MEDAN-KUALANAMU DILAYANI KA LISTRIK

JAKARTA-Para petinggi Depertemen Perhubungan (Dephub) terus mengumbar optimisme bahwa pembangunan bandara Kualanamu bakal kelar sesuai target. Setelah pada Selasa (19/7) Direktur Bandara Dephub, Bambang Cahyono menyatakan keyakinannya bandara pengganti Polonia itu beres November 2012, giliran Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Dephub, Tunjung Inderawan, juga mengungkapkan optimismenya.

Sesuai bidang yang menjadi urusannya, Tunjung menyatakan, jalur kereta api dari stasiun Medan ke bandara Kualanamu akan langsung operasional, begitu bandara Kualanamu sudah beroperasi. “Dari dulu (jalur kereta api, red) sudah siap. Kita selaraskan saja dengan diberlakukannya bandara Kualanamu. Begitu operasional bandara Kualanamu, maka kereta api siap mengangkut penumpang dari Medan ke Kualanamu,” terang Tunjung Inderawan kepada Sumut Pos di kantornya, Rabu (20/7).

Dia menjelaskan, jalur untuk track kereta api sudah siap. “Tanah yang akan dilalui track sudah dibebaskan,” terangnya. Untuk proyek ini, katanya, akan dikerjakan sendiri oleh PT KAI.

Namun dijelaskan, untuk tahap awal nantinya kereta api dari Medan hanya mengangkut calon penumpang pesawat saja. Jadi, untuk tahap awal, tidak bisa langsung dilakukan check in calon penumpang pesawat di stasiun Medan. “Arahnya nanti memang bisa check in di Medan. Tapi untuk tahap pertama, mengangkut penumpang dulu,” terang Tunjung.

Bahkan, ke depan, kereta api dari stasiun Medan ke Kualanamu ini akan dijadikan kereta api listrik (KRL)
yang selama ini baru ada di kawasan Jabodetabek saja. Tahapannya, tahun depan Dephub akan melakukan studi kelayakan di lapangan. Sekaligus untuk menyiapkan track untuk KRL. “Mudah-mudahan, pada 2013 bisa dilakukan perbaikan track.

Track yang kurang mantap diperbaiki, sehingga layak untuk jalur KRL,” terangnya.

Jika sudah dianggap layak, tidak langsung digunakan untuk jalur Medan-Kualanamu. Namun, untuk jalur di perkotaan saja, yang dianggap padat penumpang. Program KRL di daerah ini, juga akan diterapkan di sejumlah kota besar, seperti Bandung dan Surabaya.

Nah, nantinya jika sudah mantap, jalur Medan-Kualanamu juga dengan menggunakan KRL. “Nantinya termasuk yang mengakses ke Kualanamu. Tapi itu untuk jangka panjang,” ulasnya.

Targetnya kapan Medan-Kualanamu akan mulai menggunakan KRL? “Kita lihat dulu bagaimana nanti hasil survey lapangan,” jawabnya.

Sementara, Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk, mengaku sangat pesimis Bandara Kualanamu bisa selesai Noveber 2012. Mantan anggota Komisi V DPR yang dulunya ikut mendorong cepat dimulainya pembangunan Bandara Kualanamu ini mengatakan, target awal yang dicanangkan Jusuf Kalla yang waktu itu masih Wapres, Kualanamu sudah siap di 2011. “Targetnya dulu 2011 sudah operasi. Tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda yang kelihatan. Lantas ditarget ulang 2012. Ini pun tak kelihatan signifikan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan. Saya mencemaskan. Kita sangsikan bisa 2012,” terang Syarfi usai acara di Dephub, kemarin.

Syarfi cerita, dulu dia sebagai anggota komisi di DPR yang membidangi infrastruktur, paling ngotot agar Bandara Kualanamu cepat dimulai pembangunannya, berapa pun anggaran harus disediakan. “Saya juga yang minta agar Wapres Jusuf Kalla yang melakukan peletakan batu pertama, bukan menteri. Ini untuk menunjukkan keseriusan pemerintah,” ujarnya. Kemarin, di sela-sela acara di Dephub, Sumut Pos sempat mendengar obrolan Syarfi dengan Tunjung Inderawan. “Bapak ini yang dulu ngotot Bandara Kualanamu cepat dimulai,” ujar Tunjung kepada Syarfi sambil berjabatan tangan. Syarfi sendiri cuman senyum.

Lain Syarfi, lain pula tanggapan Kamaluddin Harahap. Wakil Ketua DPRD Sumut ini lebih menyoroti kurang matangnya perencanaan awal pembangunan bandara sebagai penyebab kemungkinan molornya jadwal penyelesaian proyek bandara.

Menurutnya, megaproyek sekelas Bandara Internasional Kualanamu haruslah mempertimbangkan dengan matang dan presisi permasalahan yang akan timbul. Tentunya harus sudah ada solusi untuk menanganinya. Bila itu dilakukan, tidak akan ada masalah seperti saat ini.

“Sangat terlihat kalau perencanaan proyek tersebut masih kurang matang. Ini juga imbas dari keinginan wapres saat itu (Jusuf Kalla, Red) yang terlalu dipaksakan,” tegas Kamaluddin, kemarin.

Mengenai landasan pacu (runway) yang juga tak kunjung selesai, Kamaluddin mengutarakan, hal tersebut sudah terjadi sejak 2009 lalu. “Masalah penimbunan runway itu sudah sejak lama ada. Jadi, hingga saat ini belum selesai juga? Ini bukti kurang matangnya persiapan-persiapan untuk menyelesaikan megaproyek ini,” tuturnya.
Andai saja proyek pembangunan Bandara Internasional Kualanamu ini konsisten didasari hasil studi, tentunya tak akan banyak kendala yang terjadi seperti saat ini.

Selesai 75 Persen

Sementara itu, Humas Project implementation Unit (PIU) Satuan Kerja (Satker) Angkasa Pura (AP) II, Wisnu, tetap menegaskan, kendala pembangunan runway Bandara Kuala Namu tidak mengubah schedule penyelesaian proyek. Disebutkanya, progres pelaksanan pembangunan keseluruhan bandara terhitung 26 Juni, sekitar 75 persen. Untuk sisi udara atau publik (runway, lampu navigasi, ATC ‘air traffic contro’) sekitar 81 pesen dan Sisi darat atau privat (terminal penumpang, terminal kargo, jalan lingkungan) sekitar 65 persen.

Untuk pelaksanan pembangunan kontruksi terminal mencapai sekira 90 persen. Pekerjaan tahun 2011 ini, dibidang kontruksi membangun avron kargo. Saat ini sedang berlangsung tender pengadaan dan pemasangan sarana X-ray, CCTV , Pembangunan Terminal Kareta Api, fasilitas pakir, pemasangan mekanikal elektrikal dan pemasangan alat pagasi sistem bargot (barcode) serta fenuter.

Bila tender berlangsung sesuai jadwal, diharapakan pembangunan terminal berbiaya Rp400 miliar akan selesai awal 2012. Namun, bila pelaksana pekerjaan pengadan serta pemasangan peralatan di terminal membutuhkan waktu 2-3 bulan diperkirakan pertengahan 2012 sudah tuntas. Pemasangan sarana tersebut diperkirakan akan mengeluarkan biaya tambahan untuk perawatan serta pengamanannya. Karena hingga saat ini pembangunan runway masih bermasalah.

“Saat ini pekerjan yang tertinggal sekitar 35 persen. Tetapi bila perlatan terpasang akhir tahun ini, maka pekerjan tinggal perawatan,” katanya.

Bila pelaksana pemasangan peralatan segerah tuntas maka, diperkirakan ujicoba landasan dapat dilakukan Desember 2010. Namun, bila permasalahan runway belum tuntas sampai bulan depan, dipastikan tuntasnya pembangunan Bandara Kualanamu akan mundur sampai pertengahan bahkan akhir tahun 2012.

Di sisi lain, saat ini kondisi Bandara Polonia yang berada di inti Kota Medan sudah mendesak untuk dipindah. Pasalnya per tahunya bandar udara warisan Belanda itu menampung sekira 5,5 juta penumpang. Sementara itu, Bandara Kualanamu bila beroperasi mampu menampung sekitar 8 juta penumpang per tahunnya. (sam/saz/btr)
sumber: http://www.hariansumutpos.com

This entry was posted in Berita, Berita Pilihan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *