KEJARI STABAT USUT DUGAAN KORUPSI KREDIT FIKTIF RP 1,5 MILIAR

STABAT ( Berita ) : Kejari Stabat menyelidiki dugaan korupsi kredit fiktif di Koperasi Pelita Stabat – Wampu Kab. Langkat senilai Rp1,5 miliar yang dicairkan di BNI Sentra Kredit Kecil Polonia Medan.

‘’Belasan saksi dari pengurus koperasi sudah kita mintai keterangan,’’ kata Kajari Stabat melalui Kasi Intel Zulfahmi, SH, Rabu (29/8). Dikatakannya, berdasar penyelidikan awal oknum-oknum pengurus koperasi mengajukan permohonan kredit ke BNI wilayah Polonia Medan, senilai Rp1,5miliar yang akan disalurkan kepada 30 anggota koperasi.

Namun sebagian anggota koperasi mengatakan tidak tahu menahu proses permohonan kredit. Sebaliknya lampiran KTP, tandatangan dan bentuk persetujuan puluhan anggota tertera dalam dokumen pencairan. ‘’Kita masih fokus memeriksa pengurus koperasi, setelah itu dari pihak bank pimpinan Tedy Sudrajat akan diperiksa untuk mengetahui proses pencairan, apakah persyaratannya lengkap, ’’lanjut Zulfahmi seraya menambahkan, proses penyelidikan akan ditingkatkan menjadi penyidikan untuk menetapkan tersangka.

Pantauan di Kejari Stabat, beberapa anggota koperasi yang umumnya guru dan kepala sekolah masih dimintai keterangan di ruang Intelijen. Sementara pengurus Koperasi Pelita, Mursyid, Tumario dan bendahara Marli belum diketahui keberadaannya pasca kasus tersebut diproses. Kantor koperasi di Stabat sudah lama tutup dan menurut warga, pengurusnya menghilang bahkan uang sewa kantor tak lunas dibayar.(WSP/a03)
sumber: http://beritasore.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to KEJARI STABAT USUT DUGAAN KORUPSI KREDIT FIKTIF RP 1,5 MILIAR

  1. Pingback: Online Dispensary

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *