LEPAS BUAYA DI JALAN RUSAK UNTUK MENARIK PERHATIAN PEMERINTAH, WARGA GORONTALO DILAPORKAN

Seorang warga di Gorontalo yang melepas buaya peliharaannya di jalan rusak sebagai aksi protes kepada pemerintah akan dilaporkan ke balai konservasi oleh wali kota setempat karena aksinya tersebut.

Aksi warga bernama Romy Pakaya dengan melepas anak buaya berukuran satu meter pada akhir pekan lalu menjadi viral di media sosial dan mengundang banyak respon dari netizen sampai Selasa (16/04).

Walikota Gorontalo, Marten Taha, mengatakan merasa kecewa dengan bentuk protes itu karena buaya termasuk satwa yang dilindungi.

“Jalan Sulawesi itu sudah dianggarkan, makanya saya kecewa. Itu nanti kita laporkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), buaya itu kan reptil yang dilindungi, terus dilepas di jalan yang airnya sedikit,” kata Marten kepada Dwi Djuuna, wartawan Radio Selebes yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

“Saya minta masyarakat harus sadar bahwa, ini pekerjaan yang berproses, apalagi anggaran ini kita diawasi oleh KPK, tidak sembarang saja. Begitu ada anggaran langsung dikerjakan, kan ada prosesnya”, kata Martin.

Sementara itu Romy Pakaya mengatakan langkahnya melepas anak buaya peliharaannya sebagai salah satu upaya meminta perhatian pemerintah untuk memperbaiki jalan yang telah lama rusak.

Mengancam akan melepas ular tiga meter

Terkait rencana melaporkan ke BKSDA, Ronny mengatakan ia telah memberitahukan balai konservasi itu sebelum melepas anak buaya tersebut. Ia juga mengklaim akan mengembalikan anak buaya itu ke habitatnya dalam waktu dekat dengan bekerja sama dengan balai konservasi.

Romy mengatakan ide itu muncul secara spontan dan ia hanya meletakkan buaya itu selama 15 menit ke kubangan jalan, beserta beberapa rekan yang ia klaim secara profesional dapat menangani buaya.

“Belakangan hujan sering turun jadi sudah jadi kubangan dan ada beberapa pengendara terutama pengendara motor mengalami kecelakaan di jalan itu. Pada malam Sabtu setelah hujan deras kurang dari satu jam, akhirnya paginya saya lihat kubangan sudah banyak airnya.

“Nah timbul ide untuk menunjukkan sikap saya akan kekecewaan terhadap pemerintah terkait jalan yang tidak diperhatikan,” papar Romy.

Ia juga mengancam akan melepas ular peliharannya bila jalan rusak di perumahannya tidak juga diperhatikan pemerintah.

“Substansinya ada pada perbaikan jalan itu – tuntutan kami masyarakat untuk jalannya diperbaiki – bukan pada buaya itu, apakah buaya itu dipelihara secara illegal atau tidak. Intinya jangan diseret-seret saya pelihara atau melanggar.

“Saya siap diskusi soal itu, kali lain kalau masih ada jalan seperti itu saya akan gunakan cara lain, bukan lagi dengan buaya , mungkin saya lepas ular saya yang tiga atau empat meter,” tegasnya.

Di media sosial, salah satu akun yang menanggapi aksi ini di Instagram termasuk akun atas nama Itoyadimulya yang antara lain menyebutkan,”Sebenarnya cara-cara seperti ini bisa dibilang ekstrem dan berisiko (tapi keadaan membuat mungkin sudah tidak ada pilihan lain)..bisa jadi karena warga tidak punya media untuk menyampaikan usulan.”
sumber: bbc
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

PELUH JOKOWI SI TUKANG KAYU

Cak Anton-Jokowi kecil adalah rakyat jelata seperti saya, dan mungkin kamu serta banyak orang lainnya. Jokowi pernah merasakan getirnya hidup, tinggal di pinggir sungai dan terkena gusur. Jokowi itu bukanlah anak dari tokoh nasional negeri ini, bukan pula anak jenderal yang sudah mengkantongi nama besar keluarga dalam menjalani kehidupan.

Jokowi tidak masuk dalam pengusaha rente negeri ini. Jokowi bukan pengusaha yang hidup dari hasil proyek pemerintah apalagi kongkalikong untuk meluluskan proyek tersebut. Kalau menjadi pengusaha seperti itu, semua orang pasti bisa. Namun Jokowi mengandalkan kemampuan dan kegigihannya mencari peluang dalam bisnis mebel yang ditekuninya, yang pada akhirnya produknya bisa di ekspor karena kualitas.

Dalam sebuah cerita, Jokowi pernah menjadi ‘pengemis’ pada banyak partai ketika ingin maju menjadi calon walikota di Solo. Jokowi gak menarik pada saat itu. Mata politisi di Solo menutup mata pada si tukang kayu kerempeng tersebut. Namun pada akhirnya, seorang kader PDI P yang ingin maju pun menawarkan untuk bisa masuk bersamanya serta maju dalam pilkada. Ketika itu, Jokowi pun diceritakan kehabisan uang untuk modal.

Kerja keras Jokowi pun pada akhirnya menuaikan hasil, ia yang tak dijagokan bisa terpilih menjadi walikota Solo priode pertama. Karena ia bekerja demi rakyat, menjadi pelayan rakyat , blusukan kesana kemari dan mau mencium keringat rakyat demi mendapatkan informasi dan aspirasi, pada pilkada ke dua pun ia menang telak tanpa susah payah kampanye, karena hasil kerja keras dan kedekatannya dengan masyarakat.

Dengan modal sepuluh tahun bekerja melayani rakyat Solo, akhirnya ia pun berani memutuskan untuk menjadi pelayan warga DKI Jakarta. Ketika itu, Jokowi yang tak dijagokan pun menang dan dipercaya memimpin Daerah Khusus Ibu Kota Indonesia.

Belum genap satu priode, Jokowi dipaksa oleh rakyat dari arus bawah untuk menjadi pelayan seluruh rakyat Indonesia, bukan DKI Jakarta saja. Aspirasi mengalir begitu deras, dan pada akhirnya, Megawati sang ketua umum partai tempatnya berada pun harus rela tidak maju pilpres demi putra terbaik negeri ini. Seperti memaksakan, koalisi dengan partai yang kecil-kecil pun dilakoni. Di tingkat elit partai, mungki ketika itu Jokowi gak laku, namun pada akhirnya dapat menang dan menjadi presiden negeri ini.

Setelah menjadi presiden, Jokowi membuat banyak kebijakan yang tidak popular demi membuat pondasi ekonomi yang kuat ke depannya. Infrastruktur pun dibuat dalam rangka konektivitas dan fundamental ekonomi negara yang lebih baik. Pembangunan dari desa melalui dana desa yang berdampak geraknya ekonomi setempat pun berjalan. Rakyat diajarkan untuk bersyukur dengan menarik subsidi BBM dan juga memeberikan keadilan pada daerah lain yang harga BBM nya bisa mencapai berkali-kali lipat dengan mensubsidi dan membuatnya satu harga.

Untuk memastikan berjalannya pembangunan, Jokowi pun seperti tak kenal lelah blusukan hingga pelosok negeri terdalam yang belum pernah dikunjungi presiden sebelumnya. Zona merah pun tak membuatnya takut untuk memastikan keadilan pembangunan, karena fokusnya bukan hanya pertumbuhan ekonomi semata, tetapi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, karena semua orang gak mau diperlakukan tidak adil.

Pembuatan waduk untuk ketahanan pangan, mengerjakan proyek pembangkit listrik yang mangkrak untuk menerangi pelosok negeri. Membelah gunung dan hutan untuk pembangunan jalan demi konektivitas yang berdampak pada mudahnya distribusi barang yang akan menekan biaya pengiriman. Perbaikan pelabuhan, bandara dan fasilitas lainnya.

Pada akhirnya, kerja keras Jokowi menjadi perhatian dunia. 15 negara belajar dengan Indonesia bagaimana caranya menurunkan kemiskinan. Dunia memberikan predikat layak investasi sebagai bukti, Indonesia berkualitas di tangan Jokowi. Di tengah carut marut ekonomi dunia, Indonesia pun dianggap tidak perlu bantuan IMF karena Indonesia mampu berdiri sendiri.

Venezuela oleng, Turki pun sama, tetapi Indonesai masuk dalam 0 potensi krisis. Indonesia menjadi negara yang tahan banting, dan pandai dalam navigasi di tengah gejolak perang dangang China dan Amerika.

Jokowi yang tanpa rekam jejak buruk di masa lalu, bebas membuat kebijakan yang tak popular demi masa depan bangsa. Jokowi seorang rakya jelata yang jadi sorotan dunia menjadi pemimpin terbaik di Asia-Australia, bahkan berturut turut masuk dalam 20 muslim berpengaruh di dunia tersebut membuat kita semua untuk optimis memandang masa depan. Udah ah, itu aja…

Cak Anton

sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

JOKOWI MENANG BESAR

Manuel Mawengkang-Jokowi sudah berikan kode kemenangannya dengan mencium aswaja. Jokowi sudah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin bangsa ini, pemimpin keluargnaya dan sebagai imam dari istri dan anak-anaknya.

Jokowi sudah memberikan kode keras atas kemenangannya yang tidak bisa dilawan sama sekali. Ia akan menang besar. Akan tetapi, kemenangan itu bukan sesuatu yang gratis. Kemenangan itu harus dipastikan dan diperjuangkan.
Bagaimana caranya?

Memenangkan Jokowi adalah keniscayaan. Ia sudah selesai dengan dirinya sendiri. Dia sudah memiliki karakter kepemimpinan dalam dirinya. Karakter yang memberikan dirinya untuk orang lain, adalah karakter dari seorang pemimpin bangsa ini. Pemimpin tidak boleh mengedepankan kepentingan segolongan atau pun kepentingan dirinya sendiri.

Jokowi sudah memiliki karakter seperti itu. Sebagai manusia, tentu kekurangan adalah sebuah hal yang melekat pada setiap orang.Kekurangan Jokowi dalam beberapa hal, tentu ada. Kalau mau tahu kekurangan Joko Widodo, jangan tanya kepada rakyat, Rakyat sulit menemukan kelemahannya. Kalau mau tahu kelemahannya, silakan tanya kepada istrinya, anak-anaknya, atau pun orang dekatnya.

Di hadapan rakyat, ia adalah sosok pemimpin yang benar-benar toleran. Mengedepankan kemanusiaan dalam menjalankan keagamaan.yang ia anut. Keagamaan yang diamalkan dengan penuh ketakwaan, menjadikan seorang manusia, manusiawi. menjadi manusia adala satu hal. Menjadi manusiawi lain hal.

Jokowi adalah manusia yang manusiawi. Jokowi adalah pemimpin yang menjalankan tugas dan tanggung jawab nya dengan baik. Sisi humanismenya begitu tinggi. Ia lebih suka berinteraksi dan berkomunikasi dengan manusia, ketimbang elus-elus kucing dan main-main dengan kata-kata kasar.

Kepemimpinan Jokowi sudah teruji. Bukan hanya ketika ia menjadi presiden. Akan tetapi, karakter kepemimpinannya sudah teruji ketika ia mulai karirnya dari pebisnis mebel, wali kota Solo dua periode, Gubernur DKI Jakarta dan presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kepemimpinan semacam ini, justru menjadi sebuah kepastian dan moda yang membuat kita yakin terhadap orang ini. Sebentar lagi pencoblosan akan dikerjakan. Sebentar lagi Jokowi akan menang. Hanya kecurangan yang membuat dia kalah, dan suam-suam kuku dari golongan kufur nikmat yang membuat tragedi tersebut terjadi.

Jadi sebenarnya bagaimana? Apakah kita semua mau bersama-sama semangat menjalankan tugas negara ini?

Joko Widodo adalah orang yang paling merepresentasikan manusia Indonesia. Personal image dari Jokowi sudah melekat kepada seluruh rakyat Indonesia.

Kecintaan rakyat kepada Jokowi dan kecintaan Jokowi dengan rakyat ini tidak bisa terbendung. Ada saja orang-orang yang iri terhadap hal ini. Mereka bahkan menyinyiri Jokowi yang sedang umrah dan masuk Ka’bah.

Padahal kita tahu, hanya setan yang tidak suka dengan ibadah orang. Hanya setan dan binatang jalang biadab yang tidak suka melihat orang beribadah.

Di dalam menyambut kemenangan Jokowi ini, kita juga harus memastikan kemenangan dari partai baru, PSI. PSI sudah begitu semangat dalam melawan banyak hal.

PSI pun harus mendapatkan kemenangan dan perhatian dari rakyat. Hanya PSI yang paling kencang melawan intoleransi dan kesulitan dari kaum minoritas di Indonesia.

PSI adlaah satu-satunya partai yang berani mengharamkan PKS dan bersumpah untuk tidak mau berkoalisi dengan partai itu.

Mereka berjanji dan bersumpah untuk terus mengharamkan partai yang pernah menolak azas tunggal Pancasila. Ini adalah pengkhianatan terhadap ibu pertiwi.

Jangan-jangan , yang memperkosa ibu pertiwi dengan ajaran lain adalah kubunya si penista kubur juga?

Kemenangan Jokowi di depan mata.Sudah ada di dalam genggaman kita. Hanya saja, kita harus memastikan semuanya itu berjalan lancar.

Kelanjutan Jokowi sudah ada di depan mata. Hanya saja, Jokwoi perlu ditusuk di kotak suara. Jokowi harus tercoblos. Itu saja syaratnya.Jangan telat bangun.

Apalagi kalian yang masih bisa baca ini malam-malam, pastikan kalian besok bangun. Jangan buang-buang waktu di kotak suara. Pilih presiden nomor 1, DPR RI nomor 11, DPRD Nomor 11, DPD RI nomor 35. Sudah itu saja.

Kalau mau tanya nama calegnya, saya sumpah tidak tahu. Tapi yang saya tahu, PSI layak dipilih. PSI layak dapat kursi di Senayan. Hancurkan politik kedunguan di sana,

Begitulah menang-menang.
#JokowiLagi
sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

JOKOWI-MA’RUF NOMOR 01, PRABOSAN NOMOR 02. JANGAN KELIRU!

Widodo SP-Malam ini saya melakukan semacam training singkat untuk Mama saya yang berusia 70 tahun. Semangatnya cukup tinggi untuk ikutan mencoblos besok pagi, meski pandangan beliau tak lagi dalam kondisi prima (agak menurun). Saya sengaja mencari 5 contoh surat suara, mencetaknya berwarna, dan memakainya untuk memberikan training singkat bagaimana cara mencoblos besok pagi.

Soal baju putih, saya masih berusaha meyakinan beliau karena baju kesayangan beliau yang berwarna putih, kabarnya akan dipakai untuk ke gereja saja, mengingat dua hari pasca Pemilu 2019 akan ada ibadah Jumat Agung. Terserah beliau deh kalau urusan warna baju ini. Kan kata Pakde Jokowi: Kalau ndak punya baju putih, ya ndak apa-apa.

Kembali ke soal training coblosan tadi. Dengan pelan-pelan saya mencoba menjelaskan kepada beliau, terutama pada bagian contoh surat suara untuk pilihan Presiden dan Wakil Presiden. Saya jelaskan bahwa Jokowi-Maruf ada di sebelah kiri (kalau posisi surat suara benar), dengan nomor urut 01, lalu Jokowi-Maruf berbaju putih.

LHO, NOMORNYA 01 ATAU 02? TAK KIRO NOMERNYA JOKOWI 02, tanya beliau tanpa bermaksud bercanda. Saya pun buru-buru meralat ucapan itu, alias membetulkannya dan mengulangnya berkali-kali: Ingat ya, Ma … Jokowi-Maruf nomornya satu, berbaju putih, dan ada di sebelah kiri surat suara.

Namun, percakapan singkat itu seperti menyadarkan saya, sekaligus mendasari alasan saya untuk menuliskan artikel ini secepat mungkin. Maksudnya supaya ada waktu lebih bagi SEWORD-ers untuk membaca dan (diharapkan) menyebarkan artikel ini untuk menjadi pengingat bagi kita, keluarga, atau teman-teman kita. Sasaran utamanya adalah keluarga kita (pemilih) yang berusia lanjut.

BEGINI MAKSUDNYA.

Mereka yang berusia lanjut terkadang punya memori pendek, ada juga yang sudah mulai mudah lupa atau malah ada yang terkena amnesia. Nah, ingatan Mama saya (sebagai contoh) mungkin terkait PilPres 2014 dimana dari dua pasangan yang bertarung waktu itu: Jokowi-JK mendapat nomor urut 02, sedangkan Prabowo-Hatta nomor urut 01. Kita pun masih ingat Salam Dua Jari yang mengantarkan Jokowi-JK menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2014-2019.

NAMUN … ITU URUSANNYA DENGAN PILPRES 2014 …

Pilpres 2014 diadakan tidak bebarengan dengan Pilihan Legislatif, seperti PilPres pada 17 April 2019 esok. INGAT SEKALI LAGI bahwa kondisinya sudah berbeda. Namun, jika tidak berhati-hati, perkara nomor urut ini bisa jadi sedikit masalah karena ada kemungkinan (meskipun kecil) orangtua atau kakek-nenek kita salah pilih … KALAU INGATAN MEREKA NOMOR PADA PILPRES 2014!

Saya sih tidak terlalu risau karena besok pagi saya pasti akan memastikan lagi Mama saya memahami bahwa posisi Jokowi-Maruf ada di sebelah kiri, dengan nomor urut 01, dan berpakaian putih. Namun, sekali lagi kita perlu memastikan bahwa orangtua, kakek-nenek, opa-oma, atau bahkan pasangan atau anak-anak kita sekalipun … SUDAH PAHAM BETUL BAHWA NOMOR URUT 01 adalah kepunyaan Jokowi-Maruf sedangkan Nomor Urut 02 punya Prabowo-Sandiaga.

Kalau yang keliru kubu sebelah sih, biarkan saja. Saya malah berharap dari mereka ada yang keliru alias masih mengingat kalau Prabowo-Sandi bernomor urut 01 karena pengalaman PilPres 2014 silam. Hahaha … bolehlah sesekali berdoa jelek model gini, demi kebaikan bangsa dan negara kita Indonesia.

Saya akan lanjutkan sedikit cerita saya

Berhubung beberapa penulis masih ngegas dan tak jarang mengarahkan untuk memilh Partai tertentu untuk urusan Pileg 17 April 2019 besok … saya pun mencoba mengarahkan Mama dan istri saya untuk memilih antara dua partai ini: PDI Perjuangan dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Hasilnya, Mama saya punya keteguhan hati sebagai old woman (silakan tebak sendiri pilihan beliau partai mana), tetapi saya rasanya berhasil meyakinkan istri saya untuk memilih partai mana untuk surat suara DPR RI, juga DPRD Kabupaten/Kota dan Provinsi, juga sebaiknya milih siapa untuk perwakilan DPD RI dari Jawa Tengah.

Saya sendiri pilih partai mana? Rahasia dong. Namun, jika Anda cermat membaca artikel ini, tentunya Anda bisa menebak saya akan memilih partai mana pada coblosan 17 April 2019 besok.

Sudah ah, cukup dulu artikel kali ini. Semoga bermanfaat bagi SEWORD-ers dan orang-orang terdekat Anda ya. SELAMAT MEMANTAPKAN HATI DAN MEMUTUSKAN, SUPAYA BESOK NGGAK KELAMAAN DI BILIK SUARA! Hahaha …!

Begitulah kura-kura

sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

KLAIM RIZIEQ TOLAK TEMUI JOKOWI DI MEKKAH DISKAKMAT TKN, NETIZEN PUN RAME-RAME MEMBULLY!

Ninanoor-Nampaknya sambutan hangat dan keistimewaan yang diberikan oleh Raja Salman di Arab Saudi kepada Presiden Jokowi sekeluarga bikin panas dingin para lawan politik Jokowi. Ya bikin iri, bikin dengki, bikin kesel, bikin malu, mungkin? Berbulan-bulan Rizieq Shihab tinggal di Mekkah, tidak pernah merasakan keistimewaan semacam itu. Tidak pernah dijamu oleh Raja Salman. Tidak pernah disebut oleh Pangeran Mohammed Bin Salman (MBS), apalagi dipuji seperti sang Pangeran memuji Jokowi. Yang ada malah terbelit masalah gara-gara visanya habis.

Sandiaga yang juga sedang menunaikan ibadah umroh jadi tenggelam tanpa liputan berita. Yang ada hanya berita bahwa Sandiaga akan menemui Rizieq Shihab ketika dia umroh. Tapi itu saja, tidak ada kelanjutannya. Semua media meliput Jokowi dan keluarganya. Prabowo apa lagi. Tenggelam sendiri, walaupun berusaha membuat drama di makam ibunya. Pemberitaan kemarin dan hari ini adalah eksklusif tentang Jokowi.

Nampaknya dicari-carilah cara untuk jadi berita. Diputuskan memakai sarana media sosial Twitter. Mungkin sebagai antisipasi, kalau nanti salah-salah, tinggal bilang saja kalau akunnya di-hack. Gampang kan?

Sebuah akun yang mengatasnamakan FPI @FPI_Petamburan, mencuitkan serangkaian tweet (thread). Mengklaim bahwa ada anggota timses Jokowi yang mengontak Rizieq Shihab di Mekkah untuk meminta kesediaan Rizieq bertemu dengan Jokowi di sana. Diceritakan bahwa pihak Jokowi mengatur pertemuan di salah satu hotel berbintang untuk bertemu Rizieq, dan meminta Rizieq menemani Jokowi untuk masuk ke dalam Ka’bah. Sadar seorang kepala negara bisa memperoleh akses masuk ke dalam Kakbah, FPI menyebut ajakan itu sebagai iming-iming belaka untuk bertemu dan menemani Jokowi di sana. “Namun permintaan itu dengan tegas ditolak oleh Habib Rizieq. Habib Rizieq menolak bertemu dengan Jokowi terlebih lagi di masa tenang pemilu,” tulis akun FPI tersebut.
sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

TUTUP TPS PUKUL 13.00 WIB SAAT PEMILIH MASIH ANTRE BISA DIPIDANA

Jakarta – Polisi mengingatkan petugas KPPS untuk tidak menutup tempat pemungutan suara (TPS) saat antrean pemilih masih ada untuk mencoblos. Ada ancaman pidana bagi yang menghalang-halangi warga menggunakan hak pilihnya.

“Kami telah mensosialisasikan kepada warga agar jangan sampai ada yang menghalang-halangi warga untuk menggunakan hak pilihnya. Bagi yang menghalang-halangi seseorang yang menggunakan hak pilihnya di TPS itu terancam pidana 2 tahun penjara,” kata Kapolresta Tangerang Kota Kombes Sabilul Alif saat dihubungi detikcom, Selasa (16/4/2019).

Sabilul mengatakan, sesuai PKPU No 9 Tahun 2019 Pasal 46, pukul 13.00 WIB bukan batas akhir pencoblosan. Pencoblosan tetap harus dilaksanakan apabila pemilih sudah mengantre di TPS sebelum pukul 13.00 WIB.

“Pukul 13.00 WIB adalah batas waktu untuk hadir di TPS. Jika sudah berada di TPS, sudah mengantre, semua berhak menggunakan hak pilih hingga seluruh antrean selesai (mencoblos),” tuturnya.

Sementara itu, ketentuan waktu penghitungan suara tertuang dalam Pasal 51 PKPU No 9 Tahun 2019. Dalam pasal itu disebutkan: penghitungan suara di TPS dimulai setelah pemungutan suara selesai dan berakhir paling lambat pukul 12.00 waktu setempat pada satu hari sejak hari pemungutan suara dan dilakukan tanpa jeda.

“Kami mengimbau warga untuk tidak takut ke TPS dan gunakan hak pilihnya,” tandasnya.(mea/idn)
sumber : detik.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

TRADISI PASKAH SEMANA SANTA: GOLPUT BAYANGI PEMILU DI LARANTUKA

Untuk pertama kali dalam 500 tahun, pemilihan legislatif dan pemilihan presiden digelar secara bersamaan dengan ritual paskah di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Kekhawatiran akan rendahnya partisipasi pemilih pun membayangi. KPU setempat dan pemuka agama kemudian mengupayakan agar tidak terjadi gesekan pada dua hajatan besar itu.

Warga Larantuka berbondong-bondong ke jantung ibu kota Kabupaten Flores Timur untuk melakoni tradisi tikam turo, atau pemancangan tiang-tiang lilin sepanjang jalur utama prosesi Jumat Agung yang merupakan bagian dari perayaan Paskah Semana Santa oleh umat Katolik pada Senin (15/04) pagi.

Padahal, tradisi tikam turo ini biasanya dilaksanakan setiap Rabu atau Kamis, yang dalam tradisi Semana Santa disebut Rabu Trewa atau Kamis Putih.

Tapi tahun ini, tikam turo dimajukan pada Senin (15/4) karena Rabu (17/04) bertepatan dengan pemilihan umum serentak untuk memilih presiden dan anggota legislatif.

Umat dan suku-suku Semana bergotong royong memancangkan tiang-tiang dari kayu kukung dan belahan bambu diikat menggunakan tali gebang. Pada titik jalur utama prosesi juga mulai dibangun Armida, atau titik perhentian dalam Jalan Salib.

Salah satu warga Larantuka, Dionisius Fernandus, menjelaskan alasan pemajuan tradisi tikam turo ini.

“Karena bertepatan dengan pemilu, dari pihak gereja mungkin berpikir kalau orang di sini pikir ke tempat TPS atau tikam turo begini, pasti lebih banyak memilih ke tikam turo, TPS kosong, pasti golput banyak itu,” ujar pria yang akrab disapa Dion ini.

Kekhawatiran akan rendahnya partisipasi pemilih dalam pemilu kali ini juga diungkapkan oleh Uskup Larantuka, Mgr Fransiskus Kopong Kung, Pr. Menurutnya, peristiwa politik dan perayaan keagamaan yang terjadi berbarengan ini bisa membuat fokus umat terbelah.

Dia menyebut perayaan pekan suci Paskah, atau apa yang orang Larantuka sebut sebagai Semana Santa, bukan perayaan khusus warga Larantuka saja, melainkan perayaan umat Kristiani sedunia.

“Maka kalau perayaan ini terjadi bersamaan dengan pemilu, kami melihat bahwa ini mengganggu. Mengganggu pelaksanaan ibadah, mengganggu penghayatan iman, devosi dari umat itu akan terganggu karena dia juga harus berpikir bagaimana mensukseskan pemilu,” jelas Uskup Larantuka.

Untuk menghindari hal itu, pihaknya bersama dengan penyelenggara pemilu daerah dan pemerintah daerah sempat meminta kepada Komisi Pemilihan Umum untuk menunda gelaran pesta demokrasi di Flores Timur, seperti yang terjadi pada pemilihan legislatif 2009 lalu.

“Memang benar Larantuka punya tradisi khusus Semana Santa ini yang sangat kental, maka kesulitan lebih besar di sini ketika pemilu diadakan pada waktu yang bersamaan,” ujar Frans Kopong beralasan.

Pada akhir Maret lalu, KPU mengundang Gubernur Nusa Tenggara Timur, Bupati Flores Timur, KPU Flores Timur, Uskup Larantuka, dan pihak terkait lainnya untuk membahas penyelenggaraan pemilu di kabupaten di Nusa Tenggara Timur itu.

Namun, KPU tetap mengharuskan pemilu digelar secara serentak, bersamaan dengan hari Rabu Trewa. Alasannya jika ditunda, potensi manipulasi dan kecurangan pemilu kemungkinan besar terjadi.

Kendati begitu, Ketua KPU, Arief Budiman, membolehkan proses rekapitulasi bisa ditunda hingga pekan suci Paskah selesai.

Arief menambahkan Nusa Tenggara Timur adalah satu-satunya daerah yang proses rekapitulasi suaranya mengalami penundaan.

“Ini tidak berlaku untuk yang lain, karena ada situasi yang memang kita ambil kebijakan yang khusus untuk daerah ini,” tegas Arief usai pertemuan itu.

Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon, mengimbau pemerintah pusat untuk lebih memperhatikan waktu pelaksanaan pemilu, supaya tidak bertabrakan dengan pelaksanaan upacara keagamaan dan tradisi.

“Saya juga mengingatkan kepada mereka bahwa ini juga harus menjadi perhatian ke depan supaya tidak terulang lagi,” ujar Anton.

‘Pekerjaan berat’

Mau tidak mau, harus ada solusi untuk menyiasati dua pesta besar ini supaya berjalan dengan lancar.

“Dan pekerjaan berat adalah KPUD di sini, bagaimana mereka mengatur sedemikian supaya pemilu berjalan dengan baik, tapi tradisi tidak bisa juga ditunda,” jelas Uskup Larantuka, Fransiskus Kopong Kung.

Ketua KPU Flores Timur, Kornelis Abon, mengaku pihaknya harus memutar otak menyiapkan skenario-skenario penyelenggaran pemilu supaya tidak mengganggu gelaran tradisi.

Salah satunya adalah mengggeser rekapitulasi suara yang semestinya dilakukan pada 18 April, menjadi 22 April.

“Untuk menghormati pemilih yang sekaligus umat nasrani yang sedang beribadah, maka hasil rekapilutasi yang semula dilakukan tanggal 18 April hingga 4 Mei kami geser ke 22 April sehingga warga tidak terganggu aktivitas pemilu dan penyelenggara kami bisa beribadah sejak Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Santo, dan Minggu Paskah,” jelas Kornel.

Kemudian, pihaknya juga melibatkan para pihak untuk menyampaikan kampanye-kampanye ajakan lagi kepada masyarakat dengan menggunakan corong-corong di kelurahan, di rumah-rumah ibadah, baik di gereja bagi umat Nasrani dan di masjid bagi umat Muslim, terkait penyesuaian ini.

“Kita ajak mereka lebih cepat, lebih pagi untuk menggunakan hak pilih baru melaksanakan ibadah,” paparnya.

Diakui Kornel, beberapa lokasi TPS beririsan dengan rute jalur utama prosesi Jumat Agung yang sudah dipasangi tiang-tiang lilin. Namun, menurutnya, itu tidak akan menyulitkan akses warga yang akan menggunakan hak pilihnya.

“Ada dari mereka yang tinggal di sebelah jalan, TPS-nya berada di seberang jalan, dan beliau ke TPS harus melalui area tikam turo, tapi itu sudah terkomunikasi, meskipun sedikit sulit, tapi dia punya akses ke TPS itu,” kata Kornel.

Sedangkan penghitungan suara tetap dilakukan pada 17 April, setelah pemungutan suara selesai.

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) baru-baru ini yang memperpanjang durasi penghitungan suara hingga Kamis (18/04) pukul 12.00 menurut Kornelis, memberikan ruang bagi pihaknya jika proses penghitungan suara di TPS belum selesai pada tanggal itu.

Don Andreas Martinus DVG, Keturunan Raja Larantuka yang juga Ketua Confraria da Rainha Rosari, sebuah persekutuan umat Katolik beranggotakan para lelaki kepala keluarga yang membawakan doa pembukaan kegiatan prosesi Jumat Agung, mempersilakan anggotanya yang menjadi petugas pengawas pemilu untuk mengemban tugas selama pemilu berlangsung.

“Jadi tidak ada pertentangan kewajiban sebagai warga negara dan sebagai anggota confraria,” kata dia.

Sementara itu, Bupati Flores Timur mengatakan keamanan selama pelaksanaan dua pesta besar di Larantuka menjadi perhatian pemerintah daerah. Tambahan 200 personel dari TNI dan Polri dikerahkan untuk mengamankan dua hajatan besar itu.

“Kita memperkuat linmas di semua desa dan koordinasi dengan pihak kepolisian dan tentara TNI supaya bisa menjaga ini dengan baik, sehingga ada tambahan dari pihak kepolisian dan TNI ketika pelaksanaan Semana Santa dan pemilu,” jelas Anton.

Kapolres Flores Timur, AKBP Deny Abrahams, mengatakan pihaknya mengerahkan 357 personel untuk melakukan pengamanan pemilu serentak dan perayaan Semana Santa. Pengamanan ini mencakup Larantuka, Pulau Adonara dan Pulau Solor.

Kemungkinan golput bertambah?

Meski sudah dilakukan penyesuaian, namun Ketua KPU Flores Timur Kornelis Arung mengaku bahwa pihaknya mencemaskan partisipasi pemilih dalam pemilu 2017, khususnya di 92 TPS di Larantuka.

Karena berdasar survei yang dilakukan KPU Flores Timur, lebih banyak pemilih yang memilih untuk beribadah ketimbang menggunakan hak pilih.

“Untuk mengantisipasi itu, kami sebarkan 50 relawan kami yang menyasar komunitas-komunitas untuk mengajak warga meluangkan waktu sekejab untuk ke TPS dulu, baru kemudian melanjutkan aktivitas ibadah,” ujar Kornel.

Dia menargetkan partisipasi pemilih sesuai dengan target yang ditetapkan nasional, yakni 77,5%.

“Kami optimis mencapai itu karena daftar pemilih relatif lebih bersih dari pemilu-pemilu sebelumnya,” kata dia.

Adapun jumlah DPT di Kabupaten Flores Timur mencapai 158.680, sementara jumlah pemilih di Larantuka sekitar 23.000 orang.

Imbauan untuk menggunakan hak pilih juga digaungkan oleh Romo Edi Saban, pemimpin misa Minggu Palma (14/04), yang mengawali pekan suci Paskah. Dia mewajibkan umat untuk pergi ke TPS pada hari pencoblosan.

“Wajib pergi ke TPS. Suara kita adalah suara Tuhan. Suara kita adalah membawa keselamatan. Keselamatan bangsa, keselamatan negeri, keselamatan kita masing-masing di dunia ini tergantung pada suara kita yang kita berikan di TPS pada hari itu,” ujar Romo Edy.

Uskup Larantuka Fransiskus Kopong Kung pun mengajak seluruh umat untuk menyukseskan pelaksanaan pilpres dan pileg sebagai warga negara dan bangsa yang baik, sekaligus menjalankan iman dengan baik.

“Tidak boleh ada yang golput, karena suara anda menentukan nasib bangsa ini. Suara Anda berharga, suara Anda penting,” tegasnya.

“Laksanakan hak pilih dengan baik,sudah itu sore hari datanglah ke gereja,” imbaunya.

Betapapun, tidak semua warga gamang dengan pemilu yang digelar bersamaan dengan tradisi agama.

Salah satu warga Larantuka yang juga umat Katolik, Elizabeth Penidan berkukuh dirinya akan menggunakan hak pilihnya.

“Saya merasa suara saya juga berharga jadi saya harus menggunakan suara saya. Tidak boleh golput, karena kalau nanti golput suara torang akan disalahgunakan,” cetus Elizabeth.
sumber: bbc
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

PEMILU 2019: KETIKA POLISI MENANGKAP DEMONSTRAN PENGANJUR GOLPUT

Polisi mengatakan golput atau orang yang tak memilih melanggar Undang-Undang Pemilu dan dapat dipidanakan namun ahli hukum menyanggahnya.

Pada Senin (15/04) di Denpasar, Bali, terjadi penangkapan sekelompok mahasiswa Papua yang mengajak masyarakat untuk tidak memilih alias golput.

Di hari yang sama di Majene, Sulawesi Barat, sekumpulan mahasiswa diamankan polisi karena melakukan deklarasi golput.

Kepolisian mengatakan aksi mereka yang menganjurkan agar orang bersikap golput melanggar hukum pidana.

“Kalau mengajak golput itu berarti melanggar UU No. 7 Tahun 2017 Pasal 510,” papar juru bicara Polri, Dedi Prasetyo.

Pasal 510 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum menyebutkan bahwa “setiap orang yang dengan sengaja menyebabkan orang lain kehilangan hak pilihnya dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta.”

Akan tetapi, Bivitri Susanti, ahli hukum tata negara dan salah satu pendiri Pusat Studi Hukum dan Kebijakan, berpendapat bahwa penggunaan pasal tersebut tidaklah tepat.

“Sebenarnya yang diatur dalam UU Pemilu itu kalau kita menghalang-halangi secara aktif, misalnya ada orang mau jalan ke TPS mau memilih, terus kita kejar dia, kita cegat dia supaya dia nggak bisa milih,” jelas Bivitri.

“Kalau sekedar mengatakan saya golput atau bahkan mengatakan “mari kita golput” pun sebenarnya tidak masuk ranah pidana pemilu,” tambahnya.

Namun jubir Polri, Dedi Prasetyo, menyanggah pendapat tersebut. Dia menegaskan bahwa “mengajak orang golput sama dengan mengajak orang tidak menyampaikan hak pilihnya dong.”

Kepolisian sendiri aktif menyampaikan pesan untuk tidak golput baik di spanduk-spanduk maupun di media sosial—sesuatu yang dipandang Bivitri sebagai sesuatu yang tidak wajar.

“Sebenarnya itu bukan tugas polisi. Kalau konteksnya pemilu yang melakukan penyelenggaraan itu KPU, yang pengawasan Bawaslu. Polisi apakah ada wewenangnya? Ada juga, namanya Sentra Penegakan Hukum Terpadu, tapi itu dalam konteks pidana pemilu. Pertanyaannya adalah golput itu adalah pidana pemilu atau bukan?” ungkap Bivitri.

Pengacara publik LBH Jakarta, Arif Maulana, mengatakan bahwa golput adalah salah satu bentuk ekpresi politik dan merupakan hak warga negara.

“Opsi untuk tidak memilih adalah pilihan dan ini adalah bagian dari ekpresi kedaulatan rakyat. Hari ini, rakyat melihat tidak hanya pimpinan politiknya yang tidak beres, tapi juga sistem politik yang harusnya menjamin prinsip-prinsip demokrasi, menjamin persamaan di muka hukum, persamaan ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat, bagi rakyat, itu tidak ada,” katanya.

Sikap golput, ujarnya. dilindungi oleh Konvensi Internasional tentang Hak Sipil dan Politik (ICCPR), UUD 1945, dan Undang-Undang Hak Asasi Manusia (HAM).

Sedang Dedi Prasetyo menegaskan bahwa apa yang dilakukan kepolisian adalah bentuk “sosialisasi ke masyarakat”.

“Membantu tugas KPU tapi yang paling dominan untuk melakukan sosialisasi adalah KPU, cuman KPU kan terbatas orangnya,” ujar Dedi.

“KPU juga sudah ada MoU dengan kepolisian, selain membantu sosialisasi juga membantu pendistribusian seluruh logistik sampai ke TPS-TPS.”
sumber: bbc
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

PEMILU 2019: PARTISIPASI PEMILIH PAPUA DITARGETKAN TINGGI MESKI PERSIAPAN PEMILU DIKRITIK SERBA MENDADAK

Tingkat partisipasi pemilih Papua, termasuk di kalangan korban banjir bandang di Sentani, Jayapura, ditargetkan mencapai 80%. Namun beberapa panitia pemungutan suara di kawasan bencana itu mengeluhkan logistik yang datang mepet jelang hari pencoblosan.

Kurang dari 24 jam sebelum pencoblosan, Selasa (16/04), enam orang panitia pemungutan suara (PPS) di TPS 43 Kelurahan Hinekombe, Jayapura, Papua, sibuk melipat surat undangan alias C6.

TPS itu berada di Sanggar Kegiatan Belajar, di Jalan Raya Sentani-Kemiri, salah satu pengungsian untuk ribuan warga Distrik Sentani yang menjadi korban banjir bandang, Maret lalu.

PPS di pengungsian tersebut berpacu dengan waktu karena surat undangan memilih harus sampai ke tangan pemegang hak suara sebelum tengah malam.

Ketua PPS 43, Musa Suwebu, menyebut persiapan pencoblosan di TPS yang dipimpinnya serba mendadak. Surat undangan memilih misalnya, baru datang sehari sebelum hari pemungutan suara.

TPS 43, kata Musa, bahkan terancam didirikan di lorong gedung pengungsian karena mereka kehabisan tenda sewaan.

“Saya merasa tugas sebagai ketua PPS kali ini berat sekali. Persiapan sangat mendadak. Belum lagi kondisi kami baru saja terkena bencana,” ujarnya.

“Kami belum siap, tapi apa boleh buat, ini harus kami jalankan. Kami tidak bisa ikuti denah TPS yang diatur KPU, hanya menyesuaikan tempat yang ada saja,” kata Musa.

Pemilih di TPS 43 Hinekombe berjumlah 282 orang. Setengah dari jumlah itu, termasuk Musa, adalah pengungsi banjir Sentani.

Menurut data yang dicatat Polda Papua, jumlah pengungsi bencana itu mencapai lebih dari 11 ribu orang. Mereka tersebar ke berbagai titik pengungsian.

Satu bulan setelah banjir, Musa dan korban banjir lain di kawasan Doyo maupun Kemiri masih bertahan di pengungsian. Permukiman mereka hancur lebur dihantam banjir dan material yang mengalir dari Pegunungan Cyclop.

Sementara itu, sebagian pengungsi memutuskan kembali ke rumah, karena kerusakan yang tidak masif maupun untuk menjaga harta benda.

Salah satu pengungsi yang sudah pulang itu adalah Jemmy Kodongan. Namun, warga BTN Sosial ini kebingungan karena belum kunjung menerima surat undangan memilih.

Jemmy berkata, lapangan dekat rumahnya yang biasa menjadi lokasi TPS kini tertutup pasir dan material banjir. Tak ada tanda-tanda KPU membuka TPS di lokasi lain di permukimannya, kata Jemmy.

“Saya tinggal di sini sejak 1996, tapi baru kali ini belum dapat undangan sampai H-1, mungkin karena pengurus RT dan RT tidak ada.”

“Sampai saat ini saya dan tetangga tidak tahu harus mencoblos di mana, tidak ada kejelasan,” ujar Jemmy.

Meski begitu, niat Jemmy untuk menggunakan hak suara tidak surut. “Saya punya e-KTP. Saya akan cari TPS terdekat,” ucapnya.

Saat dikonfirmasi, anggota KPU Papua, Melkianus Kambu, mengklaim telah mendata seluruh pemilih yang berada di pengungsian Sentani.

Melkianus mengatakan, sejak Maret lalu telah dibuat kesepakatan tentang lokasi TPS, baik di pengungsian dan permukiman yang tidak rusak parah akibat banjir.

“Persiapan sudah jalan. Kami harap partisipasi mereka tinggi karena mereka kan tetap tinggal di daerah itu, hanya beberapa yang pindah,” tutur Melkianus.

Satu hari jelang pencoblosan, pengiriman logistik dari tingkat distrik ke TPS masih terus berjalan di seluruh Papua. KPU Papua menyebut faktor alam merupakan salah satu kendala terbesar penyaluran prasarana pemungutan suara.

“Di wilayah pegunungan, cuacanya ekstrem. Kirim logistik dengan pesawat, tapi setelah siang, tidak bisa terbang karena cuaca selalu memburuk,” kata Melkianus.

“Daerah lain yang agak sulit adalah Memberamo Raya, sungai Memberamo sangat deras, tapi akhirnya petugas lapangan menumpang helikopter,” tuturnya.

KPU Papua menargetkan partisipasi pemilih dalam pemilu 2019 mencapai 80%. Jumlah daftar pemilih tetap di provinsi itu ada di angka 3.517.447 orang.

Menurut Melkianus, target itu bisa tercapai karena 12 dari 29 kabupaten/kota di Papua menerapkan sistem pemilihan ikat atau noken.

Mayoritas daerah di Papua yang menerapkan noken berada di kawasan pegunungan, antara lain Jayawijaya, Nduga, Yahukumio, Puncak Jaya, dan Paniai.

Melkianus menuturkan, daerah pegunungan Papua yang menerapkan noken memiliki potensi konflik lebih tinggi dibandingkan kawasan pesisir.

Nduga, kabupaten di pegunungan Papua yang menjadi basis pertempuran militer dan kelompok bersenjata, masuk dalam salah satu daerah rawan konflik.

Menurut keterangan Melkianus, TPS di Nduga dipusatkan di pusat pemerintahan kabupaten dan perbatasan dengan kabupaten lain.

“Saya harap pemilihan di Nduga berjalan karena di sana menggunakan sistem noken,” kata Melkianus.

Di luar urusan logistik, dua pekan sebelum pemilu, KPU Papua dirundung masalah. Salah satu komisioner mereka, Tarwinto, dipecat Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, ia terbukti meminta uang haram sebesar Rp300 juta dalam proses pemilihan anggota KPU Kabupaten Lanny Jaya.
sumber: bbc
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

BAWASLU GAGALKAN SERANGAN FAJAR CALEG GERINDRA DI PEKANBARU

Jakarta, CNN Indonesia — Tim Satgas Politik Uang Pekanbaru membongkar dugaan praktik politik uang untuk serangan fajar seorang caleg DPR RI dari Partai Gerindra untuk daerah pemilihan (Dapil) Riau 2 berinisial DAN, Selasa (16/4).

Sebanyak empat orang diamankan dalam pengungkapan ini. Tim Satgas ikut mengamankan uang sebesar Rp506 juta. Pelaku dan barang bukti kemudian dibawa ke kantor Bawaslu Kota Pekanbaru.

Ketua Bawaslu Kota Pekanbaru Indra Khalid Nasution mengatakan tim berhasil mengamankan barang bukti berkat informasi dari masyarakat.

Berangkat dari info warga, Tim Gakkumdu Pekanbaru sekitar pukul 13.30 WIB bergerak ke hotel Prime Park Pekanbaru yang menjadi lokasi buruan.

“Di sana diamankan 4 orang terduga pelaku politik uang serangan fajar,” ujar Indra dalam konferensi pers yang didampingi Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto, Selasa (15/04).

Adapun pelaku yang diamankan berinisial FEI, SA, FA dan DAN. Total uang yang diamankan mencapai sekitar Rp506,4 juta.

Jumlah uang tersebut terbagi dalam tas ransel sebesar Rp380 juta, dalam 12 amplop putih sebesar Rp115,1 juta, serta di luar ransel sebesar Rp10,5 juta.

Selain uang, tim juga mengamankn enam unit telepon seluler.

Empat orang terduga pelaku beserta barang bukti telah dibawa ke Kantor Bawaslu Kota Pekanbaru untuk diproses lebih lanjut di sentra Gakkumdu Kota Pekanbaru.(bay/gil)
sumber: cnnindonesia.com
fb: Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment