SUBAK PENABAN KARANGASEM JUARA NASIONAL

AMLAPURA – Subak Penaban, yang masuk dalam wilayah lingkungan Kelurahan dan Kabupaten Karangasem, Bali, berhasil meraih penghargaan, berkat prestasi subak itu dalam menerapkan teknologi jagung.

                            (foto:dok/ist)

“Sepanjang tahun 2011 Karangasem tidak pernah henti-hentinya meraih prestasi di tingkat nasional, kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Karangasem, I Komang Subratayasa, Selasa (6/12).

Sebelumnya Kabupaten Karangasem juga meraih prestasi tingkat nasional antara lain petani teladan, prestasi Desa Mandiri Pangan, penghargaan peningkatan produksi beras nasional (P2BN) dan kini kembali meraih prestasi nasional dalam bidang penerapan teknologi budidaya jagung.

Penghargaan dari Kementerian Pertanian serta Badan Ketahanan Pangan Nasional itu diserahkan hari ini, Selasa (6/12) di Jakarta akan diterima oleh I Ketut Jelantik, kelian Subak Penaban, Kelurahan/Kecamatan/Kabupaten Karangasem.

Ia menjelaskan, keberhasilan Subak Penaban menerapkan tehnologi budidaya jagung menggunakan bibit jagung hibrida yang diikuti dengan penerapan tehnologi pengendalian hama penyakit serta pemupukan berimbang sesuai rekomendasi yang dianjurkan.

Dengan teknologi tersebut produksi jagung dapat ditingkatkan dari biasanya jagung lokal hanya sekitar dua ton pipilan kering, menjadi 8,7 ton pipilan kering per hektare.

Dalam budidaya tersebut Subak Penaban juga sejak lama melakukan kemitraan dalam hal pengembangan jagung dan pemasarannya dengan KUD Sinar Sari Bumi sebagai pengusaha jagung di Kabupaten Karangasem.

Peningkatan produksi jagung disamping mampu meningkatkan pendapatan petani, juga meningkatkan ketahanan pangan daerah.

Keberhasilan Subak penaban meraih prestasi nasional diawali menjadi Juara I Lomba Penerapan Paket Tehnologi Usaha Tani Jagung tingkat Provinsi Bali.

Dengan keberhasilan itu, diharapkan petani lainnya mampu menimba pengalaman Subak Penaban dalam menerapkan tehnologi pertanian jagung sehingga dapat meningkatkan produksi berlipat ganda sekaligus meningkatkan kesejahteran petani.

Ia menjelaskan, Kabupaten Karangasem memiliki sekitar 12 ribu Hektare lahan kering yang produktif ditanami jagung.

Jika petani mau memanfaatkan tehnologi budidaya jagung secara benar, maka produksi jagung Karangasem dapat ditingkatkan dari hanya sekitar 24 ribu ton menjadi sekitar 104.400 ton setiap kali panen.

Ia mengatakan, upaya memenuhi kebutuhan pangan ke depan menghadapi tantangan yang semakin berat, seperti terjadinya perubahan iklim dan pemanasan global, pertumbuhan penduduk yang pesat, ketersediaan lahan dan air serta sumber daya alam (SDA) lainnya yang terbatas.

Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan upaya peningkatan produksi persatuan luas melalui intensifikasi dengan penerapan paket tehnologi sesuai anjuran.

Pengembangan dan pendayagunaan tehnologi tepat guna yang berbasis sumberdaya lokal, baik teknologi dalam peningkatan produksi pertanian maupun teknologi pangan, lahan yang diharapkan menghasilkan pangan yang aman bermutu dan proses produksinya ramah lingkungan.

Keterbatasan lahan pertanian juga harus disikapi dengan pemanfaatan lahan potensial yang belum tergarap secara otimal khususnya untuk pangan non beras, termasuk pemanfatan pekarangan rumah. (Ant)
sumber: http://www.sinarharapan.co.id

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

1 Response to SUBAK PENABAN KARANGASEM JUARA NASIONAL

  1. Pingback: One up Bars

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *