SEORANG PRIA DI DELI SERDANG NEKAT MEMOTONG KEMALUANNYA

Medan, (beritasumut.com) – Seorang pria di Kabupaten Deli Serdang nekat memotong kemaluannya hingga nyaris putus. Dia diduga mengalami gangguan jiwa sehingga nekat melakukan perbuatan itu.

Identitas pria itu masih belum diketahui. Dia pun hanya berbicara bahasa etnis Tionghoa.

“Dari ciri-cirinya, dia etnis Tionghoa tapi berkulit agak gelap. Dia diduga mengalami gangguan jiwa,” kata Kepala KTU RSUD Deli Serdang dr Isnaini saat dihubungi, Senin (9/6/2014) sore.

Belum ada informasi jelas mengenai aksi nekat laki-laki itu. Beredar kabar dia memotong kemaluannya di belakang rumah seorang warga di Pasar Sore, Desa Kebun Kelapa, Kecamatan Beringin, Deli Serdang pada Ahad (8/6/2014) malam.

Setelah memotong kemaluannya, laki-laki itu langsung diberi pertolongan. Polisi yang mendapat laporan langsung membawanya ke RSUD Deli Serdang. Dia kemudian dirawat di ruang Isolasi Akasia.

“Kemaluannya robek di bagian pangkal dan nyaris putus. Tapi sudah ditangani dokter bedah dan mendapat 15 jahitan,” imbuh Isnaini.

Dia menambahkan, saat ini laki-laki itu masih dalam perawatan. Namun, dia sudah dipindahkan ke Ruang Anyelir sesuai rekomendasi dokter jiwa.

“Kalau tidak ada kemajuan akan kami rujuk ke RSUP Adam Malik. Soal pembiayaan, sejauh ini masih ditanggung Jamkesda Deli Serdang,” sebut Isnaini. (BS-001)
sumber : beritasumut

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima | Leave a comment

HARGA PUPUK SUBSIDI TAK BOLEH NAIK

MedanBisnis – Malang. Usulan Menteri Pertanian (Mentan) Suswono terkait kenaikan Harga Pokok Pembelian (HPP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi di 2014 dipastikan tak akan dipenuhi. Opsi kenaikan harga pupuk subsidi tak akan diambil pemerintah karena alasan tahun ini merupakan tahun politik.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Rusman Heriawan mengatakan, tahun ini banyak faktor yang menyebabkan Harga Pokok Pembelian (HPP) di tingkat produsen naik luar biasa, yaitu karena kurs rupiah yang melemah dan harga gas industri yang juga naik. Sehingga ada usulan dari kementeriannya harga pupuk subsidi naik, agar kebutuhan petani terhadap pupuk subsidi bisa dipenuhi. Adapun HPP pupuk subsidi saat ini Rp1.800/kg dan pernah diusulkan naik menjadi Rp2000/kg, mengingat harga di pasaran sudah mencapai Rp4.000-Rp4.500/kg.

“Tapi karena harga eceran tertinggi nggak boleh naik karena tahun politik, akhirnya yang jadi korban itu volume pupuknya, kalau kebutuhan riil itu 9,5 juta ton tapi yang sudah kita salurkan dengan Rp 18 triliun itu cuma 7,8 juta ton jadi kekurangannya itu sekitar 1,7 juta ton,” kata Rusman dalam acara Pekan Nasional XIV Kelompok Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) yang berlangsung sejak tanggal 7-12 Juni 2014 Pendopo Diknas Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (8/6).

Rusman mengatakan dampaknya pupuk di lapangan menjadi langka. Padahal pasokan pupuk di pabrik pupuk BUMN masih berlimpah, namun karena tak ada kenaikan HPP maupun HET maka pabrikan pupuk tak mau menjualnya.”Barangnya ada tapi para penyalur pupuk tidak bisa berbuat banyak. Akibatnya pupuk kurang di mana-mana. Kalau pupuk komersialnya ada tapikan kita tidak bicara ada atau tidak,” katanya.

Dia mengatakan harga pupuk subsidi jauh lebih murah dibandingkan harga pupuk non subsidi. Pupuk subsidi hanya dijual Rp 1.700/Kg, sedangkan harga non subsidi bisa mencapai Rp 4.000/Kg. “Oleh karena itu dalam rapat pangan dengan menko kita mencari solusi bagaimana volume yang 9,5 juta ton itu dikembalikan,” katanya.

Seorang anggota KTNA Kalimantan Selatan Hadi mengeluhkan soal pasokan pupuk bersubsidi yang langka di wilayahnya.”Kendala kami yang pertama, permasalahan pupuk. Mungkin pupuk ini juga dirasakan di tempat lain. Itu susah cari pupuk bersubsidi. Kalau memang tidak ada bersubsidi, kita beli ya nggak usah disubsidi,” katanya

Berdasarkan proyeksi kebutuhan pupuk tahun ini mencapai 9,55 juta ton dengan dibutuhkan dana mencapai Rp 22,18 triliun, sementara APBN 2014 menganggarkan subsidi pupuk tahun ini mencapai 7,78 juta ton dengan anggaran mencapai Rp 21,04 triliun. (dtf)
sumber: medanbisnisdaily

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

APA ITU HIDROPONIK ??

Pengertian Hidroponik

Hidroponik (hydroponic) berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah. Jadi hidroponik berarti budidaya tanaman yang mamanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilles. Pemilihan jenis tanaman yang akan dibudidayakan untuk skala usaha komersial harus diperhatikan.

Cara Penanaman

1. Siapkan bahan-bahannya, yaitu Kawat kasa nilon, pot, pecahan batu bata, batu apung dan batu zeolit.

2. Apabila semua bahan sudah siap, pertama-tama ambil kawat kasa nilon letakkan didasar pot.

3. Kemudian masukkan pecahan batu bata selapis, diatasnya diberi batu apung dan batu zeolit hingga sepertiga bagian dari pot yang digunakan.

4. Setelah itu, ambil tanaman yang siap dipindahkan dari polybag ke pot, caranya bersihkan akar tanaman yang selama ini sudah tumbuh di polybag tersebut dengan cara melarutkan media tanamnya (tanah) kedalam air.

5.Setelah akar-akarnya kelihatan bersih, kemudian kita amati kembali akar tersebut. Bila ditengarai ada akar yang rusak ataupun terlalu panjang (disesuaikan dengan besarnya tanaman maskot dan pot) sebaiknya dipotong. Demikian juga untuk daunnya, apabila terlalu rimbun perlu untuk dikurangi.

6. Kemudian bibit ditanam dalam pot yang sudah terisi bahan sepertiga bagian dan lanjutkan penambahan media tanam hingga dua pertiga bagian pot.

7. Langkah selanjutnya isilah pot bertingkat tersebut dengan nutrisi yang dibutuhkan.

8. Gunakan pupuk NPK Grand S 15 sebanyak satu sendok makan untuk kemudian larutkan kedalam sepuluh liter air. Masukkan larutan pupuk ini kedalam pot dasar sesuaikan dengan ketersediaan air dalam pot.

9. Sedang untuk pertama kalinya, tanaman perlu pengerudungan dengan plastik transparan selama dua minggu, letakkan ditempat yang teduh.

Manfaat Menanam dengan cara Hidroponik

•Tumbuhan dapat ditanam dengan kepadatan tinggi dan kadar penggunaan garam mineral lebih kecil, sehingga pemakaian air lebih efisien

•Tanaman hidroponik lebih cepat matang

•Tanaman tidak mengalami kerusakan akibat gangguan cuaca ataupun penggunaan racun hama.

•Produk tanaman persatuan luas lebih banyak

•Lingkungan kerja lebih bersih

•Penanaman bisa dilakukan pada segala musim

•Tanaman yang dihasilkan dapat memberikan produktivitas yang tinggi

•Penanaman tidak tergantung lahan yang luas

•Hemat pupuk

•Tahan terhadap hama dan penyakit yang berasal dari tanah.

Jenis Tanaman Hidroponik

•Sayuran : sawi, tomat, wortel, brokoli, cabai, seledri, bawang putih, bawang merah, bawang daun, selada, dan terong

•Buah : melon, mentimun, semangka, strawberry, tomat dan paprika

•Tanaman hias : krisan, gerberra, anggrek, kaladium dan kaktus.
sumber : materi-forever

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

PENGELOLAAN LAHAN PERTANIAN HARUS RAMAH LINGKUNGAN

MedanBisnis – Medan. Guna memberikan hasil yang baik pada produksi dan produktifitas tanaman pertanian, terutama jenis pangan, para petani harus dapat mengedepankan pola pertanian yang ramah lingkungan.
Pasalnya, dengan pola yang tidak ramah lingkungan, penanganan atas serangan hama penyakit dapat menjadi bumerang bagi tanaman itu sendiri.

Pokja Pangan UPT Perlindungan Tanaman Pangan dan Holtikultura (PTPH) Dinas Pertanian Sumatera Utara (Sumut), Bukhari mengungkapkan, tahun 2014 ini pengelolaan lahan pertanian yang ramah lingkungan masih menjadi pilihan, terutama dilakukan dalam pengendalian serangan hama penyakit dan organisme pengganggu tanaman (OPT).

“Sama seperti tahun 2013, ditahun 2014 ini pola pengelolaan lahan pertanian masih memakai cara-cara yang ramah lingkungan. Karena hal itu lebih tepat dan efisien ketimbang memakai pola yang menggunakan unsur pengendalian kimiawi,” ungkapnya kepada MedanBisnis, Kamis (5/6) di Medan.

Penggunaan agen hayati menurut dia adalah solusinya. Meskipun penggunaan zat kimia dalam memberantas hama penyakit bagi tanaman seperti pestisida tetap diperbolehkan penggunaannya. Namun Bukhari mengatakan, penggunaannya baru dapat dilakukan apabila upaya-upaya yang dilakukan dalam penerapan agen hayati sudah tidak mampu mengatasinya.
“Jadi kalau masih bisa dikendalikan dengan agen hayati, jangan langsung menggunakan pestisida. Sebab hal itu tidak baik bagi tanaman. Di samping dapat menciptakan resistensi bagi hama itu sendiri,” jelasnya.

Akan tetapi, lanjut Bukhari, di tingkat petani justru lebih condong melakukan penggunaan bahan kimia dalam melakukan pengendalian. Padahal, upaya-upaya pengendalian yang ramah lingkungan sama sekali belum dilakukan.

“Itu yang tidak tepat. Seharusnya dilakukan langkah-langkah terlebih dahulu baru penggunaan bahan kimia sintetik,” pungkasnya.

Sementara itu, dari informasi yang beredar di lapangan, para petani memang lebih condong menggunakan bahan berzat kimia untuk melakukan pengendalian pada serangan hama penyakit bagi tanamannya.

Hal itu dapat terjadi dikarenakan masih minimnya pengetahuan petani dalam melakukan pengendalian, di samping ingin praktis. Seperti yang dikatakan N Boru Haloho, seorang petani di Desa Nagalingga, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo.

Dikatakannya, dalam melakukan pengendalian serangan hama penyakit pestisida masih menjadi produk andalan bagi mereka. “Kalau ada serangan hama ya kita memakai pestisida saja. Soalnya hal itu lebih efektif untuk membasmi hama penyakit,” tegasnya singkat. ( rozie winata)
sumber: medanbisnisdaily

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

NASIB PENGUNGSI SINABUNG TAK JELAS

KABANJAHE ( Berita ) : Pemulangan pengungsu Gunung Sinabung hingga saat ini belum jelas, karena pemulangan pengungsi ini membutuhkan dana. Sedangkan APBD Kab. Karo 2014 belum disahkan.

Padahal, pemerintah Kab. Karo, Sumatera Utara kini tengah mempersiapkan relokasi hunian bagi pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung. Pengungsi yang tempat tinggalnya berada dalam lokasi berdampak akan secepatnya direlokasi ketempat lebih aman, sebagai upaya antisipasi dan penyelamatan warga dari dampak letusan Sinabung.

Untuk itu, pada tahap pertama program relokasi pemukiman warga terlebih dahulu diprioritaskan bagi tiga desa yang masih rawan,yakni Desa Sukameriah, Simacem dan Bekerah yang masuk radius 3 km dari kawah gunung. Program ini juga sesuai dengan arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan rekomendasi dari pusat Badan Geologi.

Mengingat ketiga desa tersebut masih sangat berbahaya karena berpotensi terkena luncuran awan panas,aliran lava dan gas beracun.“Kini, BNPB telah menyerahkan bantuan Rp 24 miliar untuk pengungsi, dengan rincian Rp 10 miliar untuk biaya menyewa lahan setahun,sewa rumah enam bulan dan biaya kebutuhan makanan dua bulan.

Sebelum pembangunan rumah hunian selesai, sekira 381 KK terlebih dahulu diberikan bantuan seperti itu,” ungkap Bupati Karo, DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti, Kamis (5/6) saat menggelar konferensi pers di lobi kantor Bupati.

Dijelaskannya, bantuan untuk menyewa lahan Rp 2 juta/tahun/KK, sewa rumah Rp1,8 juta/Tahun/KK dan Rp.5 ribu/hari/KK sebagai bekal pangan selama 2 bulan. Sementara untuk bantuan bibit dananya berkisar Rp10 miliar  dan Rp 4 miliar lagi untuk penggunaan penyediaan logistik bagi pengungsi.

“Pemkab Karo tak akan membiarkan pengungsi terlantar. Kami tetap berupaya sebaik mungkin dan jangan sempat terlantar baik itu dari segi pendidikan, kesehatan dan makanan,” ujar bupati selaku pelaksana harian penanganan pengungsi. Namun, yang menjadi kendala saat ini pasca menurunnya status Gunung Sinabung dari level Awas ke Siaga dan rencana pemulangan warga desa yang tinggal di luar radius 3 km atau berada di radius 5 km adalah belum disahkannya APBDTA 2014, padahal sebelum dilakukan pemulangan pengungsi atap rumah warga harus terlebih dahulu diperbaiki yang membutuhkan biaya.

“Tidak mungkin pengungsi pulang kerumahnya kalau atap rumahnya masih bocor.Jadi, sebelum pengungsi pulang atap rumahnya yang bocor harus diganti. Karena APBD belum disahkan, berarti pemulangan belum akan terealisasi.

Bagaimana pemerintah daerah bisa bekerja kalau tidak ada dana apalagi untuk membeli seng,” imbuhnya lagi didampingi Kadis Kominfo Pemkab Karo, Drs. Kenan Ginting.

Pemkab Karo telah menyediakan dana dari APBD Rp 5 miliar untuk membeli seng. Sedangkan seng yang dibutuhkan berkisar 267.000 lembar. Selain itu, belum disahkannya APBD oleh DPRD Karo berdampak bagi seluruh rakyat Karo. Roda pemerintahan sudah pasti lumpuh tak ada kegiatan.

Yang paling fatal dampaknya pada Dinas Kebersihan dan Rumah Sakit Umum.“Bagaimana mau bekerja, honor pegawai kebersihan belum terbayar dan biaya operasional mobil pengangkut sampah tak ada lagi.

Sudah pasti mobil angkut sampah membutuhkan BBM, sudah berapa utang di SPBU, ditambah Rumah Sakit Umum pasti memerlukan obat-obatan untuk pasien,” ujarnya. Untuk menyikapi masalah tersebut, Pemerintah Kabupaten Karo telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi.

Dalam hal ini Menteri Dalam Negeri dan Gubernur Sumut agar dapat mensahkan Peraturan Bupati (Perbup).Sebab, sementara ini Perbup dana rutin sudah disahkan tinggal Perbup dana fisik yang sudah diusulkan ke Mendagri melalui Gubsu agar dapat disahkan. (WSP/c10)
sumber: beritasore

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

PERSEKUTUAN KRISTEN OIKOUMENE TANJUNG GADING PT.INALUM (PERSERO) SERAHKAN BANTUAN UANG TUNAI KE POSKO GBKP

Senin (26/05) Persekutuan Oikumene Tanjung Gading PT.Inalum (Persero) serahkan bantuan uang tunai ke Posko GBKP. Bantuan uang tunai sebesar Rp.12.000.000 ini diserahkan kepada koordinator posko GBKP Pdt. Agustinus Purba di ditemani oleh Sekretaris Umum Moderamen GBKP Pdt. Simon Tarigan di kantor Moderamen GBKP, Jl.Kapt.Pala Bangun,66 Kabanjahe.

Pdt. Agustinus Purba mengucapkan terima kasih kepada Pesekutuan Oikumene Tanjung Gading PT.Inalum (Persero ) yang sudah mau ikut membantu pengungsi sinabung lewat sumbangan yang diberikan.” Kami dari Posko GBKP, saya selaku Koordinator mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Persekutuan Kristen Oikoumene Tanjung Gading atas bantuan yang diberikan, batuan ini akan kita gunakan sepenuhnya untuk kebutuhan saudara-saudara kita di pengungsian” terang Pdt. Agustinus. Lebih lanjut beliau menerangkan tentang pelayanan-pelayanan yang dilakukan oleh GBKP melalui posko-posko pengungsian yang dikelola.

Setelah menyerahkan bantuan di kantor Moderamen, rombongan Persekutuan Kristen Oikoumene Tanjung Gading PT.Inalum (Persero) menyempatkan mendatangi posko pengungsian di Kantor Klasis Kabanjahe. Dalam kunjungannya rombongan langsung berinteraksi dengan para pengungsi yang berada di sana. Suasana hangat dan akrap langsung terlihat, dimana rombongan banyak bertanya seputar kehidupan pengungsi saat ini dengan  ditemani oleh Vic. Kristian Ginting yang bertugas di Posko Induk GBKP di kantor Klasis. (EP /Humas Moderamen)
sumber : gbkp

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

KADIS DI TAPUT DIGEREBEK NGAMAR DENGAN ISTRI ORANG

DIARAK KE KANTOR POLISI

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Pemkab Tapanuli Utara (Taput), Maju Tampubolon digerebek berduaan dengan Yusraini boru Hutabarat, di kamar nomor 103 Sukma City Hotel, Jl. Sisingamangaraja, Rabu (4/6) sekira pukul 20.30 WIB. Alhasil, mantan Camat Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara itu pun diarak ke Polsek Medan Kota oleh Antonius Nababan (34), suami Yusraini.

Kejadian itu diteruskan Antonius dengan membuat laporan yang tertuang dalam LP/946/K/VI/2014/SU/POLRESTA MEDAN/SEK M. KOTA.

“Awalnya aku melihat SMS mesra di handphone istriku. Kala itu istriku sedang tidur. Sejak saat itu aku curiga dan mulai menyelidiki. Terlebih ketika aku tau kalau pria yang mengirim pesan nakal itu berstatus pariban istriku,” ungkap Antonius di Polsek Medan Kota.

“Ada 3 SMS saya lihat. Di antaranya ‘Apa Kabar Pak, Hub Aku Plis’ kemudian SMS kedua bertuliskan, ‘Lama-lama Aku Tidak Mengerti lihat Abang, Tega Abang Buat Aku Seperti Ini’ dan SMS ketiga bertuliskan ‘Lagi Rapat Ma, Nanti Ya’. Sebegai suami saya jelas curiga,” kenang Antonius.

Lebih lanjut, ia mengaku makin curiga kala wanita yang dinikahinya 10 tahun lalu itu, berkeras untuk pergi seorang diri ke Medan untuk berobat di kawasan Jl. Sei Mencirim, atas sakit di lutut sebelah kanan yang dideritanya sejak beberapa tahun lalu. Oleh karena permintaan itu pula, dengan berat hati ayah 2 anak itu menyetujui.

Keberangkatan sang istri dari rumah mereka di GS V Kelurahan Minas Barat, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak Provinsi Riau, menuju Medan dengan tujuan berobat itu, diakui Antonius juga difasilitasinya dengan transportasi udara (pesawat).

“Saat keberangkatannya itu, terlebih dulu saya stan-bykan teman-teman dan kerabat saya untuk membuntutinya. Bahkan, di beberapa kota yang saya yakini akan menjadi tempat persinggahannya, seperti Rantauprapat dan Siantar,”ungkap Antonius mengakhiri.

Sementara itu, salah seorang kerabat Antonius yang enggan identitasnya dipublikasikan menyebut, mereka membuntuti pasangan diduga selingkuh itu, mulai dari Kualanamu International Airport. Kala itu, Maju menjemput Yusraini dengan mengendarai mobil Kijang Inova warna hitam plat merah BB 155 B.

Namun, diakui pria yang mengaku tinggal di kawasan Jl. Krakatau, Kec. Medan Timur itu, pihaknya sempat kehilangan jejak pasangan diduga selingkuhan itu. “Kami hampir pasrah, namun itulah Tuhan menunjukkan. Kami melihat lagi mobil itu lewat di Jl. SM Raja tepatnya di depan Yuki Simpang Raya. Saat itulah kami membuntuti lagi, hingga kami lihat mobil itu berhenti di depan hotel Sukma,” ungkapnya.

Dikatakan pria berjaket coklat itu, pihaknya sengaja menunggu keduanya masuk ke dalam hotel. Beberapa menit setelah pasangan itu masuk, pihaknya lantas meminta bantuan ke Polsek Medan Kota untuk menggerebek pasangan diduga selingkuh yang masing-masing sudah memiliki keluarga itu.

“Begitu kami ketuk pintu, agak lama mereka membukanya. Sepertinya mereka sudah tau. Setelah pintu dibuka, memang mereka didapati sudah berpakaian. Untuk proses lebih lanjut, kami boyong mereka ke Polsek Medan Kota,” tandas pria berambut cepak itu mengakhiri.

Sementara itu, Maju Tampubolon yang ditemui di kantor polisi membantah telah selingkuh dengan Yusraini.” Aku ke Medan hanya urusan kerja saja ke Pemprovsu, tidak ada niat macam-macam. Dia itu paribanku, dia sering curhat kepadaku mengenai sakitnya, makanya aku kasihan,” ucapnya di ruang penyidik.

Ditanya mengapa nginap satu kamar? Pria berkulit hitam itu berdalih sudah sangat akrab hingga tak canggung lagi nginap satu kamar. “Kami satu kamar, dan tidak melakukan apa-apa. Kami jumpa karena ketepatan saya ke Medan, itu saja,” elaknya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Kota AKP Faidir Chaniago yang dikonfirmasi mengatakan, sejauh ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan untuk membuktikan perselingkuhan keduanya.

“Waktu ditangkap, keduanya berpakaian lengkap. Selain itu, mereka sudah dewasa. Namun, kita masih memintai keterangan dari keduanya dan saksi pelapor,”terang Faidir.

Karena belum dapat membuktikan perselingkuhan tersebut, Maju Tampubolon dan Yusraini tidak dimasukkan ke sel dan berada di ruang penyidik. “Belum ada bukti selingkuhnya, kan tidak mungkin ditahan. Apalagi dia seorang kadis, dilapornya pulak nanti kami. Intinya mereka kita periksa selama 1×24 jam,”pungkasnya.

Sementara itu, Yusraini yang ditemui di sela-sela pemeriksaan mengaku, selama ini ia dan suaminya sudah sering bertengkar. Selain tak punya pekerjaan tetap, suaminya juga ditudingnya ringan tangan. “Aku tidak ada selingkuh. Aku ke Medan untuk check-up kakiku ke dokter dan kebetulan paribanku (Maju-red) juga ke Medan sehingga kami barengan naik mobilnya,” ujar wanita bertubuh kurus itu.

“Suamiku itu tak punya kerja. Sementara kebutuhan kami banyak, belum lagi soal biaya perobatanku. Karena itulah aku sering curhat dengan paribanku. Untuk menambahi uang kami, aku jual tandan sawit kecil-kecilan. Begitulah terus, karena kami sering ribut, makanya keluargaku jadi tidak suka melihatnya. Jadi yang namanya selingkuh tidak ada, kami hanya cerita di dalam kamar itu,” bebernya. (gib/deo)
sumber: sumutpos

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

MENGENAL TARI ATAU LANDEK PADA BATAK KARO

Tari dalam bahasa Karo disebut Landek. Pola dasar tari Karo adalah posisi tubuh, gerakan tangan, gerakan naik turun lutut (endek) disesuaikan dengan tempo gendang dan gerak kaki. Pola dasar tarian itu ditambah dengan variasi tertentu sehinggga tarian tersebut menarik dan indah. Tarian berkaitan adat misalnya memasuki rumah baru, pesta perkawinan, upacara kematian dan lain-lain. Selain itu tarian berkaitan juga dengan ritus dan religi yang biasa dipimpin oleh guru (dukun). Misalnya Tari Mulih-mulih, Tari Tungkat, Erpangir Ku Lau, Tari Baka, Tari Begu Deleng, Tari Muncang, dan lain-lain.

Adapun tarian yang berkaitan dengan hiburan digolongkan secara umum. Misalnya Tari Gundala-gundala, Tari Ndikkar dan lain-lain. Sejak tahun 1960 tari Karo bertambah dengan adanya tari kreasi baru. Misalnya tari lima serangkai yang dipadu dari lima jenis tari yaitu Tari Morah-morah, Tari Perakut, Tari Cipa Jok, Tari Patam-patam Lance dan Tari Kabang Kiung. Setelah itu muncul pula tari Piso Surit, tari Terang Bulan, tari Roti Manis dan tari Tanam Padi.

Sejarah dan Makna Filosofi Seni Tari Karo

Bagi masyarakat Karo, dikenal istilah ‘uga gendangna bage endekna’ yang artinya bagaimana musiknya, harus demikian juga gerakannya (endek). Endek diartikan disini tidak sebagai gerakan menyeluruh dari anggota badan sebagai sebagaimana tarian pada umumnya, tetapi lebih ditekankan kepada gerakan kaki saja. Oleh sebab itu endek tidak dapat disamakan sebagai tari, meskipun unsur tarian itu ada disana. Hal ini disebabkan konsep budaya itu sendiri yang memberi makna yang tidak dapat diterjemahkan langsung kata per kata.

Karena konsep tari itu sendiri mempunyai perbedaan konsep seperti konsep tari yang dalam berbagai kebudayaan lainnya. Konsep endek harus dilihat dari kebudayaan karo itu sendiri sebagai pemilik kosa kata tersebut.

Konsep-konsep seperti ini juga dapat kita lihat pada istilah musik bagi masyarakat Karo. Pada masyarakat Karo tidak dikenal istilah musik, dan tidak ada kosa kata musik, tetapi dalam tradisi musik kita mengenal istilah gendang yang terkait dengan berbagai hal dalam ‘musik’ atau bahkan dapat diterjemahkan juga sebagai musik. Bagi masyarakat Karo gendang bermakna jamak, setidaknya gendang mempunyai lima makna, yakni:

1.   Gendang sebagai ensambel musik, misalnya gendang lima sedalanen, gendang telu sedalanen dan sebagainya;

2.   Gendang sebagai repertoar atau kumpulan beberapa buah komposisi tradisional, misalnya gendang perang-perang, gendang guru dan Sebagainya;

3.    Gendang sebagai nama lagu atau judul lagu secara tradisional, misalnya gendang simalungen rayat, gendang odak-odak, gendang patam-patam (yang juga terkadang sebagai cak-cak atau style) dan sebagainya;

4.    Gendang sebagai instrument musik, misalnya gendang indung, gendang anak; dan

5.    Gendang sebagai upacara, misalnya gendang guro-guro aron, dan sebagainya. Konsep seperti ini juga berlaku bagi tarian.

Endek dapat diartikan sebagai gerakan dasar, yaitu gerakan kaki yang sesuai dengan musik pengiring (accompaniment) atau musik yang dikonsepkan pada diri sipenari sendiri, karena ada kalanya juga gerakan-gerakan tertentu dapat dikategorikan sebagai tarian, namun tidak mempunyai musik pengiring. Kegiatan menari itu sendiri disebut dengan landek, namun untuk nama tari jarang sekali dipakai kata landek, jarang sekali kita pernah mendengar untuk menyebutkan landek roti manis untuk tari roti manis atau tarian lainnya. Malah lebih sering kita dengar dengan menggunakan istilah yang diadaptasi dari bahasa Indonesia yaitu ‘tari’, contohnya tidak menyebut Landek Lima Serangke, tapi Tari Lima Serangke. Landek langsung terkait dengan kagiatan, bukan sebagai nama sebuah tarian.

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam tari karo, yaitu endek (gerakan naik turun kaki), jole atau jemole, yaitu goyangan badan, dan tan lempir, yaitu tangan yang gemulai, lembut. Namun disamping itu bagaimana ketiga unsur tersebut dapat diwujudkan dalam gerakan-gerakan tari, terkait dengan musik pengiring itu sendiri dan dalam konteks tarian itu sendiri, misalnya dalam tarian adat, muda-mudi, khusus, dan sebagainya.

Gerakan dasar tarian Karo dibagi atas beberapa style yang dalam bahasa Karo disebut dengan cak-cak. Ada beberapa cak-cak yang dikenal pada musik Karo, yang terkait dengan gaya dan tempo sekaligus, yaitu yang dimulai dari cak-cak yang sangat lambat sampai kepada cak-cak yang relative cepat, yaitu antara lain yang lazim dikenal adalah:

1.    Cak-cak simalungen rayat, dengan tempo lebih kurang 60 – 66 jika kita konversi dalam skala Metronome Maelzel. Apabila kita buat hitungan berdasarkan ketukan dasar (beat), maka cak-cak ini dapat kita kategorikan sebagai cak-cak bermeter delapan. Artinya pukulan gung dan penganak (small gong) sebagai pembawa ketukan dasar diulang-ulang dalam hitungan delapan;

2.    Cak-cak mari-mari, yang merupakan cak-cak yang lebih cepat dari cak-cak simalungen rayat. Temponya lebih kurang 70 hingga 80 per menit;

3.    Cak-cak odak-odak, yang merupakan cak-cak yang temponya lebih kurang 90 – 98 per menit dalam skala Maelzel.

4.    Cak-cak patam-patam, merupakan cak-cak kelipatan bunyi ketukan dasar dari cak-cak odak-odak, dan temponya biasanya lebih dipercepat sedikit antara 98 sampai 105. Endek kaki dalam cak-cak ini merupakan kelipatan endek dari cak-cak odak-odak.

5.    Cak-cak gendang seluk, yaitu cak-cak yang sifatnya progressif, semakin lama semakin cepat, yang biasanya dimulai dari cak-cak patam-patam. Jika dikonversi dalam skala metronome Maelzel, kecepatannya bias mencapai 160-an, dan cak-cak silengguri, biasanya cak-cak ini paling cepat, karena cak-cak ini dipakai untuk mengiringi orang yang intrance atau seluk (kesurupan).

Sejarah dan Makna Filosofi

Berbicara tentang sejarah seni tari Karo, maka kita akan dihadapkan pada kajian folklore, karena tidak ada tanggal-tanggal yang pasti diketahui kapan munculnya tarian Karo. Tetapi pada umumnya tari yang unsur dasarnya adalah gerak dapat kita temui dalam ritus-ritus dan upacara-upacara tradisional yang ada pada masyarakat Karo. Dengan demikian makna dari setiap gerakan-gerakan mempunyai makna dan filosofi tergantung jenis tarinya. Meskipun demikian ada beberapa hal yang terkait dengan tari Karo, misalnya gerakan tangan yang lempir, pandangan mata, endek nahe, bukan buta-buta. Disamping itu juga makna gerakan-gerakan tangan juga mempunyai makna tersendiri.

Ada beberapa makna dari gerakan tari Karo berupa perlambangan, yaitu:

1. Gerak tangan kiri naik, gerak tangan kanan ke bawah melambangkan tengah rukur, yaitu maknanya selalu menimbang segala sesuatunya dalam bertindak;

2. Gerakan tangan kanan ke atas, gerakan tangan kiri ke bawah melambangkan sisampat-sampaten, yang artinya saling tolong menolong dan saling membantu;

3. Gerakan tangan kiri ke kanan ke depan melambangkan ise pe la banci ndeher adi langa si oraten, yang artinya siapa pun tidak boleh dekat kalau belum mengetahui hubungan kekerabatan, ataupun tidak kenal maka tidak saying;

4. Gerakan tangan memutar dan mengepal melambangkan perarihen enteguh, yang artinya mengutamakan persatuan, kesatuan, dan musyawarah untuk mencapai mufakat; gerakan tangan ke atas, melambangkan ise pe labanci ndeher, artinya siapapun tidak bias mendekat dan berbuat sembarangan;

5. Gerakan tangan sampai kepala dan membentuk seperti burung merak, melambangkan beren rukur, yang maknanya menimbang sebelum memutuskan, piker dahulu pendapatan, sesal kemudian tiada berguna;

6. Gerak tangan kanan dan kiri sampai bahu, melambangkan baban simberat ras menahang ras ibaba, yang bermakna ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Artinya mampu berbuat mampu bertanggung jawab dan serasa sepenanggunan gerakan tangan dipinggang melambangkan penuh tanggung jawab;

7. Gerakan tangan kiri dan tangan kanan ke tengah posisi badan berdiri melambangkan ise per eh adi enggo ertutur ialo-alo alu mehuli, artinya siapapun yang dating jika sudah berkenalan dan mengetahui hubungan kekerabatan diterima dengan baik sebagai keluarga (kade-kade).

Jenis-jenis Tarian Karo

Tari Komunal

Yang termasuk dalam tarian ini pada masyarakat Karo terdapat beberapa macam yang terkait dengan upacara-upacara adapt misalnya dalam upacara-upacara adat dan peranan-peranan social dalam adapt itu sendiri yang terbagi dalam kelompok-kelompok social tertentu yang sesuai dengan filosofi adapt Karo ‘merga si lima, tutur si waluh, rakut si telu’ Secara kelompok social dapat dibagi menjadi: landek kalimbubu (masih dapat dikelompokkan lebih spesifik lagi); landek sukut (senina, sembuyak, siparibanen, sepengalon, siparibanen, sigameten); landek anak beru dan sebagainya. Juga dalam jenis tari komunal ini masih terdapat bebrapa jenis tarian, misalnya dalam acara guro-guro (acara muda-mudi). Dalam acara ini juga terdapat kelompok-kelompok tarian komunal yang dibagi berdasarkan merga atau beru, tergantung daerahnya. Namun biasanya didahului oleh merga simantek kuta atau orang yang pertama sekali menempati wilayah tertentu dimana upacara tersebut berlangsung, atau biasa juga disebut dengan kalimbubu taneh. Adapun jenis-jenis tarian untuk kategori ini adalah dapat kita temukan dalam upacara-upacara:

1.    Kerja erdemu bayu (perkawinan)

2.    Merdang merdem atau kerja tahun (upacara pertanian)

3.    Nurun-nurun (upacara kematian)

4.    Guro-guro aron (muda-mudi)

5.    Ersimbu (upacara memanggil hujan), atau biasa juga disebut dengan dogal-dogal

6.    Mengket rumah mbaru (meresmikan rumah baru)

7.    Ngukal tulan-tulan (menggali tulang)
Ngalo-ngalo, dll.

Tari Khusus

Jenis-jenis tarian ini terkait dengan hal-hal yang sifatnya khusus dan bukan bersifat umum, yaitu yang berhubungan dengan dengan peranan seseorang, misalnya:

1.   Gendang guru (dukun)
2.   Seluk (trance)
3.   Perumah begu (memanggil roh)
4.   Erpangir ku lau (keramas, bathing ceremony)
5.   Perodak-odak
6.  Tari tungkat
7.  Tari baka

Tari Tontonan

1.    Perkolong-kolong (permangga-mangga)
2.    Mayan atau Ndikkar (seni bela diri khas Karo)
3.    Tari Kuda-Kuda (Simalungun: Hoda-Hoda)
4.    Gundala-gundala (Tembut-tembut Seberaya)
5.    Tari roti manis
6.    Tari terang bulan
7.    Tari lima serangke
8.    Tari telu serangke,
9.    Tari uis gara, dll.

Tari Sigundari (sekarang)

Tari sigundari yaitu tari-tarian yang diciptakan berdasarkan lagu-lagu popular Karo, termasuk gendang kibot.

Fungsi Tarian Karo

1.    Penghayatan estetis
2.    Pengungkapan emosional
3.    Hiburan
4.    Komunikasi
5.    Fungsi perlambangan
6.    Reaksi jasmani
7.    Berkaitan dengan norma-norma social
8.    Pengesahan lembaga social atau status social tertentu
9.    Keseinambungan kebudayaan
10.  Pengintegrasian masyarakat
11.   Pendidikan
sumber : karosimbisawatch

Posted in Adat Istiadat Karo, Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Cerita (Turi - Turin), Informasi Objek Wisata Karo, Informasi Untuk Kabupaten Karo, Jelajah Objek Wisata Karo | Leave a comment

AYAM CIPERA: MASAKAN BATAK KARO YANG MIRIP MASAKAN COLOMBIA

Mejuah-juah! Begitulah sapaan yang kita terima bila singgah ke rumah orang Karo. Kenapa bukan “horas”? Karo memang merupakan subkultur Batak yang berdiri sendiri, khas, dan unik. Tidak heran bila secara kuliner pun masakan Karo beda dari masakan Toba, Simalungun, maupun Mandailing. Tentu saja, seperti juga masakan Nusantara lainnya, selalu ada persamaan atau kemiripan.

Karena orang Karo beragama Islam dan Kristen, tentu saja banyak masakan non-babi dalam perbendaharaan kuliner mereka. Masakan ayam dan ikan dari sub-suku ini – seperti manuk pinadar dan ikan tombur – sudah terkenal kelezatannya.

Di Tanah Karo, ada masakan ayam yang sangat populer dengan nama cipera. Potongan ayam kampung – termasuk leher, sayap, kaki, hati-ampla – dimasak dengan tepung jagung sampai empuk dan berkuah kental. Tepung jagungnya harus dari bulir tua jagung Medan, agar menghasilkan kuah yang kental.

Bulir jagungnya disangrai terlebih dulu, kemudian ditumbuk menjadi tepung. Tepung jagung inilah yang sebenarnya disebut cipera. Kuah kental ini bercitarasa pedas karena memakai cabe rawit, dan sedikit asam karena memakai asam tikala (dari buah honje/kecombrang).

Supaya pedasnya lebih menggigit dan mencuatkan karakter yang berbeda, ada juga yang menambahkan tuba (andaliman, Shanghai peppercorn) sebagai bumbu. Selain ayam, juga dicampurkan jamur merang (atau jamur kuping dan jenis jamur lainnya) ke dalam kuah. Ayamnya dimasak hingga sangat lunak dan menyerap bumbu.

Ketika pertama kali mencicipi cipera, mau tidak mau ingatan saya melayang ke masakan ayam dari Colombia yang disebut sancocho. Masakan ini juga memakai semua bagian ayam, berkuah kental dengan citarasa asam pedas yang menonjol. Bedanya, sancocho dari Colombia dikentalkan dengan labu kuning (waluh), dengan bumbu perasan jeruk nipis, paprika hijau, dan daun ketumbar yang digiling halus.Sancocho juga ada di Republik Dominika, tetapi proteinnya dari buntut dan iga sapi.

Dalam tradisi aslinya, ayam cipera harus dihidangkan bersama pasangannya yang disebut tasak telu alias tiga sajian. Potongan ayam biasanya dikeluarkan dari kuah kental, lalu dimasak lagi dengan gota (getah, darah ayam – optional). Potongan ayam ini disajikan sebagai hidangan utama.

Kuah kentalnya disajikan sebagai hidangan kedua – yang juga boleh disiramkan di atas ayam. Sajian ketiganya adalah sayur cincang yang terdiri atas daun ubi, kacang panjang, batang pisang, jantung pisang, daun pepaya, dan tauge. Sayur cincang ini ada yang versi berkuah, tetapi ada juga yang kering. Bila dipadukan dengan sambal cabe rawit hijau dan andaliman yang pedasnya menggigit, jadilah tumis daun ubi cincang ini sajian yang sungguh istimewa.
sumber : persadantanet

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Citarasa, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

ELKANA GURUSINGA TABRAKAN DI BANDARBARU

IMANUEL SITEPU. SIBOLANGIT. Mobil Suzuki APV Arena tabrakan kontra beca bermotor (betor) di Jl. Jamin Ginting KM 46-47 Desa Bandarbaru (Kecamatan Sibolangit) [Kamis 5/6: sekira 12.00 WIB]. Akibatnya, Elkana Gurusinga (19) warga Desa Sukamakmur (Kecamatan Sibolangit) pengendara betor dari Vespa itu terkapar di badan jalan.

Elkana mengalami luka-luka berdarah di bagian kepala, badan, tangan dan kaki. Kaki sebelah kanan diduga mengalami patah tulang. Saat itu juga warga setempat segera melarikan korban ke salah satu klinik di Desa Bandarbaru untuk mendapatkan pertolongan pengobatan atas luka yang dideritanya. Kasus laka lantas ini sudah ditangani oleh Unit Lalulintas Polsekta Pancurbatu sekaligus mengamankan dua unit kenderaan berlainan jenis sebagai barang bukti untuk pengusutan selanjutnya.

Informasi diperoleh di Poslantas Polsekta Pancurbatu [Jumat 6/6] menyebutkan, saat itu, mobil Suzuki APV Arena BK 1006 S yang dikemudikan Sastra Peranginangin (40) warga Desa Sukanalu (Kecamatan Barus Jahe) datang dari arah Medan menuju Karo Gugung. Sesampainya di TKP, mobil bertabrakan dengan betor jenis Vespa BK 5845 DG yang dikendarai Elkana datang dari arah berlawanan. Akibatnya Elkana terkapar di badan jalan dengan luka-luka di kepala dan tubuhnya.

Terjadinya kecelakaan lalulintas tersebut menurut informasi akibat kelalaian Elkana. Pada saat itu, korban yang mengendarai betornya tiba-tiba membelok ke kanan jalan yang menurut informasi korban bermaksud ke rumah familinya. Pada saat itulah betor Gurusinga bertabrakan dengan Suzuki APV tersebut.

Kapolsekta Pancurbatu Kompol Darwin Sitepu PB, SH melalui Kanit Lantas AKP E. Tampubolon SH saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya kecelakaan lalu lintas tersebut.

“Kasusnya sudah kita tangani. Kedua barang bukti kenderaan yang tabrakan diamankan. Sedangkan saksi-saksi dan supir AVP yang turut diamankan dimintai keterangannya untuk mengetahui motif terjadinya kecelakaan lalu lintas itu. Korban Elkana Gurusinga dirawat di RS Adam Malik,” tutur kata Tampubolon.
sumber : sorasirulo

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment