DIRAYU ISTRI, ANAK SIANTAR BATAL BUNUH DIRI

Toto (33) merasa sudah tak ada lagi artinya hidup ini. Ia punya masalah pelik. Istrinya selingkuh dengan temannya dan ia punya utang keliling pinggang. Warga Karang Anyar ini pun memilih untuk mengakhiri hidupnya. Rencananya ia akan terjun dari tower setinggi 65 meter milik PLN di Dusun IV Nagori Karang Bangun, Kecamatan Sianta-Simalungun.

Maka, aksi nekat Toto menjadi sarapan pagi bagi warga yang melintasi tower tersebut. Di posisi paling atas, Toto terlihat berdiri dan kadang berbaring di sandaran besi. Sesekali ia menunjukkan gerakan seperti hendak terjun ke bawah. Melihat itu warga yang di bawah pun makin heboh. Sebagian warga berteriak-teriak kepada Toto agar menghentikan aksi gilanya itu.

Aksi gawat itu pun buat repot Pangulu (Kepala Desa) Karang Bangun, Jamerdin Sinaga dan Kanit Reserse Polsek Bangun Iptu Suwandi Sinaga serta Kepala Dusun IV, Bagio. Unsur Muspika ini pun harus turun tangan merayu dan membujuk Toto agar turun. Jumadi, orang tua Toto pun tergopoh-gopoh ikut membujuk anaknya.

Tapi bujukan itu tidak digubris. Bahkan Toto berdiri di sisi tower paling atas dan kembali mengancam dengan menun­jukkan gerakan seperti akan terjun bebas dengan kaki digelantungkan dan hanya berpegang satu tangan.  Aksi maut itu dilakukan hampir tiga jam. “Allahu Akbar…,” teriak Toto semari menunjuk-kan aksi seperti akan me­lompat.

“Jangan melomat To, sa­yanglah pada anakmu,” teriak seorang warga menjerit histeris.

Rupanya Toto punya lagu permintaan. Dari puncak Tower, Toto berteriak kepada Ayahnya. “Pak, damaikan aku dengan istriku. Aku sayang dia,” teriak Toto membuat suasana dari ratusan warga yang mendengar menjadi terharu. Mendengar ini, ayah Toto, Jumadi menyahut. “Ya Nak, Bapak damaikan. Turunlah,” katanya.

Karena berbagai upaya bujukan selalu gagal, akhirnya masyarakat mengusulkan agar segera menjemput istri Toto bernama Ant di Karang Anyar. Setengah jam kemudian Ant datang bersama rombongan Pangulu. Selanjutnya, Ant di-suruh untuk  membujuk suaminya agar mau turun. “Kalau abang sayang, turunlah,” demikian Ant berteriak.

Mendengar suara istrinya, tanpa diduga Toto perlahan tu­run perlahan-lahan. Aksi nekad mencoba bunuh diri yang dilakoninya tak kesampaian. Setelah di bawah, Toto langsung me­rangkul tangan istrinya Ant. Selanjutnya petugas kepolisian dari Polsek Bangun mengaman­kannya setelah sebelumnya mem­bawa Toto ke rumah orang tuanya di Karang Bangun.

Sebelum memanjat Tower, Toto terlebih dahulu meninggalkan sepucuk surat kepada keluarganya. Isi surat yang sempat dibaca Kadus Bagio, menceritakan permasalahan yang dihadapi Toto.

Disitu tertulis, persoalan utang di Bank yang belum juga dapat dilunasi serta menyebut istrinya selingkuh dengan At yang tak lain sahabat dekatnya di Karang Bangun. Surat tersebut sudah diamankan petugas kepolisian.
Herman Maris | Simalungun | Jurnal Medan
sumber: http://medan.jurnas.com

This entry was posted in Berita, Cerita (Turi - Turin). Bookmark the permalink.

1 Response to DIRAYU ISTRI, ANAK SIANTAR BATAL BUNUH DIRI

  1. Pingback: Houston Energy Plans

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *