MENTAN: SAWIT PENGHASIL DEVISA TERBESAR NEGARA INI

MedanBisnis – Perdagangan. Sei Mangkei sebagai kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus memerlukan intensifitas yang dapat merangsang industri sawit. Sawit sampai saat ini masih merupakan ekonomi andalan penghasil devisa terbesar di negeri ini.
Demikian disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Suswono kepada wartawan saat melakukan kunjungan ke Kawasan Industri Sei Mangkei, Jumat (30/12).

Turut hadir dalam kunjungan itu, Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho, Direktur Utama PTPN3 H Amri Siregar, Direktur Pembangunan dan Pengembangan Abdul Muluk dan pejabat lainnya.

Dikatakan Mentan, Indonesia terus menjalin kerja sama dengan Malaysia agar  Indonesia menjadi penentu harga di pasar dunia pada komoditas sawit. Sebab, sekarang ini Indonesia hanya sebagai peserta saja, padahal kebutuhan sawit dan konsumsi CPO dunia produksi sawit Indonesia sangat kompetitif.

“Ke depan mengingat banyaknya hambatan dalam pemasaran dikarenakan perlakuan non tariff barrier yang sering dilakukan atas nama lingkungan dan sebagainya, maka kita akan mencanangkan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) yang akan dijadikan landasan untuk setiap industri. Dengan demikian kita tidak lagi tergantung pada konsumen, tapi konsumen yang harus mengikuti kita,” tegas Suswono.

Diharapkannya juga, kawasan industri di Sei Mangkei ini manfaatnya dapat dirasakan masyarakat sekitar, jangan sampai rakyat sekitar tidak menikmatinya. “PTPN3 dapat menyediakan plasma minimal 20 persen karena plasma itu juga merupakan pengamanan bagi perusahaan. Dan, p    Perkebunan harus pula mendorong integrasi sawit ternak, untuk mewujudkan swasembada daging pada tahun 2014,” jelasnya.

Direktur Utama PTPN3 H Amri Siregar didampingi Kaur Humas PTPN3 Irwadi Lubis kepada wartawan mengemukakan langkah percepatan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei telah melakukan joint venture dengan PT Ferrostaal Indonesia.

Usaha ini akan diberi nama PT Sinergi Oleo Nusantara yang mendirikan industri hilir minyak sawit terdiri dari industri biodiesel terintegrasi dengan industri surfactant dan beta carotene (600.000 ton per tahun), industri oleokimia-fatty alkohol 90.000 ton per tahun dan industri refinery – olein/cooking oil dengan kapasitas 600.000 ton per tahun.

“Durasi pembangunan kelima pabrik baik bio diesel, cooking oil, fatty alkohol, tocotrionol/beta carotene dan surfactant (MES) berkisar 10 hingga 24 bulan,” kata Amri Siregar.

Lebih lanjut dikatakannya dalam pelaksanaan pembangunan telah sesuai dengan aturan dan ketentuan hukum yang berlaku sampai terbentuknya perusahaan yang baru. Agar permasalahan yang muncul dapat diminimalisir, ia sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak agar pembangunan dan pelaksanaan proyek di kawasan industri Sei Mangkei terlaksana demi meningkatkan perekonomian Sumatera Utara. (n bistok siagian)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis. Bookmark the permalink.

2 Responses to MENTAN: SAWIT PENGHASIL DEVISA TERBESAR NEGARA INI

  1. Pingback: mega888

  2. Pingback: where to buy mdma molly ecstasy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *