SEKITAR 65 PERSEN REMAJA SUMUT LAKUKAN SEKS BEBAS

Medan, (Analisa). Ketua Aliansi Pita Putih Indonesia (APPI) dr Hj Hotnida Sitompul Sp.PK mengatakan, persoalan remaja hari ini sudah sangat memprihatinkan dan terlihat dari tingginya tingkat kenakalan remaja, seks bebas, narkoba dan lain sebagainya.
Berdasarkan data yang diperoleh, saat ini saja sekitar 65 persen remaja di bawah usia 15 tahun telah melakukan hubungan seks. Akibatnya timbul persoalan kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, persalinan di usia muda, HIV/AIDS serta penyalah gunaan lainnya.

“Resiko tinggi mengancam bagi yang berhubungan seks di bawah 20 tahun, mabuk-mabukan dan bahaya lainnya,” ungkap Hotnida Sitompul pada Pelatihan Kader Remaja Pembina Teman Sebaya di aula MUI Sumut Jalan Majelis Ulama Nomor 3 Medan, Minggu (30/10).

Pelatihan diikuti 40 peserta dari 15 SMA dan 15 remaja masjid di Kota Medan merupakan program APPI untuk membangun kesadaran kepada remaja untuk menghindari perbuatan yang merugikan masa depannya.

Oleh karena itu, lanjutnya APPI Sumut konsern terhadap persoalan ini dan memberikan pelatihan kepada remaja untuk menjadi kader kepada teman sebaya yang lain, sehingga dapat terhindar dari perbuatan negatif yang merusak masa depan remaja sebagai generasi penerus bangsa tersebut.

Sebagai nara sumber pada pelatihan kader itu adalah Dr H Ardiansyah Lc MA, dr Delyuzar Sp. PA dan Budi Setiawan S.Psi MM P.Si.

Sekretaris MUI Sumut Prof Dr H Hasan Bakti Nasution ketika membuka kegiatan itu menyampaikan dukungannya mengingat remaja kita saat ini berhadapan dengan tantangan globalisasi, sehingga nilai-nilai budaya asing masuk di segala aspek kehidupan.

Ironisnya, globalisasi itu tidak sejalan dengan agama maupun budaya di Indonesia, sehingga cukup banyak remaja kita yang terjerumus kepada seks bebas, narkoba dan perbuatan negatif lainnya.

Untuk itu, ungkap Hasan Bakti, remaja kita harus memperkuat komitmen untuk melaksanakan ajaran agama yang dianutnya agar tak terpengaruh pada budaya asing yang merugikan dan merusak.

Diakui Hasan globalisasi banyak memberikan pilihan kepada masyarakat. Karena itu masyarakat dituntut harus mampu memilih dan memilah mana yang bisa diterima dan mana yang harus ditolak. (rmd)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *