GP3K TARGETKAN CAPAIAN PRODUKSI 2 JUTA TON PADI DALAM NEGERI

     Medan, (Analisa). Melalui program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) Meneg BUMN yang kini sedang berjalan, diharapkan target 2 juta ton produksi padi dalam negeri hingga akhir tahun 2011 dapat dicapai .
“Sehingga untuk ketahanan pangan kedepannya kita bisa menghentikan impor beras,”kata Deputy Usaha Industri Primer Kementerian BUMN, Megananda Daryono kepada wartawan di Grand Aston Cityhall Medan, Selasa (9/8) malam.

Seperti yang pertama kali dilaksanakan di Subang di lahan seluas 50 hektar, produksi padi telah menghasilkan 8 ton/hektar sekali panen. Begitu juga di Sulsel Gabah Kering Panen di lahan seluas 900 hektar berhasil memproduksi 8,9 ton per hektarnya.

“Tentunya program ini dapat mengangkat produktivitas di atas average tanaman padi secara nasional yang baru mencapai 5,1 ton per hektar,”kata Megananda.

Secara nasional, paparnya, luas lahan yang masuk dalam program GP3K tersebut yakni 570 ribu hektar. Dimana realisasi pelaksanaan telah mencapai 30% dan diharapkan September 2011 seluruhnya telah memasuki pada masa tanam kedua.

Untuk investasi program GP3K senilai Rp1,8 triliun tersebut, berasal dari dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) 25 BUMN di Indonesia (Rp 1,1 triliun). Sisanya dari dana perbankan melalui Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) senilai Rp700 miliar.

Direncanakan, di Sumut lahan padi seluas 32.000 hektar akan memperoleh pinjaman program (GP3K) ini. Bentuknya berupa sarana produksi (saprodi) yang meliputi bibit unggul, pupuk dan pestisida kepada petani .

Dalam hal ini monitoring (pengawalan) program mulai dari penyediaan benih,penanaman dan panen petani akan dilakukan empat BUMN yaki PT Pertani, PT Sang Hyang Seri (SHS), PT Pusri, dan PT Perhutani.

Bahkan monitoring perkembangannya juga didampingi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kontak Tani dimana satu orang PPL dapat mengawasi lahan seluas 50 hektar.

Terkait pengembalian pinjaman petani ini akan dilakukan setelah panen, sesuai suku bunga dana PKBL berkisar 6 persen. Untuk petani yang mendapat pinjaman program GP3K ini, tetap mengacu pada program PKBL yang disesuaikan dengan data Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) masing-masing kabupaten/kota se Indonesia.

Menurut Megananda, program GP3K juga dapat membantu petani dalam penguatan modal yang mengalami kerugian akibat berbagai gangguan, sehingga mereka mampu membeli pupuk, benih dan pestisida kembali.

“Contohnya di Bojonegoro hingga 2010, petani telah 2 kali mengalami puso begitu juga di Klaten 5 kali puso, sehingga kondisi ini membuat petani tidak mempunyai kekuatan lagi dalam membeli saprodi,”tambahnya. (maa)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

1 Response to GP3K TARGETKAN CAPAIAN PRODUKSI 2 JUTA TON PADI DALAM NEGERI

  1. Pingback: cremation services cost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *