OKNUM KAJARI ‘GENTAYANGAN’, SKPD RESAH

TEBINGTINGGI – Oknum kepala Kejaksaan Tinggi Negeri Kota Tebingtinggi, beberapa bulan belakangan membuat resah pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD)di jajaran Pemko Tebingtinggi.

Pasalnya, Kajari langsung mendatangi pimpinan SKPD menanyakan berbagai hal, selain meminta berkas administrasi SKPD tanpa ada surat permintaan.

Seperti yang terjadi di Dinas Pendapatan, Kajari menggunakan mobil dinas langsung mendatangi Kadis Pendapatan, HM Yusuf, di ruang kerjanya. Kedatangan itu, dipergoki sejumlah wartawan, sehingga menjadi pembicaraan hangat.

Dari sejumlah keterangan yang berhasil dihimpun, Kajari L Tambunan, mendatangi Kadis Pendapatan untuk menanyakan berbagai persoalan terkait kegiatan dinas itu. Dalam pertemuan tertutup sekira satu jam lebih itu, Kajari akhirnya meminta sejumlah berkas Dispenda mulai dari 2007 hingga 2010.

Permintaan itu, sama sekali tidak disertai surat pengantar, lazimnya permintaan berkas. Salah seorang pejabat di Pemko, mengakui, Kejari tengah mempersoalkan beberapa hal kegiatan Dispenda, di antaranya pencairan upah kutip pajak sekira Rp. 350 juta yang menjadi hak Walikota.

Aktifitas Kajari L Tambunan, tidak hanya mendatangi langsung, tapi juga menelepon sejumlah pejabat SKPD, mempertanyakan berbagai hal. Belum lama ini, salah satu kepala seksi di Dinas Pendidikan, juga mengalami panggilan telefon, mempertanyakan bantuan kepada PAUD.

Panggilan itu, berlanjut dengan pertemuan dan penyerahan berkas. Penyerahan berkas itu juga tidak disertai dengan permintaan resmi melalui surat. Surat Dinas Pendidikan, menginformasikan sebagian besar Kasi di dinas itu sudah pernah mengalammi hal yang sama.

Kasus yang sempat menjadi pembicaraan hangat, juga terjadi pada pemanggilan bendahara kantor Satpol PP, terkait pembelian pakian dinas yang diduga ada penyimpangan. Namun persoalan itu hingga kini tidak diketahui perkembangannya.

Sementara, sejumlah kasus dugaan korupsi yang justru lenyap tak berbekas di Kejari. Misalnya, kasus dugaan penyimpangan tender parkir di Dinas Perhubungan. Sumber di Kejari, mengungkapkan penyidikan kasus tender parkir itu sudah tahap P18, namun berkas itu hingga satu tahun tidak keluar dari meja Kejari.

Beberapa kalangan mempertanyakan kasus itu, tapi hingga kini tak jelas perkembangannya. Kajari L Tambunan, yang coba dikonfirmasi baik melalui telefon maupun melalui pesan singkat tidak berhasil dihubungi atau membalas SMS itu,
sumber: http://waspada.co.id

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

1 Response to OKNUM KAJARI ‘GENTAYANGAN’, SKPD RESAH

  1. Pingback: diyalaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *