RPH LIAR TERUS SEMBELIH SAPI BETINA PRODUKTIF

MedanBisnis –Medan. Belum ditertibkannya Rumah Potong Hewan (RPH) liar di Kota Medan dan Sumut, akan terus membuat pemotongan sapi betina produktif terus dilakukan. Padahal pemerintah telah mengalokasikan dana insentif sebesar Rp 500.000/sapi kepada peternak sebagai penyelematan hewan ternak tersebut.
Ketua II Bidang Sapi Potong Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Sumut, Elianor Sembiring mengatakan, pemotongan sapi betina produktif akan terus ada dan terjadi selama RPH liar belum ditertibkan. Sebab, RPH tersebut yang menerima sapi produktif untuk dipotong dari pemilik peternak yang tertarik menjual hewan ternaknya dengan harga yang mahal.”Harga jual yang mahal sekitar Rp 3,5 juta hingga Rp 5 juta menjadi daya tarik bagi peternak, dibandingkan menerima uang insentif pemerintah. Sebab pemotongan biasanya banyak dilakukan di RPH liar,” ujarnya kepada MedanBisnis, Kamis (27/10).

Kementerian Pertanian telah menganggarkan Rp 700 miliar untuk penyelamatan sapi-sapi betina produktif, diantaranya dengan pemberian biaya perawatan sapi-sapi bunting dengan anggaran Rp 500.000 per ekor kepada peternak. “Menyoroti pemotongan sapi betina produktif merupakan pelanggaran undang-undang dan penegakan hukumnya, mengingat tidak kurang dari 80% betina produktif yang dipotong,” katanya seraya mengemukakan gerakan penyelamatan sapi betina produktif merupakan program peningkatan produksi sapi lokal.

Elianor mengatakan penyelamatan hewan sapi betina produktif harus dilakukan guna mendukung program swasembada sapi berkelanjutan. Apalagi, dengan kondisi harga jual daging sapi yang mahal, terhambatnya pasokan sapi hidup impor dari Australia sedangkan kebutuhan meningkat, menjadi daya tarik peternak menjual hewan ternaknya. “Ini tantangan pemerintah. Terpenting RPH liar harus ditertibkan karena kalau RPH sesuai standar dan izin tidak menerima sapi betina produktif untuk dipotong,” jelasnya.

Menurut Elianor, keberadaan RPH liar di Kota Medan sebanyak 12 tempat dan biasanya ada di daerah-daerah pinggiran dengan tidak memiliki izin dan tidak mempunyai rekomendasi dokter hewan ini perlu segera ditertibkan. “Ada dua hal yang perlu disikapi yakni mempertahankan induk produktif agar tidak dipotong dengan memberikan insentif kepada peternaknya. Serta juga meningkatkan kualitas perkawinan silang antara lokal dan impor untuk memperbanyak sapi betina,” tuturnya.

Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Peternakan Sumut, Parmohonan Lubis, mengatakan, pemotongan sapi betina masih saja terjadi baik dilakukan di RPH maupun pasar-pasar hewan yang ada di kabupaten/kota di Sumut. “Pemotongan sapi betina produktif di Sumut bisa mencapai 20% dari populasi 504.624 ekor sapi potong. Sapi betina produktif yang sering dipotong dengan kriteria dari usia hewan di bawah 10 tahun serta sapi yang baru melahirkan 5 kali,” akunya. (yuni naibaho)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Penting. Bookmark the permalink.

1 Response to RPH LIAR TERUS SEMBELIH SAPI BETINA PRODUKTIF

  1. Pingback: buy mdma molly online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *