HORE…! DANA LAHAN USAHA TANI PENGUNGSI SINABUNG CAIR

Pencairan dana lahan usaha tani bagi pengungsi sinabung direalisasikan setelah sebelumnya dilakukan verifikasi lahan yang dilakukan tim pendamping. “Untuk hari ini kita akan melakukan pencaiaran dana lahan usaha tani bagi 240 kepala keluarga (KK) pengungsi yang berasal dari Desa Kuta Tonggal, Desa Gurukinayan dan Desa Berastepu,” ujar Matius Sembiring Kepala BPBD Kabupaten Karo, Jumat (21/10) di Kantor TPN Kabanjahe.

Lebih lanjut disampaikannya, bahwa dana yang dibagikan tersebut dari kelompok atau pokja ke rekening masing-masing pengungsi untuk selanjutnya pada hari Senin ( 24/10) sudah dapat diambil untuk dipergunakan sebagaimana peruntukaannya.

“Untuk penanganan pengungsi ini kita akan melakukan secepatnya, sehingga target waktu yang telah ditentukan dapat terpenuhi atau pada bulan Desember 2016 nanti diharapkan telah tuntas dan semua pengungsi telah dapat mempergunakan dana lahan dan rumah,” ujarnya.

Sementara Bupati Karo, Terkelin Brahmana yang didampingi Wakilnya Cory Br Sebayang mengharapkan kepada seluruh SKPD yang terlibat dalam penanganan pengungsi sinabung agar secepatnya bekerja dan mengoptimalkan kemapuna yang ada sehingga setiap permasalahan dapat diselesaikan tanpa harus timbul masalah yang baru lagi.

“Kepada masyarakat pengungsi bila ada permasalahan segera laporkan agar kita bisa secepatnya mencari solusi hingga semuanya lancar. Kearifan local harus selalu kita kedepankan dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang ada dikabupaten kita ini,” katanya di tengah-tengah pengungsi.(Marko)
sumber: metro-online

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo | Leave a comment

DASAR SETAN

Fekarimba SW – Orang kaya dan orang miskin. Udah kayak Tom & Jerry. Susah banget akurnya. Sampai capek ngeliatnya. Pentung-pentungan, banting-bantingan, cela-celaan, salah-salahan, sama-sama merasa benar, yang akhirnya, nggak bisa sama-sama menang.

Bermusuhan itu kayak gitu, mesti ada yang kalah ada yang menang. Yang kalah trus jadi dendam buat mengalahkan. Trus membalas. Trus jadi pemenang. Trus gantian dendam. Balas. Trus menang. Trus dendam lagi — Gitu aja terus sampai dunia kiamat.

Bingkai dari permusuhan adalah rasa marah. Penyebabnya bisa berbeda-beda. Tapi rasa marahlah yang membentuk permusuhan. Dan kemarahan yang bisa menjadi sebab permusuhan adalah rasa marah karena merasa tidak dihargai atau serta merasa dilangkahi haknya.

Silahkan dicari semua bentuk permusuhan, alasannya selalu hanya itu.

Bagaimana dengan berebut kepentingan? Itu juga alasan permusuhan, kan? Mungkin. Tapi kenapa tidak seperti ini; Berbagi Kepentingan? Itu tidak langsung menyebabkan permusuhan, kan?

Hanya kalau salah satu berusaha mendapatkannya dengan menyingkirkan yang lain, baru terjadi permusuhan. Tidak ada penghargaan, tidak ada pertemanan.

Lagi, silahkan dikaji semua argumen tentang permusuhan. Pada akhirnya hanya akan muncul alasan seperti itu. Musuh adalah orang — atau apapun, yang membuat kita marah karena merasa tidak dihargai atau dilangkahi haknya.

Tetap hargai orang lain, jangan merendahkan, penuhi hak-haknya, maka kita tidak akan mempunyai musuh. Benar begitu? Sayangnya, tidak. Lho, kok?

Nabi Musa musuhnya banyak. Nabi Isa musuhnya seabrek-abrek. Nabi Muhammad juga. Dimusuhi habis-habisan, padahal beliau tidak pernah — dan tidak sekali-kalipun pernah — merendahkan dan melangkahi hak orang lain. Kenapa bisa begitu?

“dan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” lalu mereka sujud, kecuali Iblis. la (Iblis) berkata, “Apakah aku harus bersujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah? la (Iblis) berkata, “Terangkanlah kepadaku, inikah yang lebih Engkau muliakan daripada aku? Sekiranya Engkau memberi waktu kepadaku sampai hari Kiamat, pasti akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil.” (Al-Isrā : 61-62)
Barangkali, itu adalah sikap tersingggung pertama mahluk hidup yang menyebabkan kemarahan — yang menyebabkan permusuhan.

Iblis merasa tidak dihargai dan diambil haknya oleh manusia. Walaupun — Insya Allah — pasti bukan seperti itu maksud Allah, dan bukan seperti itu adanya. Walahu a’lam.

Tapi permusuhan telah terjadi, dan dalam bingkai kemarahan, pemicunya adalah prasangka. Sebaik apapun kita bersikap, jika prasangka setan sudah masuk di kepala dan didengar, permusuhan masih mungkin terjadi.
Prasangka-amarah-bermusuhan. Pandangi teman-teman, orang-orang yang kita kenal. Apakah kita memusuhi mereka. Kenapa? Silahkan bercermin.

Lalu hubungannya dengan orang kaya dan miskin?

Udah dulu, ah. Kepanjangan nanti tulisannya.

-GwVK-

sumber: kompasiana

Posted in Berita | Leave a comment

DEMO AHOK, DEMO BAYARAN RP 50 RIBU PER ORANG BERSORBAN DAN BERBAJU KOKO DARI KARAWANG

Mawalu-Melihat tanaman yang sedang mekar bersemi dengan indahnya di Balai kota yang hancur luluh lantak diinjak-injak oleh massa bersorban dan berbaju koko putih menimbulkan kemarahan dalam hati warga Jakarta. Tanaman senilai ratusan juta itu dibuat rusak oleh orang yang bukan warga DKI. Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat yang tak pernah marah itu tak kuasa menahan kegeraman dan amarahnya yang memuncak melihat kondisi tanaman yang indah sebagai simbol Balai Kota itu rusak parah hancur berantakan sama halnya dengan rusaknya otak para demonstran bayaran itu.

Mungkin juga Allah pun miris melihat kelakuan bejat umat-Nya yang punya jiwa perusak yang membenci sesamanya namun berteriak nama-Nya yang suci itu dengan lantang karena selembar Rp 50 ribu. Sebagian besar para demonstran yang bersorban dan berbaju koko berwarna putih itu adalah warga Jawa Barat, tepatnya dari Karawang. Dengan lugunya mereka mengaku ketika ditanyai wartawan bahwa mereka dibayar Rp 50 ribu dan disuruh teriak-teriak Allahu Akbar di Balai Kota.

“Saya dari Karawang mas. Ini pagi tadi datang, malam pulang,” ujar peserta demo ketika ditanyai Wartawan. “Saya dikasih ongkos Rp 50 ribu” kata demonstran lainnya yang bernama Fahri. Demonstran lainnya yang bernama Achmet mengaku, ia disuruh datang dari Karawang untuk teriak-teriak Allahu Akbar di Balai kota. Sumbernya disini.

Kalau per orang dibayar Rp 50 ribu, mari kita ambil kalkulator dan menghitungnya bersama, Rp 50 ribu itu dikalikan puluhan ribu demonstran, Anda bisa bayangkan betapa besarnya dana yang digelontorkan oleh oknum donatur dibelakang aksi demo yang menuntut agar Ahok dibunuh dan mayatnya digantung di Monas itu.

Adalah hal yang mustahil bagi seorang Habib Riziek punya dana sebesar itu kalau bukan disuntik oleh pihak lain yang tak ingin Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta untuk yang kedua kalinya. Lantas pertanyaannya, siapakah oknum laknat berhati busuk dibalik demo bayaran itu? Ah sudahlah enggak usah dibahas. Tahu sama tahu saja. Lain kali usul buat Polisi, periksa KTP para demonstran itu satu per satu, kalau bukan warga DKI, usir pulang ke daerah asal mereka. Jangan bikin rusak Jakarta ini, kami bayar pajak untuk keindahan Jakarta bukan untuk dirusak oleh warga dari daerah lain.

Tolong dicatat baik-baik, aku tak mengharamkan warga negara untuk unjuk rasa, apalagi terkait dengan keyakinan seseorang. Ini negara demokrasi, tiap orang berhak menyuarakan isi hati dan aspirasinya, tapi jika unjuk rasa ditunggangi oleh oknum politikus busuk dibalik layar dengan membayar Rp 50 ribu per orang, pertanyaannya murnikah aksi demonstrasi yang menuntut agar Ahok dibunuh mati dan jasadnya digantung di Monas itu?

Komersialisasi politik dengan jualan nama Allah tentu saja menyakiti hati-Nya. Nama yang suci itu dicemarkan dengan hanya selembar Rp 50 ribu yang notabene adalah buatan manusia. Meneriakkan Asma Allah dijalanan demi selembar Rp 50 ribu adalah tindakan yang menistakan dan melecehkan umat Islam. Betapa menjijikkan.

Semoga laknat Allah dan azab-Nya yang setimpal menimpa mereka yang berhati busuk Itu. Aku mengamininya, Amien.
sumber: kompasiana

Posted in Berita | Leave a comment

WARGA KRISTEN IRAK BERGEMBIRA KOTANYA DIBEBASKAN DARI ISIS

Pasukan keamanan Irak dikabarkan tinggal selangkah lagi untuk merebut kembali sebuah kota berpenduduk Kristen terbesar dari tangan ISIS, pada Rabu (19/10/2016). Perebutan kota Qaraqosh itu menjadi batu loncatan bagi pasukan Irak untuk menguasai kembali Mosul, kota yang dijadikan kantung pertahanan ISIS di negeri itu.

Kabar rencana perebutan Kota Qaraqosh ditanggapi dengan gembira oleh para pengungsi Kristen dari kota tersebut. Banyak di antara mereka yang merayakan berita itu dengan menari dan menyanyi di Kota Arbil.

Perang melawan ISIS di Mosul dimulai pada Senin lalu. Sejumlah pejabat militer Irak mengatakan, merebut kembali Mosul adalah pekerjaan yang tidak mudah. Perang bisa saja berlangsung berminggu-minggu, bahkan mungkin berbulan-bulan. Dikhawatirkan pula masih banyak warga sipil yang tinggal di kota tersebut dan dimanfaatkan sebagai perisai hidup.

Pasukan keamanan Irak menyerbu Qaraqosh, kota yang berjarak 15 kilometer sebelah tenggara Mosul, pada Selasa. Namun, para petempur ISIS masih bertahan di kota itu.

“Kami sekarang sedang mengepung Hamdaniya,” kata Letnan Jenderal Riyadh Tawfiq, komandan pasukan darat Irak kepada AFP di Qayyarah. Hamdaniya adalah sebuah distrik yang berada di Qaraqosh.

“Kami sedang mempersiapkan sebuah rencana penyerbuan dan membersihkan kota itu,” ujarnya.

“Masih ada sejumlah kantung pertahanan, sejumlah pertempuran, mereka masih sering mengirim bom mobil, namun itu tidak akan membantu mereka,” sambungnya.

Selebrasi di Arbil

Para pengungsi Kristen dari Qaraqosh menggelar perayaan di luar sebuah gereja di Arbil, Selasa malam. Arbil merupakan ibu kota dari wilayah otonomi Kurdistan, tempat penampungan pengungsi dari Qaraqosh dan sejumlah daerah lainnya.

Perayaan digelar di sebuah gereja. Beberapa melantunkan lagu-lagu pujian, menari, dan bertepuk tangan. Sebagian lainnya menyalakan lilin.

“Hari ini adalah saat yang berbahagia. Tidak diragukan lagi tanah kami akan dibebaskan dan kami bersyukur pada Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria,” kata Hazem Djejou Cardomi, seorang jurnalis yang bergabung dalam perayaan itu.

Qaraqosh adalah kota berpenduduk 50.000 orang pada 2014 dan memiliki sedikitnya tujuh gereja. Kondisi ini membuat Qaraqosh menjadi pusat bagi 300.000 umat Kristen di Irak.

Tiga hari setelah operasi militer untuk merebut Mosul digelar, pasukan Irak sudah mendekati kota itu dari berbagai arah, termasuk dari arah selatan.

Di wilayah selatan Mosul inilah militer dan kepolisian Irak bertempur melalui pertahanan ISIS dan merebut sejumlah desa dalam ofensif mereka menuju Mosul.
sumber: bersatulahdalamgerejakatolik.

Posted in Berita | Leave a comment

BINJAI MEMBARA, POSKO KELOMPOK TANI DIBAKAR OTK

Posko Kelompok Tani Setia Kawan, yang berada di lahan eks HGU PTPN II Kebun Sei Semayang Rayon Tunggurono, Jalan Gajah Mada Lingkungan XII, Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, dirusak dan dibakar oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK), Kamis (20/10/16) pagi.

Dalam insiden itu, seorang anggota Kelompok Tani Setia Kawan, yakni Edi Sembiring alias Ucok (38), pria penduduk Jalan Soekarno-Hatta Km 18, Kelurahan Tunggurono, mengalami luka pada lengan kanan dan badannya, akibat terkena sabetan senjata tajam.

Menurut sejumlah saksi mata di lokasi kejadian, insiden perusakan dan pembakaran Posko Kelompok Tani Setia Kawan, yang disertai tindakan penganiayaan dan pembacokan terhadap anggota kelompk tani terkait, diperkirakan terjadi pukul 09.30 wib.

Tanpa diketahui sebabnya, mendadak sekelompok orang tidak dikenal dengan membawa senjata tajam jenis parang dan samurai, mendatangi posko terkait. Seketika itu, mereka menyerang seluruh orang di tempat itu.

Bahkan para pelaku penyerangan, yang diperkirakan berjumlah lebih dari 15 orang itu, turut pula merusak dan membakar Posko Kelompok Yani Setia Kawan.

Begitu menyadari aksi brutal seluruh pelaku, para anggota Kelompok Tani Setia Kawan, yang kebetulan berada di posko terkait, spontan menjadi panik. Mereka lantas lari menyelamatkan diri, guna menghindari pertumpahan darah.

Namun naas bagi Edi Sembiring, salah seorang anggota Kelompok Tani Setia Kawan. Saat berupaya melarikan diri, dia justru terkena sabetan senjata tajam dari salah satu pelaku, hingga melukai tangan dan badannya.

Beruntung bagi korban, dia akhirnya bisa lolos. Oleh warga dan rekannya yang lain, pria tersebut kemudian dibawa menuju klinik pengobatan terdekat, guna mendapat perawatan medis.

Sebaliknya, para pelaku penyerangan turut membubarkan diri, setelah puas merusak dan membakar Posko Kelompok Tani Setia Kawan.

Pasca insiden itu dilaporkan, puluhan personel kepolisian dari Polres Binjai dan Polsek Binjai Timur, bergegas datang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata.

Kapolres Binjai, AKBP M. Rendra Salipu Sik yang turun kelokasi mengatakan kalau aksi pembakaran pos tersebut murni tindakan keriminal dan hingga kini polisi masih terus melakukan penyelidikan.

“Ini murni keriminal, kita juga sudah datang ke TKP dan melakukan penyelidikan terkait masalah ini,” ujar Kapolres saat dikonfirmasi.(hendra)
sumber: metro-online

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima | Leave a comment

BEGINI KRONOLOGIS RICUHNYA DEMO PENGUNGSI SINABUNG YANG MENEWASKAN SEORANG WARGA

POJOKSUMUT.com, KARO-Demo pengungsi Sinabung yang memakan satu korban tewas masih menyisakan tangis. Ya, demo warga Desa Gurukinayan Kecamatan Payung, Karo yang menyerbu kantor bupati guna menuntut Bantuan Dana Rumah (BDR) dan Bantuan Dana Lahan Usaha Tani (BDLUT) itu terjadi Selasa (18/10/2016).

Tak kunjung mendapatkan jawaban pasti, dan mengetahui tidak adanya Bupati Karo Trekelin Brahmana, warga pun bentrok dengan Sat Pol PP dan berhasil masuk ke ruangan bupati.

Seorang pengunjuk rasa, Sartono Sembiring (55) terjatuh dan tewas di ruang kerja bupati.

Kejadian bemula, Selasa (18/10/2016) sekira pukul 10.30 WIB, ratusan pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung yang akan direlokasi mandiri dari warga Desa Gurukinayan Kecamatan Payung, Karo mengaku belum mendapatkan bantuan yang dijanjikan pemerintah.

Sehingga, para pengungsi dari Desa Gurukinayan ini mendatangi Kantor Bupato Karo untuk menuntut BDR dan BDLUT yang pernah dijanjikan Pemkab Karo melalui pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo.

Saat menyampaikan tuntutannya di depan Kantor Bupati Karo, ratusan pengungsi diadang Sat Pol PP dan disambut oleh Suharta Sembiring, selaku Pejabat Pembuat Komitemen (PPK) relokasi mandiri dan juga Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Karo.

Di hadapan Suharta Sembiring, warga menyampaikan tentang proses pencairan bantuan sebanyak 770 orang pengungsi, baru empat yang sudah dicairkan, sedangkan lainnya belum bisa dibayarkan padahal sudah dilakukan verifikasi data.

Seperti status Kurmin Sembiring yang telah terdaftar dan berkasnya telah terverifikasi untuk pencairan bantuan tidak dapat dicairkan oleh BPBD Karo.

Guna memaksimalkan pembicaraan, akhirnya perwakilan warga diajak bertemu di ruangan Suharta Sembiring. Dalam pertemuan itu pengungsi hanya mendapatkan jawaban yang tidak memuaskan.

“Bagaimana saya buat, Bupati Karo tidak ada. Sekda juga tidak ada. Sementara Plt Kepala BPBD Karo, Matius Sembiring ke luar kota,” jawab Suharta.

Pertemuan yang dikawal Sat Pol PP itu, tiba-tiba Suharta meninggalkan ruangan dan tidak ada pembicaraan lanjutan. Para pengungsi akhirnya menyisir setiap ruangan, termasuk ruang kerja Sekda dan Bupati Karo.

Saat melakukan penyisiran ruangan bupati, pengungsi sempat dihalangi Sat Pol PP dan akhirnya ruangan bupati rusak.

Seorang warga pengungsi, Sartono Sembiring (55) yang ikut dalam unjuk rasa dan penyisiran ruangan itu terjatuh saat adanya saling dorong di depan ruang bupati. Akhirnya, Sartono jatuh tergeletak di ruangan bupati.

Sesaat setelah jatuh, para pengungsi langsung mengangkatnya ke Ambulance dan dibawa ke RSU Ester Kabanjahe. Sesampainya di rumah sakit tersebut Sartono sudah diketahui meninggal dunia.

Keponakan Sartono, Susanto Ginting mengatakan, Sartono mendatangi kantor Bupati Karo tersebut bersama ratusan pengungsi asal desa Guru Kinayan.

Mereka secara bersama-sama memprotes penundaan pencairan dana relokasi padahal berkas pengungsi sudah lengkap.

“Dari sekitar 770 pengungsi baru 4 yang sudah cair. Sementara beberapa lainnya yang sudah lengkap berkasnya belum dicairkan, salah satunya yakni pengungsi atas nama Kurmin Sembiring. Karena itulah maka warga berbondong-bondong mempertanyakan alasannya kepada pihak BPBD,” katanya

Dia menyatakan, kedatangan ratusan warga dari Desa Guru Kinayan ternyata tidak diterima dengan baik oleh pihak BPBD. Pihak BPBD hanya beralasan menunda pencairan dana relokasi karena ada beberapa nama pengungsi ditunda pencairannya.

Hal ini membuat warga marah, sebab nama-nama pengungsi yang ditunda tersebut sebenarnya sudah ditetapkan sebagai penerima dana relokasi berdasaran SK dari Bupati Karo.

“Makanya warga marah, kok di dalam SK Bupati karo saja sudah ada nama mereka. Kok tiba-tiba ada nama-nama ditunda pencairannya,” ungkapnya.

Menurutnya penundaan itu disebabkan ada pengaduan dari beberapa orang warga yang berdomisili di luar Desa Gurukinayan yang masuk ke BPBD Karo, yang menuding beberapa nama pengungsi penerima dana tersebut diragukan kebenarannya.

“Harusnya BPBD Karo cek dulu biar tau, apakah warga pengungsi itu berhak menerima. Bukan langsung membatalkan pencairan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, menambahkan jenazah pamannya sudah disemayamkan di Simpang Desa Gurukinayan setelah sebelumnya dibawa ke RSU Ester Kabanjahe.

“Ini jenazahnya sudah di Simpang Gurukinayan, kemungkinan besok (hari ini, Red) dimakamkan,” ujar Susanto.

Sebelum disemayamkan ke rumah duka, mobil ambulance membawa jenazah korban sempat singgah di halaman kantor Bupati Karo. Hal itu membuat ratusan pengungsi warga Gurukinayan histeris dan emosi serta meminta pertanggungaawaban dari Pemkab Karo.

Salah seorang pengungsi yang ikut unjukrasa, Dedy Surbakti (18 ) mengaku mendapat pukulan di perut dari seorang anggota Polres Tanah Karo.

“Selain perut saya ditumbuki saya juga mendapat tendangan dan kalau saya liat orangnya saya masih ingat wajahnya,” ujarnya .

Dampak lain akibat kekesalan warga, sebagian warga meluapkan emosi sehingga beberapa daun pintu yang terbuat dari kaca pecah, kursi/meja terlihat berserakan dan beberapa pot bunga di halaman menjadi sasaran amuk massa.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting menyatakan, informasi yang diperoleh personel di Polres Karo, kericuhan berawal aksi unjukrasa sekitar 300 orang warga masyarakat Desa Gurukinayan, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo di Kantor Bupati Karo, Selasa (18/10) pagi sekitar pukul 10.30 WIB.

Dalam tuntutannya, ratusan warga meminta agar dana relokasi tahap II korban erupsi Gunung Sinabung segera dicairkan.

Dia menyebutkan, unjukrasa pun memanas setelah ratusan warga masyarakat kecewa karena tuntutannya tak terpenuhi. Pasalnya, pihak BPBD Karo belum dapat mencairkan dana tersebut tanpa penjelasan.

Massa berubah frontal dan memaksa masuk ke gedung kantor Bupati hingga akhirnya berujung kontak fisik dan saling dorong dengan personel Satpol PP yang siaga di lokasi.

Dari aksi saling dorong yang terjadi seorang warga, Sartoni Sembiring (61) terjatuh lantai II dan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke RS Ester Kabanjahe.

“Karena belum bisa dicairkan ratusan warga yang mendatangi kantor Bupati itu kemudian emosi dan memaksa masuk hingga terlibat saling dorong dengan petugas Satpol PP. Dari peristiwa itu satu orang warga atas nama Sartoni Sembiring (61) terjatuh dan tak sadarkan diri. Setelah dilarikan ke RS Ester oleh warga lain yang ada di lokasi, korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di RS,” jelasnya, Selasa (18/10/2016).

Rina melanjutkan, peristiwa tersebut kemudian membuat ratusan massa memilih bertahan di Kantor Bupati Karo. Massa tak terima atas kejadian yang menimpa salah seorang bagian dari pendemo.

Bahkan, massa juga melakukan pengerusakan salah satu pintu di Kantor Bupati Karo dengan cara melemparkan pot bunga.

Terkait kericuhan itu, Rina menyebut, personel Polres Tanah Karo sudah diturunkan ke lokasi untuk mengantisipasi kondisi dapat memanas.

Menurut dia, pihak kepolisian juga tengah mendalami peristiwa yang menimpa salah seorang warga yang menjadi korban.

“Informasinya sampai Selasa (18/10/2016) siang warga sempat bertahan di kantor Bupati Karo dan kemudian bergeser ke gedung DPRD Karo. Personel Polres tanah Karo juga sudah turun ke lokasi untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Berkaitan kejadian yang menimpa salah seorang warga korban meninggal dunia juga masih didalami. Belum ada yang diamankan atas peristiwa itu tapi tidak menutup kemungkinan tergantung hasil penelusuran personel di lokasi,” tandas Rina.

Dandim 0205/TK Letkol Inf Agustatius Sitepu langsung turun ke kantor Bupati Karo untuk menenangkan massa agar tidak tersulut emosinya.

Dandim meminta kepada warga untuk menjaga kondusifitas, kemudian warga diingatkan apabila merasa tidak puas terhadap meninggalnya Sartono Sembiring agar divisum untuk mengetahui hal apa yang mengakibatkan bersangkutan meninggal dunia.

Disamping itu, dia meminta, para warga mempersiapkan saksi-saksi yang mengetahui kronologis atas kejadian itu.

Mendengar adanya insiden unjukrasa ricuh hingga tewasnya seorang pengungsi di ruang kerja Bupati Karo, Ketua Komisi A DPRD Sumut Sarma Hutajulu menyangkan sikap Pemkab Karo yang menganggap sepele menangani pengungsi korban letusan Gunung Sinabung.

“Jadi bukan cuma masalah yang terdata saja, ada 221 warga korban letusan Gunung Sinabung yang belum terdata. Jadi itu yang kita sayangkan, Pemkab Tanah Karo sepertinya menyepelekan masalah pengungsi ini,” ungkapnya, kepada Sumut Pos (grup pojoksumut.com)

Sarma meminta agar Pemkab Karo membenahi sistem penyaluran bantuan pengungsi, juga kembali mendata pengungsi yang layak diberikan bantuan namun tidak terdata.

“Saya minta jangan ada diskriminasi dalam pemberian bantuan terhadap pengungsi dan menyelesaikan penyaluran bantuan kepada yang sudah terdata,” katanya.

Masalah lambannya penyelesaian penyaluran bantuan juga berimbas pada perambahan hutan di Tahura.

“Jadi sekitar 600 hektar dirambah pengungsi dan non pengungsi mereka merambah ke sana karena tidak mendapatkan lahan relokasi,” ungkapnya.

Pihaknya mengingatkan kepada Pemprov Sumut untuk memberikan perhatian lebih terhadap nasib pengungsi. Menurutnya, Pemprov Sumut juga lamban menangani masalah ini.

“Jadi pemerintah pusat yang konsen, jadi Pemprov maupun Pemkab cuma menyalurkan bantuan pemerintah pusat,” sebut Sarma.

Dia juga menyarankan Pemkab Karo harus membuat master plan untuk menangani masalah pengungsi letusan Gunung Sinabung di Karo.

“Jadi dengan begitu Pemerintah Pusat dan Pemprov Sumut bisa membantu dengan maksimal, itu yang menurut saya dirasa perlu,” tuturnya.

Dia juga menambahkan, ada Dana Siap Pakai (DSP) senilai Rp76 miliar di Siosar, Kecamatan Merek, Karo lewat APBN hingga saat ini belum dapat difungsikan pengungsi.

“Dan dana itu pun belum tersalurkan karena belum ada pertanggungjawabannya dibuat, harusnya ada DSP tahap kedua yang akan disalurkan tapi karena tahap pertama saja belum beres bagaimana pemerintah pusat mau menyalurkan,” ungkapnya lagi. (ral/mag-1/ted/ril/SP/JPG/nin)
sumber: sumut.pojoksatu

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo | Leave a comment

DEMO PENGUNGSI DI KANTOR BUPATI KARO RICUH, SEORANG WARGA TEWAS

POJOKSUMUT.com, KARO-Insiden pengungsi Sinabung di Kabupaten Karo kembali terjadi. Kali ini, terjadi saat warga demo menuntut dana relokasi mandiri untuk pengungsi segera dicairkan.

Parahnya, seorang warga Desa Gurukinayan, Kabupaten Karo, diketahui bernama Tono Sembiring meninggal dunia dalam aksi demo di gedung Kantor Bupati Karo tersebut, Selasa (18/10/2016) siang.

Polisi masih melakukan penyelidikan atas tewasnya korban. “Mereka datang untuk menuntut dana relokasi mandiri pengungsi yang hingga kini sebahagian belum dicairkan,” ungkap sumber di Kantor Bupati Karo.

Saat itu terjadi aksi saling sorong antara warga dengan petugas Satpol PP.

Kericuhan semakin meluas, warga bahkan melempar pot bunga hingga merusak pintu kaca ruang bupati. Aksi saling sorong pun tak terelak.
sumber: pojoksumut

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo | Leave a comment

DEMO PENGUNGSI DI KANTOR BUPATI KARO RICUH, SEORANG WARGA TEWAS

POJOKSUMUT.com, KARO-Insiden pengungsi Sinabung di Kabupaten Karo kembali terjadi. Kali ini, terjadi saat warga demo menuntut dana relokasi mandiri untuk pengungsi segera dicairkan.

Parahnya, seorang warga Desa Gurukinayan, Kabupaten Karo, diketahui bernama Tono Sembiring meninggal dunia dalam aksi demo di gedung Kantor Bupati Karo tersebut, Selasa (18/10/2016) siang.

Polisi masih melakukan penyelidikan atas tewasnya korban. “Mereka datang untuk menuntut dana relokasi mandiri pengungsi yang hingga kini sebahagian belum dicairkan,” ungkap sumber di Kantor Bupati Karo.

Saat itu terjadi aksi saling sorong antara warga dengan petugas Satpol PP.

Kericuhan semakin meluas, warga bahkan melempar pot bunga hingga merusak pintu kaca ruang bupati. Aksi saling sorong pun tak terelak.
sumber: pojoksumut

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo | Leave a comment

MENSOS KHOFIFAH BANTU 2 MOBIL TRANSPORTASI ANAK PENGUNGSI

Tanah Karo (SIB) -Menteri Sosial (Medsos) Khofifah Indar Parawansa menyerahkan dua unit mobil mini bus untuk transportasi para pelajar korban erupsi Sinabung disela-sela kunjungannya ke Tanah Karo, Jumat (14/10). Mobil tersebut diserahterimakan kepada Bupati Karo, Terkelin Brahmana SH, Senin (17/10) oleh Kadis Sosial Pemkab Karo, Alemina Br Bangun SH didampingi Sekretaris Dinas Sosial Drs Swingli Sitepu.

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH langsung mencoba mini bus bantuan Mensos RI itu keliling kantor bupati sembari mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat, khususnya Departemen Sosial untuk para pelajar pengungsi korban erupsi Sinabung ke Tanah Karo. “Kita harus rawat dan benar-benar dipergunakan untuk transportasi anak sekolah putra-putri korban erupsi Sinabung. Dipergunakan dari posko pengungsian ke sekolah ke tempat anak pengungsi sekolah. Jangan gunakan untuk keperluan bisnis atau usaha dan kepentingan pribadi. Rawatlah dan peliharalah kedua mobil bus ini,” harap bupati.

Kadis Sosial, Alemina Br Bangun kepada wartawan di halaman kantor bupati, membenarkan bantuan 2 mobil yang diserahkan Mensos RI, Jumat (14/10) kemaren. Hari ini secara fisik telah diterima dan di serahkan kepada bupati Karo. Peruntukannya untuk transportasi anak sekolah para pengungsi. Anggaran BBM-nya telah di usulkan di P-APBD Karo 2016 ini, tegasnya. Ketika ditanya, kenapa ada tulisan “Alfa Mart” pada dinding kedua mobil mini bus tersebut, dikatakannya bahwa, ini bantuan masyarakat yang dikelola dan bekerjasama dengan supermarket Alfa Mart, ujarnya. (B02/y)
sumber: hariansib

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo | Leave a comment

TES GULA DARAH BISA DIBUAT LEBIH AKURAT

Sepertiga penderita diabetes ternyata menjalani metode standar untuk memonitor kadar gula darah yang tidak akurat. Sekarang para ilmuwan telah menemukan cara untuk memperbaikinya dan membantu orang mengelola penyakit mereka dengan lebih efektif.

Empat ratus dua puluh dua juta orang di seluruh dunia menderita diabetes, demikian menurut perkiraan Organisasi Kesehatan Dunia

Mengendalikan kadar gula yang beredar dalam darah dianggap cara terbaik untuk mengurangi kemungkinan komplikasi, seperti kebutaan, gagal ginjal, penyakit jantung dan amputasi anggota tubuh.

Tes yang disebut A1C, yang dianggap metode paling akurat untuk mengukur kadar glukosa, teryata tidak akurat pada satu dari tiga orang.

A1C memberikan gambaran rata-rata kadar gula darah dalam tiga bulan terakhir. Tes ini dianggap lebih akurat daripada tes kadar gula darah setiap hari, yang dapat bervariasi dari menit ke menit.

A1C mengukur jumlah gula yang telah diserap oleh sel-sel darah merah untuk jangka waktu tertentu.

Ketika ilmuwan membandingkan pemantauan glukosa setiap hari dengan A1C, mereka menemukan perbedaan berdasarkan usia sel darah merah, demikian menurut John Higgins, guru besar Sistem Kedokteran di Harvard University Medical School.

Sel darah merah hidup rata-rata 45 hari, namun bisa hidup lebih lama pada beberapa orang. Higgins menjelaskannya dengan analogi.

“Saya pikir analogi sederhananya seperti spons diletakkan di meja yang basah dan semakin banyak air yang ada di meja, semakin basah spons itu. Tetapi juga, jika Anda meninggalkannya lebih lama di meja, spons itu akan menyerap lebih banyak air,” kata Higgins.

Dengan kata lain, tingkat A1C seseorang yang kadar gula darahnya terkendali dari hari ke hari sebenarnya bisa naik jika sel-sel darah merah individu itu lebih tua.

“Dan sebaliknya juga benar. Jika kadar gula darah seseorang sangat tinggi, tetapi sel-sel darahnya cukup muda, dia mungkin terlihat baik-baik saja, padahal gula darah mereka sebenarnya sudah tinggi,” imbuhnya.

Menurut Higgins, salah satu cara untuk mengoreksi perbedaan tersebut adalah dengan memakai satu perangkat yang terus menerus mengukur gula darah seseorang untuk periode yang singkat, dan kemudian membandingkannya dengan hasil tes A1C. Penyesuaian dapat dibuat dan diperbaiki secara permanen di laboratorium.

Dengan menggunakan pemantau glukosa terus menerus, para ilmuwan mampu memperbaiki tingkat ketidaktelitian tes A1C dari sepertiga menjadi sepersepuluh.

Temuan ini dilaporkan dalam jurnal Science Translational Medicine. [gp]
sumber: voaindonesia
sinabungjaya.com

Posted in Berita, Informasi Kesehatan | Leave a comment