BPBD SUMUT: PARA KORBAN BERADA DI ZONA TERLARANG

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, Asren Nasution menyebutkan korban yang terkena semburan awan panas dari erupsi Sinabung berada pada zona tidak aman dan sudah ditetapkan sebagai zona steril dari penduduk. Hal ini disampaikannya menyikapi munculnya beberapa korban akibat terkena awan panas Sinabung di Desa Suka Meriah, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, pagi tadi.

“Yang kena awan panas masuk radius terlarang,” katanya, Sabtu (1/2/2014).

Untuk mencegah munculnya korban serupa, BPBD menghimbau agar masyarakat tidak melanggar batas zona steril yang ditetapkan. Selain itu, pihaknya juga akan kembali mempertimbangkan proses pemulangan warga pengungsi serta berkoordinasi dengan pihak Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG).

“Untuk sementara pemulangan kita pertimbangkan sampai ada petunjuk dari PVMBG,” ujarnya.

Diketahui 3 orang warga terluka akibat terkena awan panas pagi tadi. Ketiganya saat ini dirawat di RS Efarina Etaham, Jalan Jamin Ginting, Berastagi akibat luka bakar pada sekujur tubuh.[rgu]
sumber : medanbagus

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

4 KORBAN TEWAS DIEVAKUASI KE RSU KABANJAHE

Camat Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Tony Sembiring menyebutkan 4 orang korban tewas terkena semburan awan panas dari Erupsi Sinabung sudah dievakuasi dari Desa Suka Meriah, Kecamatan Payung, Sabtu (1/2/2014) sore.

Keempatnya korban yang hingga saat ini belum diketahui identitasnya tersebut dievakuasi ke RSU Kabanjahe.

“Ada 4 yang sudah dievakuasi, identitasnya belum diketahui tapi kemungkinan bukan warga disini,” katanya melalui seluler.

Tony menyebutkan, saat ditemukan keempatnya sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Kondisi jenazah para korban sendiri ditemukan tergeletak dan diselimuti abu vulkanik.

“Kita belum bisa memastikan apakah mereka itu pendatang atau siap, namun dari pakaiannya berbeda dengan warga disini,” ujarnya.

Diketahui, awan panas dari erupsi Sinabung memakan korban jiwa siang tadi. 3 orang terluka dan 4 lainnya tewas dalam peristiwa ini. Mereka terkena awan panas saat berada di Desa Suka Meriah yang hanya berjarak 3 kilometer dari puncak Sinabung dan masuk zona berbahaya. [rgu]
sumber : medanbagus

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

4 KORBAN TEWAS MEMAKAI SERAGAM SMK

Kepala Posko Penanggulangan Bencana Sinabung yang juga menjabat Sekda Kabupaten Karo, dr. Sabrina Tarigan menyebutkan 4 korban tewas terkena awan panas Sinabung yang sudah dievakuasi ke RSU Kabanjahe, menggunakan seragam salah satu SMK di Berastagi. Namun, hingga saat ini mereka belum berhasil mengungkap identitas masing-masing. Untuk memudahkannya, petugas memanggil beberapa siswa dari SMK dan guru dari SMK tersebut. “Sampai saat ini kita masih menunggu beberapa guru mereka dan juga siswa, keempat korban laki-laki,” katanya sesaat lalu, Sabtu (1/2/2014). Ditanya mengenai masuknya warga dalam zona berbahaya, Sabrina mengaku hal tersebut diluar perkiraan. Sebab, hingga saat ini mereka terus menyampaikan himbauan agar masyarakat tidak memasuki zona berbahaya yang ditetapkan yakni radius kurang dari 5 kilometer. “Kita nggak habis pikir kenapa mereka masih masuk disana, padahal itu daerah steril,” ujarnya. Sejauh ini awan panas Sinabung sudah memakan 17 korban. 14 Diantaranya dilaporkan meninggal dunia sedangkan 3 warga lainnya mengalami luka dan dirawat di RSU Efarina Etaham. [rgu] sumber : medanbagus

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

MURRY “KOES PLUS” MENINGGAL DUNIA

Jakarta (ANTARA News) – Pemain drum band Koes Plus, Kasmuri atau Murry, meninggal dunia pada Sabtu (1/2).

“Meninggal dunia sekitar jam 05.00 tadi pagi,” kata adik ipar almarhum, Yana, saat dikonfirmasi Antara di Jakarta, Sabtu.

Yana menuturkan, Murry terlihat sehat dan baik-baik saja sebelum meninggal. Murry juga tidak mengeluh sakit, bahkan beberapa hari sebelumnya sempat bermain musik hingga ke Pekalongan.

“Jam 04.30 WIB dia masih minta anaknya untuk mematikan AC karena dingin. Setelah dibaluri minyak kayu putih dan diselimuti, ia tidur dan sempat batuk-batuk, lalu langsung saja meninggal,” tuturnya.

Murry sempat dibawa ke Rumah Sakit Permata, Bekasi. Namun nyawanya sudah tidak tertolong.

Jenazah Murry disemayamkan di rumah duka di Perumahan Kranggan Permai Jalan Cempaka 1, Kecamatan Jati Sampurna, Bekasi, Jawa Barat.

Jenazah rencananya dikebumikan di Taman Pemakaman Umum Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, usai shalat Dzuhur sekira pukul 12.00 WIB.

Kasmuri atau Murry lahir di Jember, Jawa Timur, pada 19 Juni 1949. Ia merupakan satu-satunya personel grup musik Koes Plus yang bukan dari keluarga Koeswoyo.

Selain bermain musik, ia juga menciptakan lagu-lagu seperti “Pelangi”, “Doa Suciku”, “Bertemu dan Berpisah”, “Hidup Tanpa Cinta”, “Semanis Rayuanmu”, “Kau Bina Hidup Baru”, “Ayah dan Ibu”, “Bujangan”, “Pak Tani”, “Mobil Tua” dan “Cubit-cubitan”.(Ant)

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima | Leave a comment

PEMERINTAH WACANAKAN PEMULANGAN PENGUNGSI SINABUNG

Medan (ANTARA News) – Pemerintah mewacanakan akan memulangkan sejumlah 4.639 kepala keluarga atau 13.828 jiwa pengungsi erupsi Gunung Sinabung, Karo, Sumatera Utara, kalau kondisinya semakin membaik.

“Rencana pemulangan pengungsi dari 16 desa di luar radius lima kilometer dari Sinabung itu merupakan hasil rapat membahas kondisi Gunung Sinabung di mana hasil pengamatan kondisinya semakin membaik,” kata Gubernur Sumut, H.Gatot Pujo Nugroho di Medan, Kamis.

Wacana pemulangan pengungsi Sinabung diiungkapkan Kepala BNPB Syamsul Maarif yang mengacu pada perkembangan Gunung Sinabung dari hari ke hari yang semakin baik dan tenang.

Laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terakhir menyatakan bahwa radius lima kilometer dari gunung itu sudah aman.

“Tapi itu masih wacana dan melihat situasi dan harus disosialisasikan dulu,,” katanya.

Pemulangan warga itu juga baru akan dilakukan setelah infrastruktur desa sudah diperbaiki seperti jalan dari dan ke desa sudah bersih dan bisa dilalui serta aliran listrik PLN hidup.

“Kalau keadaan terus membaik, pemulangan juga akan dilakukan untuk pengungsi lainnya seperti radius tiga kilometer,” katanya.

Gubernur menegaskan, sejalan dengan program pengembalian pengungsi tentunya Pemerintah melakukan berbagai kebijakan mulai dari pemberian benih dan alat pertanian hingga “cash for work” (padat karya) sebesar Rp50.000 per hari

Untuk bantuan ke siswa akan diberikan beasiswa sebesar Rp1 juta untuk siswa SD, Rp1,5 juta bagi siswa SMP sederajat dan Rp2 juta (SMU) serta universitas Rp2,1 juta per semester.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendrasto, menyebutkan, erupsi yang disertai awan panas Sinabung yang besar terjadi pada tanggal 11 dan 16 Januari 2014 untuk kemudian berangsur berkurang jumlahnya hingga saat ini.

Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental serta potensi ancaman bahaya Gunung Sinabung, status kegiatan Gunung Sinabung masih tetap AWAS (Level IV).

Potensi bahaya saat ini dan yang akan datang adalah erupsi masih berpotensi terjadi, yang menghasilkan material berukuran abu (hujan abu lebat) sampai lapili (berukuran 2-6 centimeter) yang ancamannya dapat mencapai radius lima kilometer.(Ant)

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

KORBAN AWAN PANAS SINABUNG BUKAN REPOTER TVONE

Medan (ANTARA News) – Biro TVOne Medan mengklarifikasi jika Rizal Sahputra yang tewas akibat awan panas dari Gunung Sinabung tidak lagi tercatat sebaga reporter stasiun televisi nasional itu.

Kepala Biro TVOne Medan Linova Rifianty yang dihubungi Sabtu malam, mengatakan, Rizal Sahputra telah lama keluar dari perusahaan pers tersebut.

“Sudah tidak lagi (menjadi reporter TVOne) sejak tahun 2011,” katanya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho juga meralat keterangannya mengenai identitas korban.

Menurut Sutopo, Rizal Sahputra bukan lagi berstatus reporter TVOne karena sudah pindah ke media cetak di Medan yakni Jurnal Sumut.

Pihaknya mengungkapkan permohonan maaf atas kekhilafan atau kesalahan identifikasi petugas terhadap identitas korban.

Hingga Sabtu malam, BNPB mencatat adanya 11 korban tewas akibat terkena awan panas yang keluar dalam erupsi Gunung Sinabung. (Data lain menyebutkan 14 orang tewas).

Ke-11 korban tewas itu adalah Alexander Sembiring (pelajar) Daud Surbakti (pelajar), Dipa Nusantara (pelajar), David (pelajar), Mahal Sembiring (guru honor SD Desa Gurukinayan), Teken Sembiring, dan Santun Siregar (mahasiswa),Vitriani Boru Napitupulu, Asran Lubis, Marudut Barisan Sihite (mahasiswa), dan Rizal Sahputra yang merupakan wartawan Jurnal Sumut.

Adapun korban luka-luka akibat awan panas ada tiga orang yakni Sehat Sembiring (48) dan anaknya Surya Sembiring (21) warga Kabanjahe yang akan ziarah ke Desa Suka Meriah ataudi 2,7 km dari kawah Gunung Sinabung.

Sedangkan satu lagi Doni Milala (60) warga Desa Sukameriah yang sedang menengok kondisi rumahnya setelah ditinggal mengungsi.(Ant)

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

DELAPAN WARGA TEWAS KENA AWAN PANAS SINABUNG

Medan (ANTARA News) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menemukan adanya delapan warga di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), tewas akibat terkena awas panas dari erupsi Gunung Sinabung, Sabtu.

Dalam pesan singkat yang diterima di Medan, Sabtu sore, Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa empat korban tewas tersebut telah diketahui identitas dari pemeriksaan yang dilakukan.

Sedangkan, empat korban tewas lainnya masih dalam proses identifikasi di Rumah Sakit Umum (RSU) Kabanjahe, Kabupaten Karo.

Empat korban tewas dikenali adalah Alexander Sembiring, Daud Surbakti, Dipa Nusantara, dan David yang keseluruhannya berstatus pelajar SMA Berastagi.

Dalam peristiwa tersebut, korban sedang jalan-jalan untuk melihat perkembangan Gunung Sinabung di Desa Suka Meriah.

Namun, mereka menjadi korban saat kawasan Desa Suka Meriah yang beradius tiga kilometer dari Gunung Sinabung dilintasi awan panas.

BNPB memperkirakan jumlah korban akibat awan panas di desa tersebut masih ada, tetapi belum dapat dievakuasi, karena Desa Suka Meriah masih berpotensi dilintasi awan panas dari proses erupsi Gunung Sinabung.

“Tim SAR gabungan untuk sementara belum dapat mengevakuasi korban. PVMBG menyatakan bahwa susulan awan panas masih berpotensi terjadi sehingga evakuasi dihentikan,” katanya.

BNPB menyesalkan adanya warga yang tetap masuk dalam radius lima kilometer dari Gunung Sinabung yang masih memiliki kerawanan.

Apalagi, BNPB bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) maupun tim pencari dan penyelamat (search and rescue/SAR) bersama aparat keamanan senantiasa memberikan peringatan bahaya status Gunung Sinabung.

Selain itu, ia menambahkan, satuan tugas (satgas) penanganan erupsi Gunung Sinabung telah banyak memasang rambu-rambu berisi larangan, termasuk sosialisasi dan penempatan petugas di jalan masuk kawasan bencana.(Ant)

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

EVAKUASI KORBAN SINABUNG DIHENTIKAN SEMENTARA

Medan (ANTARA News) – Evakuasi korban awan panas Gunung Sinabung di Desa Sukameriah, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Sumut akan dilanjutkan Minggu (2/2) oleh Tim Pencarian dan Penyelamatan yang dibantu relawan.

“Pencaharian dan evakuasi terhadap korban hari ini Sabtu sore (1/2) terpaksa dihentikan sementara mengingat cuaca di tempat kejadian perkara (TKP) tidak mendukung,” kata Koordinator Media Center Penanggulangan Bencana Sinabung Posko Kabanjahe, Jhonson Tarigan dihubungi Antara dari Medan,Sabtu.

Satgas BPBD Karo, Tim SAR yang dibantu masyarakat, menurut dia, berhasil mengevakuasi 14 korban semburan awan panas yang meninggal dunia ke RSU Kabanjahe.

“Sampai saat ini, petugas RSU Kabanjahe telah mengindentifikasi 11 orang dari jumlah 14 korban bencana alam awan panas akibat erupsi Gunung Sinabung, Sabtu siang,” ucap Jhonson.

Dia menjelaskan, mengenai nama-nama korban awan panas tersebut, belum diperoleh secara resmi dari RSU Kabanjahe.

Namun, katanya, dari 14 korban yang meninggal dunia, tiga orang terdapat pelajar SMK di Kabanjahe, warga Sukameriah, mahasiswa dari Aceh dan Medan, serta lainnya.

“Kita belum memperoleh data yang akurat mengenai nama-nama korban yang tewas akibat terjangan awan panas Gunung Sinabung,” kata Humas Pemkab Karo.

Tiga luka bakar

Sementara itu, tiga warga mengalami luka bakar serius terkena awan panas Gunung Sinabung yang mengalami erupsi, masih dirawat intensif di Rumah Sakit Efarina Etaham, Kabanjahe,

Ketiga warga itu, Doni Milala (60), sehat Sembiring (48) dan anaknya Surya Sembiring (21).

Doni Milala adalah penduduk Desa Sukameriah, Kecamatan Payung yang selama ini mengungsi di Posko Penampungan, Kabanjahe.

Doni Milala sengaja pulang ke kampung halamannya di Desa Sukameriah untuk melihat rumahnya yang sudah lama ditinggalkan akibat erupsi Gunung Sinabung

Sedangkan dua warga lainnya adalah Sehat Sembiring dan Surya Sembiring yang tinggal di Kabanjahe, pada hari naas tersebut pulang ke Desa Sukameriah untuk ziarah.

Desa Sukameriah yang berada di bagian atas, hanya berjarak 2,7 kilometer dari kawah Sinabung yang mengalami erupsi itu.

Desa Sukameriah, termasuk daerah yang tidak aman dari pengaruh erupsi Gunung Sinabung, dan direkomendasikan oleh Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi untuk memindahkan penduduknya ke lokasi penampungan di Kabanjahe.

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi meningkatkan status Gunung Sinabung dari level “Siaga” menjadi “Awas” terhitung mulai Minggu, (24/11) sekitar pukul 10.00 WIB.

Status Awas tersebut berpotensi menyebabkan semakin meluasnya lontaran material berukuran 3-4 cm yang jaraknya diperkirakan mampu mencapai 4 km sehingga masyarakat yang bermukim dalam radius 5 Km dari kawah Gunung Sinabung direkomendasikan untuk diungsikan.(Ant)

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

BNPB: 14 TEWAS TEWAS AKIBAT ERUPSI SINABUNG

Medan (ANTARA News) – Jumlah korban tewas terkena awan panas dari erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), mencapai 14 orang, demikian laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu malam.

“Tewas 14 orang, luka-luka tiga orang,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan singkatnya.

Menurut Sutopo, pihaknya telah berhasil mengidentifikasi korban tewas dan luka akibat terkena awan panas dari Gunung Sinabung yang terjadi pada Sabtu pukul 10.30 WIB tersebut.

Sebanyak 14 korban tewas itu adalah Alexander Sembiring (pelajar), Daud Surbakti (pelajar), Dipa Nusantara (pelajar), David (pelajar), dan Mahal Sembiring (guru honor SD Desa Gurukinayan), Teken Sembiring, dan Santun Siregar (mahasiswa).

Kemudian, Fitriani Boru Napitupulu, Asran Lubis, dan Marudut Barisan Sihite (mahasiswa), Rizal Sahputra (wartawan Jurnal Sumut), Daniel Siagian (mahasiswa), Julpiandi Mori (mahasiswa), dan Tomas Lakae.

Adapun korban luka-luka akibat awan panas ada tiga orang, yakni Sehat Sembiring (48) dan anaknya Surya Sembiring (21) warga Kabanjahe yang akan ziarah ke Desa Suka Meriah ataudi 2,7 km dari kawah Gunung Sinabung.

Sedangkan, menurut dia, satu lagi Doni Milala (60) warga Desa Sukameriah yang sedang menengok kondisi rumahnya setelah ditinggal mengungsi.

Seluruh korban yang tewas dan luka-luka tersebut terkena sapuan awan panas di Desa Suka Meriah yang hanya berjarak dalam radius sekira tiga kilometer dari Gunung Sinabung.

Tim pencari dan penyelamat (search and rescue/SAR) gabungan dan satuan tugas penanganan erupsi Gunung Sinabung akan melanjutkan proses evakuasi korban pada Minggu (2/2), ujarnya menambahkan.(Ant)

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

KORBAN TEWAS TERKENA AWAN PANAS SINABUNG JADI 14 ORANG

Medan (ANTARA News) – Empat belas warga Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Sabtu siang, dilaporkan tewas terkena awan panas Gunung Sinabung dan telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Kabanjahe untuk diidentifikasi.

Koordinator Media Center Penanggulangan Bencana Sinabung Posko Kabanjahe, Jhonson Tarigan ketika dihubungi Antara dari Medan, mengatakan ke-14 warga tersebut dalam keadaan terbakar akibat semburan awan panas di Desa Sukameriah, Kecamatan Payung.

Bahkan, menurut dia, hingga pukul 19.00 WIB, dari 14 jumlah korban yang meninggal dunia, dan diperkirakan delapan sudah terinditifikasi petugas dari RSU Kabanjahe.

“Namun sampai saat ini, kedelapan nama-nama jenazah yang telah terindifikasi belum diperoleh dari petugas RSU Kabanjahe,” ujarnya.

Jhonson mengatakan, dari 14 korban awan panas tersebut, beberapa diantaranya, tiga pelajar SMK Kabanjahe, mahasiswa asal Kutacane, Aceh, Guru SD, warga Desa Sukameriah dan warga Medan.

“Sampai saat ini, ke-14 jenazah korban awan panas Sinabung masih berada di RSU Kabanjahe,” ucap Kabag Humas Pemkab Karo.

Tiga luka serius

Sementara tiga warga mengalami luka bakar serius terkena awan panas Gunung Sinabung yang mengalami erupsi, masih dirawat intensif di Rumah Sakit Efarina Etaham, Kabanjahe.

Ketiga warga itu, Doni Milala (60), sehat Sembiring (48) dan anaknya Surya Sembiring (21). Doni Milala adalah penduduk Desa Sukameriah, Kecamatan Payung yang selama ini mengungsi di Posko Penampungan, Kabanjahe.

Doni Milala sengaja pulang ke kampung halamannya di Desa Sukameriah untuk melihat rumahnya yang sudah lama ditinggalkan akibat erupsi Gunung Sinabung

Sedangkan dua warga lainnya adalah Sehat Sembiring dan Surya Sembiring yang tinggal di Kabanjahe, pada hari nahas tersebut pulang ke Desa Sukameriah untuk ziarah.

Desa Sukameriah yang berada di bagian atas, hanya berjarak 2,7 kilometer dari kawah Sinabung yang mengalami erupsi itu.

Desa Sukameriah, termasuk daerah yang tidak aman dari pengaruh erupsi Gunung Sinabung, dan direkomendasikan oleh Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi untuk memindahkan penduduknya ke lokasi penampungan di Kabanjahe.

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi meningkatkan status Gunung Sinabung dari level “Siaga” menjadi “Awas” terhitung mulai Minggu, (24/11) sekitar pukul 10.00 WIB.

Status Awas tersebut berpotensi menyebabkan semakin meluasnya lontaran material berukuran 3-4 cm yang jaraknya diperkirakan mampu mencapai 4 km sehingga masyarakat yang bermukim dalam radius 5 Km dari kawah Gunung Sinabung direkomendasikan untuk diungsikan.(Ant)
sinabungjaya.com

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment