JENAZAH TERDUGA TERORIS DIBAWA KE JAKARTA

Bripda Suherman akan diberi anugerah dengan kenaikan pangkat.

JAKARTA – Pascabaku tembak Detasemen Khusus (Densus) 88 dan terduga teroris di Jalan Veteran, kawasan Tipes, Solo, Jawa Tengah (Jateng), pihak kepolisian menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu pucuk pistol pietro bareta buatan Italia yang di sisinya bertuliskan PNP Property Philipines National Police, tiga buah majalah, 43 peluru kaliber 9 mm merk Luger, dan 9 holopoint CBC.

Dua jenazah terduga teroris adalah F dan B, serta satu terduga teroris yang tertangkap hidup di tempat terpisah langsung diterbangkan ke Jakarta melalui Bandara Adisutjipto.

Namun ada sumber yang menyebutkan bahwa mereka dibawa ke Jakarta melalui jalur darat. Sementara itu, jenazah Bripda Suherman, anggota Densus 88 yang tewas dalam baku tembak itu direncanakan akan diterbangkan ke kampung halamannya di Sulawesi Tenggara.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anang Iskandar yang dihubungi SH, Sabtu (1/9) pagi ini mengatakan, barang bukti itu disita polisi setelah baku tembak dan penangkapan teroris di Jalan Veteran, Solo, Jateng, Jumat (31/8) malam.

Dalam kejadian itu, dua terduga teroris berinisial F dan B tewas di tempat, sementara satu terduga teroris lainnya ditangkap hidup di tempat terpisah. Adapun anggota Densus 88 Bripda Suherman dilaporkan tewas karena tertembak di bagian perut.

Anang mengatakan, pihaknya akan mengembangkan penyidikan dari keterangan sang teroris yang tertangkap hidup-hidup tersebut. Namun, dia merahasiakan identitas teroris yang langsung diterbangkan ke Jakarta bersama jenazah F dan B. “Kami akan mengembangkan penyidikan dari salah satu tersangka yang tertangkap,” katanya.

Ia menjelaskan, Densus 88 sudah merencanakan penyergapan di Jalan Veteran, Solo, Jateng. Para pelaku sudah diidentifikasi sebagai pihak yang terlibat dalam serangkaian aksi teror di Solo belakangan ini.

“Kami sudah mendapatkan (identitas jaringan kelompok terorisme-red). Ini karena setelah kejadian pertama kali di Solo kami meningkatkan langkah-langkah penyelidikan. Kelompok yang melakukan teror itu sudah mendapat pelatihan dan kelompok induk jaringan terorisnya sudah pernah ditangkap Polri,” ujarnya.

Menurutnya, dalam kejadian baku tembak yang dekat dengan sebuah minimarket itu, satu perwira polisi bernama Bripda Suherman tewas karena tertembak di bagian perut. Dia sempat dibawa ke Rumah Sakit (RS) Brayat Minulyo, namun nyawanya tak tertolong.

“Kejadian semalam, satu perwira polisi gugur bernama Bripda Suherman. Dua teroris tewas karena melakukan perlawanan dengan baku tembak dengan dengan tim Densus 88. Ada dua teroris yang mati, berinisial F dan B. Satu teroris yang hidup tentunya akan segera disidik untuk diketahui motif aksi teror,” ujarnya.

Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha, Jumat (31/8) malam, mengatakan, presiden telah mendapat laporan dari Kapolri Jenderal Timur Pradopo terkait penyergapan terhadap kelompok orang yang diduga jaringan teroris. ”Mereka adalah pelaku teror penembakan pada 17, 18, dan 30 Agustus 2012,” tuturnya singkat.

Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Sabtu pagi terjun langsung untuk melihat tempat kejadian peristiwa baku tembak antara Densus 88 dan terduga teroris di Jalan Veteran, Solo, Jateng. Jenazah anggota Densus 88 yang tewas dalam baku tembak di Jalan Veteran, Solo, pagi ini diterbangkan ke kampung halamannya di Sulawesi Tenggara.

Upacara pelepasan jenazah dari Mako Brimob Daerah Istimewa Yogyakarta dipimpin Kapolri Jenderal Timur Pradopo. Pelepasan jenazah Bripda Suherman di Mako Brimob Jalan Kompol B Suprapto, Yogyakarta, digelar sekitar pukul 07.50 WIB.

“Anggota terbaik kita gugur,” kata Timur. Ia menambahkan, pihaknya sudah berusaha untuk menangkap terduga teroris hidup-hidup. Namun karena adanya perlawanan, polisi kemudian melakukan tembakan.

Semalam Densus 88 Antiteror Polri menggerebek dan menangkap terduga teroris di Jalan Veteran, Solo, Jateng. Penangkapan tersebut diwarnai baku tembak yang mengakibatkan dua terduga teroris tewas dan satu anggota Densus 88 gugur.

Petugas kepolisian, Sabtu sekitar pukul 00.00 WIB menyelesaikan olah tempat kejadian perkara terkait dengan penangkapan sejumlah orang yang diduga pelaku teror di Kota Solo. Satu mobil ambulans Dokkes Kepolisian dan satu mobil yang digunakan aparat Densus 88 meninggalkan lokasi baku tembak antara petugas dengan beberapa orang terduga teroris itu, setelah mereka olah TKP.

Petugas Brimob yang menjaga lokasi di Jalan Veteran, kawasan Tipes, Kecamatan Serengan, Kota Solo, kemudian membuka garis polisi, sedangkan ratusan warga mendekat untuk melihat lokasi setempat yang antara lain masih terlihat bekas darah itu.

Seorang saksi yang tidak bersedia disebutkan namanya mengaku, melihat laju satu sepeda motor dengan dua orang, masing-masing pengendara dan pembonceng. Mereka dipepet oleh mobil warna hitam yang diduga membawa sejumlah anggota Densus, di lokasi tersebut pada Jumat (31/8) sekitar pukul 21.00 WIB.

Tidak lama kemudian terjadi kontak tembak selama sekitar setengah jam antara petugas dengan sejumlah orang yang diduga pelaku teror itu. Petugas juga terlihat memasukkan dua jenazah ke mobil tersebut, lalu meninggalkan lokasi di Jalan Veteran itu.

Ia juga mengaku melihat satu kendaraan melaju ke utara. Diduga pemakai kendaraan itu adalah seorang pelaku teror yang kemudian berhasil ditangkap petugas dan dalam keadaan terluka. “Setelah itu banyak polisi datang di tempat ini, tetapi jenazah sudah dibawa pergi,” katanya.

Hingga sekitar pukul 00.54 WIB, masyarakat masih berkerumun di lokasi kontak tembak, setelah petugas menyelesaikan olah tempat kejadian. “Ingin melihat tempat kejadiannya,” kata seorang warga setempat, Hermanto.

Ia mengharapkan, situasi di Kota Solo kembali aman setelah para pelaku teror itu ditangkap.

Sejak pertengahan hingga akhir Agustus 2012, terjadi tiga kali serangan bersenjata oleh orang tak dikenal yang diduga terkait dengan terorisme dengan sasaran tiga pos polisi di lokasi yang berbeda di Kota Solo.

Satu anggota polisi bernama Bripka Dwi Data Subekti saat berjaga di Pos Polisi Plaza Singosaren Kota Solo, Kamis (30/8) malam, gugur akibat serangan bersenjata oleh orang tak dikenal itu.

Ruang Gerak Teroris

Secara terpisah, anggota DPR Fraksi PDIP Tjahyo Kumolo melalui surat elektroniknya menuturkan sasaran teroris adalah aparat kepolisian di Solo. Bisa jadi, polisi di Solo dianggap “target“ yang harus disingkirkan atau dianggap membatasi ruang gerak teroris. Tentunya mereka ingin menyampaikan kepada publik bahwa perlawanan mereka di Solo sebagai bentuk jaringan dan aksi mereka masih eksis.

“Indikasi-indikasi di atas bisa bias bila proyektil yang diketemukan nanti harus jelas milik siapa. Kerja sama atau koordinasi aparat keamanan, khususnya Polri/TNI dan koordinasi BIN di daerah harus terpadu agar saling mengisi dan melengkapi. Apa pun teror Kota Solo harus terungkap motifnya jangan ada rekayasa, kalau intensif dan serius koordinasi pasti terungkap,” katanya.

Pengamat intelijen Wawan H Purwanto menilai rentetan penyerangan aparat kepolisian di Solo erat kaitannya dengan terorisme. Hal itu menurutnya terlihat dari modus penyerangan yang menyerupai peristiwa Cirebon, CIMB Niaga, atau kejadian-kejadian lainnya.

“Dilihat dari modusnya, kasus ini menyerupai terorisme. Sasaran berulang adalah aparat keamanan. Mereka menyerang ketika aparat lengah di tengah fokus kesibukan Ramadan dan Lebaran,” katanya.

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR, Catur Sapto Edy meminta tidak hanya aparat kepolisian yang bersiaga, aparat pemerintahan termasuk Wali Kota Solo Joko Widodo diharapkan berkonsentrasi terlebih dahulu mengemban amanah rakyat mengurus Kota Solo, daripada ambisius mengejar jabatan Gubernur DKI Jakarta. Pasalnya, kota kaya budaya itu sedang mengalami gangguan keamanan nasional.

Koordinator Indonesia Police Watch, Netta S Pane melalui surat elektronik kepada SH di Jakarta, Jumat (31/8) meminta Kapolri segera mencopot Kapolda Jawa Tengah dan Kapolresta Solo atas insiden penembakan yang menyebabkan Bripka Dwi Data Subekti meninggal dunia.

Kedua pejabat tersebut telah gagal mengatasi aksi pembantaian yang berkelanjutan terhadap aparat kepolisian di Solo. (Ninuk Cucu Suwanti/M Bachtiar Nur/Ant)
sumber : http://www.shnews.co

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to JENAZAH TERDUGA TERORIS DIBAWA KE JAKARTA

  1. Pingback: glock 17

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *