40 BUNGKUS EKSTASI DISITA POLISI BARELANG

BATAM–MICOM: Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP) Polresta Batam Rempang Galang (Barelang) menyita empat ribu ekstasi dari seorang penumpang kapal feri Batam Jet dari Selat Panjang. Keempat ribu ekstasi tersebut dikemas dalam 40 bungkus plastik dan dimasukkan dalam tas.

“Pelaku mengira kalau di Pelabuhan Domestik Sekupang tidak akan dilakukan pemeriksaan, ekstasinya hanya dikemas dalam plastik dan dimasukkan dalam tas. Namun, sebelum pelaku tiba, kami telah mendapatkan informasi tentaang barang tersebut. Maka kami lakukan pemeriksaan,” kata Kepala Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP) Polresta Barelang, AKB Dasrul Savit, di Batam, Minggu (22/7).

Ia mengatakan, sebelum pelaku sampai di Batam, pihak KKP Selat Panjang sudah menyampaikan informasi bahwa ada seorang penumpang yang dicurigai membawa ekstasi ke Batam dengan feri Batam Jet, sehingga saat kapal tersebut sampai di Batam petugas melakukan pemeriksaan.

“Akhirnya kami mengamankan seorang yang dicurigai membawa barang tersebut dan dibawa ke kantor KKP di Sekupang,” kata dia.

Setelah dilakukan pemeriksaan, dalam tas pelaku ditemukan barang bukti seperti yang diinformasikan KKP Selat Panjang.

“Dengan kasus ini kami akan terus berkoordinasi dan memeperketat pemeriksaan di pelabuhan apalagi menjelang musim mudik Idul Fitri 1433 Hijriyah yang segera tiba,” kata Dasrul.

Kasat Narkoba Polresta Barelang Kompol Arief Bastari sebelumnya mengatakan Batam menjadi daerah transit narkoba terutama jenis sabu dari Malaysia sebelum dibawa ke daerah lain di Indonesia.

Menurut Arief, penyebabnya di Batam banyak pelabuhan tidak resmi (pelabuhan rakyat) yang minim pengawasan. Sehingga dimanfaatkan jaringan narkotika internasional untuk memasukkan sabu melalui Batam.

“Biasanya sabu yang masuk melalui Batam berasal dari Johor, Malaysia, yang bisa ditempuh menggunakan perahu kecil dari Batam,” kata dia.

Berdasarkan hasil penangkapan, kata Arief, modus yang dilakukan kurir narkoba terus mengalami perubahan.

“Ada yang dimasukkan dalam celana dalam, dimasukkan dalam kemaluan (untuk wanita), ada juga yang dimasukkan dalam alas sepatu,” ucap dia.

Arief mengatakan terus mempelajari modus yang dilakukan para kurir untuk meminimalisasi keberhasilan jaringan narkotika internasional memasukkan sabu ke Indonesia. (Ant/OL-10)
sumber: http://www.mediaindonesia.com

This entry was posted in Galeri Photo Karo Tempo Doeloe. Bookmark the permalink.

2 Responses to 40 BUNGKUS EKSTASI DISITA POLISI BARELANG

  1. BhinekaTunggalIka says:

    Salah tempat ni kayaknya..

  2. Pingback: dumps valid pin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *