VARIETAS GAHARU INDONESIA LEBIH UNGGUL

Bahorok, (Analisa). Petani sukses gaharu dan salah seorang ilmuan bidang tanaman keras dari negara Thailand meninjau pusat pembudidayaan gaharu Langkat di Kecamatan Bahorok, Senin (20/3).
Kunjungan itu, merupakan balasan mereka setelah para petani gaharu Bahorok melakukan lawatan ke pusat pembudidayaan gaharu di Thailand beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungan itu, petani asal negara gajah itu memberikan berbagai pengetahuan teknologi pembudidayaan gaharu pada sejumlah petani gaharu di Bahorok.

Yim salah seorang petani yang sudah mengembangkan budidaya gaharu di negeranya sejak 16 tahun silam, memberikan pengetahuan teknologi proses penyuntikan pohon gaharu dan serta tata cara penyuntikan yang baik.

Selain proses penyuntikan, Bin ilmuan asal Thailan yang ikut dalam rombongan petani Thailang itu, juga memberikan pengetahuan metode dan proses inokulan hingga masa panen gaharu.

Disebutkanya, proses onokulan sebaikya dilakukan pada musim kemarau agar proses inokulan tidak terkontaminasi dengan air hujan yang dapat memasuki lobang-lobang suntikan pada pohon.

Bin mengatakan, paska dilakukanya inokulan sebaiknya petani dengan rutin memantau perkembangan proses inokulan pada pohon. Dikatakanya, proses inokulan untuk kayu gaharu penghasil minyak jangka waktu pemanenan dilakukan tujuh bulan paska dilakukannya inokulan.

Sedang untuk kayu yang menghasilkan gaharu sebaiknya dipanen setelah satu tahun proses inokulan dilakukan, jelasnya.

Ketua kelompok Kemegahan Gaharu Bahorok H Mahmuddin Sani dan sejumlah petani gaharu di Bahorok mengakui, kunjungan para petani dan ilmuan dari Thailand itu sangat berarti bagi mereka dalam meningkatkan pengetahuan dalam bidang teknologi pembudidayaan gaharu.

Makin Lebih Baik

Mereka berharap, dengan kunjungan itu kualitas dan kuantitas gaharu Bahorok akan semakin lebih baik di maasa mendatang.

Sebelumnya, petani gaharu Bahorok ke negara Thailand mengunjungi Miesot,18 ­ 22 Pebruari, salah satu kawasan pengeembang budidaya gaharu di Thailand. Kunjungan tersebut selain menjalin kerjasama menguntungkan sesame petani gaharu, juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas gaharu di Sumatera Utara.

Dipilihnya Thailand sebagai tujuan studi banding, menurut Mahmuddin Sani, karena Thailand merupakan negara di Asia yang mengembangkan budidaya gaharu sejak 14 tahun lalu.

“Thailand merupakan negara di Asia yang mengembangkan budidaya gaharu sejak lama, hingga mereka memiliki teknologi dibidang pembudidayaan gaharu yang patut kita contoh dan dikembangkan di Sumuatera Utara,” terang Mahmuddin Sani.

Petani gaharu yang telah membudidayakan gaharu sejak tahun 2005 ini mengatakan, kunjunganya juga menjalin kerjasama yang saling menguntungkan antara petani gaharu di Tahiland dan Indonesia.

Dikatakanya, pengembangan budidaya gaharu di Thailand mengalami pertumbuhan cukup pesat.”Gaharu menjadi komoditi utama di Thailand yang dikembangkan secara budidaya oleh para petani di sana,”ucapnya.

Pesatnya perkembangan budidaya Gaharu di negara gajah itu, lanjut Sani, salah satu faktor pendukungnya pemerintah negara itu. Dukungan itu menjadi pendorong para petani untuk lebih giat mengembangkanya hingga menjadi salah satu komoditi unggulan di negara itu.

Lebih Unggul

Meskipun Thailand telah mendahului Indonesia dalam pengembangan teknologi budidaya gaharu, namun dari varietas gaharu Indonesia lebih unggul.”Thailand hanya memiliki satu varietas gaharu yakni Acquilera Craasna, Indonesia memiliki berbagai varietas unggulan yang tidak dimiliki negara itu,” paparnya.

Tetapi dari segi teknologi pengembangan budidaya para petani Indonesia, diakuinya masih harus belajar banyak untuk bersaing dengan petani di negara itu.

Selain unggul segi varietas gaharu alam Indonesia juga lebih mendukung untuk pengembangan gaharu dibanding dengan Thailand.” Pertumbuhan gaharu di Thailand lebih lambat ketimbang di Indonesia akibat pengaruh iklim negara itu,”sebutnya.

Tetapi harus diakui, para petani di negara itu lebih menguasai teknologi pengembangan budidaya gaharu yang dapat dilihat dari kemampuan mereka menerapkan dan mengembangkan teknologi okulan.

“Petani di sana mengembangkan sendiri teknologi okulan pada tanaman gaharu mereka.Bahkan teknologi paska panen juga mereka miliki sendiri,”imbuhnya. Penerapan teknologi yang dikuasai para petani di Thailand diakuinya tidak terlepas dari dukungan pemerintah pada para petani.

Petani gaharu yang telah melanglang buana ke berbagai daerah di Indonesia untuk menimba pengetahuan teknologi pembudidayaan gaharu ini, mengutarakan optimisnya gaharu akan menjadi komoditas unggulan di Langkat dan Sumatera Utara umumnya, bila pembudidayaan gaharau diterapkan dan didukung, teknologi yang tinggi.

“Langkat memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi wilayah penghasil gaharu bila pemerintah memberikan dukungan pada para petani dan kita berkeyakinan gaharu yang selama ini menjadi harta karun yang terpendam di Langkat, dapat menjadi komoditas unggulan daerah ini,”ujarnya.(als)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

2 Responses to VARIETAS GAHARU INDONESIA LEBIH UNGGUL

  1. Pingback: relx

  2. Pingback: buy weed online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *