USAI DIKUNJUNGI DEWAN, PEDAGANG SUKARAMAI RIBUT LAGI

Sebanyak 167 pedagang kios formal  Pa-sar Suka­ramai kema­rin, Ju­mat, (15/7) yang ter­g­abung Persa­tu­an Pedagang Pasar Tradi-sional Kota Medan (P3TM) me­nutup kios. Mereka tidak terima dengan adanya pihak yang ingin melakukan pengelolaan jaga malam di sana selain mereka.

Ketua P3TM Pasar Suka­ramai, Mardi Chan Jumat, (15/7) me­ngatakan pihaknya  yang tergabung dalam P3TM menutup kios karena merasa ada yang mengganggu yaitu pihak yang ingin meminta untuk jatah jaga malam dan pihak yang ingin mengelola parkir. “Sekarang ada sebanyak 167 pedagang kering tutup, mereka juga merasa resah karena ada pihak yang ingin mencoba meminta agar menge­lola jaga malam,” kata Mardi Chan.

Di sisi lain, menurut Mardi Chan, pihaknya juga sampai sekarang masih bingung atas operasional Pasar Sukaramai. Pasalnya izin operasionalnya be-lum diberikan pihak  Pemko Me­dan. Pemko kemarin hanya memberikan izin pengelolaan lapak yang diberikan 6 Juni lalu, tapi kalau izin opersional sampai sekarang belum jelas,” ka­tanya.

Untuk itu dia meminta agar  Pemko Medan memperjelas pengelolaan izin operasi pasar Su­ka­ramai. “Kita minta penjelasan kepada Pemko Medan,” ujarnya.

Dihubungi secara terpisah, Plt Dir OP PD Pasar Irwan Rito­nga, mengakui persoalan ini me-mang sudah cukup lama. Me-nurutnya pihak yang ingin me­rebut lahan parkir  dan jaga ma­lam itu adalah pihak yang se­belumnya telah mendapat izin resmi dari PD Pasar untuk me-ngelola Parkir dan Jaga malam di Pasar Sukaramai.

“Sebenarnya  PT3 TM yang tidak mengerti kita, memang dulu ada pengembang yang mengelola parkir dan jaga malam di sana dan telah dikeluarkan izinya oleh PD Pasar dan izinnya masih berlaku sampai Agustus ini, tapi sekarang gara-gara kebakaran itu P3TM yang mengelola,” ujarnya.

Namun menurut Irwan Ri­tonga hal ini sudah diselesaikan langsung dengan mempertemu­kan keua belah pihak pengembang yang lama dan P3TM tadi siang. “Sudah ada tadi pertemuan, jadi sudah bisa kondusiflah,” ujarnya.

Irwan  menegaskan apabila nanti terjadi kembali ribut kedua belah pihak memperebutkan jaga malam dan pengelolaan parkir maka Pemko Medan melalui PD Pasar  akan mengambilalih pengeloaan jaga malah dan parkir. “ Kalau masih ribut dan tidak kondusif kita, Pemko akan mengambilalih pe­ngelolaan parkir dan iizin jaga malah, keduanya kita hentikan untuk tidak mengelola parkir dan izin jaga malam,“ ucapnya.

Sebelumnya dua  hari lalu Rabu (13/7) Tim komisi C DPRD Medan  melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Sukaramai. Me­mang dewan  mencurigai ba­nyak gejolak di Pasar Suka­ramai.

“Kita yakin banyak pedagang penyusup masuk sehingga menimbulkan keributan antar sesama pedagang di sana, ini ha­rus diperhatikan PD Pasar,” kata ketua rombongan sidak Ko­misi C, Irwanto Tampubolon di sela sidak kemarin.
sumber: http://medan.jurnas.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

1 Response to USAI DIKUNJUNGI DEWAN, PEDAGANG SUKARAMAI RIBUT LAGI

  1. Pingback: Uodiyala

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *