PERBANYAKAN G2 DAN G3 DI LAPANGAN

UPT BBI Kutagadung Berastagi merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pertanian Propinsi Sumatera Utara yang mengembangkan perbenihan tanaman hortikultura.  Sejak tahun 1999 UPT BBI Kutagadung diprioritaskan dalam mengembangkan  benih kentang berkualitas tinggi bebas penyakit.
Dijelaskan Akim, dalam tugas dan fungsi BBI menghasilkan benih dasar (BD) dan benih pokok (BP), melakukan pembinaan teknis Balai Benih Utama (BBU) dan Balai Benih Pembantu (BBP) dan penangkar benih hortikultura, sebagai pengamat teknologi di bidang perbenihan hortikultura, tempat informasi perbenihan hortikultura, pemurnian kembali varietas unggul yang telah beredar, tempat pengujian varietas dan galur harapan yang berasal dari pemulia tanaman dan sebagai tempat koleksi pohon induk buah-buahan yang berguna sebagai sumber pembiakan tanaman serta sebagai pusat study latihan dan arena pertemuan penyuluhan pertanian, kontak tani dan para petugas serta ahli dalam perbenihan.

Dalam memperbanyak benih G2 dan G3 di lapangan, dengan semangat Akim menuturkan, lokasi harus sesuai dengan syarat tumbuh tanam kentang yakni ketinggian tempat harus di atas 1.000 meter DPL, kelembaban 70%-80%, pH tanah 5,0-6,5 dan curah hujan 300 mm/atau 1.000 mm/musim tanam. Di samping syarat tumbuh yang perlu diperhatikan dalam lokasi perbanyakan benih kentang G2-G3 adalah, dekat pada sumber air, telah lulus pada inspeksi lapang oleh Balai Pengawasan Sertifikat Benih (BPSB). Setelah lahan dibersihkan lebih kurang 3 bulan, lahan diolah kembali untuk menggemburkan dengan mencangkol dengan kedalaman 30 cm sekaligus membuang sisa-sisa gulma yang masih tertinggal hingga bersih benar.

Selanjutnya, dapat membuat garitan dengan melakukan pemeriksaan pendahuluan terhadap lokasi pertanaman, pertanaman di lapangan pada saat tanaman berumur 30-40 hari dan pada saat tanaman berumur 40-50 hari setelah tanam, pemeriksaan calon benih di gudang setelah 10-12 minggu sesudah panen dan pelabelan.

Setelah lahan digemburkan kemudian dilanjutkan dengan pembuatan Garitan dengan menyesuaikan jarak tanam yang digunakan G2-G3 jarak tanam digunakan 25×80 cm, jarak antar tanam 25 cm dan antar barisan 80 cm, sehingga jarak antara garitan dibuat 80 cm,dengan panjang garitan 6 m untuk memudahkan dalam pengendalian hama dan penyakit. Lebar garitan sekitar 20 cm atau selebar cangkul dan kedalamannya antara 15-20 cm. Sedangkan arah garitannya disesuaikan situasi lapangan dengan memperhatikan masalah erosi tanah tetapi sebaiknya mengikuti timur-barat.

Pada pertanaman perbanyakan benih kentang pemupukan dilakukan hanya sekali saat bulan tanam. Jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang yang telah matang sebanyak 20-30 ton/hektar, pupuk urea sebanyak 100 kg/ha, ZA 400 kg/ha, pupuk SP36 sebanyak 650 kg/ha, KCL dan MGO.

“Setelah pupuk dibagi rata dan dimasukkan ke dalam garitan kemudian bibit  disebar ke atas garitan sesuai dengan jarak tanam 25 cm antar tanam lalu ditutup dengan tanah dengan ketebalan kira-kira 10 cm. Pada saat pendederan bibit di dalam garitan, bibit agak ditekan ke dalam tanah dengan posisi sprout umbi ke atas agar pada saat penutupan bibit dengan tanah bibit tidak bergeser dan pada awal pertumbuhannya rata muncul di permukaan tanah,” ungkapnya.

Untuk langkah-langkah yang dilaksanakan dalam pengendalian hama dan penyakit pada penangkaran benih kentang, harus dapat memilih pertanaman yang bersih dan sehat, isolasi jarak minimal 10 meter dari tanaman solanaceae, menggunakan benih yang bersih dan bersertifikat, pengolahan kebun secara baik dan benar, menanam tanaman perangkap serta memahami pedoman pemakaian pestisida dengan 5 tepat dari jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara dan tepat sasaran. (n yuni naibaho)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

1 Response to PERBANYAKAN G2 DAN G3 DI LAPANGAN

  1. Pingback: Fortune Games® Real Money Casino Slot Games Slots

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *