ORGANDA DUKUNG SOPIR ANGKUTAN WAJIB SERAGAM

JAKARTA – Organda DKI Jakarta mendukung sopir angkutan umum wajib menggunakan seragam mulai 20 November 2011. Hanya saja, diperlukan pengawasan ketat atas kewajiban ini agar kebijakan itu tidak hanya berlaku sementara.

Ketua Organda DKI Jakarta, Soedirman, menegaskan hal itu kepada SH, Senin (17/10). “Sopir angkutan umum wajib pakai seragam itu suatu keharusan dan Organda DKI Jakarta sangat mendukung demi ketertiban dan memudahkan pengawasan, sekaligus meminimalkan tindak kriminal,” ujarnya.

Namun demikian, yang terpenting adalah bagaimana pengawasan di lapangan. Menurutnya, memakai seragam tidaklah sulit. Bahkan, sopir tembak pun dengan mudah bisa menggunakan seragam.

Untuk itu, perlu pengawasan yang ketat dan selalu dilakukan terus-menerus. Penggunaan seragam harus diikuti dengan diawasi ketat agar upaya tujuan mengurangi tindak kejahatan tercapai.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, secara terpisah, Senin, mengatakan, mulai 20 November 2011 semua pengemudi angkutan umum wajib memakai seragam.

Para pengemudi pun harus memiliki indentitas jelas, termasuk kartu perusahaan dan kartu pengenal pengemudi. Dengan begitu, akan memudahkan pemeriksaan di lapangan karena cukup dengan mencocokkan antara orang dengan nama dan foto yang tercatum dalam kartu identitas.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta, kata Pristono, memberi kesempatan sebulan kepada pengemudi untuk mempersiapan diri termasuk menyiapkan baju seragam dan 20 November sudah harus memenuhi semua ketentuan yang ditetapkan. “Bila dalam pemeriksaan ada yang melanggar, akan dikenai sanksi,” ujarnya.

Sanksi kepada yang melanggar, lanjut Pristono, bisa berupa peringatan. Bila masih terus melanggar maka akan dibekukan trayeknya selama 16 minggu. Pun jika dalam perjalanan ternyata masih saja melanggar maka izin trayek dicabut.

Sebenarnya, ketentuan mengenai wajib pakai seragam sudah ada. Menurutnya, sekarang hanya untuk mengingatkan kembali bahwa menggunakan seragam suatu keharusan karena ada aturan dan ketentuannya.

Dalam kesempatan yang sama, Pristono, juga mengemukakan pihaknya telah memberikan sanksi bagi angkutan yang menjadi tempat kriminal sebagaimana terjadi di beberapa angkutan umum belakangan ini.

Trayek D 02 Ciputat-Pondok Labu untuk kendaraan dengan No B8369 CN dicabut rekomendasi beroperasi di wilayah DKI Jakarta serta diusulkan kepada Dinas Perhubungan Tangerang Selatan agar izin trayek dicabut karena yang mengeluarkan izin trayek adalah Dinas Perhubungan Tangerang Selatan.

Trayek M24 Terminal Grogol-Joglo untuk kendaraan No B 2912 TK dicabut izin trayeknya. Sementara, trayek M-27 Kampung Melalyu-Pulogadung, kendaraan yang terseret dalam tindakan kriminal saat ini masih dalam investigasi sehingga sanksi yang diberikan masih dalam tahap peringatan.

Hal yang sama berlaku juga untuk trayek M-28 Kampung Melayu-Pondok Gede, kendaraan bersangkutan akan diberi sanksi pembekuan trayek.
sumber: http://www.sinarharapan.co.id

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

1 Response to ORGANDA DUKUNG SOPIR ANGKUTAN WAJIB SERAGAM

  1. Pingback: purchase generic adipex p pills/capsule 37.5mg overnight shipping without prescription cheap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *