PEMERINTAH ALOKASIKAN APBA TINGKATKAN PENDIDIKAN DI SELURUH ACEH

Bireuen-andalas Berbicara masalah pendidikan yang paling aktual kita hadapi sekarang, adalah menyangkut pengalokasian dana untuk pembangunan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu sekaligus meningkatkan Sumberdaya manusia di seluruh Aceh.

“Pemerintah Aceh akan membantu alokasikan dana Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) sebesar 20 persen untuk setiap Kabupaten/Kota, dalam rangka pembangunan pendidikan nasional dan peningkatan mutu pendidikan di Aceh,” Kata Gubernur Aceh Zaini Abdullah dalam sambutannya dibacakan Bupati Bireuen H Ruslan HM Daud pada Peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke-53, yang dilaksanakan di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Bireuen, Senin (3/9).

Disebutkan, dengan adanya bantuan Pemerintah Aceh ke depan akan memberi dampak yang signifikan terhadap pembangunan pendidikan dalam upaya perubahan pendidikan yang memang harus bangkit.

Ruslan mengatakan, meskipun dana untuk pendididkan diluncurkan cukup besar namun jika pihak pengelola mngelolanya tidak sesuai dengan rencana strategis yang telah kita rancang, akan tetap tidak mampu memperbaikinya di waktu mendatang.

Sebenarnya tambah Ruslan, kita harus berani dan jujur melakukan refleksi saat peringatan Hardikda ini, karena moment seperti ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanan program pembangunan pendidikan di Aceh.

Jika pelaksanaannya masih belum sesuai dengan rencana strategis yang telah kita rancang, kita harus memperbaikinya di waktu mendatang sekaligus kita juga harus berani instrospeksi diri terhadap kesalahan apa yang telah kita lakukan dalam membangun pendidikan Aceh. Sehingga hasilnya tidak menggembirakan.

Mulai dari rendahnya mutu pada setiap jenjang pendidikan, perilaku anak didik yang semakin tak sesuai dengan karakter bangsa dan kearifan Aceh, terbatasnya akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu, sampai dengan masih rendahnya masyarakat yang melek aksara di Aceh.

“Memang kita menyadari membangun pendidikan di Aceh tidak langsung menampakkan hasil nyata dalam waktu singkat sebab pembangunan pendidikan, identik dengan pembangunan sumberdaya manusia (SDM),” katanya.

Membangun SDM berarti membangun potensi kemanusiaan yang berhubungan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Namun, jika program pembangunan yang kita laksanakan sudah benar, dalam 3-5 tahun mulai memperlihatkan hasilnya. Paling tidak dapat dilihat dari program yang dilaksanakan sudah berjalan di jalur yang benar atau tidak.

Terkait masalah tersebut, pembangunan pendidikan selain butuh dana yang besar, juga membutuhkan kerja keras semua pihak, baik pemerintah pusat, daerah sekaligus aparat pendidikan, mulai dari dinas pendidikan, satuan pendidikan, para guru dan siswa juga harus bekerja ekstra keras disertai dengan komitmen yang tinggi untuk menjalankan kewajiban sesuai dengan fungsi masing-masing.

Di sisi lain masyarakat juga ikut bertanggungjawab, untuk mempercepat pencapaian tujuan pembangunan pendidikan yang bermutu di Aceh.

Majelis Pendidikan Daerah (MPD) serta masyarakat dengan kekuatan moralnya selain menjadi pengawas berbagai program pembangunan pendidikan, juga harus menjadi penggerak lahirnya masyarakat belajar. Sehingga, pembangunan pendidikan di Aceh umumnya dan Bireuen kususnya menjadi gerakan moral yang berbasis kemasyarakatan. (HERA)
sumber : http://harianandalas.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to PEMERINTAH ALOKASIKAN APBA TINGKATKAN PENDIDIKAN DI SELURUH ACEH

  1. Pingback: online dispensary shipping

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *