PENERAPAN METODE SLPTT, KUANTITAS DAN KUALITAS PRODUKSI GABAH PETANI MENINGKAT

Bahorok, (Analisa). Metode SLPTT (Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu) merupakan metode baru dalam dunia pertanian. Metode ini sebagai tindakan nyata dari konsep pengelolaan lapangan terpadu (PTT) yang dikembangkan dinas pertanian.
Tujuan metode ini, untuk meningkatkan pendapatan petani melalui penerapan teknologi yang sesuai dengan kondisi setempat, hingga produktifitas dan mutu padi meningkat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, kata Kepala Cabang Dinas (KCD) Pertanian Kecamatan Bahorok Ir Ruslan Angkat di Bahorok, Rabu (26/10).

Ruslan mengatakan, SLPTT merupakan salah satu metode pembelajaran pengelolaan tanaman dan tanah secara terpadu di lahan petani. Sekolah lapang ini, merupakan salah satu alternatif manajemen pengetahuan yang berupaya meningkatan pengetahuan dan ketrampilan petani, katanya.

Beberapa kelompok tani di Kecamatan Bahorok, ujarnya, telah menerapkan metode SLPTT dan hasilnya teruji. Penerapan pola SLPTT sejak mulai musim tanam hingga panen mereka lakukan secara serentak.

Poktan Semangat salah satu kelompok petani di Bahorok panen varietas non hibrida jenis ciherang dengan hasil ubin berukuran 2,5 X 2,5 M dengan rumpun 172,serta 20 anakan/rumpun dan 106 bulir/malai diperoleh hasil 4,9 Kg setara dengan 7,84 ton/hektar.

“Meningkatnya produksi gabah di Kecamatan Bahorok, tidak terlepas dari mulai tumbuhnya pengetahuan dan pemahaman petani tentang managemen tanam yang baik,” ujar Ruslan.

Dia mengakui, penerapan metode SLPTT sangat berdampak pada peningkatan kuantitas dan kualitas hasil produksi gabah di Kecamatan Bahorok.

Selain penerapan metode SLPTT dalam upaya meningkatkan produksi gabah serta mempertahankan swasembada beras di Langkat, Pemkab Langkat juga memberikan bantuan benih unggul secara gratis dan pemberaian pupuk bersubsidi. Bantuan itu mendukung meringankan biaya produksi para petani di Langkat.

Kepala Desa Timbang Jaya M.Samin Pelawi mengakui, penerapan metode SLPTT sangat berdampak pada peningkatan produksi gabah di desanya. Dia berkeyakinan, kedepan dengan diterapknya pola tersebut hasil produksi gabah di desa itu akan terus berkembang .Selain itu, Samin juga berharap penerapan metode SLPTT akan menjadi salah satu solusi yang baik untuk meminimalisir meluasnya alih fungsi lahan di Kecamatan Bahorok.

Samin mengatakan, tingginya alihfungsi lahan persawahan menjadi lahan perkebunan tanaman keras, salah satu faktor hasil produksi yang diperoleh petani tidak berimbang dengan biaya produksi yang dikeluarkan, hingga mendorong petani untuk merubah lahan persawahan mereka menjadi lahan perkebunan.(als)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *