PEMKO KURANG SOSIALISASI SOAL SKY BRIDGE

MEDAN – Rencana pembangunan sky bridge yang lokasinya berada di Lapangan Merdeka Medan, untuk mendukung city check in Bandara Kualanamu sangat disesalkan DPRD Kota Medan. Hal ini ditegaskan, Bendahara Fraksi Partai Demokrat, A Hie, didampingi anggota Parlaungan Simangunsong, usai menerima pengaduan Asosiasi Pedagang Buku Lapangan Merdeka (Aspeblam) di ruang fraksi, hari ini.

“Masalah pembangunan itu, kenapa terlebih dahulu tidak ada di sosialisasikan kepada para pedagang buku bekas yang ada di Lapangan Merdeka,” ujar A Hie.

Hal inilah yang kita sesalkan. Pemko Medan seharusnya mensosialisasikan rencana pembangunan itu kepada para pedagang buku.  sehingga perelokasian pedagang nantinya tidak menimbulkan persoalan.

“Membangun komunikasi dengan sosialisasi ke pedagang sangat perlu,  sebab rencana pembangunan sky bridge itu akan menggusur para pedagang buku yang sudah bertahun-tahun di kawasan itu. Para pedagang itu bukan hanya menjadi ikon di Medan, tetapi sudah menjadi sejarah bagi Kota Medan,” ujar Ketua Komisi C ini.

Hal senada juga disampaikan, Parlaungan Simangunsong, meminta Pemko Medan agar menunda dahulu rencana pembangunan sky bridge itu, sebelum terbangunnya komunikasi aktif diantara Pemko Medan dengan pedagang, sehingga para pedagang rela untuk memindahkan lokasi dagangannya.

Apalagi, tambah Parlaungan, para pedagang hanya menginginkan adanya komunikasi antara kedua belah pihak, sehingga solusi yang dicari sama-sama tidak ada yang dirugikan. “Dalam hal ini, Pemko harus bijak dan jangan arogan, sehingga para pedagang bisa menerima rencana pembangunan itu,” katanya.

Pada prinsipnya, sebut Parlaungan, FPD mendukung setiap rencana pembangunan yang akan dilakukan Pemko Medan. Namun, sebutnya, pembangunan itu janganlah menyengsarakan masyarakat.

Sebelumnya Asepblam di bawah pimpinan, M Simangunsong, bersama sejumlah pengurus dan anggota serta mahasiswa mengadukan nasib para pedagang buku ke FPD terkait rencana pembangunan sky bridge itu.

Diakui, Aspeblam sejauh ini hanya mendengar rencana pembangunan sky bridge itu dari media massa dan bukan langsung dari Pemko Medan. “Tidak ada komunikasi, makanya kami mengadukannnya kemari,” kata Simangunsong.

Bahkan, kata Simangunsong, akhir-akhir ini pihaknya mendapatkan tekanan, khususnya 20 kios yang menjadi lokasi pembangunan sky bridge itu. “Kalau itu tetap dipaksakan, bagaimana nasib 180 pedagang buku itu,” sebut Simangunsong mempertanyakan.
sumber: http://waspada.co.id

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

3 Responses to PEMKO KURANG SOSIALISASI SOAL SKY BRIDGE

  1. Pingback: buy lsd online

  2. Pingback: The Fortune Games® App

  3. Pingback: marijuana dispensaries that ship nationwide

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *