MASIH 60% JAGUNG LOKAL PENUHI KEBUTUHAN PAKAN TERNAK

MedanBisnis – Medan. Kebijakan impor jagung yang dilakukan perusahaan pakan ternak diakui sebagai upaya memenuhi kebutuhan karena pasokan jagung lokal masih belum dapat mencukupi atau sekitar 60% dari total kebutuhan.
Hal ini dikatakan Ketua Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) Sumut, Bethman Siagian saat dihubungi MedanBisnis, Selasa (20/12) menyikapi tentang tuntutan petani jagung di Sumut untuk menghentikan impor jagung saat memasuki masa panen raya pada Januari hingga April mendatang.

Menurut Bethman, semua produksi jagung di Sumut dan di Indonesia telah diserap pengusaha pakan ternak. Namun pasokannya masih kurang atau hanya mampu memenuhi 60% saja dari kebutuhan. Kondisi ini membuat perusahaan harus mengambil jagung impor dalam melengkapi kekurangannya.

“Karena kuranglah, makanya impor. Kami pun tidak mau impor karena banyak risiko dan sedikit sulit meski sekali-sekali terkadang harga jagung impor lebih murah dibandingkan lokal,” ujarnya.

Diakui Bethman, pihaknya tidak akan melakukan impor kalau petani sedang memasuki musim panen raya karena produksi yang dihasilkan petani banyak dan mencukupi kebutuhan pabrik. Sayangnya, produksi melimpah tersebut tidak bertahan lama bahkan tidak terjadi pada setiap bulannya. “Kebutuhan kita perbulan harus terus dipenuhi sekitar  50.000 ton perbulan dengan kebutuhan jagung berkisar 40.000 ton perbulannya,” jelas Bethman.

Kalau kebijakan impor jagung itu dihentikan, tambahnya, akan berimbas terhadap kenaikan harga unggas, pakan ternak dan ini akan memberatkan masyarakat atau konsumen. Lagian, produksi jagung yang diperoleh petani tidak semuanya digunakan untuk pakan ternak saja, namun digunakan kebutuhan industri lainnya.

Ketua Himpunan Petani Jagung Indonesia (Hipajagi) Sumut, Jemaat Sebayang, mengungkapkan, sampai saat ini jagung impor masih “membanjiri” pasar sehingga membuat harga jagung lokal jatuh yakni pada posisi Rp 1.700 per kg di tingkat petani dari sebelumnya Rp 2.300 per kg. “Impor jagung dari India tetap masuk dan tidak ada batasan. Ini yang kami minta untuk dihentikan apalagi pada masa panen diawal tahun depan nanti,” imbuhnya.

Untuk itu, sebelum memasuki panen raya diharapkan Pemerintah Propinsi Sumut (Pempropsu), memanggil semua perusahaan pakan ternak, Dinas Pertanian dan pihak terkait agar duduk bersama dalam mengambil sikap membantu perekonomian petani jagung di Sumut.

“Produksi jagung terus menurun karena penyakit hawar daun. Tapi ini tidak diperhatikan pemerintah malah saat panen harga jatuh sehingga semakin membuat petani rugi,” ucapnya.

Seharusnya, pengusaha pakan ternak berminat membeli produksi jagung lokal sebagai bentuk dukungan bagi petani, karena saat ini sekitar 20% petani sudah mulai melakukan penanaman kembali selesai memanen jagungnya.

“Tanaman tidak berhenti, jadi tidak ada alasan kalau pasokan jagung tidak ada. Pengusaha dapat menghandalkan jagung lokal untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pakan ternak,” katanya seraya meminta pemerintah dapat menyediakan gudang penyimpanan jagung saat panen raya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, impor jagung pada periode Januari hingga Oktober 2011 mencapai nilai US$ 4,055 miliar atau naik 39,22% dibandingkan tahun lalu diperiode yang sama dengan nilai US$ 2,913 miliar.

Kepala Seksi Statistik Niaga dan Jasa BPS Sumut, Hafsyah Aprilia, mengatakan, impor jagung di Sumut memang menunjukkan kenaikan seperti pada tahun 2010 mencapai US$3,576 miliar dan volume 6,171 juta ton atau naik 19,19% dibandingkan 2009 dengan nilai US$ 2,724 miliar dan volume 5,236 juta ton.

“Jagung-jagung impor yang didatangkan tersebut berasal dari Amerika Serikat, Argentina, India, Myanmar, Pakistan, Thailand untuk komoditi popcorn dan maize (corn) other than seeds,” pungkasnya. (yuni naibaho)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

2 Responses to MASIH 60% JAGUNG LOKAL PENUHI KEBUTUHAN PAKAN TERNAK

  1. Pingback: chocolate shrooms

  2. Pingback: fullz shop

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *