PEMKO MEDAN LEPAS TIM PENGAWASAN WARNET

Medan, (Analisa): Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap,MM didampingi Dandim 02/01 Medan, Danlanud, Wakapolreta Medan AKBP Pranyoto, Kadis Infokom Medan, Drs Zulkifli,SH, Kadis Pendidikan Kota Medan Drs.Hasan Basri, MM para pimpinan SKPD,camat dan Lurah se kota Medan melepas Tim Pembinaan Usaha Warung Telekomunikasi Internet di kota Medan, Senin (18/7) di Aula Bhayangkara Polresta Medan.

Pembentukan tim pembinaan usaha Warnet ini merupakan upaya mengurangi dampak situs-situs negatif yang terdapat di internet.  “Akhir-akhir ini banyak pengaduan masyarakat kepada saya dengan keberadaan warung internet dapat memberikan kesan kurang positif bagi kalangan pelajar,”kata Rahudman.

Selama ini,lanjutnya minat para pelajar cukup besar ke warnet, namun mempunyai batas waktu, bukan suka-suka, jangan warnet itu dipenuhi pelajar sewaktu belajar. Makanya, mulai sekarang warnet mempunyai pengawasan, camat bertanggung jawab terhadap pembinaan keberadaan warnet di wilayahnya.

Warnet merupakan salah satu peluang bisnis di sektor jasa dengan pasar potensial yang terus berkembang. Tidak bisa kita pungkiri saat ini sedang tumbuh lebih dari 600 usaha warnet dan pertumbuhan ini membuka lapangan pekerjaan.

“Sejalan dengan perkembanganya perlu pula kita sadari saat ini sudah banyak pula pengaduan miring yang sampai kepada saya dari masyarakat tentang keberadaan warnet-warnet itu. Ada warnet yang buka 24 jam sehingga dapat meresahkan warga sekitar karena dapat mengganggu ketenangan warga.

Anak-anak bermain game online pada jam-jam sekolah ataupun di malam hari. Selain itu, di warnet juga banyak pelajar yang mengucapkan kata-kata “kotor” sehingga meresahkan orangtua.

Bilik tertutup

“Ada pula warnet-warnet yang mempersiapkan ruangan dengan bilik-bilik tertutup sehingga mengundang tindakan asusila bagi remaja-remaja dengan masuk berpasang-pasangan tanpa adanya larangan dan pengawasan oleh pihak pengelola warnet. Kejahatan informatika (cyber crime) yang dilakukan dari warnet-warnet seperti transaksi illegal, pembajakan hak cipta,penggunaan software tidak berlisensi dan sebagainya makanya warnet harus diawasi,” ungkap Rahudman.

Menurut Walikota, para pengelola berusaha mengundang orang sebanyakbanyaknya untuk datangke warnetnya tanpa memperdulikan etika dan estetika yang menyangkut tanggung jawab sosial. Dia minta masyarakat seharusnya berani menolak dan mengadukan keberadaan warnet yang tidak mengindahkan norma-norma pemerintah, sosial dan agama disamping menjaga dan mengawasi kelurganya dari ekses negatif.

Ketua DPRD kota Medan Drs.Amiruddin mengatakan sangat apresiasi atas kehadiran tim pengawasan warnet ini sehingga ada pembinaan bagi pengusaha warnet di kota Medan. Ke warnet, di satu sisi sangat banyak manfaat karena bisa mengakses informasi dari internet tapi di sisi lain sangat mengkhawatirkan bagi generasi karena situs-situs negatif.

Kadis Infokom Zulkipli Harahap,SH melaporkan kegiatan ini berlangsung selama 45 hari, tim terdiri dari pegawai Dinas Infokom 16 orang ditambah Polresta Medan dua orang. “Tim bertugas untuk sosialisasi pengunaan internet, pengecekan izin usaha, memberikan rasa tanggung jawab pengelola warnet secara moral,” ujarnya. (maf/aru)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

4 Responses to PEMKO MEDAN LEPAS TIM PENGAWASAN WARNET

  1. Pingback: caption on trees

  2. Pingback: weed for sale

  3. Pingback: Fortune Games New Zealand

  4. Pingback: Cybersecurity strategy for financial institutions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *