PERBANKAN SERIUS GENJOT KUPS DI SUMUT

Analis Muda Senior Bank Indonesia (BI) Sumut Suti Masniari, mengungkapkan, perbankan serius untuk menggenjot kredit usaha pembibitan sapi (KUPS) di Sumut.
“BI sendiri siap membantu petani dan peternak yang ada di Sumut untuk mendorong usaha peternakan sapi melalui program penyaluran KPUS. Hal ini dilakukan mengingat masih relatif terbatasnya kredit sektor peternakan sehingga perbankan akan serius untuk menggenjot penyaluran KPUS ini. Dengan begitu, para peternak lokal akan mampu untuk mengembangkan usahanya dan bisa memenuhi kuota sapi untuk pasar lokal,” ujarnya disela-sela acara Fokus Group Discussion (FGD) yang mengambil tema “Pemasaran Ternak Sapi di Sumatera Utara”, di Gedung BI Medan, Rabu (13/7).

Hadir juga dalam acara tersebut Direktur Budidaya Ternak Ruminansia Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Departemen Pertanian RI Riwantoro, Dosen dan Peneliti IPB Nachrowi dan Praktisi Peternakan yang juga menjabat Direktur CV Makmur Pusaka Wahyu Darsono.

Suti menambahkan, hingga saat ini, memang masih sedikit bank yang menyalurkan kredit ini mengingat minimnya sosialisasi yang dilakukan. Begitupun, katanya, dengan berbagai pertimbangan termasuk untuk meningkatkan produksi sapi serta membangkitkan kembali gairah peternak sapi di Sumut, hal ini memang harus serius untuk dilakukan.

“Karena ini memang sektor yang potensil. Apalagi, daerah Sumut sendiri pun masih potensial untuk mengembangkannya,” ujarnya. Ia pun berharap, perbankan tidak menyalurkan KUPS ini dengan sikap kehati-hatian yang berlebihan. Sebab, katanya, pengusaha mikro seperti peternak ini memang bisa menjadi motor ekonomi daerah. Apalagi, kebutuhan sapi di Sumut cukup tinggi karena diikuti dengan konsumsi yang bukan hanya untuk pribadi tapi juga untuk hotel dan restoran.

Direktur Budidaya Ternak Ruminansia Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Departemen Pertanian RI, Riwantoro mengungkapkan, peran perbankan memang sangat diharapkan untuk menggenjot KUPS ini. Dengan begitu, katanya, akan sangat membantu produksi sapi di Indonesia.

“KUPS ini memang ditujukan untuk mendorong laju peningkatan populasi sapi di Indonesia. Karena itu perbankan harus terus melakukan berbagai upaya untuk menggenjot penyalurannya,” ujar Riwantoro.

Direktur CV Makmus Pusaka Wahyu Darsono mengatakan, sistem pemasaran sapi di Indonesia termasuk Sumut memang masih terpola pada pemeliharaan yang belum diarahkan untuk tujuan pasar. “Peternak juga menerapkan pemasaran yang bersifat individu sehingga porsi tawar rendah. Ini membuat harga ternak berfluktuatif dengan mekanisme penentuan harga dilakukan dengan sistem taksiran dan tidak ada standarisasi harga,” ungkapnya.

Menurutnya, persoalan ini berdampak pada biaya produksi yang tidak lagi sesuai dengan omset yang diperoleh peternak. Ia menambahkan, KUPS yang diharapkan dapat mengatasi persoalan ini, dengan pembinaan dari pihak perbankan tentunya. Jadi penyaluran kredit tidak akan sia-sia karena peternak akan melakukan kewajibannya untuk mencapai target produksi.
(elvidaris simamora)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

1 Response to PERBANKAN SERIUS GENJOT KUPS DI SUMUT

  1. Pingback: darkfox market link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *