PENGUSAHA TIONGHOA KOI YUNG DIANIAYA SEJUMLAH OKNUM TNI DPRDSU

Minta Pangdam I/BB Tindak Pelaku

Medan-andalas Dianiaya sejumlah oknum TNI dan seorang anggota sipil hingga babak belur, Koi Yung, seorang pengusaha, penduduk Jalan Sunggal Pekan, mengadu ke Detasemen Polisi Meliter I/5 dan Polsekta Medan Sunggal, Kamis pekan lalu.

Selain melapor kepada dua instansi penegak hukum tersebut, pria etnis Tionghoa itu juga mengadukan peristiwa tragis yang dialaminya kepada DPRD Sumut, Selasa (4/9). Dia datang untuk memohon perlindungan hukum, karena sampai saat ini rumahnya terus diteror sejumlah oknum anggota TNI.

Anggota DPRD Sumut Hardi Mulyono SE MSp ketika menerima pengaduan Koi Yung mengatakan, jika benar ada kasus pengeroyokan maupun penganiayaan seperti dilaporkan Koi Yung, apalagi yang melakukannya merupakan aparat militer atau penegak hukum, tindakan itu sangat keterlaluan dan memalukan.

Semestinya, kata Hardi, aparat militer atau hukum berfungsi sebagai pelindung masyarakat, bukan malah bertindak anarkis dan membuat keonaran, yang pada akhirnya mengganggu suasana kondusif yang selama ini telah terbangun di Sumut.

Kita menyesalkan sikap maupun tindakan tidak terpuji oknum anggota TNI ini. “Karena itu, kita mendesak Pangdam I/BB dan Pomdam I/BB untuk mengambil tindakan tegas, karena tindakan ini telah merusak citra TNI di mata masyarakat maupun di kalangan pengusaha,” tegasnya.

Hardi mengatakan, Pangdam harus segera mengambil tindakan tegas dan melakukan pemeriksaan terhadap oknum anggota TNI yang melakukan penganiayaan tersebut. Karena apa pun alasannya aksi kekerasan tidak diperbolehkan di negara ini. “Untuk itu, hukum harus ditegakkan, walau langit akan runtuh sekalipun,” kata politisi Golkar ini.

Hardi menuturkan, kalaupun Koi Yung melakukan kesalahan harus diproses secara hukum, bukan main hakim sendiri, apalagi main pukul hingga korban mengalami patah tulang dan muntah darah.

“Ini jelas tindakan yang sangat bertentangan dengan tugas pokok dan fungsi sebagai anggota TNI dan Sapta Marga,” katanya.

Terkait dengan hal itu, kata Hardi Mulyono, pihaknya juga akan membahas hal ini dalam dalam agenda rapat dewan, agar pimpinan tertinggi TNI di Sumut segera memberikan tindakan keras kepada oknum TNI yang terlibat dalam aksi pengeroyokan dan penganiayaan tersebut.

Koi Yung, yang juga salah seorang pengusaha di daerah ini menuturkan, malam itu Kamis (30/8) dirinya sedang duduk di kantornya, Jalan Pasar III, Sunggal. Secara mendadak datang sejumlah oknum anggota TNI dan seorang sipil yang langsung menghajarnya hingga babak belur. Bukan hanya itu sampai saat ini rumahnya terus diteror.

“Sampai sekarang saya tidak tahu apa yang menyebabkan mereka marah dan menganiaya saya. Kalaupun saya salah, kan bisa melalui proses hukum, bukan main pukul seperti ini. Katanya negara kita negara hukum,” kata Koi Yung sembari menuturkan, kedatangannya ke DPRD Sumut selain memohon keadilan juga minta perlindungan dari aksi teror yang dialaminya.(UJ)
sumber : http://harianandalas.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to PENGUSAHA TIONGHOA KOI YUNG DIANIAYA SEJUMLAH OKNUM TNI DPRDSU

  1. Pingback: dumps club

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *