PERAYAAN VALENTINE DI INDONESIA: DIRAYAKAN SEKALIGUS DIKUTUK

Tanggal 14 Februari di Indonesia berkembang menjadi hari yang dirayakan sekaligus dikutuk sebagian pihak.

Di sejumlah daerah, masyarakat tidak dilarang untuk meramaikannya, tetapi di daerah tertentu perayaan hari Valentine bahkan menjadi norma negatif yang mengandung sanksi.

Seperti di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Sejak tahun 2017, Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik rutin mengirimkan surat edaran ke lembaga-lembaga pendidikan negeri maupun swasta, berisi larangan perayaan hari Valentine.

“Kegiatan itu tidak sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Gresik, yang notabenenya menjadi kabupaten santri,” ungkap Mahin, kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, kepada BBC Indonesia, Rabu (13/02).

Larangan itu berlaku bagi para siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di luar. Surat edaran itu juga menuntut sekolah memberikan pemahaman tentang hari Valentine kepada para murid.

“Diharapkan sekolah menindaklanjuti pemberitahuan ke orangtua, sehingga orangtua juga mau turut serta memenuhi apa yang kita harapkan,” ujarnya.

Larangan tersebut hadir dengan sanksi pendisiplinan terhadap siswa yang melanggar. Bentuk sanksi diserahkan kepada masing-masing sekolah, dengan pemanggilan orangtua siswa sebagai permulaannya.

Menurut Mahin, perayaan hari Valentine dapat berujung pada praktik pergaulan bebas. Hal itu lantas dianggap berpotensi menimbulkan sanksi sosial, yang tidak hanya akan ditanggung pelaku, tetapi juga masyarakat.

“Anak-anak ini jangan sampai terjerumus kepada budaya-budaya nantinya yang akan merugikan siswa itu sendiri,” tuturnya.

Meski demikian, menurut pengamatan Mahin sejak sebelum surat edaran dibuat 2017 lalu, perayaan Valentine sendiri belum pernah berujung pada hal-hal yang ia takutkan.

“Menurut data yang ada masih belum ada untuk kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Cuma anak-anak kalau misalnya acara Valentine day itu, membuat acara-acara itu, kan nantinya kalau kita ndak mengantisipasi kan jadi persoalan,” ujarnya.

‘Enggak tahu kenapa dilarang’

Setali tiga uang, Kota Banda Aceh pun kembali menerapkan larangan peringatan hari Valentine. Larangan itu dituangkan dalam bentuk seruan pada surat edaran yang mulai disosialisasikan sejak 21 Januari lalu.

“Kalangan generasi muda, mahasiswa, siswa-siswi dan seluruh masyarakat muslim Kota Banda Aceh, agar tidak merayakan Valentine Day dalam bentuk apapun karena Valentine Day bertentangan dengan Syariat Islam dan bukan budaya Aceh,” bunyi poin pertama seruan tersebut.

Dira, warga Banda Aceh berusia 22 tahun, merasa bahwa larangan itu kerap muncul tanpa penjelasan dari pemerintah tentang apa yang dimaksud dengan hari Valentine dan apa latar belakang pelarangannya.

“Sebenarnya sekarang banyak gerakan-gerakan yang anti-Valentine, tapi edukasi tentang larangan tersebut pada enggak tahu kenapa dilarang, jadi anak-anak SMA sekarang iya sekadar ikut-ikutan untuk tidak merayakan Valentine,” ujar Dira kepada Hidayatullah, wartawan di Aceh yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Rabu (13/02).

Ia mengenang masa-masa saat pelarangan Valentine belum diberlakukan. Dira mengaku, semasa sekolah dasar (SD) hingga duduk di bangku SMA, ia kerap mendapat hadiah cokelat dari pengagum rahasianya maupun dari temannya pada hari Valentine.

“Semasa sekolah, sering banget dikasih kejutan pas Valentine, seperti cokelat. Dira sendiri enggak tahu siapa yang ngasih, karena cokelat itu udah ada aja di bawah meja sekolah. Namun sekarang udah enggak pernah dapat lagi semenjak ada larangan peringatan hari Valentine,” kenangnya.

Sementara itu, ditemui di tempat berbeda, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman beralasan bahwa pelarangan dilakukan karena budaya itu dianggap bukan budaya masyarakat Aceh dan tidak sesuai dengan norma syariat Islam.

“Banda Aceh dan Aceh pada umumnya merupakan daerah syariat Islam, daerah khusus yang harus dihormati oleh agama lain, jadi di sini tidak ada Valentine day maupun perayaan penyambutan tahun baru,” tutur Aminullah, Rabu (13/2).

Ia pun meminta pihak hotel, kafe dan tempat hiburan untuk tidak memfasilitasi kegiatan perayaan hari Valentine.

Baginya, perayaan hari kasih sayang yang identik dengan Valentine, dalam Islam, dapat dilakukan di hari besar lainnya.

“Tidak mesti pada tanggal 14 Februari, tapi momen seperti maulid, puasa, dan lebaran, kita juga bisa selalu berkasih sayang dengan mengundang orang-orang datang ke tempat kita,” paparnya.

Tidak ada larangan perayaan Valentine di Makasar

“Jadi, kaum milenial (yang) adalah harapan masa depan bangsa sebagai agen perubahan, di hari Valentine ini, selamat dan sukses selalu,” ungkap Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Selasa (12/2).

Berbeda dengan Kabupeten Gresik dan Kota Aceh, Nurdin memilih bersikap demokratis. Menurutnya, perayaan hari Valentine adalah hak masing-masing orang.

“Itu tergantung keyakinan masing-masing. Itu budaya kok, bukan sesuatu ritual yang harus kita persoalkan,” ujarnya kepada wartawan di Makassar.

Nurdin menyamakan perayaan hari Valentine dengan hari ulang tahun seseorang. Baginya, kedua momen tersebut bebas dirayakan maupun tidak, tergantung pribadi yang menjalani.

Meski demikian, Nurdin sepakat bahwa hari Valentine bukan menjadi ajang bagi perilaku seks bebas. “Enggak boleh, itu enggak boleh. Itu dilarang oleh agama dan itu bukan budaya kita,” ujar Nurdin.
sumber: bbc
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

SEPERTI APA WAJAH SANTO VALENTINUS, TOKOH ‘YANG MENGINSPIRASI’ HARI VALENTINE

Santo Valentinus adalah pelindung orang-orang yang sedang jatuh cinta.

Dan karena itulah di banyak negara tanggal 14 Februari (tanggal yang dia diduga dibunuh pada 269 M) adalah hari kasih sayang.

Tetapi martir Kristen dari Roma Kuno itu sekarang memiliki wajah baru, yang sangat berbeda dengan gambaran sebelumnya.

Perancang Brasil, Cicero Moraes, menggunakan sisa-sisa manusia, yang diduga adalah santo tersebut, untuk membentuk kembali wajah Valentinus dengan bantuan grafik komputer.

Sisa-sisa tubuhnya disimpan di Gereja Saint George, kota Moselice, Provinsi Padua, Italia.

Hasil karyanya diperlihatkan lewat sebuah acara hari Sabtu lalu.
Hak atas foto Cícero Moraes

Yang terlihat adalah seorang laki-laki yang cukup muda dengan penampilan kasar, sementara gambar santo ini sebelumnya memperlihatkan laki-laki yang lebih tua dan lembut.

Moraes adalah bagian dari tim multidisplin yang memulai misi rekonstruksi pada tahun 2017.

Para akademisi Universitas Padua, Italia, mendapatkan izin dari Vatikan untuk memfoto dengan seksama tengkorak yang diyakini adalah Valentinus.

Foto resolusi tinggi itu kemudian dikirim ke warga Brasil, ahli rekonstruksi wajah 3D ini.

Moraes memerlukan waktu satu minggu untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Bagian yang lebih rumit dari cerita ini terus berlanjut.

Beberapa akademisi mengatakan terdapat lebih dari satu Santo Valentineus, tepatnya lebih dari tiga.

“Terdapat beberapa Valentine yang berbeda. Gambar yang kita kenal adalah gabungan dari tiga santo,” kata Moraes kepada BBC Brasil.

“Saya telah ‘merekonstruksi’ salah satunya. Saya ingin mengerjakan yang ke tiga, tetapi dia diyakini meninggal sebagai misionaris di Afrika dan makamnya tidak diketahui.”

Santo cinta

Asal-usul Santo Valentinus sebenarnya tidak ada hubungannya dengan ajaran Katolik. Tetapi dari zaman Romawi sebelum munculnya Kristen.

Valentine berasal dari perayaan tahunan pedesaan Lupercalia kuno, yang dilakukan pada tanggal 15 Februari untuk mensucikan Roma, memberikan kesehatan dan kesuburan.

Acara ini juga untuk menghormati Faunus, dewa bertanduk untuk hutan, dataran dan ladang.

Pada tahun 494 M, Paus Gelasius I, melarang umat Kristen ikut serta dalam perayaan itu.

Jalan keluarnya adalah memajukannya satu hari dan menugaskan Valentine untuk melindungi orang-orang yang sedang jatuh cinta.

Dilahirkan di kota Chapeco, Brasil bagian selatan, Moraes, 35 tahun menjadi “pemburu santo”.

Tugas untuk merekonstruksi wajah Valentinus adalah pekerjaan ke-11 yang terkait dengan tokoh keagamaan Katolik.
sumber: bbc
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

POLISI BERPRESTASI BRIPKA KRISTIAN POLTAK SITORUS TEMBAK KEPALANYA PAKAI SENAPAN, INI KRONOLOGINYA

TRIBUN-MEDAN.COM – Anggota Polsek Batuampar Polresta Barelang Bripka Kristian Poltak Bosca Sitorus tewas bunuh diri di kantornya sendiri, Rabu (13/2/2019) siang.

Informasi yang dihimpun Tribun Batam di lapangan, mendiang yang akrab disapa Poltak tewas dengan cara menembak kepalanya sendiri.

Namun sejauh ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Bripka Poltak sebelumnya bertugas di Mapolresta Barelang.

Kemudian pada Oktober 2018 lalu, ia menjabat sebagai penyidik di Mapolsek Batu Ampar.

Mendiang merupakan Bintara polisi yang lulus tahun 2004.

Kematian Poltak meninggalkan tanda tanya bagi teman-temannya.

Sumber Tribunbatam.id di lapangan, sebelum kejadian, Poltak ini berada di lantai dua ruang penyidik bersama seorang rekannya.
Secara tiba-tiba Poltak meminjam senapan api (Senpi) milik rekannya dengan alasan untuk melihat-lihat.

Hanya berselang sekitar beberapa detik, terdengar suara letusan senpi.

Mendengar suara letusan, rekan korban berlarian keluar dan menginformasikan kalau Poltak telah menembak kepalanya sendiri.

Sejauh ini, rekan korban masih dimintai keterangan oleh Propam Polda Kepri terkait peristiwa tersebut.

Belum diketahui motif dan alasan Poltak mengakhiri hidupnya dengan menembak kepalanya sendiri.

Selain itu, mendiang juga dikenal sebagai pribadi yang baik dan tidak banyak tingkah.

Bahkan saat berdinas di Satresnarkoba Polresta Barelang, Bripka CPS termasuk salah satu anggota yang berprestasi.
Ia pernah diberikan penghargaan oleh Polda Kepri beberapa waktu lalu.

Bripka Kristian merupakan salah satu personil dari Tim Satnarkoba Polresta Barelang yang mengungkap kasus penyelundupan sabu internasional.

Pada tahun 2016, ia ikut dalam Control Delivery pengungkapan sabu sebanyak 25 kg di balik lukisan Bunda Maria.

Dalam penangkapan tersebut, dua bandar sabu diamankan di Jakarta.

Kemudian ia juga mengungkap peredaran Narkoba sebanyak 3 kg yang datang dari Malaysia.

Ketika itu, pelaku ditangkap diperairan Jembatan 1 Barelang.

Sosok Bripka Kristian dikenal ahli dalam bidang reserse

“Karena sejak pangkat Briptu, sampai dengan Bripka ini, dia (Bripka Kristian Poltak Bosca) selalu di bidang reserse,” kata seorang sumber yang meminta namanya tidak disebutkan.

Sumber ini pun amat kaget ketika sahabatnya itu diberitakan tewas bunuh diri.

Katanya, Bripka Kristian Poltak Bosca menikah sekitar September 2014 silam.

Dan sempat diberkati pernikahannya di Gereja Katolik Paroki Santo Petrus Blok II, Lubukbaja, Batam.

“Seingat saya, beliau sudah dikarunai seorang putri,” katanya.

Susana haru terdengar didalam ruang Instalansi Forensik RS Bhayangkara Polda Kepri.

Pantauan Tribunbatam.id, suara seorang pria yang disinyalir adalah keluarga korban berteriak histeris hingga keluar ruangan tersebut.

“Aku yang salah, maaf kan aku Tuhan, maaf kan, aku yang salah,” terdengar teriakan itu, Rabu (13/02/2019).

Tidak hanya itu, salah seorang pria juga terdengar sedang memberikan informasi melalui telpon terkait kejadian ini.

“Halo ha, Abang kris udah gak ada dia tulang, meninggal dia. Kabarin yang lain,” sebutnya terdengar sambil menangis.
sumber: medan.tribunnews.
fb: Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

TERUNGKAP INI BIANG KEROK LONJAKAN HARGA TIKET PESAWAT, INI SOLUSI YANG AKAN DITEMPUH JOKOWI

TRIBUN-MEDAN.com – Presiden Joko Widodo beserta sejumlah menteri terkait, Rabu (13/2/2019) siang, menggelar rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta untuk membahas harga avtur yang dinilai terlalu tinggi.

Ternyata pemicu lonjakan tiket pesawat disumbang oleh harga avtur yang dijual Pertamina lebih mahal dari yang dijual Singapura.

Saat ini tingginya harga avtur dinilai mengerek harga tiket pesawat Indonesia.

Harga avtur mempengaruhi 25 persen hingga 40 persen dari harga tiket pesawat.

Presiden telah menginstruksikan menteri terkait untuk mengevaluasi harga avtur.

Ia berharap ada hal-hal yang bisa diefesiensikan agar harga avtur tak terlalu memberatkan perusahaan penerbangan.

“Tadi, saya sudah perintahkan menteri untuk dihitung ya. Mana yang belum efisien, mana yang bisa diefesiensikan. Nanti akan segera diambil keputusan,” ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu sore.

Hadir dalam rapat tersebut, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono.

Ketika ditanya apakah ada target kepada para menterinya itu, Presiden mengatakan, yang terpenting kalkulasi harus dilakukan secara teliti.

“Segera, akan. Setelah ada kalkulasinya,” ujar dia.

Ketika ditanya kembali mengenai apakah ada opsi-opsi tentang harga avtur yang dinilai berat, Jokowi mengatakan, justru dalam rapat terbatas tadi, ia baru memerintahkan menterinya untuk melakukan evaluasi.

Dari evaluasi itu, para menteri diharapkan menyampaikan opsi-opsi apa saja yang harus diputuskan olehnya.

“Wong baru saja saya perintah tadi untuk melihat, membuat perhitungan membuat kalkulasi. Apakah ada opsi-opsi seperti apa, baru disampaikan kepada saya,” ujar Jokowi.

Diberitakan, Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengeluhkan mahalnya harga tiket pesawat yang menyebabkam sepinya kamar-kamar hotel di Indonesia.

Ia menyampaikan keluhan tersebut langsung kepada Presiden Joko Widodo dalam sambutan acara perayaan HUT Ke-PHRI di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Kenaikan harga tiket pesawat hingga 40 persen menyebabkan berkurangnya minat masyarakat untuk berlibur di dalam negeri.

Akibatnya, menurut dia, masyarakat lebih memilih berlibur ke luar negei sebab harga tiket lebih murah.

“Kondisi harga tiket yang mahal ini telah mengakibatkan berkurangnya perjalanan masyarakat yang berakibat menurunnya hunian hotel 20-40 persen,” kata Hariyadi kepada Jokowi.

Solusi mengatasi polemik kenaikan harga tiket pesawat dan tuntutan penurunan harga avtur semakin menemukan titik terang.

Setelah masalah ini sampai ke Presiden Joko Widodo, pemerintah tengah mempertimbangkan menghapus Pajak Pertambahan Nilai ( PPN) untuk avtur.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan usulan penghapusan PPN avtur tersebut telah disampaikan kepada Presiden Jokowi.

Menurutnya, usulan itu muncul karena PPN dinilai sebagai beban bagi harga avtur sehingga susah turun.

Pengenaan PPN membuat harga avtur di Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan negara lain.

“Kita tidak terlalu beda jauh kok sama Singapura, tapi ya perbedaannya pajak, kita kena PPN, di mereka tidak kena,” ujar Rini usai menemui Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (13/2/2019).

Rini mengatakan, usulan penghapuasan PPN tersebut telah disampaikan kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.

Selain itu, pemerintah juga terus mengkaji struktur biaya penjualan avtur.

Namun, terkait kehadiran pihak lain dalam menjual avtur perlu peninjauan terkait infrastruktur.

Pasalnya saat ini penjual avtur satu-satunya di Indonesia yaitu PT Pertamina (Persero) telah melakukan investasi infrastruktur.

“Infrastruktur di dalam, infrastruktur penyimpanan itu semua investasi Pertamina,” terang Rini.

Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance ( Indef), Abra Talattof, memberikan saran bagi pemerintah agar harga tiket pesawat tak membebani masyarakat.

Salah satunya dengan mengurangi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bagi Pertamina saat menjual avtur.

“Pertama, mengkaji mengurangi PPN avtur. Jadi pajak pertambahan avtur di Indonesia 10 persen. Di Singapura 7 persen. Kira-kira bisa enggak Menkeu memberi stimulus untuk PPN avtur dikurangi, minimal kompetitif dengan negara tetangga, supaya harga avturnya bisa lebih murah,” ujar Abra saat dihubungi Kompas.com, Selasa (12/2/2019).

Kedua, lanjut Abra, pemerintah juga perlu mengurangi biaya yang dikenakan otoritas bandara kepada Pertamina saat menjual avtur.

“Pungutan itu menyebabkan ada tambahan ongkos buat Pertamina. Di negara lain informasi yang saya dapat itu enggak ada. Solusinya duduk bersama antara stakeholder kira-kira ruang mana yang masih dimungkinkan untuk jadi jalan keluarnya,” kata Abra.

Untuk solusi jangka panjangnya, kata Abra, Pertamina harus mengurangi ketergantungan impor minyak.

Sebab, saat ini Pertamina, menurut dia, harus mengimpor 40 persen minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan avtur dalam negeri.

Untuk mengurangi Impor, lanjut Abra, perlu dibangun kilang pengelolaan minyak yang berbasis green energy. Diharapkan, hal tersebut bisa mengurangi impor Pertamina.

“Misalnya dengan minyak kelapa sawit. Supaya impor avtur kita menyusut dan pada akhirnya kita bisa menyediakan harga avtur lebih murah lagi. Poinnya jangan terus merongrong Pertamina,” ucapnya.

MASKAPAI TERAPKAN DYNAMIC PRICING

Selain dipicu harga avtur yang lebih mahal, pengamat enerbangan, Arista Atmajati mengatakan saat ini perusahaan maskapai penerbangan tengah menerapkan pola dynamic pricing.

Akibatnya, harga tiket pun dikeluhkan dan menjadi perhatian publik. Dynamic pricing adalah harga produk dan jasa akan bervariasi untuk satu produk dan jasa yang sejenis berdasarkan penentuan harga pada kondisi tertentu.

“Sebetulnya bukan harga naik, tapi memainkan (harga). Namanya dynamic pricing,” ungkap Arista ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (12/2/2019).

Arista mengatakan, langkah ini pertama kali diterapkan oleh Garuda Indonesia sebagai maskapai dengan status price leader yang memiliki fasitas full service.

Mereka bisa menentukan sendiri kenaikan harga tiket.

“Dia (Garuda Indonesia) bisa mengutip 100 persen dari harga ketentuan yang ditentukan oleh pemerintah, berdasarkan Permenhub Nomor 14 Tahun 2016,” ujarnya.

Dia menuturkan, langkah maskapai pelat merah itu juga diikuti Lion Air Grup ihwal dyanic pricing.

Sebagai maskapai kelas Low Cost Carrier (LCC), selain kenaikan harga tiket juga ada pengenaan bagasi berbayar.

Penerapan skema maskapai ini hampir secara bersamaan, sehingga terkesan sepekat dan mendadak hingga akhirnya jadi sorotan.

“Rupa-rupanya diikuti Lion Air Grup, jadi kesannya semua naik. Selain itu, Lion Air Grup tambah berani mengenakan bagasi berbayar, hampir berbarengan dengan perubahan dynamic pricing,” jelasnya.

Ia menyatakan, apa yang dilakukan perusahaan penerbangan itu memang masih dalam koridor wajar dan tidak menyalahi aturan yakni termaktub dalam Permenhub Nomor 14 Tahun 2016.

Namun, langkah yang dipilih maskapai ini menimbulkan efek domino dan berkepanjangan. Hingga kini terkait harga tiket pesawat yang dinilai masih mahal dibahasan.

“Lion Air Grup selain memainkan dynamic pricing, juga memainkan bagasi berbayar. Itu yang jadi runyam, jadi seolah-olah masyarakat kena dua “rudal”, rudal tarif dan rudal bagasi. Jadi rame karena beban masyarakat ada dua,” bebernya.

Menurutnya, manajemen maskapai penerbangan mengambil keputusan itu karena karena alasan keuangan. Sebab, sejak dua sampai tiga tahun terakhir kinerja mereka terbilang buruk.

Salah satu cara memperbaikinya ialah menerapkan pola dynamic pricing tersebut.

“Memang rapot keuangan maskapai itu jeblok. Supaya bisnis maskapai ini tidak perang harga, jadi mempertahankan bisnis secara sustainable,” tambahnya.

Besarnya market share kedua maskapai ini memberikan dampak besar ke dunia penerbangan Tanah Air, atas kebijakan yang diambil.

Hingga akhirnya polemik soal tarif atau harfa tiket masih hangat dibicarakan.

“Lion Air Group menguasai 55 persen market share di Indonesia. Garuda Indonesia market share-nya 40 persen. Jadi hampir 95 persen naik. Jadi kesannya seperti janjian naik, itu berdampak kepada masyarakat,” lanjutnya.

“Pilihannya tinggal maskapai kecil-kecil, seperti AirAsia, XpressAir, TriganaAir, dan lainnya,” sebut dia.
sumber: medan.tribunnews.
fb: Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

CALEG GERINDRA GANTUNG DIRI? APA KATA BANG HAJI? ‘TER-LA-LU!’

Z. Asuko – Setelah Fadli Zon menghina ulama secara terstruktur, sistematis dan masif lewat puisinya, giliran Shanie Fiercelly, Caleg dari Gerindra tewas gantung diri. Tentu ini kabar buruk bagi partai berlogo kepala burung garuda itu. Bisa dibilang kabar yang tidak menyenangkan bagi Sandiaga karena berita itu bukan sandiwara yang nomero uno. Terlebih bagi seorang Prabowo Subianto sang Ketua Umum.

Mati gantung diri dengan status sebagai caleg Gerindra dipastikan menimbulkan teror mental bagi caleg-caleg Gerindra yang lain. Sebutlah sebagai pertanda buruk bagi Partai Gerindra bersama Capres dan Cawapresnya menuju Pemilu 2019.

Untung saja yang dikabarkan tewas gantung diri bukan Fadli Zon. Apa, coba kata Bang Haji? Ya, ‘ter-la-lu’-lah! Masak belum minta maaf kepada Mbah Moen kok berani bunuh diri. Mustahil juga kalau Fadli Zon tewas gantung diri. Kasihan talinya harus menyangga tubuh setambun itu. Maka kita doakan Fadli Zon tidak ikut-ikutan Shanie Fiercelly. Tanpa Fadli Zon kasihan si Su’ud Zon.

Sebenarnya, ada masalah apa hingga Caleg Gerindra itu bunuh diri? Apakah gara-gara masalah hutang dan beban hidup yang semakin berat? Seperti fitnah yang pernah disampaikan Prabowo ketika debat capres atas kasus Hardi, seorang petani di Grobogan Jawa Tengah? Fitnah yang kemudian dibantah secara meyakinkan oleh istri Hardi bahwa suaminya tak punya hutang dan ekonomi mereka berkecukupan, terlebih semua anak-anaknya sudah bekerja dan mandiri.

Maklum, Prabowo dalam kapasitasnya sebagai Capres, prestasi terbaiknya adalah ketika tanpa maksud sandiwara, membela nenek kaum kampret, Ratna Sarumpaet yang pipinya lebam-lebam. Celakanya itu hoax. Malang tidak bisa ditentang, untung tak dapat diraih. Itulah situasi Prabowo yang dikenali publik sebagai Capres hoax. Lalu, apakah kabar bunuh dirinya Caleg Gerindra itu hoax?

Ha ha… yang hoax itu kalau ada kabar Fadli Zon gantung diri. Kalau kematian Shanie tentu bukan hoax. Pasalnya, polisi sudah memastikan caleg Partai Gerindra, Shanie Fiercelly, ditemukan tergantung di dalam rumahnya di Kecamatan Koto X Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Itu murni bunuh diri. Tidak ada tanda-tanda pembunuhan di tubuh Shanie.

“Kita sudah lakukan visum dan otopsi. Tidak ada indikasi lain selain bunuh diri,” kata Kapolsek Koto X Tarusan, Pesisir Selatan, Iptu Thamrin, kepada detikcom, Rabu (13/2/2019).

Bahkan, dalam pemeriksaan ditemukan adanya indikasi korban depresi akibat persoalan keuangan dan keluarga. Sejak menjadi caleg, korban sering terlibat pertengkaran dengan suaminya.

“Bagaimanapun, korban ini jadi caleg tentu butuh biaya. Sementara kehidupan mereka tidak terlalu mendukung. Kita menduga ini jadi salah satu penyebab,” jelas Thamrin. Kesimpulan itu didapat setelah seluruh saksi di TKP dan yang terkait dengan kasus itu diperiksa.

Sebagai informasi, Shanie tercatat sebagai caleg Partai Gerindra nomor urut 6 Dapil II untuk DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Ironisnya, ketika nyaleg, ternyata tidak mendapat dukungan dari keluarga. Stresslah dia, hingga akhirnya harus tewas dengan cara gantung diri.

Mengapa Shanie dalam rangka menjadi Caleg Gerindra harus stress? Fadli Zon juga tahu bahwa menjadi calon legislatif itu bukan sebuah ide simpel. Karena selain butuh biaya, juga butuh mental dan energi yang cukup untuk bergerak. Tidak ada narasinya caleg hanya berdiam diri menunggu hari pencoblosan. Mereka harus berhitung uang untuk cetak banner, bikin kaos, kalender, stiker, hingga wajib menggerakkan relawan untuk sosialisasi.

Saya pernah bertemu dengan caleg dari partai tertentu. Yang jelas bukan Caleg Gerindra. Ha ha … Dia belum berpengalaman sama sekali. Ada pengakuan bahwa untuk sekedar wira-wiri telah menghabiskan biaya tak sedikit. Tidak heran bila Shanie hingga depresi sebelum gantung diri.

Semoga kasus Shanie ini tidak menyurutkan semangat Prabowo menjadi Capres. Toh baru Shanie yang bunuh diri dan bukan Fadli Zon. Kalau Fadli Zon tentu cerita bisa lain. Sebagai himbauan, kiranya baik bila Fadli Zon sebagai ikon nyinyir tetap disayang oleh Prabowo. Tidak apa tidak minta maaf pada Mbah Moen. Toh tidak akan membuat Fadli Zon putus asa dan gantung diri. Untuk kuwalat sekedar bibirnya tambah njengat saja belum ada kepastian.

Ah, daripada menunggu Fadli Zon kuwalat lebih baik memastikan #JokowiLagi.
sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

ANI YUDHOYONO ‘SAKIT KANKER DARAH’, ISTANA KIRIM TIM DOKTER KEPRESIDENAN KE SINGAPURA

Istana Kepresidenan telah memberangkatkan Tim Dokter Kepresidenan untuk membantu proses penyembuhan mantan ibu negara Kristiani Herawati atau biasa disapa Ani Yudhoyono di sebuah rumah sakit di Singapura.

“Sudah (berangkat), Kepala RSPAD. Kemarin diskusi dengan saya, sudah berangkat,” kata Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/02).

Tim dokter kepresidenan itu dipimpin Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Mayjen TNI dr Terawan Agus Putranto.

Sebelumnya, Presiden keenam Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dalam keterangan resmi melalui video yang diunggah di Youtube, mengatakan istrinya, Ani Yudhoyono, sedang menjalani perawatan kesehatan di sebuah rumah sakit di Singapura, karena mengalami kanker darah.

“Dengan rasa prihatin saya sampaikan kepada para sahabat di tanah air, Ibu Ani mengalami kanker darah,” kata SBY dalam video berdurasi sekitar empat menit.

Menurut SBY, istrinya telah dirawat semenjak Sabtu (02/02) lalu di National University Hospital NUH di Singapura, untuk menjalani perawatan, sesuai rekomendasi tim dokter kepresidenan.

Dalam video itu, Yudhoyono mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo serta tim dokter kepresidenan yang telah memberi bantuan pengobatan.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendoakan dan memberikan dukungan.

SBY juga meminta maaf karena tidak dapat menghadiri beberapa kegiatan yang telah diagendakan, karena mendampingi istrinya selama perawatannya.

“Sebagai seorang suami, tentu saya harus mendampingi Ibu Ani dalam menghadapi ujian dan cobaan Tuhan ini,” katanya.
sumber: bbc
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

PRASANGKA BURUK MELULU, AHOK GABUNG PDIP, PA 212 CIUM GELAGAT TAK BAIK

Xhardy – Hanya dalam beberapa hari sejak keluar dari penjara, Ahok langsung terjun ke dunia politik meski hanya sebatas anggota dan bukan pengurus dan juga dikabarkan tidak akan ikut kampanye. Akan tetapi sudah banyak yang bereaksi dengan bergabungnya Ahok ke PDIP.

Sebenarnya kabar Ahok akan masuk PDIP sudah lama terdengar. Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat pernah menyebut Ahok sudah lama berkeinginan bergabung ke PDIP. “Dia berkehendak, ya saya bilang boleh. PDIP kan partai terbuka, jadi siapapun boleh masuk asalkan tetap setia ke Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, dan konstitusi,” kata Djarot, pada Januari lalu.

Sebut saja Juru bicara Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin, yang ikut mengomentari bergabungnya Ahok ke PDIP. Menurut Novel, Ahok sebagai warga negara Indonesia sah-sah saja jika ingin bergabung ke partai politik.

“Untuk BTP yang mau masuk ke partai politik, sah-sah saja sebagai warga negara Indonesia yang berhak untuk memilih dan dipilih, dan menyampaikan aspirasi politiknya pada partai,” kata Novel.

Meskipun demikian, Novel menduga ada itikad tak baik dengan bergabungnya Ahok ke partai berlambang banteng itu. Menurut Novel, PDIP adalah partai yang tidak pro dengan aspirasi Ulama dan umat Islam, yaitu apa yang dia sebut sebagai partai pendukung penista agama dan pengkriminalisasi Ulama.

“Namun justru cocok kalau BTP bergabung di sana, akan semakin terasah karakter BTP-nya,” ujar Novel.

Apa maksud karakter BTP akan terasah, saya juga tidak tahu persis. Apakah itu maksudnya Ahok yang dulunya adalah sosok penista agama dan partai yang menampungnya adalah juga partai tidak pro ulama dan pro Islam?

Novel ini kadang lucu sekaligus bikin gemas. Mirip seperti narasi bapak tua yang mengkotak-kotakkan partai Allah dan partai setan. Novel menyebut partai yang berseberangan dengan mereka adalah partai tidak pro ulama, partai pendukung penista agama, partai pendukung pengkriminalisasi ulama. Seenak jidatnya mencap kubu sendiri paling bersih dan suci.

PA 212 ini adalah pihak yang sepertinya memiliki sertifikasi untuk mencap siapa penista agama, siapa tukang kriminalisasi ulama, siapa partai tidak pro Islam, siapa ulama menurut versi mereka. Siapa pun atau pihak mana pun yang tidak sejalan dengan mereka, maka siap-siaplah untuk dicap buruk.

Ahok mau kembali berpolitik atau tidak, mau gabung ke partai mana, itu hak dia yang tidak bisa di ganggu gugat. Novel yang terlalu berprasangka buruk sehingga mencium gelagat tidak baik mengenai bergabungnya Ahok ke PDIP. Logika yang aneh, memangnya Ahok mau jadi penjahat atau koruptor di sana? Jelas sekali kalau dia ingin membentuk narasi kalau Ahok yang seorang penista agama gabung ke partai pendukung penista agama. Intinya orang tidak baik akan berkumpul dengan orang yang tidak baik juga.

Lagi-lagi narasi penista agama kembali dimainkan. Padahal Ahok sudah menjalankan masa hukuman secara maksimal tanpa mengambil hak untuk bebas bersyarat. Kalau tidak salah kepala lapas Cipinang bahkan kagum dengan Ahok karena seumur hidupnya belum pernah melihat napi yang tidak mengambil bebas bersyarat. Usai jalani hukuman, Ahok harusnya tidak lagi dicap sebagai penista agama (meski dia tidak bersalah, hanya disalahkan karena tekanan politik dan massa yang hobi demo di Monas). Masa lalu sudah berlalu.

Tapi mereka tetap mencap penista agama pada Ahok dan bahkan partai pendukung pun ikut dicap. Memang begitulah potensi mereka, hanya bisa teriak penistaan agama, kriminalisasi ulama, tidak pro umat Islam. Padahal mereka harusnya malu, telah berkali-kali memanfaatkan agama untuk kepentingan politik praktis. Aksi bela agama tapi ada disisip dengan pesan politik dan dukungan terhadap salah satu calon presiden. Tak perlu berprasangka buruk kalau sendiri juga sering berperilaku buruk.

Satu pertanyaan pamungkas, seandainya Ahok bergabung dengan PA 212, apakah mereka masih akan mencium bau gelagat tidak baik atau bahkan akan mencium wangi sate padang? Intinya mereka ini distributor tunggal dalam mencap siapa pun. Kalau berseberangan dengan mereka, sama saja akan dinyinyirin dan dianggap musuh. Ulama yang berseberangan pun sepertinya tidak akan diakui.

Bagaimana menurut Anda?

sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

PRESIDEN JOKOWI RESMI MENCABUT REMISI UNTUK PEMBUNUH WARTAWAN RADAR BALI

Jakarta (ANTARA News) – Presiden Joko Widodo resmi mencabut remisi untuk I Nyoman Susrama, terpidana pembunuh jurnalis Radar Bali AA Gde Bagus Narendra Prabangsa

“Kemudian hari Jumat (8/2) telah kembali di meja saya. Sudah sangat jelas sekali sehingga sudah diputuskan sudah saya tandatangani untuk dibatalkan,” kata Presiden Joko Widodo seusai acara Festival Terampil di Jakarta, Sabtu.

Lewat Keputusan Presiden Nomor 29/2018-2019, Susrama bersama 114 terpidana lain mendapat remisi perubahan hukuman dari penjara seumur hidup menjadi pidana penjara sementara karena dinilai berkelakuan baik pada Januari 2019.

Keputusan Presiden Jokowi itu mendapatkan kecaman dari kalangan jurnalis dan pegiat HAM. Presiden Joko Widodo mengaku membatalkan remisi kepada Susrama karena mendapat sejumlah masukan dari masyarakat.

“Setelah mendapatkan masukan-masukan dari masyarakat, dari kelompok-kelompok masyarakat, juga dari jurnalis, saya perintahkan kepada Dirjen Lapas Kemenkumham untuk menelaah dan mengkaji mengenai pemberian remisi itu karena ini menyangkut mengenai rasa keadilan masyarakat,” kata Presiden Joko Widodo.

Revisi atas Keppres 29/2018 tersebut telah sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.

Nyoman Susrama dihukum seumur hidup setelah dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Negeri Denpasar karena membunuh Prabangsa.

Hakim meyakini motivasi pembunuhan itu adalah pemberitaan di Harian Radar Bali yang ditulis Prabangsa pada 3, 8 dan 9 Desember 2008. Berita tersebut menyoroti dugaan korupsi proyek-proyek di Dinas Pendidikan Bangli.

Hasil penyelidikan polisi, pemeriksaan saksi dan barang bukti di persidangan menunjukkan Susrama adalah otak di balik pembunuhan itu. Ia diketahui memerintahkan anak buahnya menjemput Prabangsa di rumah orang tua Prabangsa di Taman Bali, Bangli, pada 11 Februari 2009.

Prabangsa lantas dibawa ke halaman belakang rumah Susrama di Banjar Petak, Bebalang, Bangli. Di sanalah ia memerintahkan anak buahnya memukuli dan akhirnya menghabisi Prabangsa.

Dalam keadaan sekarat, Prabangsa dibawa ke Pantai Goa Lawah, tepatnya di Dusun Blatung, Desa Pesinggahan, Kabupaten Klungkung. Kemudian Prabangsa dibawa naik perahu dan dibuang ke laut. Mayatnya ditemukan mengapung oleh awak kapal yang lewat di Teluk Bungsil, Bali, lima hari kemudian.

Ketua Umum AJI Indonesia Abdul Manan, sebelumnya sudah membuat petisi online pencabutan remisi terhadap Nyoman Susrama di laman change.org. Petisi ini dibuat pada 27 Januari 2019 dan telah mencapai lebih dari 44 ribu tanda tangan dukungan.

AJI Indonesia pun telah menyerahkan petisi online tersebut kepada Ditjen PAS pada 8 Februari 2019.(Ant)
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

DEKLARASI BERSEJARAH PAUS DAN IMAM AL AZHAR: “TUHAN TIDAK PERLU DIBELA”

Dua pemimpin agama terkemuka di dunia awal pekan ini menandatangani deklarasi persaudaraan bersejarah, yang menyerukan perdamaian di antara negara, agama dan ras. Salah satu bagian penting yang menjadi otokritik bagi semua adalah pernyataan bahwa “Tuhan tidak perlu dibela,” yang sebenarnya sudah disampaikan mantan presiden Indonesia Abdurrahman Wahid 22 tahun lalu.

WASHINGTON DC (VOA) — Pemimpin Nadhlatul Ulama Abdurrahman Wahid pada tahun 1996 pernah menghebohkan Indonesia ketika mengeluarkan serangkaian tulisan, yang kemudian dikompilasi menjadi buku ‘’Tuhan Tidak Perlu Dibela.’’

Otokritik Gus Dur, panggilan akrab presiden keempat Indonesia itu, dikecam keras berbagai kalangan yang sebelumnya juga telah mengkritisi pernyataan-pernyataan tokoh kelahiran Jombang ini, antara lain soal Islam yang ramah, bukan yang marah atau Islam yang kritis terhadap aksioma lama, serta Islam yang terbuka pada hal baru, dan sebagainya.

Dalam salah satu tulisannya terkait “Tuhan tidak perlu dibela,” Gus Dur menyatakan bahwa dalam sejarah, agama memang sama sekali tidak dapat steril dari berbagai hasrat dan kepentingan manusiawi, sehingga pada titik tertentu kerap ditunggangi dan diseret ke wilayah yang cukup politis, menjadikannya semacam legitimasi sikap politis dari kepentingan suatu kelompok.

“Nama Tuhan dibawa kesana-kemari mirip sebuah barang dagangan. Kalau sudah demikian, apakah yang terjadi sebenarnya bukan merupakan reduksi terhadap nilai luhur dari misi agama itu sendiri?,” tanya Gus Dur ketika itu.

Paus Fransiskus & Imam Besar Al Azhar Tandatangani Deklarasi Bersejarah

Tak pernah ada yang menyangka jika 22 tahun kemudian, pernyataan itu menjadi salah satu bagian penting deklarasi persaudaraan yang ditandatangani oleh pemimpin umat Katholik sedunia, Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar Syeikh Ahmed Al Tayeb.

Ketika menghadiri upacara penandatanganan di Abu Dhabi awal pekan ini, kedua tokoh berjalan bergandeng tangan, simbol persaudaraan antar-keyakinan.

Dokumen yang diklaim mengatasnamakan seluruh korban perang, persekusi dan ketidakadilan di dunia itu, menyatakan komitmen Al Azhar dan Vatikan untuk bekerjasama memerangi ekstremisme.

“Kami dengan tegas menyatakan agama tidak boleh digunakan untuk menghasut terjadinya perang, kebencian, permusuhan dan ekstremisme, juga untuk memicu aksi kekerasan atau pertumpahan darah.”

Bagian Deklarasi: Tuhan Tidak Perlu Dibela Siapapun

Bagian penting dokumen itu mendorong semua pihak untuk “menahan diri menggunakan nama Tuhan untuk membenarkan tindakan pembunuhan, pengasingan, terorisme dan penindasan. Kami meminta ini berdasarkan kepercayaan kami bersama pada Tuhan, yang tidak menciptakan manusia untuk dibunuh atau berperang satu sama lain, tidak untuk disiksa atau dihina dalam kehidupan dan keadaan mereka. Tuhan, Yang Maha Besar, tidak perlu dibela oleh siapa pun dan tidak ingin nama-Nya digunakan untuk meneror orang.”

Tokoh-Tokoh Agama Ingatkan Misi Awal Agama Untuk Bela Manusia & Kemanusiaan

Sejumlah tokoh yang dihubungi VOA hari Rabu (6/2) memuji deklarasi yang ditandatangani kedua pemimpin itu. Intelektual Muslim Prof. Dr. Komaruddin Hidayat mengatakan deklarasi itu mengingatkan kembali pada misi awal agama.

​“Agama apapun, pada awal mulanya, adalah untuk membela manusia yang tertindas. Karena yang beragama khan bukan Tuhan, yang beragama adalah manusia. Agama itu bukan untuk kepentingan Tuhan, bukan untuk membela Tuhan. Tuhan justru mengirimkan nabi-nabinya untuk membela manusia dan kemanusiaan. Jadi ketika agama kemudian digunakan untuk menciptakan penindasan dan peperangan, maka sesunggunya telah menyalahi misi inti agama secara primordial, karena semua agama awalnya adalah untuk memihak orang-orang tertindas.”

Ditambahkannya, pertemuan itu menunjukkan betapa kedua tokoh memiliki keprihatinan yang sama tentang penyalahgunaan agama dalam konflik dan peperangan. Sementara soal kalimat dalam bahasa Inggris yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti “Tuhan tidak perlu dibela,” menurut mantan rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah ini merupakan metafor bahasa.

“Kata-kata itu bersayap. Kalau pun dibilang membela Tuhan itu sebenarnya membela hamba-hamba Tuhan, karena dalam kitab suci juga ada ‘kibarkanlah agama Tuhan.’ Jadi sebenarnya membela agama Tuhan wujudnya adalah membela kemanusiaan. Memang Tuhan tidak perlu dibela tapi dalam pengertian yang harus dibela adalah misi kebenaran agama Tuhan, manifestasinya adalah membela kemanusiaan,’’ tambahnya.

Romo Aloysius: Deklarasi Padukan Iman pada Allah & Sikap Membela Kemanusiaan

Romo Aloysius Budi Purnomo di Keuskupan Agung Semarang mengatakan kepada VOA, kalimat-kalimat yang ada dalam deklarasi yang ditandatangani Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar Syeikh Ahmed Al Tayeb langsung mengingatkannya pada sosok ulama Indonesia Abdurrahman Wahid.

“Gus Dur lah yang pada masa hidupnya selalu mengucapkan kalimat ‘Tuhan tidak perlu dibela.’ Bagi orang-orang yang tidak menyukai Gus Dur, pernyataan beliau ini akan disalahartikan. Namun sesungguhnya kalimat lengkapnya adalah ‘Tuhan tidak perlu dibela, yang perlu dibela adalah makhluk Tuhan yang diperlakukan semena-mena oleh makhluk lainnya.’ Kalimat Gus Dur itu seakan bergema kembali melalui deklarasi di Abu Dhabi itu,’’ kata Aloysius.

Lebih jauh tokoh yang pernah menjadi rektor di Seminari Tinggi Sinaksak, Pematang Siantar, Sumatera Utara itu menambahkan bahwa “dokumen di Abu Dhabi itu sangat menggarisbawahi dan memadukan iman kepada Allah dan sikap membela kemanusiaan, terutama kaum miskin dan papa.”

Ia menegaskan bahwa “Tuhan tidak perlu dibela sebab sikap sok membela Tuhan kerap kali justru berbuah pada kekerasan dan teror pada sesama.”

Lakpesdam PBNU: Capaian di Abu Dhabi Sedianya Terus Dihidupkan

Sementara itu Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan SDM PBNU (Lakpesdam PBNU) Dr. Rumadi Ahmad mengatakan yang terpenting saat ini adalah menggaungkan apa yang sudah dicapai di Abu Dhabi itu.

“Yang terpenting hal-hal seperti ini harus terus disuarakan dan digaungkan, jangan sampai padam. Meskipun di Indonesia sudah lama dibicarakan, deklarasi ini tetap penting untuk semakin memberi semangat pada umat Islam dan umat lain yang selama ini sudah lama menyuarakannya,’’ tukas Rumadi.

Rumadi Ahmad juga mencatat kesediaan dan keberanian Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar Syeikh Ahmed Al Tayeb membahas berbagai isu lain yang strategis seperti soal kewarganegaraan berdasarkan persamaan hak dan kewajiban, pengakuan hak-hak perempuan, Islamophobia dan stereotip anti-Barat dan lain-lain.

“Adanya kemauan dan keberanian untuk membicara hal-hal itu untuk berdialog dengan orang yang berbeda, mengetahui pandangan dan posisi masing-masing, ini jauh lebih baik dan bermanfaat dibanding bicara setengah kamar dan kemudian yang keluar adalah prasangka, judgement tanpa mengetahui secara persis apa masalah sebenarnya pada isu-isu itu,” imbuhnya.

Dalam pidato Senin (4/2) malam seusai lawatan pertama kepausan ke Semenanjung Arab, yang merupakan tempat lahirnya Islam, Paus menggarisbawahi bahwa, “Kami (Paus dan Syeikh Tayeb.red) di sini untuk perdamaian, untuk mempromosikan perdamaian dan menjadi instrumen perdamaian. Kekerasan, ekstremisme atau fanatisme atas nama agama tidak pernah dapat dibenarkan.” (em)
sumber: voaindonesia.com
fb: Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

FACEBOOK BLAK-BLAKAN SOAL ALASAN PENCABUTAN AKUN ABU JANDA

Jakarta, CNN Indonesia — Sebelum Facebook dituntut oleh pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda atas tuduhan dirinya termasuk produsen fitnah Saracen. Facebook telah mengeluarkan keterangan dalam laman resminya.

Dalam keterangan yang dikeluarkan pada 31 Januari 2019, Kepala Kebijakan Keamanan Siber Nathaniel Gleicher menjelaskan pihaknya telah mencatat perilaku tidak asli yang terkoordinasi dalam akun Facebook di Indonesia.

Akibat hal tersebut, Facebook melakukan banyak penghapusan akun dan grup.

“Hari ini kami menghapus 207 halaman Facebook, 800 akun Facebook, 546 grup Facebook, dan 208 akun Instagram, karena terlibat dalam perilaku tidak otentik yang terkoordinasi di Facebook di Indonesia. Selain itu, menyesatkan orang lain tentang siapa mereka dan apa yang mereka lakukan. Semua halaman, akun, dan grup ini ditautkan ke Grup Saracen, sindikat online di Indonesia,” papar perusahaan dalam halaman resminya pada 31 Januari lalu.

Facebook mengungkapkan penyalahgunaan terkoordinasi Grup Saracen dari platform menggunakan akun tidak otentik adalah pelanggaran terhadap kebijakan perusahaan. Sehingga, pihaknya telah melarang seluruh organisasi dari platform.

Facebook pun merinci apa saja yang mereka temukan dan hapus. Berikut rinciannya:

Pengguna Facebook dan Instagram: 207 halaman, 800 akun, dan 546 grup di Facebook, serta 208 akun Instagram

Pengikut: Sekitar 170.000 orang mengikuti setidaknya satu dari halaman Facebook dan lebih dari 65.000 mengikuti setidaknya satu dari akun Instagram tersebut.

Contoh Halaman dan Grup dihapus sebagai bagian dari jaringan ini:

Permadi Arya (Halaman)
Kata Warga (Halaman)
Darknet ID (Halaman)
berita hari ini (Grup)
ac milan indo (Grup)

“Kami mencatat Halaman, grup, dan akun ini berdasarkan perilaku mereka, bukan konten yang mereka posting. Dalam hal ini, orang-orang di belakang kegiatan ini berkoordinasi satu sama lain dan menggunakan akun palsu untuk merepresentasikan diri mereka sendiri, dan itu adalah dasar dari tindakan kami,” papar Facebook.

Mereka pun mengungkapkan telah berupaya mendeteksi dan menghentikan jenis aktivitas ini karena tidak ingin layanan mereka digunakan untuk memanipulasi orang.

“Pengumuman hari ini hanyalah salah satu dari banyak langkah yang telah kami ambil untuk mencegah aktor jahat menyalahgunakan platform kami. Kami akan terus berinvestasi dalam keselamatan dan keamanan untuk memastikan bahwa orang dapat terus mempercayai koneksi yang mereka buat di Facebook,” tutup Facebook. (age)
sumber: cnnindonesia.com
fb: Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment