KEJAHATAN-KEJAHATAN YANG MENONJOL SAAT BULAN RAMADHAN

Jakarta, (Analisa). Polda Metro Jaya memprediksi kejahatan jalanan dan premanisme akan meningkat selama bulan puasa. Desakan ekonomi untuk mencukupi kebutuhan hidup akan memicu terjadinya peningkatan kejahatan dalam bulan puasa.
“Prediksinya begini, menjelang Idul Fitri pasti banyak kebutuhan dan ini banyak pelaku-pelaku kejahatan yang membutuhkan uang. Tadi sudah didiskusikan, bagaimana kriminalitas dipengaruhi kebutuhan orang dan ini menjadi sasaran kita,” kata Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Kombes Sujarno. usai Salat Jumat di Masjid Al-Kautsar, Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (29/7).

Sujarno mengungkapkan, kejahatan yang diprediksi meningkat selama puasa diantaranya pencurian dengan kekerasan (curas) seperti penjambretan, hipnotis, perampokan dan pembiusan serta pencurian dengan pemberatan (curat) dengan sasaran rumah-rumah kosong.

Guna mengantisipasi kejahatan tersebut, Polda Metro Jaya akan menggelar operasi khusus bersandikan “Operasi Kilat Jaya 2011”. Operasi tersebut akan digelar tanggal 2-14 Agustus 2011.

“Sasarannya street crime, premanisme, curat, curas, termasuk petasan dan miras,” katanya.

Sujarno mengatakan, pihaknya telah memetakan sejumlah titik rawan kejahatan premanisme dan kejahatan jalanan (street crime). Aksi kejahatan jalanan dan premanisme, kata dia, biasanya terjadi di pusat-pusat keramaian dan pemukiman penduduk.

“Kita sudah memetakan titik-titik rawannya. Kapolres nanti kita kumpulkan untuk membuat maping daerah yang rawan dan banyak rumah kosong itu,” ujarnya.

Berikut kejahatan yang menonjol selama bulan puasa pada 2010 lalu:

1. Pencurian Kendaraan Bermotor (curanmor)

Curanmor merupakan jenis kejahatan pencurian dengan pemberatan (curat). Kejahatan pencurian kendaraan bermotor diprediksi meningkat selama Ramadhan ini.

2. Pencurian Rumah Kosong

Pencurian dengan pemberatan lainnya yakni pencurian di rumah yang ditinggalkan penghuninya untuk mudik atau biasa disebut pencurian rumah kosong. Kejahatan ini biasanya terjadi pada H-7 lebaran hingga H+7 lebaran.

3. Perampasan Nasabah

Aksi kejahatan lain, yakni pencurian dengan kekerasan (curas) seperti perampasan uang nasabah, pencurian disertai pembiusan dan perampokan toko emas.

4. Hipnotis dan Pembiusan

Kejahatan ini marak pada saat-saat menjelang lebaran. Sasarannya adalah pemudik di stasiun, terminal, bandara dan pelabuhan.

Polda Metro Jaya mencatat, Ramadhan 2010 lalu aksi pencurian dengan pemberatan terjadi sebanyak 439 kasus atau sehari rata-rata terjadi 14 kasus. Kemudian aksi curas terjadi sebanyak 73 kasus atau rata-rata 2 sampai 3 kasus setiap hari. Pencurian kendaraan bermotor saat itu terjadi 728 kasus atau rata-rata 23-24 kasus perhari.

Sementara itu, pada Juni 2011, aksi curat terjadi 572 kasus. Sementara aksi curas sebanyak 67 kasus dan curanmor sebanyak 385 kasus. Jumlah ini diprediksi meningkat pada Ramadhan nanti. (dtc)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

2 Responses to KEJAHATAN-KEJAHATAN YANG MENONJOL SAAT BULAN RAMADHAN

  1. I’m still learning from you, while I’m trying to reach my goals. I certainly liked reading all that is posted on your website.Keep the information coming. I loved it!

  2. I’d forever want to be update on new posts on this website, bookmarked! http://www.linkfu.net/index.php?page=article&article_id=256111

Leave a Reply to Detra Devenney Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *