PEKERJA PROYEK DIANCAM PISTOL, KADES SEMBAHE DIPERIKSA POLISI

IMANUEL SITEPU. PANCURBATU. Setelah dilaporkan oleh 6 pekerja proyek pengerasan jalan Sembahe-Sibolangit [Jumat 31/8], Asli Ketaren (Kepala Desa Sembahe, Kec. Sibolangit) yang melakukan penganiayaan dan mengancam keenam pekerja tersebut dengan pistol diperiksa polisi [Sabtu 1/9]. Kades mendatangi Mapolsek Pancurbatu sekitar Pkl. 12.00 wib. Ia ditemani istri dan beberapa anggota keluarganya.
Saat menjalani pemeriksaan,  selama kurang lebih 5 jam, Kades  tidak didampingi penasehat hukum. Namun, entah mengapa, setelah usai menjalani pemeriksaan sekitar Pkl. 18.00 wib, Kades bersama Istri dan keluarganya meninggalkan Mapolsek Pancurbatu. Informasi dihimpun wartawan di Mapolsek Pancurbatu [Sabtu 1/9] menyebutkan, diperiksanya Kades Sembahe Asli Ketaren terkait penaganiayaan dan pengancaman menggunakan benda berbentuk pistol yang dilakukan terhadap Muhtadi (29), Jorekan Sitepu (30) dan Jiki Ginting (21) ketiganya warga Lincun, Binjai. Riki Sitepu (18) dan, Hendra (27) warga Simpang Pos Medan, serta Min (32) warga Indrapura, Asahan yang kesemuanya merupakan pekerja proyek pengerasan badan Jl. Jamin Ginting Desa Sembahe sampai Sibolangit.

Asli Ketaren yang ditemui wartawan usai pemeriksaan mengatakan, ia membantah telah mencampakan TV dan beras. Namun  sang Kades mengakui kalau dia sempat menjatuhkan dispenser yang beradadi ruangan lantai dua tempat keenam korban ini tinggal. Bahkan Kades juga tak mengakui kalau sepeda motor yang terparkir di lantai satu ruko dia yang menjatuhkannya. Menurutnya, dia tak ada mendorong kedua sepeda motor yang terparkir di bawah.

Dalam pemeriksan itu, Kades mengakui kalau pistol warna silver yang ia gunakan untuk mengancam para korban, hanyalah sebuah mancis yang dibelinya beberapa tahun lalu di Medan Plaza. Saat mendatangi keenam korban, Kades memakai baju safari warna coklat pakaian resmi Kepala Desa, dan kedatangannya ke base camp tersebut hendak mempertanyakan tentang sejauh mana proyek yang dikerjakan keenam korban sudah berjalan. Namun, pengakuan sang Kades, jauh berbeda dengan pengakuan keenam korban. Menurut keenamnya, Kades datang bergaya ala cow boy. Saat itu, Kades menodongkan senjata berbentuk pistol warna silver ke arah kenamnya. Bahkan Kades merusak barang-barang di dalam base camp seperti beras berserakan dan 1 televisi hancur serta barang-barang lainnya mengalami kerusakan.

Melihat sang kepala desa datang bersama seorang temanya dengan bersuara keras  Muhtadi turun dari lantai dua dan membukakan pintu. Begitu membuka pintu tiba-tiba Kades memaksa masuk sambil menunjukan senjata pistol dan memaksa naik ke atas untuk bertemu dengan kelima korban lainnya. Saat tiba di lantai dua tempat keenam pekerja tidur, pelaku membentak Muhtadi serta memaksa membangunkan kelima temannya. Dalam keadaan bingung para korban dipaksa berbaris dan dianiaya di bawah ancaman todongan senjata berbentuk pistol. Kades datang sambil marah dan merusak satu televisi hingga hancur serta menaburkan beras dan merusak barang lainnya hingga berserakan di lantai dua base camp para pekerja proyek tersebut. Puas mengamuk dan menganiaya korban, sang Kades pun pergi berlalu bersama temannya.

Info yang berkembang di Polsek Pancurbatu, Kades akhrinya melakukan perdamaian dengan keenam korban. Begitu usai diperiksa, Asli Ketaren dengan langgeng pulang ke rumahnya tanpa dilakukan penahan oleh pihak kepolisian. Kapolsek Pancurbatu Kompol Darwin Sitepu PB saat dikonfirmasi wartawan [Minggu 2/9 siang] melalui telepon selulernya membenarkan Asli Ketaren diperiksa penyidik. ”Namun, saat ini Kades diperiksa sebatas saksi,” ujar Darwin.

Lain halnya dengan kadis Infokom Deliserdang drs. Neken Ketaren, saat wartawan menghubunginya melalui telepon selulernya tidak diangkat. Saat wartawan mengirim pesan singkat juga tidak dibalas. Diduga kuat Neken Ketaren Sang Kadis Infokom melindungi Kades, sebab di lapangan berembus kabar Asli Ketaren Kades Sembahe ada hubungan keluarga dengan Drs Neken Ketaren yang menjabat Kadis Infokom Deliserdang.

Untuk itu, warga Sembahe meminta kepada Bupati Deliserdang Drs H Amri Tambunan menegur dan memberikan sanksi kepada Kadis Infokom, sebab jabatan yang diembannya untuk memberikan keterangan kepada publik terkait permasalahan yang terjadi di Kabupaten Deliserdang,” ujar warga bermarga Tarigan.
sumber : http://www.sorasirulo.net

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

2 Responses to PEKERJA PROYEK DIANCAM PISTOL, KADES SEMBAHE DIPERIKSA POLISI

  1. Pingback: cad software

  2. Pingback: https://nelliemwyman.yooco.org/home.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *