KEJARI KISARAN TAHAN DUA PEJABAT PEMKAB BATU BARA

Kisaran-andalas Kejaksaan Negeri Kisaran menahan dua pejabat Pemkab Batu Bara, Drs Hikman Hakim Pane (60) penduduk Jalan Pipa Utama Kelurahan Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia, mantan Kepala Badan BPPAKB (Badan Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Batu Bara) beserta bendaharanya Jailani SE (53)  penduduk Dusun IV Desa Perupuk Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batu Bara, kemarin.

Penahanan terkait kasus dugaan korupsi penyediaan jasa pendukung pelayanan KB tingkat desa, dengan cara memanipulasi dana SPJ dan tidak memberikan honor tenaga PPKDB sebanyak 100 orang selama 7 bulan terhitung dari tahun 2009 sampai 2010.

Kepala Kejaksaan Negeri Kisaran Antoni Tarigan SH melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Robertson Pakpahan SH MH didampingi Jaksa Penuntut Umum Herri Sipahutar SH, ketika dikonfirmasi andalas di ruang kerjanya, Selasa (4/9) menyebutkan.

Kedua pejabat Pemkab Batu Bara ini melanggar pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 ayat (1) huruf a UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

Kedua pejabat yang berdinas di BPPAKB Pemkab Batu Bara ini kita tangkap dan tahan pada 28 Agustus 2012 lalu. Keduanya masih berstatus tahanan titipan kejaksaan negeri Kisaran di Lembaga Permasyarakatan (LP) Labuhan Ruku, keduanya dibon dari tahanan hari ini untuk melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) selanjutnya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor di Medan. Sedangkan dari hasil perbuatan mereka negara dirugikan sebesar Rp 250 juta.

Adapun modus keduanya melakukan tindakan korupsi dengan cara Kepala Badan PPAKB memerintahkan bendahara untuk memanipulasi SPJ terhadap 100 orang tenaga honorer di tingkat desa di 7 kecamatan di Kabupaten Batu Bara.

“Kemudian, tidak menyerahkan honor kepada tenaga honorer selama 21 bulan mulai tahun 2009 sampai 2010 dan kita memiliki pernyataan dari ke 100 tenaga honorer tersebut” ujarnya.

Terpisah, Bendahara BPPAKB Kabupaten Batu Bara Jailani SE kepada andalas, membantah tuduhan jaksa. Jailani yang didampingi istri dan anaknya menyatakan dirinya telah menyalurkan dana honorer tersebut kepada Kepala UPT yang berada pada tiap desa di Kabupaten Batu Bara.

“Kita sudah menyalurkan dana tersebut kepada UPT-UPT di tiap desa yang berada di 7 kecamatan yang berada di Kabupaten Batu Bara, jadi saya membantah tuduhan tersebut” ujar Jailani.

Sementara itu eks Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Batu Bara Drs Hikman Hakim Pane tidak berkomentar sama sekali menyangkut kasus yang dihadapinya tersebut. (FAS)
sumber : http://harianandalas.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to KEJARI KISARAN TAHAN DUA PEJABAT PEMKAB BATU BARA

  1. Pingback: adopting digital transformation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *