PRODUKSI MENURUN, HARGA JERUK DI MEDAN MELAMBUNG

MedanBisnis –Medan. Sejak beberapa minggu terakhir, harga jeruk di pasaran Kota Medan melambung tinggi menyusul minimnya pasokan yang masuk dari sentra penghasil jeruk di Berastagi. Minimnya pasokan jeruk tersebut disebabkan saat ini hasil panen petani sangat sedikit.
Diana Sari, salah seorang pedagang buah di Pusat Pasar Medan mengatakan, kira-kira dalam tiga pekan terakhir pasokan jeruk dari Berastgi dan Tanah Karo terus menurun. Bahkan harga pengambilan dari pengumpul juga naik. “Makanya harga jeruk di sini juga naik,” katanya kepada MedanBisnis, Kamis (30/8).

Di pasaran Kota Medan, kata dia, jeruk dijual dengan harga rata-rata Rp22.000 hingga Rp25.000 per kg. “Naik cukup signifikan dari sebelumnya yang hanya berkisar antara Rp17.000 hingga Rp19.000 per kg. Masuknya jeruk impor dari Amerika dan Jepang juga tak memengaruhi harga jeruk lokal yang naik itu,” kata Diana.

Yanti, juga pedagang buah di sana mengatakan, dalam keadaan normal pihaknya bisa memasok hingga 700 kg jeruk dalam sekali pasok. Biasanya, dalam sepekan pihaknya memasok jeruk sebanyak tiga kali. Namun, dengan minimnya hasil panen petani, mereka hanya bisa memasok tidak lebih dari 500 kg jeruk setiap kali pasok.

Tak pelak, keadaan yang demikian memaksa pedagang untuk menaikkan harga jeruk guna menghindari kerugian. Apalagi harga jeruk di tingkat distributor atau pengumpul juga naik. Menurut pedagang, harga jeruk di tingkat distributor naik antara 5 – 10 persen karena minimnya produksi jeruk.

Dikatakannya, naiknya harga jeruk tersebut memicu turunnya permintaan konsumen. Sejumlah pedagang mengaku, akibat kenaikan itu, saat ini permintaan konsumen turun hingga lebih dari 20%. “Biasanya dagangan kami cepat habis, sekarang kami harus menunggu hingga empat atau lima hari agar jeruk-jeruk ini habis terjual,” kata Wati, penjual buah lainnya di Jalan Iskandar Muda.

Diungkapkannya, dalam keadaan seperti ini pedagang serba salah, jika harga lama dipertahankan, bukan tidak mungkin pedagang akan merugi karena biaya operasional yang cukup tinggi. Begitu juga jika pedagang menaikkan harga seperti sekarang ini, justeru permintaan konsumen turun dan secara tidak langsung berdampak pada penurunan omzet penjualan jeruk itu sendiri.

Padagang pun tak bisa berbuat banyak lantaran kelangkaan jeruk yang terjadi saat ini. “Diprediksi, harga jeruk akan terus bertahan hingga dua bulan ke depan hingga musim panen jeruk tiba. Mungkin dua bulan lagi baru panen, saat ini kami bertahan dengan stok yang ada saja,” tandasnya.(daniel pekuwali)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

1 Response to PRODUKSI MENURUN, HARGA JERUK DI MEDAN MELAMBUNG

  1. Pingback: One up Mushroom Bar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *