RIBUAN SISWA DAN GURU SWASTA DI SIANTAR TOLAK SMAN 6

PEMATANGSIANTAR (Waspada) : Ribuan siswa dan guru SMA di Kota Pematangsiantar bersama pengurus organisasi pendidikan berdemonstrasi di gedung DPRD Kota Pematangsiantar, Rabu (13/7) menolak berdirinya SMAN 6. Mereka meminta ditetapkannya status SMAN 4 dan 5, dan mendesak pencairan dana tunjangan sertifikasi guru dan insentif guru negeri,swasta tahun 2011 serta rapel gaji guru. Selama satu jam menyuarakan tuntutan, tidak ada pimpinan dan anggota DPRD yang menerima pengunjukrasa.

Pantauan Waspada, siswa yang masih mengenakan seragam putih abu-abu bersama para guru dan para pengurus organisasi pendidikan itu datang sambil membawa poster dan spanduk berisi berbagai tuntutan.

“Penderitaan dan keresahan rakyat Pematangsiantar tidak henti-hentinya dan kini dirasakan masyarakat, karena pernyataan sikap Kadis Pendidikan dan Ketua DPRD tentang status SMAN 4, 5 dan 6 yang menimbulkan kebingungan masyarakat. Demikian pula tentang hak normatif para guru negeri dan swasta yang sampai sekarang belum transaparan,” kata Timbul Panjaitan, dari PGRI.

Mengenai status SMAN 4, 5 dan 6, soal pencairan tunjangan sertifikasi guru 2010 dan 2011, dana insentif bantuan Gubsu, rapel pertambahan gaji guru Januari-April 2011, Timbul menyatakan pihaknya menolak pernyataan sikap DPRD yang ngotot mengoperasikan SMAN 6, karena sekolah itu tidak ada dalam Perda APBD TA 2010.

Dia meminta Dinas Pendidikan setempat merasionalisasikan status SMAN 4 dan SMAN 5 sesuai UU. “Kami mendukung berdirinya SMK unggulan di Kec. Siantar Sitalasari. Kami menuntut hak normatif guru direalisasikan tepat waktu,” katanya.

Selain itu, mereka menuntut agar Pemko bersama DPRD lebih memprioritaskan kepentingan dunia pendidikan agar Pemko bersama DPRD menghindari hal-hal yang mendikotomikan sekolah negeri dengan sekolah swasta.

Ketua Dewan Pendidikan Kota (DPK) Pematangsiantar HM Natsir Armaya Siregar menyebutkan, pihaknya menuntut agar Dinas Pendidikan merasionalisasikan status SMAN 4, karena ada anggota DPRD mengatakan SMAN 4 illegal.

Mengenai penolakan terhadap SMAN 6, Siregar menyebutkan, dampaknya terhadap sekolah swasta yang mengalami kekurangan siswa dan akhirnya tutup dan gurunya menjadi pengangguran.

“Kita sudah meminta agar bangunan di Kecamatan Siantar Sitalasari itu menjadi SMK negeri saja, tapi DPRD tetap ngotot agar SMAN 6 berdiri,” ujar Siregar.

Wakil Ketua DPRD Pematangsiantar Timbul M Lingga yang dihubungi di ruang kerjanya mengaku tidak bertemu dengan demonstran di gedung dewan karena dia sedang takziah.

Timbul menyebutkan, sesuai rapat konsultasi antara DPRD dengan Pemko Pematangsiantar yang dihadiri Sekda Donver Panggabean, baru-baru ini, disepakati SMAN 6 akan dioperasikan.

Namun, Timbul bingung, karena sampai penerimaan siswa baru selesai, SMAN 6 itu tetap tidak dioperasikan Pemko. “DPRD mendukung beroperasinya SMAN 6 agar bisa menampung para siswa yang mau masuk ke sekolah negeri,” ujarnya. (a30)                      sumber:   http://waspadamedan.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

2 Responses to RIBUAN SISWA DAN GURU SWASTA DI SIANTAR TOLAK SMAN 6

  1. Pingback: buy psychedelic mushrooms online

  2. Pingback: delices cartier replica 100 ml prezzo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *