PUSLIT KOPI-KAKAO JEMBER JADI KAWASAN STP

MedanBisnis – Jember. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Muhammad Nasir meresmikan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) di Jember menjadi kawasan sains dan teknologi (science techno park/STP).
“Kami berharap dengan menjadi STP, puslitkoka akan memberi dampak ekonomi yang besar secara nasional,” kata Nasir pada peresmian “Coffee and Cocoa Science Techno Park” (CCSTP) di Puslitkoka di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (20/5).

Nasir mengatakan, dengan menjadi kawasan sains dan teknologi, Puslitkoka diharapkan mampu menginisiasi dan menyalurkan hasil-hasil inovasi teknologi hulu sampai hilir kepada semua pelaku usaha berbasis kopi dan kakao serta kepada lembaga pendidikan dan penelitian untuk mencetak entrepreneur baru.

Presiden Joko Widodo menargetkan akan membangun 100 STP di seluruh Indonesia, satu di antaranya yang diharapkan adalah Puslitkoka di Jember.

Sementara itu, Direktur Puslitkoka Misnawi berjanji, lembaganya akan menjadi STP terbaik dibandingkan STP lainnya karena lembaganya memang sudah lama menjalankan fungsi-fungsi STP.

“Kami selain melakukan riset, kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset, dan menghasilkan produk termasuk bibit, sampai mesin pengolahan kopi dan kakao, juga melatih warga setempat menghasilkan produk kopi dan kakao yang unggul,” tuturnya.

Bagi Jember, lanjut Misnawi, pengembangan STP merupakan suatu langkah strategis untuk mencetak entrepreneur baru, guna mendorong pertumbuhan ekonomi kabupaten ini.
Puslitkoka sebelumnya lebih dulu dijadikan Pusat Unggulan Iptek Kakao pada 2012 dan Pusat Unggulan Iptek Kopi pada 2013 oleh Kemenristek.

Puslitkoka yang telah berulang tahun yang ke-105 itu didirikan sejak masa kolonial atau tepatnya pada 1 Januari 1911 dengan nama “Besoekih Proefstation”. (ant)
sumber : medanbisnisdaily

Alamat Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember

Nama Perusahaan : Pusat Penelitian Kopi dan Kakao

Alamat : Jl. PB Sudirman 90 Jember 68118 – Jawa Timur

Kota : Jember

Daerah : Jawa Timur

Email : iccri@jember.wasantara.net.id, iccri@iccri.net

Website : http://www.iccri.net

No Telepon : (0331) 757130 / 757132 / 757065

Fax : (0331) 757131

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo | Leave a comment

UJIAN KEBERAGAMAN DARI TIMUR KOTA BANDUNG

“Sekitar 200-an orang dengan membawa serta anak-anak, melakukan orasi menolak keberadaan GBKP Bandung Timur. Padahal syarat administratif telah tuntas.”

Ibadah pagi pukul 07.30 WIB di Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Bandung Timur, Kota Bandung, pada Minggu (17/4/2016), diwarnai pemandangan tak biasa. Motor-motor terparkir di halaman gereja yang cukup luas. Sejumlah polisi tampak berjaga.

Meski begitu, ratusan umat kristiani tetap khidmat menjalankan ibadah. Ibadah itu berakhir pada pukul 09.00 WIB. Usai melaksanakan ibadah Minggu, jemaat GBKP meninggalkan gereja dengan tertib.

Polisi yang berjumlah antara 100-150-an orang berjaga-jaga mulai dari pintu gerbang gereja hingga ke ruas Jalan Kawaluyaan yang berjarak sekitar 50 meter. Jalan di depan bangunan ibadah itu, bisa dijangkau dalam dua tikungan sejauh masing-masing 150 meter, dari Jalan Soekarno-Hatta arah Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Penjagaan ketat tersebut dilakukan tepat satu pekan pasca-demo yang dilakukan sejumlah warga. Pengunjuk rasa pada Minggu (10/4) lalu itu mengatasnamakan dirinya Forum Komunikasi Warga RW 06 Kelurahan Jatisari, Kecamatan Buah Batu, beserta tiga ormas Islam. Ada Forum Umat Islam (FUI), Gerakan Reformasi Islam (Garis), dan Front Pembela Islam (FPI).

GBKP Bandung Timur sebenarnya sudah mulai menggelar ibadah sejak 6 Maret 2016 lalu. Tak ada demo atau gangguan dari pihak luar saat mereka menjalankan ibadah Minggu. Hingga munculnya demo pada 10 April tersebut. Aksi penolakan yang juga muncul pada 2012 silam.

Petugas gereja sempat mencopot sebuah plang bertuliskan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Tak hanya mencopot plang karena diminta paksa oleh warga, pihak GBKP terpaksa menurunkan spanduk “Selamat Datang Walikota Bandung” dan mencopot tulisan “GBKP Bandung Timur”.

Menurut keterangan Pendeta GBKP Bandung Timur, Sura Purba Saputra (41), massa saat itu mendatangi gedung gereja dengan pengeras suara untuk menghentikan seremoni peresmian yang sedianya akan dihadiri Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil.

Jumlahnya berkisar 200-an orang dengan membawa serta anak-anak, melakukan orasi dengan nada mengecam dan menolak keberadaan GBKP Bandung Timur. Massa yang berdemo sejak pukul 08.30 WIB itu menunggu di depan gerbang pintu masuk gereja. Saat itu, jemaat sudah menyelesaikan ibadah dan tinggal melaksanakan seremoni peresmian oleh Ridwan Kamil.

“Karena kesigapan kaum bapak dan pemuda, ketika mereka (pendemo) tampak sudah datang, langsung ditutup gerbangnya. Waktu itu sudah ada aparat karena sehari sebelumnya kita berkoordinasi dengan Polsek Buah Batu,” terang Sura saat ditemui kontributor Beritagar.id, Huyogo Simbolon, di kantornya, Kamis (14/4).

Hari itu rencananya menggelar dua acara; pentahbisan secara gereja, dan peresmian secara negara. Saat diminta bubar, jemaat ingin bertahan, Tapi dengan berat hati akhirnya meninggalkan tempat tersebut dengan tertib. Mereka sadar kerugiannya kalau sampai tersulut emosi.

Rencana kedatangan Wali Kota untuk meresmikan gereja secara negara, jadi harapan jemaat terhadap jaminan kebebasan umat beragama. Karena itu–meski massa meminta pembubaran–menurut Sura semangat para jemaat tetap kuat.

“Pada akhirnya nanti juga masyarakat tahu mana yang benar dengan sikap kita yang tidak mau bentrok,” ujarnya. Sura berharap, pemerintah mengambil sikap dan melindungi kebebasan beragama dan beribadah sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

Secara terpisah, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, mengakui Pemerintah Kota telah memberikan IMB. Menurutnya sikap Pemkot sudah jelas. Pihak pembangun gereja sudah sesuai prosedur, sudah sesuai dokumen, dan sudah diberi izin.

Ia menegaskan, jika ada pihak yang tidak puas dipersilakan menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Saat dikonfirmasi soal peresmian gereja yang diklaim akan dihadiri Wali Kota, Ridwan membantah. “Nggak ada di agenda saya,” jawabnya singkat.

Warga menyoal validasi data.

Kedatangan massa yang berdemo di gerbang pintu masuk gereja pada 10 April 2016 lalu, mempermasalahkan validasi data warga yang tidak keberatan atas keberadaan bangunan GBKP Bandung Timur.

Hal itu tertuang dalam surat dari Forum Komunikasi Warga RW 06 yang mencantumkan nama Komarudin Atmaja sebagai kuasa hukum, dan Amin Safari sebagai ketua DKM. Mereka juga meminta Camat dan Lurah setempat untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Salah satu butir yang disampaikan warga melalui surat tersebut, tidak sahnya validasi data yang dilakukan Camat Kecamatan Buah Batu dan Lurah Kelurahan Jatisari tentang persyaratan pembuatan IMB gereja ke Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BBPT) Kota Bandung.

“Ada yang janggal, berdasarkan surat itu isinya menyatakan mereka (pihak pendemo) mau memvalidasi persyaratan GBKP. Seharusnya yang berhak memvalidasi itu BPPT, bukan mereka,” tutur Sura menanggapi keberatan pihak pendemo.

Mengenai keberatan tersebut, Sura mengatakan BPPT sudah menyarankan warga yang mengajukan gugatan ke PTUN. Pihak gereja pun sudah bersiap dengan data, dan akan membentuk tim hukum bilamana menghadapi gugatan.

Saat berdialog dengan Komarudin, Sura juga menjelaskan soal seremoni kegiatan peresmian yang akan dilakukan gereja. Seremoni itu menurutnya hanya peresmian saja. Namun mengutip pernyataan pihak pendemo, mereka seolah merasa ditantang.

“Komarudin bilang ada semacam LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dari GBKP yang menantang mereka,” jelasnya. Namun saat ditanyakan siapa orang dimaksud, pihak pendemo tidak bisa menunjukkan. Adapun Sura mengaku tidak memakai LSM atau lembaga apapun.

Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Bandung, Dandan Riza Wardana, membenarkan bahwa gedung GBKP Bandung Timur yang saat ini dipakai sebagai rumah ibadah sudah memiliki surat-surat yang lengkap.

“Kita melihat berdasarkan tanda tangan sudah lengkap. IMB-nya sudah sah,” kata Dandan saat ditemui, Senin (18/4). Dandan yang juga anak mantan Wali Kota Bandung periode 1983-1992, Ateng Wahyudi (alm), menyatakan pihak GBKP telah menjalankan prosedur dengan benar.

Bagi pemohon IMB rumah ibadah, harus memenuhi syarat administratif sesuai Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 9/2006 dan No. 8/2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadah.

Dalam aturan itu, pendirian rumah ibadah didasarkan pada keperluan nyata berdasarkan komposisi jumlah penduduk bagi pelayanan umat beragama yang bersangkutan di wilayah kelurahan atau desa. Pemohon harus menyerahkan daftar nama dan KTP pengguna rumah ibadat, paling sedikit 90 orang yang disahkan oleh pejabat setempat sesuai dengan tingkat batas wilayah.

Selain itu harus didukung pula dengan surat pernyataan dukungan (tidak keberatan) masyarakat sekitar, paling sedikit 60 orang dan disahkan lurah atau kepala desa setempat.

Menurut Dandan, BPPT Kota Bandung malah menyambut baik warga yang akan melayangkan gugatan ke PTUN. “Kalau memang tidak puas silakan ke pengadilan saja. Itu lebih baik. Prosedur kan sudah dilakukan, terus mau bagaimana lagi?,” jelasnya.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung, yang turut mengadvokasi pembangunan GBKP ini, berkomentar senada. Menurut Kepala Divisi Advokasi LBH Bandung, Harold Aaron–yang terlibat langsung dalam advokasi–mereka bahkan pernah menyurati Komnas HAM untuk melakukan mediasi dengan Pemkot Bandung.

Ditemui terpisah, Harold Aaron memaparkan, secara legalitas GBKP sudah punya IMB sejak 2012. Saat pertama dipakai sebagai rumah ibadah, bangunan itu sempat disegel oleh ormas. Kemudian tidak pernah dipakai sampai tahun kemarin.

“Di Bandung, ada lima gereja punya masalah yang sama, tapi GBKP ini yang paling siap,” jelasnya. Soal gugatan ke PTUN, Harold menyatakan pihaknya sudah mengantisipasi, bahkan untuk membuktikan verifikasi lewat BPPT.

Lebih lanjut Harold menilai, pemerintah seharusnya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang keberagaman dalam kasus seperti ini. Ia berharap pemerintah tidak sekadar menjadi fasilitator urusan administrasi.

Riwayat perizinan GBKP Bandung Timur

GBKP Bandung Timur awalnya merupakan pemekaran dari GBKP Bandung Pusat. Pasalnya, perkembangan jumlah jemaat sudah terlalu banyak serta wilayah pemukiman jemaat yang tersebar ke timur–berjumlah sekitar 1.940 jiwa. Pihak majelis GBKP Bandung Pusat pun mempersiapkan pemekaran GBKP Bandung Timur pada 2006. GBKP Bandung Timur baru disahkan menjadi majelis jemaat pada 4 Oktober 2009.

Sebelumnya, pada 17 Januari 2003, jemaat GBKP membeli sebidang tanah dan bangunan kosong bekas gudang di Jl. Kawaluyaan No. 10 RT 06 RW 06, Kota Bandung. Lalu, pada April 2003 jemaat Gereja GBKP mengajukan permohonan izin bangunan untuk merenovasi gudang tersebut dan menjadikannya Gedung Serba Guna (GSG). Pemerintah Kota Bandung mengeluarkan Izin untuk GSG pada 29 Oktober 2003.

Empat tahun kemudian, GSG mulai digunakan oleh jemaat GBKP setiap hari Minggu untuk kegiatan pembinaan iman. Sedangkan pembagian jadwal Senin sampai Sabtu dipakai masyarakat RW 06 dan jemaat GBKP untuk berbagai kegiatan. Di antaranya badminton, resepsi pernikahan, rapat masyarakat dengan pemerintah Kelurahan Jatisari, dan kegiatan lainnya.

Namun pada Oktober 2007, sebagian warga RW 06 menyampaikan unjuk rasa keberatan penggunaan GSG untuk kegiatan pembinaan iman jemaat GBKP karena GSG bukan rumah ibadah. Selanjutnya disepakati, bahwa kegiatan pembinaan iman dihentikan sampai dikeluarkan izin dari Pemerintah Kota Bandung. Sementara itu kegiatan kemasyarakatan masih tetap berlanjut.

Sejak saat itu GBKP berupaya untuk mendapatkan izin rumah ibadah (gereja). Untuk mendapatkan izin, GBKP melengkapi berbagai persyaratan mulai dari surat pernyataan dari 85 orang warga yang ditandatangani dan dilampirkan salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Pengantar dari RT dan RW juga disertakan untuk melengkapi dokumen pengajuan IMB gereja dari Pemkot Bandung.

Selanjutnya, GBKP juga melengkapi persyaratan dengan meminta sejumlah rekomendasi dari Kelurahan Jatisari, Kecamatan Buah Batu, dan Kementerian Agama Kota Bandung. Serta mendapatkan pertimbangan tertulis dari Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Bandung, dan Badan Kesatuan Bangsa Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Bandung.

Lalu jemaat GBKP memohon surat IMB ke Wali Kota melalui BPPT Kota Bandung. Setelah berusaha mendapatkan IMB sejak 2007, surat izin itu diperoleh pada 20 Juni 2012, ditandatangani langsung oleh Kepala BPPT Kota Bandung saat itu.

Lalu kelompok yang mengatasnamakan diri umat Islam RT 06 RW 06 yang didampingi ormas-ormas Islam, melakukan penyegelan terhadap GBKP Bandung Timur pada 29 Juni 2012. Namun setelah bermusyawarah dengan warga RW 06, tercapai kesepakatan pada 1 Oktober 2012 di Kantor Camat Buah Batu, untuk membuka gembok di pintu gereja.

Sempat mereda karena kesepakatan tersebut, dimulailah pembangunan gedung GBKP. Tetapi lagi-lagi, warga RW 06 melakukan demonstrasi ke kantor Wali Kota Bandung untuk menghentikan pembangunan gereja. Warga tidak mengakui lagi kesepakatan yang telah ditandatangani.

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil–yang baru resmi menjabat sejak 2013–kemudian mengeluarkan surat pada 27 Februari 2014, perihal validasi data warga yang tidak keberatan atas keberadaan GBKP Bandung Timur.

GBKP pun melaksanakan tugas tersebut dengan mengumpulkan sebanyak 64 persetujuan warga dari 60 yang diminta. Semuanya sudah divalidasi oleh Camat, Lurah, RT dan RW. Selama masa itu, gedung gereja tidak dapat dipergunakan untuk beribadah.

Baru pada 18 Desember 2015, BPPT Kota Bandung mengadakan rapat yang dihadiri Kepala BKBPPM Kota Bandung, Camat Buah Batu, Lurah Jatisari, FKUB Kota Bandung, perwakilan Danramil, Kapolsek Buah Batu, RW 06 Kelurahan Jatisari, serta perwakilan dari GBKP Bandung Timur.

Dalam keterangannya, Kepala BPPT Kota Bandung saat itu, Ema Sumarna, menyatakan bahwa semua persyaratan lengkap secara legal formal. Dalam rapat tersebut ditegaskan bahwa IMB Rumah Ibadah GBKP Bandung Timur yang terbit pada 20 Juni 2012, adalah sah secara hukum. Maka, dapat difungsikan sebagai tempat beribadah.

Sura kembali menjelaskan, pada rapat tersebut Kepala BPPT mengatakan bahwa tidak ada keinginan dari pihak Wali Kota untuk membekukan atau mencabut izin GBKP Bandung Timur. Lantaran, semua administrasi sudah sah secara legal formal, dan gedung itu harus digunakan sesuai peruntukannya.

“Jadi, kalau kita tidak memfungsikan gedung ini sebagai rumah ibadah salah juga karena perintah dari kepala BPPT itu pergunakan gedung itu sebagaimana fungsinya (rumah ibadah),” jelas ayah dari dua anak ini.

Pendeta Sura melayani GBKP Bandung Timur yang jemaatnya berjumlah 230 Kepala Keluarga. Mereka tinggal tersebar di wilayah Cimenyan, Cileunyi, Rancaekek, Jatinangor, dan Margahayu. Selama ini jemaat beribadah di GBKP Bandung Pusat di Jalan Lombok, Bandung, berjarak sekitar 10 kilometer dari lokasi GBKP Bandung Timur.

Di GBKP Bandung Pusat saat ini sudah ada 350 KK yang menghadiri peribadatan. Bila ditambah 230 KK dari Bandung timur dan sekitarnya, hampir 600 KK yang akan beribadah di satu tempat. Selama ini, para jemaat dari wilayah timur mendapat giliran ibadah pukul empat sore. Mereka harus berjibaku dengan lalu lintas menuju lokasi GBKP Bandung Pusat, yang termasuk jalur padat dan macet.

Meski ujian atas keberagaman ini berlanjut, jemaat GBKP Bandung Timur tetap melaksanakan ibadah dan mempergunakan gereja itu sebagaimana mestinya. “Kita tanya pada jemaat dan mereka meminta lanjut kebaktian. Pelan-pelan mereka sudah terbiasa menghadapi demo,” tegas Pendeta Sura.
sumber: beritagar

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima | Leave a comment

JALAN LINTAS PENUKAL ABAB-MUSIBANYUASIN SUMSEL LUMPUH TOTAL

Penukal Abab, Sumsel (ANTARA News) – Jalan lintas penghubung antara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir dengan Kabupaten Musibanyuasin Sumatera Selatan, Jumat pukul 04.30 WIB mengalami lumpuh total, akibat mobil angkutan batu bara terpesosok ke dalam lubang sedalam satu meter.

Informasi yang dihimpun di lapangan, kondisi jalan itu mengakibatkan macet total sepanjang tiga Kilometer, karena tidak bisa dilalui kendaraaan roda empat, sehingga membuat warga setempat maupun pengguna jalan mengeluhkan hal tersebut

Menurut Amri (35), warga setempat berupaya memasang papan untuk mengeluarkan kendaraan dumtruck milik PT EPI yang terperosok dengan kapasitas muatan melebihi tonase itu, akibatnya jalan tersebut mengalami kerusakan berat membentuk lobang semakin dalam sehingga sulit untuk dilalui kendaraan

“Truk batu bara milik PT EPI ini kapasitas muatan melebihi tonase, akibatnya jalan rusak tambah parah, sehingga warga harus bergotong royong mengeluarkan kendaraan dengan meratakan tanah menggunakan alat cangkul dan memasang papan,” kata Amri.

Kepala Desa Benuang, Remi mengatakan jalan lintas provinsi tersebut sering rusak karena kendaraan angkutan batu bara PT EPI melintas dengan kapasitas muatan melebihi tonase.

“Kami meminta pihak perusahaan tolong perbaiki jalan yang rusak akibat dilalui kendaraan pengangkut batu bara tersebut,” Katanya.

Humas PT EPI, Bambang Krisna mengatakan akan bertangung jawab atas rusaknya jalan di Desa Benuang tersebut.

“Kami dari pihak perusahaan akan segera memperbaikinya, apa lagi jalan tersebut rusak akibat dilalui kendaraan angkutan batu bara milik PT EPI,” ujarnya.(Ant)

Posted in Berita | Leave a comment

POLRES SITUBONDO TANGKAP DELAPAN PEMUDA DIDUGA PEMERKOSA

Situbondo (ANTARA News) – Satuan Reserse Kriminal Polres Situbondo, Jawa Timur, menangkap delapan dari 18 pemuda yang diduga memerkosa seorang perempuan secara bergiliran selama tiga hari berturut-turut.

“Korban dugaan pemerkosaan oleh 18 pemuda tersebut berinisial SN (19), warga Kecamatan Arjasa. Saat ini korban sedang berada di kantor Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Situbondo, selanjutnya kami bawa ke psikiater di Kabupaten Banyuwangi untuk mengetahui kondisi kejiwaan,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Situbondo AKP I Gede Lila Buana Arta di Situbondo, Jumat.

Ia mengemukakan delapan dari 18 pemuda tersebut ditangkap petugas pada Kamis (19/5) setelah sebelumnya polisi mendapatkan laporan dugaan pemerkosaan oleh belasan pemuda itu, sedangkan 10 pemuda lainnya masih dalam pengejaran petugas.

Delapan pemuda yang diamankan petugas, kata dia, adalah AR (17), FR (19), ZN (18), YP (18), AF (20), IP (20), WM (210, dan JS (22). Selain itu ada juga seorang gadis berinisial R (16) yang diduga juga terlibat.

“Sementara delapan orang kami amankan dan 10 lainnya masih dalam pengejaran. Dari delapan pemuda dan satu gadis tersebut statusnya masih saksi karena untuk menetapkan status tersangka kami masih memeriksa pemuda tersebut dan keterangan korban,” katanya.

Menurut Gede, keluarga korban melaporkan peristiwa dugaan pemerkosaan yang menimpa putri pertamanya itu pada 18 Mei. Dalam laporannya, putrinya diduga dicabuli secara bergiliran oleh belasan pemuda selama tiga hari berturut-turut, yakni pada 28 hingga 30 April 2016.

“Ketika itu korban dijemput ke rumahnya oleh seorang gadis berinisial R (16), warga Desa Gudang, Kecamatan Asembagus. Selanjutnya korban diajak berkumpul dengan belasan pemuda yang diduga kemudian menyetubuhi korban,” tuturnya.

Akibat perlakuan kekerasan oleh belasan pemuda itu, lanjut dia, korban mengalami pendarahan dan bahkan kondisi jiwanya saat ini masih terguncang.(Ant)

Posted in Berita | Leave a comment

ANCAM PAKAI SEKIN, TUKANG PANGKAS DITANGKAP

IMANUEL SITEPU. DELITUA. Nekat mengancam kakek Jainal Abidin (78) warga Jl. STM Medan dengan sebilah sekin (parang), Ali Saba Barasa (31), warga Simpang Kwala Medan, ditangkap lalu diserahkan ke Polsek Delitua [Selasa 17/5: sekira 15.00 wib].

Ditangkapnya Ali yang berprofesi sebagai tukang pangkas ini berawal pada, siang itu, Ali melihat kakek Jainal menyapu di halaman rumahnya. Begitu sampah di kumpulkan, kek Jainal menumpuknya persis di samping rumahnya yang kebetulan berbatasan dengan kios pangkas milik pelaku. Melihat hal itu, Ali langsung memarahi kakek Jainal sambil mengumbar makian.

pangkasDicaci oleh anak kemaren, kakek Jainal juga naik pitam. Ia pun balik memaki pemuda asal Nias ini. Ternyata, Ali tidak terima dirinya dikatai bukan-bukan oleh Kek Jainal. Tak bisa menahan emosi, Ali kemudian mengambil sebilah parang dari dalam kiosnya, lalu mengejar kek Jainal. Takut dibunuh, kakek berperawakan kurus ini memilih berlari sambil berteriak minta tolong.

Mendengar teriakan Jainal, beberapa warga langsung berhamburan keluar. Meski Ali masih memegang parang, salah satu warga kemudian menangkap Ali lalu memitingnya. Selanjutnya, parang yang ada di tangan pelaku diamankan. Atas kesepakatan warga, Ali kemudian diserahkan ke Polsek Delitua berikut barang bukti sebilah parang yang digunakan menyerang korban.

“Dia tumpuki sampah di depan kios pangkasku. Kemaren juga sudah aku peringatkan. Tapi kakek itu tidak menghiraukan. Makanya aku jadi emosi. Biasanya sampah itu dibakarinya, jadi asapnya masuk ke kiosku, pak,” kata Ali.

Kapolsek Delitua melalui Kanit Reskrim Iptu Jonathan SH ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian.

“Tersangka sudah kita amankan dan masih dalam proses,” kata Kanit.
sumber : sorasirulo

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima | Leave a comment

TEMU PISAH KAPOLRES TANAH KARO DIWARNAI HARU

B. PARGAULAN P. KABANJAHE. Jabatan Kapolres Tanah Karo diserahterimakan dari AKBP Viktor Togi Tambunan kepada AKBP Pangasian Sitio. Serah terima jabatan (Sertijab) ini berlangsung di Mapolda Sumut (Medan) oleh Kapoldasu Irjen Pol drs. Raden Budi Winarso [Senin 16/5]. Usai Sertijab di Mapoldasu, diadakan acara Pisah Sambut Kapolres Tanah Karo dari AKBP Viktor Togi Tambunan kepada AKBP Pangasian Sitio [Rabu 18/5] di Mapolres Tanah Karo (Kabanjahe).

Pisah sambut ini diwarnai rasa haru, disaksikan ratusan tamu undangan yang hadir dari kalangan anggota, staf dan anggota Bhayangkari, kalangan Pimpinan FKPD Karo, Pengusaha dan Pimpinan BUMN serta Swasta termasuk rohaniawan.
kapolres

Sepintas, acara pisah sambut antara Kapolres lama AKBP Viktor Togi Tambunan SIk dengan AKBP Pangasian Sitio SIk adalah biasa. Tak ada yang istimewa. Namun, di kala satu per satu angggota memberi sepatah dua kata perpisahan, suasana haru menyelimuti. Para anggota Polres Karo banyak larut terharu sampai meneteskan air mata saat memberikan kata-kata perpisahan.

Dikatakan oleh Aiptu Surya Ginting pada wartawan, sepeninggal Kapolres lama dirinya merasa kehilangan sosok pemimpin yang mengayomi dan bersahaja.

Kondisi ini sontak membuat hadirin yang hadir terdiam sejenak. Lalu, keadaan mencair setelah AKBP Viktor Togi katakan, terimahkasih atas dukungan yang diberikan selama menjabat 1 tahun 7 bulan di Polres Karo.

Togi meminta maaf pada anggota bila selama bertugas ada kesalahan dilakukan sebagi pucuk pimpinan di Mapolres Karo. Apabila ada program yang belum terlaksana, tugas itu dititip ke Kapolres yang baru.

Kapolres baru AKBP Pangasian Sitio dalam sambutannya mengatakan, dirinya siap meneruskan tugas-tugas Kapolres terdahulu yang mungkin belum tuntas sesuai dengan tupoksi dan amanat pimpinan.

Sementara itu, sesuai surat telegram Nomor ST/499/IV/2016 tertanggal 28 April, tentang pengangkatan jabatan di lingkungan Polri, AKBP Pangasian Sitio dipindahtugaskan dari Kabagbinopsnal Dit Sbahara Poldasu mutasi menjadi Kapolres Tanah Karo. Adapun AKBP Viktor Togi Tambunan Kapolres Tanah Karo dimutasi ke Jakarta menjadi Kabagdalops Polda Metro Jaya.

Tampak hadir pimpinan FKPD Karo yakni Bupati Karo Terkelin Brahmana, Ketua DPRD Karo Nora Else br Surbakti bersama Wakil Ketua Efendy Sinukaban, Inolia br Ginting, Kajari Kabanjahe, Dandim 0205/ TK Letkol A. Sitepu, Danyon 125 Simbisa, Karutan Kabanjahe Theo Adrianus Purba, BKAG Karo, Ka BRI Kabanjahe (Sudono), Pengurus Kompak Pers Karo (B. Kurnia Pargaulan), Paguyuban Tionghoa Karo (Alex Candra Singarimbun), Ketua LSM Tanah Karo Hebat (Hanna Bangun) dan Soliana Vina T, Kepala dan guru SMP Kemala Bhayangkari Kabanjahe (Alaska Pinem).
sumber : sorasirulo

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo | Leave a comment

CABULI BOCAH 6 TAHUN, AYAH BERANAK 3 DIPOLISIKAN

IMANUEL SITEPU. DELITUA. Seorang bocah, sebut saja namanya Ncole (6) mendapat pengalaman pahit di usianya yang masih belia. Bocah ingusan ini menjadi korban pencabulan oleh tersangka Ade (42), pria beranak 3 yang masih merupakan tetangganya.

Menurut keterangan salah seorang keluarga korban saat diwawancarai wartawan [Selasa 17/5: Siang) di Mapolsek Delitua, aksi bejat yang dilakukan pelaku terjadi saat korban yang tinggal di Jl. Karya Jaya, Gg. Karya Bunda (Medan Johor) sedang bermain di halaman rumah bibinya yang selama ini mengasuhnya. Saat itu, bibinya sedang pergi bekerja.

ncole 6Melihat Ncole bermain sendiri, timbul niat busuk Ade mencabulinya. Ncole pun diajak masuk ke rumah. Sesampainya di rumah tubuh, bocah ini langsung digerayangi. Kemaluan korban pun dijolok dengan kemaluan pelaku. Akibatnya, korban merasakan sakit dan perih di selangkangannya.

Terungkapnya perbuatan tak senonoh yang dilakukan pelaku ketika bibi korban pulang bekerja sekira 17.00 wib. Ketika itu, bibi Ncole melihat keponakannya seperti dalam keadaan syok, menangis di dalam kamarnya.

Ketika dipertanyakan kepadanya, dengan polosnya, gadis kecil ini mengatakan kemaluannya terasa sakit akibat dijolok-jolok oleh pelaku. Mendengar pengakuan Ncole, pelaku pun akhirnya dicari. Setelah ketemu, pelaku langsung ditangkap dan , kemudian, diserahkan ke Polsek Delitua [Selasa 17/5].

Kanit Reskrim Polsek Delitua Iptu Jonathan Hutagalung SH saat dikonfirmasi membenarkan telah menerima laporan korban dan telah dirujuk visum. Dikatakan oleh Jonathan, pihaknya juga telah mengamankan terlapor.

“Sudah kita amankan dan masih kita selidiki sembari menunggu hasil visum,” kata Jonathan.
sumber : sorasirulo

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima | Leave a comment

DITUDUH CURI AYAM, 2 BOCAH INI DIBACOKI TETANGGA

IMANUEL SITEPU. DELITUA. Malang benar nasib kedua bocah ini. Namanya Ade (17) dan Rama (15). Meski belum terbukti mencuri ayam, kedua bocah malang ini malah dibacoki tetangganya, Wardianto, warga Jl. Pales Ujung, Kelurahan Mangga (Medan Tuntungan).

Cerita Ade dan Rama ditemui saat hendak membuat laporan di Polsek Delitua, kejadian tersebut berawal ketika pelaku mengaku kehilangan 2 ekor ayamnya [Senin 16/5: Malam]. Yakin kalau pelakunya adalah kedua korban, sambil menenteng sebihlah parang [Selasa 17/5: Siang], pelaku langsung mendatangi kedua korban dan mempertanyakan mengapa ayamnya dicuri.

Karena tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan, kedua bocah itupun membantah. Pun demikian, pelaku tetap tidak percaya. Ia kemudian memukuli kedua bocah ini. Tidak hanya sampai di situ, pelaku kemudian mengambil sebilah parang yang terselip di pinggangnya lalu menyerang kedua bocah tersebut. Melihat dirinya di serang Ade dan Rama berusaha memberi perlawanan serangan dengan senjata tajam yang dilakukan pelaku. Akibatnya, Ade menderita luka bacok pada pergelangan tangan kiri dan kepala. Sementara, Rama menderita luka bacok pada bagian kaki sebelah kiri.

“Kami dituduh mencuri ayamnya, bang. Padahal kami tidak ada melakukan,” kata Ade dan rama.

Usai mendengar keterangan korban, petugas SPK Polsek Delitua menyarankan agar kedua korban mengambil surat visum dari dokter agar laporannya segera diproses.
sumber : sorasirulo

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima | Leave a comment

PENEMUAN TULISAN TANGAN BERUSIA 2.600 TAHUN KUATKAN KEBENARAN ALKITAB

Telah ditemukan beberapa potongan tembikar yang berisikan daftar belanja dari tentara kuno, Yehuda. Penemuan ini menjadi bukti mengenai kebenaran dalam Alkitab, menurut para peneliti.

Para peneliti dari Universitas Tel Aviv sudah mempelajari prasasti yang mereka temukan ini pada pecahan tembikar yang diperkirakan sudah berumur 2.600 tahun. Mereka menyebutnya dengan ‘ostraca’.

Arkeolog Tel Aviv menemukan bahwa prasasti tersebut adalah berisikan beberapa persediaan tentara yang akan dibawa ke suatu benteng. Catatan tersebut ditulis dengan akurasi meskipun mereka hanyalah seorang tentara berpangkat rendah. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian mereka akan huruf meningkat tinggi diantara orang Israel pada zamannya. Tidak hanya di kalangan bangsawan atau iman atau ahli-ahli Taurat, tetapi bahkan orang-orang biasa.

Menurut Avery Foley mengatakan, “Alkitab menyiratkan bahwa melek aksara adalah keharusan, bahkan diantara masyarakat umum,” tulisnya dalam Answers in Genesis.

Alkitab dipenuhi oleh cerita orang-orang Israel yang kemudian dituangkan dalam tulisan. Seperti menuliskan perintah Allah pada tiang pintu mereka. Seperti dalam kitab Yosua, Yosua mengirimkan tida orang untuk melakukan survey tanah yang dialokasikan tujuh untuk tujuh suku dan mengatajan kepada mereka untuk menulis apa yang mereka amati ke dalam sebuah buku. Dalam kitab Kejadian, salah satu buku tertua di Alkitab, menyebutnya dengan “Kitab Generasi Adam.”

Bagi para peneliti, prasasti yang ditemukan dalam pecahan tembikar ini memberikan bukti terhadap argumen bahwa sebagian besar buku di dalam Alkitab tidak ditulis sampai 568 SM. Dalam argument tersebut mengutip bahwa masyaraka Israel buta huruf dan berdiri pada gagasan bahwa Israel menjadi melek huruf hanya stelah mereka dibawa sebagai tawanan oleh Babel, yang konon telah mendidik mereka.

Meskipun demikian, banyak sarjana Alkitab percaya bahwa buku-buku itu ditulis oleh orang-orang yang sesuai dengan nama mereka. Dan, bahwa kitab-kitab itu ditulis selama periode waktu yang dijelaskan di dalamnya. Mereka percaya, bahwa Kitab Yesaya ditulis oleh Nabi Yesaya sendiri pada masa pemerintahan empat raja yang berbeda, seperti Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia.

Foley menyatakan bahwa prasasti memberikan bukti tingkat tinggi bangsa Israel dalam hal keaksaraan menunjukkan bahwa firman Allah nyata dan akurat. “Penelitian baru ini mendukung keakuratan firman Tuhan. Ini menunjukkan bahwa Israel lebih melek daripada yang dipercaya oleh banyak kalangan sarjana. Ini berarti bahwa nabi-nabi bahkan orang biasa seperti Amos sebagai seorang gembala, juga melek dan mampu menuliskan cerita mereka ke dalam kitab.”
sumber : Christiantimes.com/Satuharapan.com

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima | Leave a comment

PENOLAKAN TEMPAT RELOKASI PENGUNGSI SINABUNG

RIKWAN SINULINGGA. LINGGA. Tempat relokasi pengungsi Sinabung yang telah direncanakan selama ini mendapat penolakan dari warga Desa Budaya Lingga (Kecamatan Simpang Empat). Pernyataan penolakan INISIATIF disampaikan secara tertulis dengan spanduk di sepanjang Jl. Kabanjahe-Simpang Empat, tepatnya di Simpang Desa Budaya Lingga.

Tempat relokasi yang direncanakan untuk pengungsi Sinabung dari Desa Gurukinayan dan Berastepu ini berada lebih kurang 1 km sebelah Timur Desa Budaya Lingga atau pertengahan antara simpang masuk ke Desa Nangbelawan dengan Desa Lingga (sekitar 5 Km dari Kabanjahe). Lahan pertanian tersebut sudah dibeli dari warga setempat.

Menurut keterangan beberapa warga Desa Budaya Lingga yang tidak mau namanya disebut, mereka mendengar selama ini bahwa lahan itu dimaksudkan untuk tempat pasar sayur mayur bagi warga Kecamatan Simpang Empat dan sekitarnya.

relokasi 4“Sebagian lagi untuk perumahan baru. Kalau untuk tempat pasar dan perumahan, mungkin tidak terlalu masalah buat kami. Namun, menurut informasi terakhir kami dapatkan , lahan itu adalah untuk tempat relokasi pengungsi Sinabung asal Gurukinayan dan Berastepu. Ini perlu dikajiulang terlebih dahulu. Banyak sisi yang harus dipertimbangkan. Contohnya segi administratif. Ini kan masih kawasan Desa Budaya Lingga. Kalau dibuat lagi desa lain kan banyak yang perlu dipertimbangkan. Pengaruhnya pasti besar dari segala sisi baik keamanan, ekonomi, sosial, budaya, dll,” papar salah seorang warga kepada Sora Sirulo kemarin [Senin 9/5].

Dari beberapa warga Desa Budaya Lingga yang Sora Sirulo coba untuk mendapat konfirmasi disampaikan bahwa alasan pertama adalah bahwa penjelasan dari pengembang awalnya lahan itu dimaksudkan untuk tempat pasar, bukan relokasi pengungsi. Jika awalnya dijelaskan untuk relokasi pengungsi mungkin terlebih dahulu dibicarakan dengan pihak aparat desa, pengetua adat dan warga desa untuk mengetahui apakah ini diizinkan atau tidak, kata mereka.

“Minggu malam [8/5] memang sudah ada musyawarah, namun belum ada kata sepakat,” tandas salah seorang diantaranya.

Pantauan Sora Sirulo, sampai saat ini beberapa spanduk yang bertuliskan “Kami Warga Desa Budaya Lingga Menyatakan Menolak Relokasi Pengungsi di Desa Kami” ttd. Masyarakat Desa Lingga, masih terpampang di Jl. Kiras Bangun (Kabanjahe-Simpang Empat). Semoga secepatnya mendapat kata mufakat demi kebaikan bersama.
sumber : sorasirulo

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo | Leave a comment