguap dan matanya terpejam menahan kantuk.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim tersebut lebih ringan satu tahun dari tuntutan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dalam sidang sebelumnya meminta hakim memenjarakan terdakwa selama 3,5 tahun.

Sementara itu, Eva Nora, pengacara Eka menyatakan pikir-pikir atas vonis majelis hakim yang juga diketuai oleh Krosbin. “Kami diberi waktu satu minggu untuk berpikir apakah akan banding atau tidak,” ujarnya. (BG/OL-01)
sumber: http://www.mediaindonesia.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to DUA TERDAKWA KASUS SUAP PON DIVONIS 2,5 TAHUN PENJARA

  1. Pingback: Six hours in the dark: What really happened when Facebook Instagram and WhatsApp went down

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *