PESTA SABU DIGEREBEK, NINJA ACUNGKAN KLEWANG KE POLISI

SUMUTPOS.CO– Saat menggerebek pesta sabu, seorang polisi dianiaya abang beradik. Selain dianiaya, korban dan timnya dari Polsek Binjai Utara, Sumut,  juga nyaris dibakar kedua pelaku.

Peristiwa yang menggemparkan warga Jl. Anggrek, Lingkungan I, Kel. Pahlawan, Kec. Binjai Utara ini terjadi Rabu (27/11) siang.

Aksi penganiayaan ini dilakoni abang beradik, yakni Ninja (24) dan Erwin (32), dengan cara mengacungkan klewang serta menyiramkan bensin ke arah polisi. Perlawanan itu sempat membuat penegak hukum itu mundur.

Info yang dihimpun Sumut Pos (grup sumutpos.co) di lokasi, kenekatan abang adik ini terjadi ketika puluhan personel Polsek Binjai Utara melakukan penggerebekan ke rumah Ninja, sekitar pukul 12.30 WIB.

Dalam penggerebekan pertama yang sempat jadi tontonan warga ini, tim polisi dari Polsek Binjai Utara, mendapati barang bukti narkoba jenis sabu dan alat isapnya (bong) dari kamar tidur Ninja.

Sayangnya, polisi tak berhasil membawa Ninja ke komando karena melakukan perlawanan dibantu abangnya Erwin. Saat hendak diamankan, keduanya mengacungkan klewang dan menyiramkan bensin yang didapat dari warungnya ke arah petugas.

Menghindari hal yang tidak diinginkan, polisi memilih mundur dan tidak meladeni Ninja dan Erwin. Tapi dari lokasi kejadian itu, polisi menciduk tiga pria yang diduga terlibat dalam pesta sabu ini. Ketiga pria itu masing-masing P Sianipar (35) warga Jl. Mawar, Lingk. III, Kel. Pahlawan, Binjai Utara, Abu Rahman (30) warga Kwala Begumit, Kab. Langkat, SS, (22) warga Langkat.

Ketiga pria ini lalu diboyong ke Polsek Binjai Utara dengan barang bukti 2 alat isap sabu-sabu dan 6 plastik transparan dengan perincian 4 plastik bekas sabu-sabu, 1 plastik berisi sabu-sabu asli, 1 plastik berisi garam.

Karena sudah cukup bukti kuat, pihak Polsek Binjai Utara melakukan kordinasi dengan Polres Binjai dari Reskrim dan Sat Narkoba. Kemudian, sebanyak 12 personel Sat Narkoba Binjai dibantu 18 personel Reskrim serta 10 personel Sabhara Polres Binjai, bersama polisi Polsek Binjai Utara kembali menuju lokasi.

Pada penggrebekan kedua ini, kedua abang beradik ini masih juga melakukan perlawanan dengan melakukan pelemparan batu ke arah polisi. Akibatnya, satu personel polisi sempat terluka di tangannya.

Perlawanan kedua pelaku berakhir sesudah polisi berhasil membekuk mereka dengan waktu beberapa menit dalam kekuatan penuh. Mereka pun langsung digiring ke Polres Binjai, dikawal pasukan bersenjata laras panjang.

Penangkapan kedua bandar sabu-sabu ini sempat memacetkankan arus lalulintas di Jl. T Amir Hamzah, Kec. Binjai Utara dan Jl. Anggrek, Kec. Binjai Utara. Warga yang melintas di sekitar TKP, langsung berhenti karena ingin menyaksikan drama penangkapan kedua bandit yang sudah bolak-balik keluar masuk penjara itu.  SS yang ditemui di Polsek Binjai Utara mengaku hanya singgah di rumah Ninja. “Saya hanya singgah bang dan tidak tau apa-apa,” kata SS .

Sementara Sianipar juga  mengaku hanya mengantar minyak ke rumah Ninja. “Aku hanya ngantar minyak,” ujar PS sambil minta rokok. Sedangkan Abu Rahman mengaku sedang tidur di TKP. Hingga tadi malam, keterlibatan ketiga pria ini di TKP masih didalami polisi.

Kasat Narkoba Polres Binjai AKP PS Simbolon yang dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, keenam pria tersebut masih dimintai keterangannya. “Diprediksi, sabu tersebut milik Ninja. Sejauh ini, bagi kelima orang termaksud abangnya Erwin, yang kita amankan masih kita mintai keterang,” ujar Simbolon. (bam/deo)
sumber: sumutpos

Posted in Berita | Leave a comment

TIRTANADI SUPLAI AIR BERSIH KE PENGUNGSI SINABUNG

MEDAN (Berita): Meningkatnya status Gunung Sinabung dari Level 3 “Siaga” menjadi Level 4 “Awas” mengakibatkan jumlah masyarakat yang mengungsi semakin bertambah hingga radius 7 km.

Menurut Kepala Media Center Penanggulangan Bencana Gunung Sinabung Posko Kabanjahe : Jhonson Tarigan hingga saat ini jumlah pengungsi sebanyak 16.672 jiwa atau 5.603 KK dari 21 Desa.

Selain membutuhkan bantuan bahan makanan, Kepala Public Relation PDAM Tirtanadi Ir Amrun Kamis (28/11) mengatakan  pengungsi juga sangat membutuhkan fasilitas MCK (Mandi, Cuci dan Kakus) dan Air Bersih.

Hal ini terungkap pada saat kunjungan Wakil Ketua DPD RI : Kanjeng Ratu Hemas (Istri Raja Yogyakarta : Sri Sultan Hamengkubowono X), Anggota DPD RI asal Sumut : Drs. Rudolf M. Pardede, Parlindungan Purba, Prof Darmayanti Lubis Rabu (27/11).

Menyikapi hal tersebut, Direktur Operasi PDAM Tirtanadi, Mangindang Ritonga, SE, MM didampingi Kadiv. Public Relations dan Staffnya, Ir. Amrun dan Rahmat Takarina serta Kacab. Berastagi, Kasim Sebayang, S. Kom yang ikut mendampingi kunjungan anggota DPD RI tersebut mengatakan bahwa PDAM Tirtanadi  sebelumnya telah menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa bahan makanan dan keperluan lainnya melalui Badan Amil Zakat (BAZ) dan TIBEC Tirtanadi, dan sejak tanggal 27 November 2013, PDAM Tirtanadi telah mengirimkan 3 unit Mobil Tangki untuk mensupplay air bersih bagi pengungsi dan diterima langsung oleh Komandan Tanggap Darurat Gunung Sinabung yang juga Dandim 0203/TK, Letkol. Kav. Prince Meyer Putong.

“Untuk keperluan air bersih bagi pengungsi, PDAM Tirtanadi mengirimkan 3 unit Mobil Tangki dengan kapasitas masing masing 4000, 3000 dan 3000 meter kubik beserta personil yang mengoperasikannya”, kata Mangindang Ritonga, SE, MM.

Mangindang Ritonga yang terjun langsung memantau pengiriman mobil tangki dilokasi pengungsi menambahkan bahwa Mobil Tangki tersebut akan disiagakan dilokasi pengungsian selama dibutuhkan. Mobil Tangki  tersebut setiap harinya akan mensupply air bersih bagi pengungsi yang tersebar di beberapa Posko pengungsian. (wie)
sumber: beritasore

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

PETANI SIMALUNGUN TIDAK SENGAJA DIUNTUNGKAN ERUPSI GUNUNG SINABUNG

Simalungun, Sumatera Utara (ANTARA News) – Erupsi Gunung Sinabung dalam dua pekan ini ternyata juga bisa memberikan keuntungan bagi petani di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Pedagang sayur mayur dan buah dari Kota Medan, Tebingtinggi, Binjai, Langkat, yang selama ini mengambil komoditas holtikultura dari Kabanjahe dan Berastagi, beralih ke kabupaten ini.

“Kedatangan para pedagang dari berbagai daerah itu memberi keuntungan bagi kami dengan kenaikan harga sayuran dan buah,” kata Ramses Sitepu, petani di Kecamatan Saribudolok, Rabu.

Petani jeruk di Kecamatan Pamatang Raya Komin Damanik mengatakan kenaikan harga komoditas itu bervariasi antara 100 persen sampai hitungan Rp2.000 per kilogram.

Seperti, wortel dari Rp4.000 menjadi Rp8.000, sawi dari Rp2.000 menjadi Rp4.000, jeruk kualitas super dari Rp11.000 menjadi Rp13.000.

“Kenaikan ini akibat naiknya upah petik karena permintaan yang begitu banyak,” kata Damanik. (Ant)

 

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

GUNUNG SINABUNG MELETUS, MASIH BANYAK WARGA TAK MAU MENGUNGSI

Medan – Tingginya aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut), ternyata tidak membuat sebagian masyarakat di beberapa desa di sana, menjadi takut. Bahkan, banyak warga yang memilih bertahan di rumah dan tetap beraktivitas sebagai petani.

“Tiga tahun silam juga aktivitas gunung itu sangat tinggi. Kemudian aktivitas ini akhirnya menurun. Kami meyakini, aktivitas gunung yang sudah erupsi ratusan kali ini, akhirnya akan turun kembali,” ujar seorang warga asal Desa Tiga Nderket, Josua Sembiring kepada Suara Pembaruan, Kamis (28/11).

Sembiring mengaku tidak mengkhawatirkan kondisi aktivitas gunung merapi tersebut. Ia bersama keluarganya pun sudah mempersiapkan diri jika sampai terjadi letusan besar. Banyak pertimbangan dia bersama warga lainnya untuk memilih bertahan di desa itu.

Pertama, bertahan merupakan cara terbaik untuk menjaga rumah supaya isinya tidak dijarah maling. Kedua, menjaga dan memberi makan ternak. Ketiga, tinggal di rumah lebih tenang ketimbang hidup di tengah pengungsian. Sebab, selama mengungsi banyak kekurangan.

“Tiga tahun lalu kami sudah merasakan hidup di tengah pengungsian. Saat itu, kondisi Gunung Sinabung sama seperti yang sekarang ini. Hidup di pengungsian sangat menyedihkan, apalagi sampai kedinginan dan kelaparan saat tengah malam,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Elisa Ginting (40). Saat ditemui di Desa Temberun, ibu beranak tiga ini mengaku tidak nyaman selama berada di pengungsian. Meski memiliki kekhawatiran atas letusan gunung merapi yang berjarak sekitar 5 kilometer dari desanya, Elisa tetap memilih tidak mengungsi.

“Setiap hari ada aparat yang dilengkapi dengan sarana transportasi untuk mengevakuasi warga sebagai antisipasi jika terjadi letusan besar. Kami akan mengikuti mereka jika kemungkinan terburuk itu terjadi. Semoga, tidak terjadi letusan besar. Biar warga bisa kembali beraktivitas,” ujarnya.

Jumlah pengungsi Gunung Sinabung mencapai 17 ribu jiwa. Masyarakat yang mengungsi sudah meliputi 20 desa di Kabupaten Tanah Karo, yang lokasinya berjarak 5 kilometer dari Gunung Sinabung. Jumlah desa yang akan dikosongkan dipastikan akan bertambah jika aktivitas Gunung Sinabung semakin meningkat.

Pengungsi itu dari Desa Guru Kinayan, Desa Sukameriah, Desa Berastepu, Desa Bekerah, Desa Gamber, Desa Simacem, Desa Perbaji, Desa Mardinding, Desa Kuta Gugung, Desa Kuta Rakyat, Desa Sigarang-garang, Desa Sukanalu, Desa Temberun, Desa Kuta Mbaru, dan Desa Kuta Tonggal.

Selain itu, Desa Tiga Nderket, Desa Slandi, dan Dusun Sibintun serta Dusun Lau Kawar. Sedangkan desa yang berada di luar radius 5 km tetapi berada di arah bukaan kawah yang rawan lontaran material gunung adalah Desa Kuto Tengah, Kebayakan, Naman dan Kutambelin.

Seperti yang diketahui, setelah ratusan tahun tidak erupsi, Gunung Sinabung meletus di bulan Agustus 2010 lalu. Aktivitas gunung berapi ini pun kembali meningkat bulan September 2013. Letusan yang paling kuat melemparkan abu vulkanik mencapai 10.000 kilometer.
sumber : beritasatu

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

PEMERINTAH INGATKAN WARGA 7 KABUPATEN

[MEDAN] Pemerintah mengimbau masyarakat di tujuh kabupaten/kota untuk mewaspadai abu vulkanik letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut). Masyarakat yang menjadi korban letusan itu pun diminta menggunakan masker dan kacamata.

“Abu vulkanik sudah mulai menyebar ke berbagai daerah. Kami sudah menyurati tujuh kepala dinas kesehatan di kabupaten dan kota untuk mewaspadai dampak erupsi yang lebih besar lagi,” Kepala Dinas Kesehatan Sumut Raden Roro Siti Hatati Surjantini di Medan, Minggu (24/11).

Peringatan itu dikirimkan ke  Dinas Kesehatan di Kabupaten Dairi, Pakpak Bharat, Kota Medan, Langkat, Binjai, Deliserdang dan Serdang Bedagai.

Tujuh daerah itu yang belakangan ini terimbas erupsi Gunung Sinabung. Abu vulkanik letusan Gunung Sinabung masih menyelimuti daerah yang dimaksud.

Dia mengatakan, abu vulkanik yang sudah menyebar tersebut paling rentan mengganggu pernafasan. Abu ini pun paling rentan membawa penyakit terhadap anak – anak, khususya terhadap anak – anak pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung. Warga diminta dapat mengajari anaknya untuk tidak bermain di tempat terbuka.

“Hidup bersih harus diajarkan kepada seluruh anak – anak pengungsi. Misalnya, cuci tangan lebih dahulu sebelum makan. Anak – anak pengungsi korban bencana letusan Gunung Sinabung paling rentan terserang penyakit. Upaya antisipasi ini harus dilakukan untuk meminimalisir ancaman penyakit,” katanya.

“Kami menyarankan kepada seluruh masyarakat yang terimbas abu vulkanik letusan gunung merapi itu supaya menggunakan masker, kaca mata dan pakaian pelindung saat beraktivitas di luar rumah. Abu vulkanik bisa berdampak pada infeksi saluran pernafasan atas dan iritasi mata,” imbaunya.

Menurutnya, keluhan yang sudah muncul pascaerupsi Gunung Sinabung terdapat pada saluran pernafasan, iritasi selaput lendir mata dan sakit tenggorokan.

Masyarakat juga terserang batuk kering, batuk dahak dan lainnya. Oleh karena itu, dinas kesehatan sudah menyalurkan 180 ribu lembar masker ke masyarakat.

“Kami juga menyalurkan bantuan obat – obatan dan minuman buat masyarakat pengungsi di sana. Bantuan ini disalurkan secara periodik. Upaya ini kami lakukan supaya tidak terjadi wabah penyakit akibat erupsi Gunung Sinabung,” sebutnya. [155]
sumber: suarapembaruan

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

131 WARGA DESA KUTA BUNG, DESA KUA RAKYAT DAN DESA KEBAYAKEN MENGUNGSI DI BALAI DESA TELAGA KEC. SEI BINGEI LANGKAT

Langkat, Sumut (ANTARA News) – Sebanyak 131 warga Kabupaten Tanah Karo Sumatera Utara, kini mengungsi ke Kabupaten Langkat, akibat erupsi Gunung Sinabung, setelah melakukan perjalanan dari daerah mereka dengan melewati hutan, untuk menyelamatkan diri.

“Ada 131 warga Tanah Karo yang sekarang ini ditampung di tempat pengungsian yang ada di kecamatan Sei Bingei,” kata Kepala Wilayah Kecamatan Sei Bingei Akhyar di Se Bingei, Senin.

Mereka yang mengungsi ke kecamatan Sei Bingei Kabupaten Langkat itu berasal dari desa Kuta Bung, desa Kua Rakyat dan desa Kebayaken keamatan Naman Teran, katanya.

Akhyar juga menyampaikan kini mereka ditampung di Balai Desa Telaga Kecamatan Sei Bingei, selain itu ada juga yang ditampung di rumah keluarganya.

“Kita hanya menunggu sekarang ini pasca erupsi yang terjadi karena adanya peningkaan status Gunung Sinabung menjadi awas,” katanya.

Kepala Wilayah Kecamatan Sei Bingei yang wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Tanah Karo ini menjelaskan bahwa kemungkinan jumlah pengungsi akan semakin bertambah, melihat semakin aktifnya Gunung Sinabung melakukan erupsi.

“Warga setempat juga sudah diingatkan untuk berhati-hati terhadap erupsi yang kemungkinan sering terjadi, sekaligus agar warga menyiapkan masker karena abu Gunung Sinabung sudah juga sampai ke wilayah tersebut,” tuturnya.(Ant)

 

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

PENGUNGSI SINABUNG DI LANGKAT MULAI TERSERANG PENYAKIT

Sejumlah warga Karo yang mengungsi ke Kabupaten Langkat semalam pagi, mulai terserang berbagai penyakit, Selasa (26/11/2013). Sebagian besar pengungsi mengalami sesak nafas akibat tebalnya debu vulkanik yang menyerang desa mereka.

Kepala Puskesmas Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat, dr Sukardi  mengatakan, sebagian warga Tanah Karo yang mengungsi ke Desa Telaga, Kabupaten Langkat mengalami gangguan pada pernafasannya. Sebagaian lagi mengalami sakit perut dan mual-mual.

Sukardi melanjutkan, untuk anak-anak, banyak yang mengalami mencret akibat mengkonsumsi makanan yang kurang baik.

“Kami berharap pemerintah Tanah Karo mau memperhatikan warganya yang mengungsi ke Kabupaten langkat ini, agar mereka tidak terus terserang berbagai penyakit saat berada dipengungsiaan,” ujar Sukardi.

Dia juga berharap agar pemerintah segera memberikan bantuan obat-obatan demi menjaga kesehatan pengungsi.

“Stok obat-obatan kami terbatas, jadi kami minta kepada pemerintah supaya secepatnya memberikan bantuan obat-obatan,” terang Sukardi. [hen|ded]
sumber : medanbagus

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

PENGUNGSI SINABUNG DIRIKAN DAPUR UMUM

Ratusan pengungsi Sinabung yang berada di Desa Telaga, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat mulai mendirikan dapur umum, Selasa (26/11/2013).
Dapur umum ini didirikan untuk melakukan aktivitas masak memasak untuk kebutuhan makan ratusan pengungsian yang berada di Balai Desa Telaga.

“Kami mendirikan dapur umum ini untuk kebutuhan memasak makanan dan air minum untuk ratusan pengungsi,” jelas Helena br Ginting, warga Desa Kuta Rayat, Kabupaten Tanah Karo yang mengungsi ke Kabupaten Langkat.

Dari pantauan, terlihat puluhan pengungsi yang terdiri dari kaum ibu dan bapak mulai melakukan aktivitas masak-memasak di dapur umum yang didirikan pengungsi.

“Hari ini kami sudah mulai melakukan aktivitas masak-memasak di dapur umum untuk kebutuhan makan siang ratusan pengungsi,” ujar Helena.

Hingga saat ini, ratusan pengungsi belum juga menerima bantuan dari pemerintah Kabupaten Tanah Karo.

Sementara, warga hanya menerima bantuan dari warga sekitar Desa Telaga, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat. [hen|ded]
sumber : medanbagus

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

TANEH KARO, KEINDAHAN ALAMNYA MEMUKAU

Citizen, Taneh Karo: Mungkin Anda masih bertanya-tanya, dimana sebenarnya letak Taneh Karo. Akhir-akhir ini nama Taneh Karo sering kita dengar dari pemberitaan TV yang menyiarkan tentang meletusnya Gunung Sinabung. Meskipun demikian mari kita lihat apa aja sih yang ada di Taneh Karo ?

Taneh Karo merupakan sebuah kabupaten di Sumatera Utara. Ibu Kota Taneh Karo adalah Kabanjahe, yang berjarak sekitar 78 kilometer dari Kota Medan, ibu kota Sumatera Utara. Taneh Karo menjadi lebih terkenal ketika meletusnya Gunung Sinabung pada tahun 2010 dan hingga sampai saat ini, Gunung Sinabung yang memiliki tinggi 2.460 meter di atas permukaan laut itu, memang menjadi simbol keberadaan Taneh Karo selain Gunung Sibayak. Sinabung berada di tengah wilayah Kabupaten Karo. Gunung yang memiliki panorama indah itu, dapat ditatap dari hampir seluruh wilayah Tanah Karo.

Berastagi adalah kota lain di Taneh Karo yang sangat populer, termasuk di luar negeri. Kota tersebut telah lama menjadi kota wisata . Tidak hanya bagi wisatawan lokal, namun juga orang asing. Berastagi berjarak 78 km dari Kota Medan, yang dapat di tempuh dalam waktu sekitar 2 jam.

Begitu tiba di Berastagi, akan langsung terasa suasana khas alam pegunungan. Udara terasa dingin ketika menyentuh kulit. Mata dimanjakan oleh pemandangan hijaunya bukit-bukit dan bunga yang berwarna-warni. Hamparan ladang-ladang yang ditanami dengan berbagai jenis sayur-sayuran dan buah-buahan terlihat begitu keluar sedikit dari pusat kota.

Banyak objek wisata yang bisa dikunjungi saat berada di Berastagi. Ada Tahura, yang berupa hutan dengan pohon-pohon besar. Ada bukit Gundaling yang menawarkan keindahan pemandangan sebagian kecil alam Taneh Karo. Gunung Sinabung juga terlihat jelas dari lokasi ini. Ada juga Lau Debuk-debuk yang memberikan kesegaran mandi di kolam air panas. Atau, bila ingin sedikit tantangan, silahkan mendaki ke puncak Gunung Sibayak yang hanya butuh waktu sekitar dua-tiga jam.

Ada juga Danau Lau Kawar. Ini adalah sebuah danau yang terletak persis di kaki Gunung Sinabung. Dari Kabanjahe, dapat ditempuh dalam waktu setengah jam saja dengan kendaraan bermotor. Perjalanan ke Danau Lau Kawar akan melewati jalan yang naik-turun mengikuti kontur tanah. Jangan lupa untuk berpakaian tebal atau membawa jaket bila hendak jalan-jalan ke Danau Lau Kawar, karena udara di sana jauh lebih dingin daripada Berastagi.

Pemandangan sepanjang perjalanan sangat indah dan memanjakan mata. Selain tampak Gunung Sinabung, di kiri-kanan jalan akan tampak hamparan lahan pertanian milik penduduk setempat yang begitu hijau dan subur. Dari danau ini, hanya perlu perjalanan sekitar 3 jam untuk mencapai puncak Gunung Sinabung, sehingga gunung api itu terlihat hanya seperti sebuah gundukan bukit dari pinggir danau. Karena itu, para pendaki gunung sering berkemah dulu di sekitar danau sebelum mendaki gunung tertinggi di Sumatera Utara itu.

Selain tempat wisata anda juga dapat menikmati makanan Khas tanah karo. Pada malam hari, tepi jalan akan penuh dengan pedagang makanan yang menjajakan beragam kuliner khas Taneh Karo dengan harga yang terjangkau. Mampirlah ke rumah makan di sana, dan cicipi sejumlah kuliner khas Taneh Karo. Ada gulai ikan mas yang diarsik, cepera (daging ayam yang digulai dengan tepung jagung), atau tasak telu (daun singkong yang dipotong halus dan dicampur dengan daging ayam). Semua masakan khas Karo tersebut sangat lezat disantap karena dimasak dengan campuran beragam rempah-rempah yang cuma ada di sana. Selera makan Anda juga akan meningkat karena udara dingin pegunungan.

Nah, gimana? Tertarikkan untuk berkunjung ke Taneh Karo? Selain memiliki tempat wisata yang indah, ada makanan khas daerah juga loh. Buruan datang ke Taneh Karo, di jamin nggak bakalan nyesal deh. (Regina Silvia Ginting/kw)

Regina Silvia Ginting adalah pewarta warga.
sumber : liputan6

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Objek Wisata Karo, Informasi Untuk Kabupaten Karo, Jelajah Objek Wisata Karo | Leave a comment

JUMLAH PENGUNGSI GUNUNG SINABUNG MENJADI 16.721 ORANG

Liputan6.com, Jakarta : Hingga kini status awas di Gunung Sinabung masih diberlakukan. Ribuan pengungsi hingga kini juga belum dapat kembali ke pemukiman meski kemarin Gunung Sinabung tidak mengalami erupsi. Hingga kini jumlah pengungsi menjadi 16.721 jiwa atau 5.666 Kepala Keluarga yang ditempatkan di 30 pos penampungan.

“Jumlah pengungsi Gunung Sinabung sekarang 16.721 orang. Sejumlah pengungsi kembali lagi ke pos pengungsian setelah ditampung beberapa hari oleh keluarga mereka,” ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui pesan elektroniknya, Kamis (28/11/2013).

Sutopo menjelaskan, saat ini persediaan logistik masih cukup untuk 2 hari ke depan. “Stok sayuran ada 2 truk telah didistribusikan. Kebutuhan yang mendesak antara lain family kits, bahan bakar gas, transportasi anak-anak ke sekolah, MCK dan air bersih. Aktivitas Gunung Sinabung masih tinggi. Hembusan abu dan tremor berlangsung terus-menerus,” imbuh Sutopo.

Berikut sebaran 30 posko pengungsian ;
1. Losd Tiga Binanga 2402 jiwa(882 KK),
2. GBKP Payung 314 jiwa (89 KK),
3. Masjid Payung 111 jiwa (37 KK),
4. Zentrum Kabanjahe 420 jiwa (148 KK),
5. GBKP Simpang VI. 433 jiwa (148 KK),
6. Gd. Serbaguna KNPI 545 jiwa (151 KK),
7. Paroki Gereja Katolik 998 jiwa (402 KK),
8. Masjid agung Kabanjahe 614 jiwa (183 KK),
9. GBKP Kota Kabanjahe 882 jiwa (318 KK),
10. Klasis GBKP Kabanjahe 328 jiwa (120 KK),
11. GPDI NdokumSiroga Sp IV. 177 jiwa (67 KK),
12. GBKP Sp. Katepul, 239 jiwa (81 KK),
13. Masjid Istihqrar Berastagi 470 jiwa (145 KK),
14. GBKP Asr. Kodim kabanjahe 195 jiwa (65 KK),
15. Kantor Asap Kabanjahe 54 jiwa (18 KK),
16. GBKP Jl. Kota Kane 625 jiwa (171 KK),
17. Jambur D Natolu 1304 jiwa (330 KK),
18. Islamic Center 315 jiwa (84 KK),
19. Klasis GBKP Berastagi 260 jiwa (79 KK),
20. Losd Ds. Sempajaya 1420 jiwa (762 KK),
21. KWK Berastagi 474 jiwa (147),
22. UKA Kabanjahe 1651 jiwa (467 KK),
23. Losd tanjung Mbelang 366 jiwa (108 KK),
24. Losd Kaisar Ds. S Baru 290 jiwa (112 KK),
25. Losd Tanjung Pulo 711 jiwa (218 KK),
26. Losd Ds. Surbakti 407 jiwa (130 KK),
27. GBKP Kota Berastagi 105 jiwa (32 KK),
28. Ora Et Labora 186 jiwa (55 KK),
29. Paroki Gereja Katolik 245 jiwa (70 KK),
30. Losd Katepul 180 jiwa (47 KK).
(Rmn)
sumber : liputan6

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment