FPI DATANGI MAL SOSIALISASI FATWA MUI, RISMA: TIDAK BOLEH ADA PEMAKSAAN

Jakarta – Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menegaskan ormas dilarang melakukan sweeping salah satunya ke pusat perbelanjaan. Risma menyebut kedatangan FPI ke sejumlah mal di Surabaya memang untuk mensosialisasikan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), namun tidak boleh ada pemaksaan.

“Sebetulnya (FPI) nggak menggeledah itu. Dia melakukan (mendatangi mal, red) memang tidak ada izinnya, dia juga nggak berhak sebetulnya. Kebetulan saya kemarin itu sakit, jadi saya nggak bisa ngontrol. Kalau saya lihat filmnya (video) itu dia nggak masuk sama sekali ke mal. Dia tahu ya pasti akan berhadapan dengan saya kalau dia sampai seperti itu (masuk mal),” kata Risma saat diwawancarai usai mengikuti kegiatan di Mayapada Tower, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (19/12/2016).

Risma mengaku belum mengetahui fatwa MUI yang disosialisasikan ormas saat mendatangi sejumlah mal. Mengenai penggunaan atribut ormas, Risma menyebutnya sebagai hal wajar asalkan tidak ada upaya pemaksaan terhadap pihak mal.

“Ya menurut saya nggak apa-apa. Yang penting di situ tidak ada pemaksaan. Kalau ada pemaksaan itu yang nggak boleh. Meskipun saya maksa pun, saya agama Islam itu juga nggak boleh. Karena believe itu nggak bisa orang ngomong harus seperti saya, itu nggak bisa,” imbuhnya.

FPI DPD Jatim mendatangi 8 mal dan pusat perbelanjaan di Surabaya pada Minggu (18/12). Mereka menyosialisasikan fatwa MUI No 56 Tahun 2016 tentang hukum menggunakan atribut keagamaan non muslim. Risma lantas mengingatkan agar semua pihak saling menghormati agama dan keyakinan yang dianut masing-masing orang.

“Saat kita dulu mau merdeka, kita sudah sepakat bahwa kita ini berbeda, kita berbeda suku, kita berbeda asal, kita berbeda agama, kita sudah sepakat itu saat kita merdeka. Kita ini sebentar lagi menjadi negara yang besar. Kenapa kita sekarang ngomong perbedaan itu? Yang saya imbau, saya pikir kita harus saling menghormati,” ujar Risma.

“Justru dengan berbedalah kita menjadi indah karena kita bisa melihat ada keanekaragaman di Indonesia, yang di luar sana nggak ada,” lanjut dia.

Sebelumnya Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, sweeping oleh ormas Islam dengan alasan menegakkan fatwa MUI soal larangan terkait penggunaan atribut natal bagi pekerja non muslim, tidak diperbolehkan.

“Tindakan sweeping bagi saya adalah tindakan yang semestinya tidak dilakukan. Karena kalau ada hal-hal yang bertolak belakang atau bahkan bertentangan dengan aturan peraturan UU kita, maka serahkan kepada aparat penegak hukum kita,” kata Lukman.

Sementara itu, Ketua Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat HM Baharun menyatakan pelaksanaan fatwa MUI hanya dapat dilakukan oleh pemerintah. Hal tersebut menurutnya merupakan perwujudan kerja sama antara ulama dan pemerintah secara konkret.

“Tidak dibenarkan secara hukum melakukan eksekusi fatwa dengan sweeping dan sebagainya di luar kewenangan penegak hukum sah yang dalam konteks ini adalah merupakan hak polisi,” ujar Baharun.(fdn/elz)
sumber: detik

Posted in Berita | Leave a comment

SESKAB: FATWA MUI BUKAN HUKUM POSITIF

Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa Nomor 56 Tahun 2016 yang isinya melarang muslim menggunakan atribut Natal. Pihak Istana Kepresidenan menegaskan bahwa fatwa MUI itu bukanlah hukum positif atau hukum yang berlaku.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan yang dilakukan Kapolres Bekasi Kombes Umar Surya Fana dan Kapolres Kulonprogo AKBP Nanang Djunaedi membuat surat edaran terkait fatwa MUI mengharamkan pemakaian atribut nonmuslim, merupakan sesuatu yang berlebihan.

“Apa yang dilakukan oleh kapolres di Bekasi maupun di Kulonprogo kalau enggak salah, yang kemudian menyikapi secara berlebihan, karena memang fatwa MUI itu bukan hukum positif,” kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (19/12/2016).

“Hukum positif kita adalah UU, PP, Perpres, Kepmen dan seterusnya, termasuk keputusan Kapolri sendiri. Sehingga dengan demikian, itulah yang menjadi pegangan,” sambung Pramono.

Pramono menambahkan, Presiden Jokowi telah menegaskan agar Polri selalu berpegang pada hukum yang berlaku.

“Presiden telah memberikan arahan untuk Polri selalu berprinsip berpegang pada hukum yang berlaku. Karena hukum yang berlaku itulah yang menjadi landasan untuk Polri mengambil sikap,” tegasnya.(jor/hri)
sumber: detik

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo | Leave a comment

PENDETA JAN ARITONANG: ORANG KRISTIANI BUKAN KAFIR!

JAKARTA- Guru Besar Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (STT) Jakarta, Pendeta Prof. Jan S. Aritonang, Ph.D. menegaskan bahwa orang beragama Kristiani bukanlah orang kafir melainkan orang yang sudah beriman. Hal ini ditegaskannya dalam suratnya kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) menanggapi Fatwa MUI yang menyatakan haram penggunaan atribut natal karena kafir.

“Karena itu, bila Komisi Fatwa MUI, sehubungan dengan atribut keagamaan non-muslim, menyebut umat Kristen sebagai kafir, perlulah Komisi Fatwa MUI memberi penjelasan dan mengemukakan argumen yang kuat. Saya bersedia diundang untuk mendiskusikan hal ini dalam suasana persahabatan dan persaudaraan,” tegasnya dalam surat tersebut yang diterima Bergelora.com di Jakarta, Minggu (19/12).

Jan S. Aritonang juga mengingatkan agar MUI tidak menerbitkan fatwa yang menambah panas suasana di Indonesia.

“Dengan itu pula saya mengimbau Komisi Fatwa MUI agar tidak menerbitkan fatwa yang bisa ikut menambah panas suasana dan suhu kehidupan di negeri kita ini, sebaliknya menyampaikan fatwa ataupun pendapat yang mendatangkan kesejukan. Izinkanlah umat Kristen di Indonesia merayakan hari Natal (kelahiran) Yesus Kristus, yang kami yakini sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia, dalam suasana tenteram dan sejahtera,” ujarnya.

Selengkapnya isi surat dimaksud sebagai berikut:

Yang terhormat:

Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Jalan Proklamasi 51,

Jakarta Pusat 10320.

Salam sejahtera dan dengan hormat,

Sehubungan dengan terbitnya Fatwa MUI nomor 56 Tahun 2016 tertanggal 14 Desember 2016, tentang Hukum Menggunakan Atribut Keagamaan Non-Muslim, perkenankanlah saya menyampaikan beberapa catatan dan pertanyaan berikut:

1. Di dalam judul dan butir-butir keputusan fatwa tersebut tidak secara eksplisit dinyatakan bahwa yang dimaksud dengan istilah Non-Muslim adalah umat atau pemeluk agama Kristen (=Nasrani). Namun dari latar belakang dan konteks terbitnya fatwa ini dapat dipahami bahwa yang dimaksud dengan istilah itu adalah umat Kristen.

2. Di dalam fatwa tersebut tidak secara rinci disebut apa-apa saja yang dimaksud dengan atribut ataupun simbol keagamaan non-muslim yang dinyatakan haram, kendati pada Keputusan, butir Ketentuan Umum, dinyatakan bahwa “dalam Fatwa ini yang dimaksud dengan atribut keagamaan adalah sesuatu yang dipakai dan digunakan sebagai identitas, ciri khas atau tanda tertentu dari suatu agama dan/atau umat beragama tertentu, baik terkait dengan keyakinan, ritual ibadah, maupun tradisi dari agama tertentu.”

3. Kendati tidak disebut secara rinci, namun dapat diduga bahwa yang dimaksud adalah pernik-pernik hiasan yang digunakan banyak orang untuk merayakan Hari Natal, misalnya: pohon terang dengan berbagai hiasannya, bintang, lonceng, topi sinterklas, topi bertanduk rusa, kereta salju, lilin, dsb.

4. Sampai sekarang gereja Kristen (yang terdiri dari berbagai aliran dan organisasi) belum pernah membuat konsensus tentang atribut-atribut, simbol-simbol, atau hiasan-hiasan itu. Bahkan ada juga gereja yang tidak merayakan hari Natal dan tidak menggunakan simbol salib. Atribut-atribut, simbol-simbol, atau hiasan-hiasan itu muncul dari tradisi sebagian gereja, terutama yang di Barat (Eropa dan Amerika), yang kemudian disebar ke seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia.

5. Produksi, penyebaran, dan perdagangan benda-benda itu tidak mempunyai hubungan langsung dengan iman Kristen, termasuk iman kepada Yesus Kristus, yang diimani umat Kristen sebagai Tuhan Allah yang menjelma menjadi manusia, serta sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia. Penyebaran, produksi, dan perdagangan benda-benda itu lebih dimotivasi oleh hasrat untuk mendapat keuntungan material; itulah sebabnya orang-orang yang terlibat di dalam aktivitas itu berasal dari berbagai penganut agama. Bahkan boleh jadi orang yang tak beragama pun ikut memproduksi dan memperdagangkannya. Karena itu saya tidak mempersoalkan atau berkeberatan kalau Komisi Fatwa MUI menyatakan bahwa menggunakan, memproduksi, menyebarkan, dan memperdagangkan benda-benda atau atribut-itu adalah haram.

6. Di dalam fatwa itu, pada bagian konsiderans (Mengingat dan Memperhatikan), berulang kali dikutip ayat Kitab Suci Al Qur’an, Hadits Nabi Muhammad/Rasulullah SAW, dan pendapat sejumlah tokoh Islam, yang pada pokoknya menyatakan bahwa orang-orang non-muslim itu adalah kafir. Perkenankan saya bertanya: apa/siapa yang dimaksud oleh Komisi Fatwa MUI dengan kafir? Apakah semua orang non-muslim adalah kafir, termasuk umat Kristen? Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memang dikatakan bahwa kafir adalah “orang yang tidak percaya kepada Allah dan rasul-Nya”. Bila inilah pengertiannya maka lebih dari 5 milyar penduduk dunia adalah kafir.

7. Sepengetahuan saya, Nabi Muhammad SAW bergaul dengan akrab dan bersahabat dengan banyak orang Kristen (Nasrani) dan tidak pernah menyebut mereka kafir. Di dalam hadits Nabi Muhammad SAW yang dikutip pada konsiderans Fatwa MUI ini pun tidak ada hadits Nabi yang menyebut orang Kristen sebagai kafir.

8. Karena itu, bila Komisi Fatwa MUI, sehubungan dengan atribut keagamaan non-muslim, menyebut umat Kristen sebagai kafir, perlulah Komisi Fatwa MUI memberi penjelasan dan mengemukakan argumen yang kuat. Saya bersedia diundang untuk mendiskusikan hal ini dalam suasana persahabatan dan persaudaraan.

9. Dengan itu pula saya mengimbau Komisi Fatwa MUI agar tidak menerbitkan fatwa yang bisa ikut menambah panas suasana dan suhu kehidupan di negeri kita ini, sebaliknya menyampaikan fatwa ataupun pendapat yang mendatangkan kesejukan. Izinkanlah umat Kristen di Indonesia merayakan hari Natal (kelahiran) Yesus Kristus, yang kami yakini sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia, dalam suasana tenteram dan sejahtera.

Salam hormat teriring doa,

Pdt. Prof. Jan S. Aritonang, Ph.D. Guru Besar Sekolah Tinggi Teologi Jakarta

Jalan Proklamasi 27 Jakarta Pusat 10320 e-mail: jansaritonang@gmail.com

cc:

1. Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI)
2. Pemimpin dan dosen STT Jakarta
3. Sejumlah rekan

Sementara itu, dari Rembang, Jawa Tengah, agamawan, Ubaidillah Achmad mengingatkan bahwa jika setiap konflik tidak ada resolusi dengan baik, maka akan membuka peluang masuknya kepentingan tertentu yang merusak sistem pemerintahan dan memperbesar konflik warganegara.

“Yang diuntungkan dari konflik ini, adalah kepentingan kehendak kuasa dan sistem kapitalisme dunia,” demikian penulis Suluk Kiai Cebolek dan Islam Geger Kendeng, kepada Bergelora.com secara terpisah. (Web Warouw)
sumber: bergelora

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo | Leave a comment

NURSJAHBANI: PEMBIARAN SWEEPING ATRIBUT NATAL, TITIK AWAL PEMBUBARAN INDONESIA

JAKARTA- Sekarang ini fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah dianggap sebagai hukum positif yang harus dilaksanakan. Hal ini merupakan penyimpangan yang dibiarkan oleh aparat negara. Demikian penegasan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Nursjahbani Katjasungkana kepada Bergelora.com di Jakarta, Minggu (18/12) menanggapi sweeping yang dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI) terhadap pusat-pusat perbelanjaan dan kantor yang memasang dan memakai atribut natal di Jakarta, Bekasi dan Surabaya.

“Polisinya FPI. Kondisi ini kalau dibiarkan akan menjadi titik awal bubarnya Indonesia,” tegasnya.

Di Surabaya, pihak manajemen mall dan plasa menyampaikan imbauan ke penyewa gedung terkait Fatwa MUI No 5/1026. Fatwa tersebut menegaskan tentang larangan penggunaan atribut keagamaan nonmuslim di mall dan pusat perbelanjaan.

“Pihak manajemen sudah memberikan himbauan ke penyewa supaya staf mereka tidak memakai atribut Natal,” kata Stephana Fevriera, Promotion Manager Ciputra World Mall Surabaya, Minggu (18/12).

Ia menegaskan, staf pusat perbelanjaan di kawasan Surabaya Barat itu juga tidak ada yang mengenakan atribut Natal.

“Sudah dari awal Desember nggak ada yang memakai (atribut Natal) kok,” tegasnya.

Pernyataan senada dilontarkan manajemen Tunjungan Plaza, Lenmarc, dan Marvell City Mall.

“Saya sudah crosscheck ke pihak manajemen. Kami tidak pernah mengharuskan, apalagi mewajibkan tenant yang non muslim memakai atribut Natal,” begitu ucap Laurensia, Marcomm Marvell City Mall.

Ditekankan Laurensia, hal yang sama berlaku bagi karyawan Marvell City Mall.

“Karyawan Marvell yang non muslim pun tidak wajib memakai atribut Natal. Nggak ada aturan seperti itu di tempat kami,” imbuhnya.

Manajemen Lenmarc Mall Surabaya menyatakan pihaknya tidak pernah mengeluarkan himbauan apa-apa terhadap tenant di pusat perbelanjaan itu.

Meski begitu dipastikan karyawan di Lenmarc yang non muslim tidak ada yang memakai atribut Natal.

“Kebetulan kok tidak terlihat hal-hal semacam itu di Lenmarc,” ujar Kukuk F Suharno, Marcomm Lenmarc Mall Surabaya.

Sedang manajemen Royal Plaza mengaku ‘aman’ dari aksi FPI Jatim tersebut.

“Selama ini kami kan dikenal sebagai ‘mall muslim’,” ujar Vicky Ratih, PR Royal Plaza.

Lagipula, lanjut Vicky, hingga saat ini karyawan Royal Plaza tidak ada yang mengenakan atribut Natal.

“Manajemen mall sebagai pengelola gedung sudah mensosialisasikan ke semua penyewa sejak seminggu terakhir agar menjalankan larangan MUI itu,” tegas Vicky.

Terencana

Sebelumnya beredar di media sosial, rencana kegiatan FPI yang akan melakukan razia terhadap penggunaan atribut keagamaan non musli dibeberapa mall, pertokan dan perkantoran di Surabaya. Dibawah ini bunyi pemberitahuan yang beredar di media sosial sejak Sabtu (17/12)

“Mohon ijin ren giat besok pd hari Minggu tgl 18 Des 2016 pkl 10.00 WIB, bertempat sebagai titik kumpul FPI Kota Sby di Masjid Kemayoran Jl. Indrapura Sby. Renc akan dilaks giat Pawai Ta’aruf dan Himbauan serta Sosialisasi Fatwa MUI No 56/2016 ttg Hukum Penggunaan Atribut Keagamaan *Non Muslim* kepada Mall, Pertokoan, perusahaan dan tenans2 yg telah dicek adanya karyawan yg menggunakan atribut Natal. diikuti sekitar 75 orang masa FPI (1 mobil komando). Titik kumpul di Masjid Kemayoran Jl. Indrapura Sby. Adapun sasaran lokasi sbb: 1.Grand City, 2.Tong mart (Jl. Jaksa Agung), 3. Excelso Galaxy Mall (Jl. Ir Soekarno), 4. Delta Plaza (Jl. Pemuda),

WTC (Jl. Pemuda), Excelso Tunjungan Plaza (Jl. Embong Malang), 7.Ciputra World (Jl. Mayjen Sungkono), 8. Sas Wil. Hukum Posek Pabean Cantikan, Wil. Polres Tanjung Perak. (Surabaya Utara) al sbb: a. Pasar Atum, Jl. Stasiun Kota Surabaya.

Fatwa MUI

Sebelumnya sweeping atribut natal yang dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI), di beberapa tempat seperti di PT Honda Mitra Jatiasih yang terletak di Bekasi dan rumah makan serta pusat perbelanjaan. Di media sosial beredar kabar sweeping juga dilakukan di mall Kota Kasablanka, Jakarta.

Sebelumnya, MUI mengharamkan pengunaan atribut non muslim bagi karyawan muslim, termasuk mengajak atau memerintahkan penggunaan atribut keagamaan non muslim termasuk haram. Fatwa itu dikeluarkan MUI untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai hukum menggunakan atribut keagamaan non muslim.

“Atribut keagamaan adalah sesuatu yang dipakai dan digunakan sebagai identitas, ciri khas atau tanda tertentu dari suatu agama dan/atau umat beragama tertentu, baik terkait dengan keyakinan, ritual ibadah maupun tradisi dari agama tertentu,” papar Ketua Komisi Fatwa MUI Prof Hasanuddin, dalam keputusan mengenai Hukum Menggunakan atribut Keagamaan Non-muslim, dari keterangan tertulis yang diterima Bergelora.com, Kamis (15/12). Keputusan MUI Nomor 56 Tahun 2016 dikeluarkan pada 14 Desember 2016.

“Salah satu pertimbangannya adalah adanya pemilik usaha seperti hotel, super market, departemen store, restoran dan lainnya bahkan kantor pemerintah mengharuskan karyawannya termasuk yang muslim untuk menggunakan atribut keagamaan non muslim,” papar Prof Hasanuddin.

Dengan pertimbangan tersebut, MUI mengeluarkan fatwa mengenai pengenaan atribut non muslim. MUI juga meminta umat Islam agar memilih jenis usaha yang baik dan halal, serta tidak memperoduksi, memberikan atau memperjual belikan atribut keagamaan non muslim.

“Pimpinan perusahaan agar menjamin hak umat Islam dalam menjalankan agama sesuai keyakinannya, menghormati keyakinan keagamaannya dan tidak memaksakan kehendak untuk menggunakan atribut keagamaan non muslim kepada karyawan muslim,” katanya. (Web Warouw)
sumber: bergelora

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo | Leave a comment

POLDA METRO JANJI TINDAK ORMAS YANG SWEEPING ATRIBUT NATAL

TEMPO.CO, Jakarta – Kepolisian Daerah Metro Jaya berjanji menindak organisasi kemasyarakatan yang melakukan sweeping atas dasar fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang penggunaan atribut nonmuslim. Warga DKI Jakarta diminta melapor ke polisi jika melihat ada ormas yang melakukannya.

“Kami sudah sampaikan bahwa untuk kegiatan sweeping, kalau ada yang menemukan, laporkan ke kepolisian. Kami yang akan melakukan tindakan,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Markas Polda Metro Jaya, Senin, 19 Desember 2016.

Argo menuturkan, pada Jumat lalu, Polda Metro dan mengikuti rapat dengan MUI. Seusai pertemuan tersebut, kepolisian telah memberitahukan fatwa MUI itu kepada para pengusaha dan perusahaan di Jakarta agar mematuhinya.

Dari rapat itu juga, ucap Argo, telah disepakati untuk mencegah tindakan main hakim sendiri oleh ormas keagamaan, ormas kedaerahan, dan ormas kepemudaan. Kepolisian juga akan menindak tegas jika terjadi hal itu.

“Kami ikut rapat untuk menyikapi itu dengan harapan, dengan adanya fatwa itu, toleransi beragama di Indonesia berjalan baik dan lancar. Sudah ada pemberitahuan juga, sehingga tidak perlu lagi razia-razia,” ujarnya.

Sebelumnya, MUI telah mengeluarkan Fatwa Nomor 56 Tahun 2016 tanggal 14 Desember 2016 tentang Hukum Menggunakan Atribut Nonmuslim. Fatwa itu meminta pengelola mal, hotel, tempat rekreasi, restoran, dan perusahaan tidak memaksakan karyawan atau karyawati beragama muslim menggunakan atribut nonmuslim.

Atribut nonmuslim yang dimaksud adalah topi Sinterklas dan benda yang biasa digunakan saat perayaan natal. Dalam fatwa tersebut, MUI menegaskan, hal itu bersifat haram.

Beberapa waktu lalu, Kepolisian Resor Metro Bekasi dan Polres Kulon Progo, Yogyakarta, juga menjadikan fatwa MUI sebagai acuan dalam mengeluarkan surat imbauan bernomor B/4240/XII/2016/Resort Bekasi Kota tanggal 15 Desember 2016. Namun Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian justru marah dan mengaku telah menegur kedua polres.

Menurut Tito, fatwa MUI bukan suatu rujukan hukum positif, sehingga tidak bisa digunakan sebagai acuan penegakan hukum. Semestinya, ujar dia, fatwa MUI hanya digunakan sebagai koordinasi antarpihak.

“Jadi itu sifatnya koordinasi, bukan rujukan yang bisa menjadi produk hukum bagi semua pihak,” ujarnya.INGE KLARA
sumber: tempo

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo | Leave a comment

KENAPA ORANG BERAGAMA BERSIKAP INTOLERAN?

FB: Sumanto Al Qurtuby

Ada beberapa faktor yang membuat orang beragama bersikap intoleran dengan kelompok agama lain. Idealnya atau seharusnya, orang beragama itu toleran dan pluralis dalam bersikap. Bukan malah sebaliknya: intoleran dan anti-pluralisme. Lalu, apa faktor-faktor yang membuat orang beragama malah anti toleransi dan pluralisme?

Salah satu faktor mendasar adalah kuper alias kurangnya pengalaman, pergaulan, dan pergumulan dengan komunitas agama lain. Pengetahuan tinggi tidak menjamin seseorang bisa menjadi toleran dan pluralis jika tidak diiringi dengan pengalaman pergaulan dan pergumulan yang memadai dengan kelompok agama lain. Karena itu jangan heran, kalau ada banyak “orang pinter” tapi “keblinger” alias tidak ramah dengan keanekaragaman. Bahkan pengalaman pergaulan lintas-agama itupun tidak menjamin orang bersikap toleran, jika mereka tidak memiliki komitmen yang tulus untuk saling mengenali dan memahami keunikan masing-masing tradisi dan agama. Dengan kata lain, bukan sekedar “pengalaman empiris” tetapi “pengalaman transformatif” yang membuat sebuah pengalaman bisa lebih bermakna dan berdampak positif bagi muncul dan tumbuhnya sikap keberagamaan yang toleran dan pluralis.

Karena itu pula jangan heran jika Anda melihat orang-orang kampung yang polos, sederhana dan “minim” wawasan dan ilmu-pengetahuan mereka tetapi mampu bersikap toleran. Bukan karena “ilmu pengetahuan” yang membuat “wong cilik” dan “wong kampung” bersikap toleran tetapi lantaran mereka diperkaya dengan pengalaman yang “transforming” dengan seringnya bergaul dan bergumul dengan berbagai komunitas di berbagai acara-acara sosial, adat, dan kehidupan sehari-sehari mereka. Lagi pula, orang kampung dan wong cilik kebanyakan lebih suka memilih sikap “pragmatis”, simpel dan “tidak neko-neko” dalam kehidupan sosial-keagamaan. Ini berbeda dengan sikap “idealis” seperti yang dipraktekkan oleh sejumlah ormas keagamaan intoleran.

Lalu, apakah ilmu-pengetahuan itu sendiri bisa membuat orang bersikap pluralis dan toleran tanpa harus diiringi dengan pengalaman? Bisa, asalkan kita mendalami ilmu-pengetahuan itu dari berbagai sudut pandang. Kebanyakan umat beragama hanya mengaji dan mendalami ilmu pengetahuan dari satu sudut pandang saja sehingga wawasannya tidak “komprehensif”. Padahal, dengan mempelajari ilmu pengetahuan dari berbagai sudut pandang, mata hati dan pemikiran kita akan lebih terbuka dan maklum dengan fakta-fakta keanekaragaman pendapat yang bisa memperkaya cakrawala dan wawasan kita tentang sebuah masalah dan fenomena sosial-keagamaan sehingga tidak “kaku-njeku” seperti tiang listrik dalam berpendapat dan bersikap.

Karena itu saya sarankan kepada umat Islam khususnya, lebih khusus lagi bagi yang mau belajar, untuk mengaji dan mengkaji keislaman dari berbagai sudut pandang: sudut pandang Sunni, Shiah, Ibadi, Mu’tazilah, dlsb; sudut pandang berbagai ulama di berbagai mazhab: Maliki, Syafii, Hanafi, Hanbali, Ja’fari, dlsb; sudut pandang berbagai ulama tafsir dan hadis; sudut pandang berbagai disiplin: Islamic studies, antropologi, sejarah, sosiologi, dlsb; sudut pandang berbagai ilmu keislaman: fiqih, usul fiqih, akidah, tasawuf, filsafat, akhlak, dlsb.

Dengan berselancar ke berbagai sudut pandang ini, kita akan tahu betapa luasnya khazanah Islam laksana samudra yang tak bertepi, dan betapa mininya wawasan dan ilmu pengetahuan kita semini metromini di Jakarta dan kota-kota di Indonesia. Dengan berselancar ini pula akan membantu dan mengantarkan kita menjadi “rajawali” di langit yang mahaluas bukan menjadi “kodok” di dalam tempurung.

Apakah pengetahuan yang luas dan pengalaman yang kaya bisa menjamin orang menjadi toleran dan pluralis? Tidak. Jika hati dan pikiran kita penuh dengan “kotoran” dan “kepentingan”, maka seluas apapun pengetahuan kita dan sekaya apapun pengalaman kita, maka kita tidak mampu dan tidak akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang bijak, toleran, dan pluralis.

Jabal Dhahran, Arabia

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo | Leave a comment

KPK SITA 4 MOBIL MEWAH WALI KOTA MADIUN

Madiun – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita empat unit mobil mewah milik Wali Kota Madiun Bambang Irianto (BI), tersangka gratifikasi proyek pembangunan Pasar Besar Madiun tahun 2009-2012 senilai Rp76,5 miliar.

Keempat mobil mewah tersebut disita dari rumah pribadinya yang berada di Jalan Jawa Kota Madiun, Jawa Timur pada Jumat (16/12) malam.

Adapun empat mobil yang disita adalah Hummer warna putih bernomor polisil B-11-RRU, Range Rover warna hitam bernomor polisi B-111-RUE, Jeep Rubicon bernomor polisi B-11-RUE, dan Mini Cooper warna putih bernomor polisi B-1279-CGY.

“Betul, telah dilakukan penyitaan terhadap empat mobil untuk tersangka BI, yaitu Hummer, Mini Cooper, Range Rover, dan Wrangler,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Sabtu (17/12) dini hari.

Mobil-mobil tersebut lalu dibawa oleh penyidik KPK ke markas Detasemen C Pelopor Satuan Brimob Polda Jawa Timur yang berada di Jalan Yos Sudarso Nomor 90 Kota Madiun.

Febri menjelaskan, penyitaan tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan perkara yang sedang diselidiki.

“Penyitaan itu terkait dengan dugaan penerimaan gratifikasi yang dianggap pemberian suap yang diterima oleh BI,” kata dia.

Bambang Irianto adalah tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah terkait pembangunan pasar besar Kota Madiun tahun anggaran 2009-2012.

Nilai proyek pasar tersebut mencapai Rp76,523 miliar untuk anggaran tahun jamak pada 2009-2012.

Bambang diduga menerima keuntungan dari proyek pasar karena memberikan pinjaman kepada perusahaan pemenang tender.

Perusahaan itu lalu menggunakan perusahaan anak Bambang sebagai penyalur barang-barang proyek.

Atas perbuatan tersebut, Bambang disangka melanggar pasal 12 huruf i atau pasal 12 huruf B atau pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Hingga kini KPK masih terus mengembangkan kasus tersebut.
sumber: beritasatu

Posted in Berita | Leave a comment

LAPTOPNYA DICURI, JENDERAL ISRAEL MUNDUR

YERUSALEM, SATUHARAPAN.COM – Seorang jenderal senior Israel mengundurkan diri setelah laptop yang berisi informasi rahasia dicuri dari rumahnya, kata militer, hari Kamis (15/12).

Kepala direktorat personil militer Israel, Mayor Jenderal Hagi Topolansky, pada hari Rabu (14/12) meminta dibebaskan dari tugasnya, “terkait pencurian komputer laptop militer di rumahnya” sehari sebelumnya, kata pejabat militer.

Kepala Staf Letnan Jenderal Gadi Eisenkot menerima pengunduran diri Topolansky “dengan berat hati dan dengan penghargaan pribadi yang besar kepada Jenderal Topolanski,” kata pernyataan itu, seperti dikutip AFP.

Kepala staf mengatakan tindakan Topolansky ini sesuai dengan “norma-norma yang diharapkan dari seorang komandan.” Topolanski mengatakan bahwa dia dididik “untuk mengambil tanggung jawab” atas apa yang terjadi.

Polisi militer Israel tengah melancarkan penyelidikan atas insiden pencurian laptop yang menyebabkan Topolansky mengundurkan diri, kata seorang juru bicara militer.

Kegagalan dalam menjamin keamanan komputer militer yang berisi bahan rahasia bisa dinilai sebagai tindak pidana menurut militer Israel.

Topolanski memulai karir militernya sebagai pilot pesawat tempur, karirnya menanjak di jajaran militer hingga dia menjadi wakil komandan angkatan udara sebelum diangkat menjadi kepala direktorat personil pada tahun 2014.

Menurut Jerusalem Post, protokol militer Israel melarang perwira militer meninggalkan komputer militer di rumah atau mobil mereka di mana perlengkapan itu beresiko dicuri, untuk mencegah informasi rahasia jatuh ke tangan yang salah. Laptop militer yang mengandung bahan diklasifikasikan rahasia harus tetap terkunci dalam lemari besi di markas.

Militer Israel pernah memberhentikan petugas dari posisi pejabat setelah laptop militer mereka dicuri. Seorang letnan kolonel di angkatan udara diskors selama dua pekan pada bulan Oktober setelah komputernya dicuri.

Tahun lalu, Letkol. Ilan Levy, seorang komandan artileri di komando utara dipecat setelah mobilnya dicuri dengan dokumen militer di dalamnya. Dokumen-dokumen itu kemudian ditemukan di Tepi Barat oleh Shin Bet.Editor : Sabar Subekti.
sumber: satuharapan

Posted in Berita | Leave a comment

AHOK JELASKAN SOSOK PEREMPUAN BERKERUDUNG YANG MEMELUKNYA

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Foto Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, dipeluk seorang perempuan berkerudung seusai sidang perdana kasus penistaan agama yang melibatkan dirinya, ramai beredar. Banyak yang bertanya, apakah foto itu asli dan siapakah perempuan berkerudung tersebut.

Basuki yang akrab disapa dengan panggilan Ahok, akhirnya menjelaskannya.

“(Foto) itu sesudah sidang. Kakak saya masuk aja ke dalam, biasalah kami teringat ayah kami. Kemarin itu persis 19 tahun bapak (kandung) saya meninggal,” kata Ahok di Jakarta, Rabu (14/12), dikutip dari Antara.

Ahok (kanan) dan dua saudara angkatnya (Foto: Ist)
Kakak angkat Ahok itu bernama Nana Riwayatie. Usai usai sidang dengan raut wajah tampak sedih mendatangi Ahok dan memeluknya dari belakang.

Calon Gubernur DKI Jakarta bernomor urut dua tersebut menjelaskan, saat ia menjalani sidang perdana pada Selasa (13/12) bertepatan dengan 19 tahun ayah kandungnya, Indra Tjahaja Purnama ( (Zhong Kim Nam), meninggal dunia.

Ahok mengaku ingatan tentang sang ayah yang begitu baik terhadap orang Muslim membuat ia dan kakak angkatnya sedih.

“Saya sudah begitu kuat, tidak mau permalukan orang tua, tidak mau korupsi, tidak mau berbuat yang enggak-enggak, masak saya duduk di kursi terdakwa dengan tuduhan menista agama orang tua yang kami hormati. Itu adalah suatu hal yang menyedihkan buat kami,” kata mantan Bupati Belitung Timur tersebut.

Datang dari AS untuk Lihat Sidang Ahok

Nana Riwayatie, 56 tahun, yang mengenakan kerudung adalah sulung dari dua bersaudara anak dari Andi Baso Amir, yang dikenal sebagai ayah angkat Ahok. Dikaruniai dua anak, Nana menikah dengan Hafil Budianto Abdulgani, putra pejuang kemerdekaan Roeslan Abdulgani. Mereka bermukim di Amerika Serikat tetapi demi mendukung Ahok, Nana hadir di sidang pengadilan kasus penistaan agama oleh Ahok, pada hari Selasa (13/12).

Di masa mudanya, ia sempat bermain film, yaitu Tomboy (1981) dan Tiga Dara Mencari Cinta (1980). Pada tahun 1980 pula, ia menjadi salah satu peserta Miss Universe di Seoul, Korea Selatan, mewakili Indonesia.

Bukan rahasia lagi jika Ahok merupakan putra angkat dari Andi Baso Amir dan istrinya, Ibu Masaribu. Andi Baso Amir masih terhitung kerabat dari almarhum Andi Muhammad Jusuf Amir yang dikenal sebagai Jenderal M. Jusuf, mantan menteri pertahanan dan panglima TNI di era Soeharto.

Ceritanya, ayah Ahok mengagumi M. Jusuf, jenderal yang dikenal lurus, tegas dan bersih. Karena itu ia ingin menemuinya dan mengenalnya lebih dekat.

Tetapi, sebagaimana dituturkan oleh Andi Analta Baso Amir, putra dari Andi Baso Amir, karena kesibukan Jenderal Jusuf sebagai menteri dan panglima, keinginan Indra bertemu langsung sulit terwujud. Akhirnya, Indra lebih dekat dengan keluarga Andi Baso Amir, yang pernah menjadi bupati di Kabupaten Bone.

“Ini cerita ibu saya, sekitar 1985, ayah Ahok dan ayah saya (Andi Baso Amir) berikrar disaksikan ibu saya, ‘Kita saudara dunia akhirat’. Sambil saling menimpakan tangan, ‘anakku anakmu, anakmu anakku’,” kata Analta, dikutip dari suronews.com.

Menurut Analta, karakter ayahnya, Andi Baso, dan ayah Ahok, Indra, tidak banyak perbedaan. Keduanya peduli pada dunia sosial. “Karakter dua ayah ini melekat ke Ahok, tetapi dominan ayahnya,” ujar Analta.

Kedekatan kedua keluarga itu tampak dari berbagai aktivitas Ahok di tengah keluarga tersebut. Dalam berbagai foto, Ahok tampak disuapi oleh ibu angkatnya. Foto-foto ketika Ahok berada di antara saudara-saudara angkatnya juga banyak. Ahok juga tertangkap kamera ikut mengangkat keranda jenazah ayah angkatnya ke liang lahat. Ketika masih duduk di bangku kuliah, Ahok dibiayai oleh keluarga Andi Baso Amir.Editor: Eben E. Siadari
sumber: satuharapan

Posted in Berita | Leave a comment

RAZMAN AKUI SRI BINTANG YANG MENGONSEP SURAT AGAR MANDAT JOKOWI DICABUT

Jakarta – Surat permintaan mandat Presiden Joko Widodo untuk dicabut yang dikirim ke MPR/DPR RI, menjadi salah satu bukti ditetapkannya Sri Bintang Pamungkas sebagai tersangka dugaan makar. Razman Arief Nasution tak menampik bahwa surat tersebut dikonsep oleh kliennya.

“Itu jelas Pak Sri Bintang (yang mengkonsep), (dan yang mengetik) Pak Bintang juga,” ujar Razman kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/12/2016).

Namun menurut Razman, surat tersebut adalah hak Sri Bintang untuk menyampaikan aspirasinya sebagai warga negara. Menurutnya, upayanya itu dalam koridor konstitusional.

“Dia melakukan itu, tapi bentuk aspirasi, dia tidak suka pemerintahan ‘bagaimana kalau kita ganti saja’, itu kan enggak masalah hanya aspirasi,” ujar Razman lagi.

Razman sudah berdialog dengan sejumlah pakar pidana, terkait pasal dugaan makar yang dituduhkan terhadap kliennya itu.

“Pak Mahfud sudah bilang kalau unsur (pasal) 107 (KUHP) tidak akan dapat. Ambilah 107 dan jika tidak ditemukan maka, batal demi hukum,” sambungnya.

“Polri kalau memang ada kekeliruan silahkan dibebaskan, enggak ada menang-kalah. Lebih baik membebaskan 1000 orang yang bersalah daripada menghukum satu orang yang tidak bersalah,” pungkas Razman.(mei/rna)
sumber: detik

Posted in Berita | Leave a comment