KASUS HIV/AIDS BAKAL MENINGKAT

Plt Gubsu Tak Peduli KPA

Medan-andalas Ketidakpedulian Plt Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Gatot Pujo Nugroho terhadap Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Sumut menjadi pembahasan alot dalam rapat evaluasi program prioritas kegiatan yang dilaksanakan KPA Sumut, di Hotel Asean Medan, 3-6 September.

Soalnya, dalam beberapa tahun belakangan ini, KPA sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah untuk mengoordinasikan penanggulangan HIV dan AIDS di Sumut, ternyata belum mendapat tempat di mata Plt Gubsu.

Terbukti, beberapa kali surat yang dilayangkan Tim Sekretariat KPAP Sumut untuk beraudiensi dengan Plt Gubsu yang juga sebagai Ketua KPA Sumut, ternyata tidak pernah terwujud. Ini berdampak kepada program kerja yang tidak bisa dilaksanakan.

KPA sendiri sebenarnya berharap bisa bertemu langsung untuk membahas tentang pentingnya program penanggulangan HIV dan AIDS di daerah ini dalam satu rapat koordinasi lintas sektor, dimana rapat tersebut langsung dipimpin Plt Gubsu sebagai Ketua KPA. Ini karena penanganan HIV dan AIDS tidak saja bagian tugas dari instansi kesehatan tapi semua lembaga ikut terlibat.

Malah yang lebih parah lagi, Gatot sebagai pemimpin daerah ini tidak mengucurkan anggaran untuk KPA Sumut dalam APBD 2012.

“Terkait masalah ini, kita sudah bertemu dengan Komisi E DPRD Sumut. Mereka menyarankan kita memasukkan proposal anggaran agar dimintakan pada P-APBD tahun ini. Proposal itu sudah kita masukkan, tapi belum ada jawaban. Kita harapkan, bisa terwujud sebagaimana janji dewan,” ungkap Sekretaris Pelaksana Harian KPA Sumut, Drs Achmad Ramadhan MA di Medan, Selasa (4/9).

Gatot memang sudah menerbitkan surat keputusan (SK) Pengurus Harian KPAP Sumut No.188.44/483/KPTS/2012 pada tanggal 24 Juli 2012 dan menerbitkan SK tentang Sekretariat KPA Sumut di Jalan Veteran. Tapi itu tak cukup, lembaga butuh dana untuk operasional programnya.  Apalagi, mengingat kasus HIV dan AIDS di Sumut yang terus meningkat.

Ini belum lagi target tujuan pembangunan millennium Development Goals (MDGs) yang memasukkan HIV dan AIDS sebagai salah satu skala prioritas yang harus dicapai.

“Salah satu target MDGs, bagaimana bisa memberikan pemahaman komprehensif tentang HIV dan AIDS bagi usia 15-24 tahun. Setidaknya ada 3 jutaan dari 13 jutaan warga Sumut yang berusia tersebut,” kata Ramadhan.

Sementara itu, Projec Maneger Global Fund, Andi Ilham Lubis, mengatakan, jika KPA tidak mendapat kucuran anggaran dari APBD akan berdampak kepada jumlah kasus HIV/AIDS di Sumut. “Gubsu wajib memperhatikan masalah ini, karena menjadi ancaman serius bagi masyarakat Sumut,” kata Andi.

Sekretaris KPA Sumut Drs H Shakira Zandi MSi diwakili Ketua Pelaksana Harian KPAP Sumut Drs Ibnu Saud menyebutkan, kegiatan evaluasi tersebut penting untuk menguatkan kelembagaan KPA Sumut.

Dengan begini, bisa diketahui aspek-aspek kelembagaan KPA yang sudah menunjukkan kategori maju, tetap atau malah mundur.

Rapat evaluasi kinerja kelembagaan KPA Sumut difasilitasi Khalik Sidik dari Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), Plt Kabid PMK DInkes Sumut, Sukarni dan sejumlah pengurus harian di antaranya, Eban Totonta Kaban, Dra Fachnita Fachruddin, Drs Jumsadi Damanik, Dr Umar Zein, dr Irwan Fachri SpKK, Fransisco Bangun SH MHB, dan Jeffry Sebayang. (YN)
sumber : http://harianandalas.com

This entry was posted in Berita, Informasi Kesehatan. Bookmark the permalink.

1 Response to KASUS HIV/AIDS BAKAL MENINGKAT

  1. Pingback: crypto wallet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *