ERUPSI GUNUNG SINABUNG HARI SABTU DINI HARI SABTU TANGGAL 11/01/2014

Akibat erupsi gunung sinabung hari sabtu dini hari tanggal 11/01/2014 pukul 02.45 wib mengakibatkan terjadinya aliran lahar panas pada pukul 08.30 wib lokasi di sungai lau borus desa payung..dimana sebelum datangnya lahar panas debit air sungai berkurang yg hanya tinggal 1/4 dibandingkan dari kemaren, diperkirakan aliran lahar panas bergerak mulai dari sekitar desa Gamber dan berastepu, dimana lava terus mengalir ke sungai lau borus dan membendung air sungai sehingga debit air mungkin sempat tertutup sama sekali di karenakan debit air sungai lau borus di sekitar payung banyak bersumber dari parit2 kecil.
sumber : mediacenter

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

RUGIKAN NEGARA,PENGEMBANG GEDUNG DPRD CURI LISTRIK

Medan ( Berita ) : Pakar Hukum Universitas Sumatera Utara, DR Pedastaren Tarigan, SH, mengatakan perusahaan PT “PP” selaku pengembang gedung DPRD Medan yang diduga mencuri arus listrik, jelas merugikan negara dan dapat diancam dengan hukuman.

“Tindakan yang dilakukan penanggung jawab proyek Gedung DPRD Medan tidak hanya memalukan, tetapi juga mencoreng nama baik lembaga legislatif tersebut,” katanya di Medan, Selasa [07/01]. Seharusnya perusahaan kontraktor PT PP, menurut dia, tidak mengambil arus listrik milik PT PLN secara ilegal dan tanpa melalui Kwh Meter.

Namun, harus terlebih dahulu bermohon sesuai prosedur kepada Manajer PT PLN Medan untuk penambahan arus listrik pengerjaan pembangunan gedung DPRD yang berlokasi di Jalan Kapaten Maulana Lubis. “Perbuatan perusahaan tersebut bertentangan dan melanggar ketentuan hukum sesuai dengan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Kelistrikan,” ucap Pedastaren. Dia menyebutkan, pengambilan arus listrik itu, juga merugikan PT PLN.

Oleh karena itu, katanya, kasus dugaan pencurian listrik yang saat ini ditangani Kepolisian Resor Kota (Polresta) Medan terus diproses secara hukum hingga ke Pengadilan. “Kasus pencantelan arus listrik tanpa memiliki izin dari PT PLN harus dihukum, sehingga membuat efek jera dan kedepan tidak mengulangi lagi perbutan yang sama,” ujar Kepala Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU).

Pedastaren menambahkan, kasus pencurian arus listrik tersebut, cukup marak terjadi di Kota Medan dan dilakukan perkantoran, perumahan, pertokoan, pergudangan dan lainnya.

Dalam kasus pencurian arus listrik itu, pihak PT PLN dapat bersinergi dengan Polresta Medan merazia dan sekaligus membekuk pelakunya, serta diproses secara hukum. “Pelaku pengambilan arus listrik milik Perusahaan Negara tersebut, dapat diberikan ganjaran dan sanksi hukuman cukup berat, sehingga tidak mengulangi lagi perbuatan salah tersebut,” kata staf pengajar pada Fakultas Hukum USU.

Sebelumnya, Polresta Medan bekerja sama dengan Perusahaan PT PLN menggerebek 13 lokasi disinyalir melakukan penyalahgunaan arus listrik di daerah tersebut.

Ke- 13 tempat itu, beberapa diantaranya pembangunan Gedung DPRD Medan di Jalan Kapten Maulana Lubis, Pusat Perbelanjaan Yuki Jalan AR Hakim Medan, Pembangunan Gedung KNPI di Jalan Willem Iskandar Medan Estate, Pembangunan Perumahan dan Ruko Perumahan Royal Garnesia Jalan Jamin Ginting Medan. (ant )
sumber: beritasore

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima | Leave a comment

ITM BUKA PENERIMAAN DOSEN TETAP NON PNS

MEDAN (Berita) : Dalam upaya meningkatkan mutu lulusan agar lebih berdaya saing tinggi menghadapi persaingan antar perguruan tinggi swasta (PTS), Institut Teknologi Medan (ITM) memberikan kesempatan kepada lulusan S2 atau S3 untuk menjadi dosen tetap.

Rektor ITM Prof Dr Ilmi Abdullah MSc kepada wartawan di kampus Jl Gedung Arca Medan, Kamis (09/01) mengakui kekurangan tenaga dosen tetap untuk beberapa bidang ilmu seperti Sistem Komputer, Sistem Informasi, Teknik Informatika, Teknik Pertambangan dan Teknik Geologi.

Apalagi dalam waktu dekat ini, ITM akan membuka program sekolah pascasarjana strata dua (S2) untuk prodi Magister Teknik Mesin, Magister Teknik Elektro dan Magister Teknik Planologi.

Untuk mendukung proses pembelajaran dan penguatan di bidang akademik tambahnya, ITM saat ini membutuhkan 20 orang calon dosen tetap untuk mengisi semua posisi tersebut di tahun akademik 2013/2014 ini. Sedangkan jumlah dosen keseluruhannya sekarang ini berkisar 110 orang di semua program studi/jurusan dan fakultas.

Persyaratan untuk lulusan yang berkeinginan mengabdikan dirinya menjadi staf pengajar antara lain, berpendidikan minimal S2 atau S3, bukan pegawai PNS/BUMN, belum memiliki homebase tempat mengajar dan bukan dosen tetap perguruan tinggi lainnya.

Dijelaskan rector, ITM saat ini memiliki 10 program studi yang dikelompokkan dalam tiga fakultas di Institut Teknologi Medan (ITM) memiliki peran strategis dalam pembangunan. Misalnya di bidang pertambangan, perencanaan wilayah dan perkotaan dan teknologi informasi industri.

Dia menyebutkan, Fakultas Teknologi Mineral terdiri dari program studi teknik pertambangan dan teknik geologi berperan dalam pengelolaan sumber daya alam, khususnya sumber daya mineral serta pemahaman akan sifat bumi.

Begitu juga dengan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan terdiri dari program studi teknik sipil, teknik arsitektur serta teknik perencanaan wilayah dan kota (planologi).
Fakultas ini berandil besar dalam mewujudkan kehidupan kota yang nyaman, aman, manusiawi, tidak merusak lingkungan, dan menyediakan penghidupan bagi penduduknya dilengkapi dengan fasilitas umum dan prasarana yang layak.

Sedangkan untuk Fakultas Teknologi Industri, ITM telah membuka Jurusan Teknik Informatika. Rektor melihat jurusan ini sangat dibutuhkan pada era globalisasi yang memerlukan kemampuan teknologi komunikasi yang tinggi. Perkembangan teknologi juga membutuhkan tenaga-tenaga terampil dari Jurusan Teknik Kimia, Teknik Industri, Teknik Elektro dan Teknik Mesin.

“Saat ini ITM berusaha mempersiapkan tenaga-tenaga handal yang sesuai kebutuhan industri berskala nasional maupun internasional,” ungkapnya. Upaya yang dilakukan ITM untuk persiapan tersebut, kata rektor, melalui jalinan kerjasama dengan pihak industri dan perguruan tinggi, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Rektor mengakui ITM telah memiliki potensi yang besar sebagai modal dalam pengembangannya. Potensi itu terletak pada sumber daya yang dimiliki, yakni staf pengajar dan prasarana yang sudah cukup memadai. Untuk staf pengajar ITM sekarang ini yang berklualifikasi S1 hanya tinggal 5 persen dan selebihnya para staf pengajar ini telah berkualifikasi S2 dan S3. (aje)
sumber: beritasore

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

POLRI DIRIKAN TIPIKOR TERPISAH DARI BARESKRIM

Medan ( Berita ) : Kepolisian Republik Indonesia akan mendirikan Badan Tindak Pidana Korupsi yang berdiri sendiri untuk semakin memaksimalkan pemberantasan berbagai perilaku yang merugikan keuangan negara.

Dalam diskusi yang diselenggarakan DPD Partai Gerindra Sumut di Medan, Kamis [09/01], Kasubdit 3 Direktorat Reskrim Khusus Polda Sumut AKBP Juda Nusa Putra mengatakan, bagian Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) itu rencananya akan dipisahkan dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Dengan pendirian badan secara tersendiri tersebut, pemberantasan korupsi akan lebih maksimal hingga ke tingkat polda dan polres. Dengan berdirinya Badan Tipikor Polri tersebut, upaya pemberantasan korupsi di tingkat polda akan dipisahkan dari Direktorat Rrserse Kriminal Khusus.

Bahkan, bagian itu juga akan dibentuk di tingkat polres dengan pendirian Satuan Reserse Tipikor yang dipisahkan dari Satuan Reserse Kriminal. Semangat pembentukan badan Tipikor secara tersendiri itu telah dimulai dengan mewajibkan setiap polres untuk menangani tindak pidana korupsi yang terjadi di wilayah hukum masing-masing.

Semangat institusi kepolisian dalam memberantas praktik korupsi tersebut semakin ditunjukkan dengan pengalokasian anggaran penyelidikan yang cukup besar yakni sekitar Rp208 juta per kasus.

Di jajaran Polda Sumut, kata Juda, semangat pemberantasan korupsi telah ditunjukkan dengan keberhasilan mengungkap 68 kasus korupsi sepanjangan tahun 2013.

Dengan jumlah pengungkapan kasus korupsi tersebut, Polda Sumut menempati rangking kedua di lingkungan Polri dalam pemberantasan tindak pidana yang merugikan keuangan negara itu.

“Sedangkan kerugian negara yang berhasil diselamatkan juga cukup besar. Di seluruh Indonesia, kita nomor satu setelah Mabes (Polri),” katanya tanpa menyebutkan jumlah kerugian yang diselamatkan tersebut.

Menurut dia, untuk kinerja tahun 2014, pihaknya berkeyakinan Polda Sumut akan mampu mengungkapkan jumlah praktik korupsi yang lebih banyak dengan penyelamatan keuangan negara yang lebih besar.

Dengan kewajiban pengusutan kasus dugaan korupsi minimal dua kasus untuk setiap polres, setidaknya bisa didapatkan 54 pengungkapan kasus dari 27 polres di jajaran Polda Sumut. “Jadi, pada akhir tahun 2014 nanti mungkin bukan 68 kasus lagi (yang berhasil diungkap), mungkin 100 kasus,” katanya. (ant )
sumber: beritasore

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

KEJATI PERIKSA DUA PEJABAT PEMKOT SIBOLGA

Medan ( Berita ) : Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Kamis, memeriksa dua pejabat Pemerintah Kota Sibolga sebagai saksi dugaan korupsi pengadaan tanah rumah susun sederhana sewa seluas 7.171 meter persegi senilai Rp5,3 miliar tahun anggaran 2012.

Kasi Penerangan Hukum Kejati Sumut, Chandra Purnama di Medan, Kamis [09/01] , mengatakan, kedua saksi yang diperiksa tersebut, Edi Johan Lubis Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sibolga, dan Sori Tua Hasibuan mantan Kadis PPKAD Sibolga.

Menurut dia, kedua saksi PNS Pemkot Sibolga itu dimintai keterangan atas kasus dua tersangka korupsi pengadaan Rusunawa, yakni JES, Kadis Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Sibolga tahun 2012 dan AL, penjual tanah.

“Kedua tersangka tersebut ditetapkan Kejati Sumut, Jumat (15/11), karena diduga bekerja sama melakukan penggelembungan harga nilai pembelian tanah Rusunawa di Jalan Merpati, Kecamatan Sibolga Selatan,” kata Chandra.

Dia menyebutkan, kedua saksi itu, diperiksa Kamis (9/1) sejak pukul 10.00 hingga 15.00 WIB di salah satu ruangan Pidana Khusus di Kejati Sumut. “Pemeriksaan tersebut terkait pengadaaan tanah Rusunawa milik Pemkot Sibolga,” ujarnya.

Ketika ditanya sudah berapa saksi yang diperiksa Kejati Sumut, Chandra mengatakan, baru dua orang ini (Edi Johan dan Sori Tua). “Tim Pemeriksa Kejati Sumut akan memanggil saksi-saksi lainnya,” kata Chandra.

Sebelumnya, tanah untuk rencana pembangunan rumah susun sederhana (Rusunawa) di Jalan Merpati Sibolga dibeli dengan harga Rp1,5 miliar kemudian berikutnya Rp5,3 miliar sehingga total Rp6,8 miliar yang dikeluarkan dari APBD tahun 2012.

Karena, dari hasil penyelidikan ditemukan bukti permulaan yang cukup terjadinya dugaan penyimpangan, maka ditingkatkan ketahap penyidikan dan ditetapkan kedua tersangka tersebut. Dalam pembelian tanah untuk dijadikan Rusunawa itu, telah terjadi penggelembungan dana dari nilai jual objek pajaknya.

Pada tingkat penyelidikan, tim pemeriksa Kejati Sumut sudah memeriksa sejumlah saksi-saksi pejabat Pemkot Sibolga dan masyarakat. Sebelumnya, tim pemeriksa Kejati Sumut juga memeriksa saksi Wali kota Sibolga Syarfi Hutauruk, Rabu (21/8). Saksi Syarfi menjawab sebanyak 15 pertanyaan yang diajukan tim penyidik Kejati Sumut. (ant )
sumber: beritasore

Posted in Berita | Leave a comment

SUMUT TERKORUP KETIGA

MEDAN (Berita): Sumatera Utara termasuk terkorup ketiga terbesar di Indonesia setelah Papua dan Maluku. Hal itu ditegaskan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Pusat Ali Masykur Musa kepada wartawan di Medan Kamis (9/1) sore.

Ali Masykur yang juga calon Presiden Konvensi Partai Demokrat itu menyebut secara nasional Indonesia terkorup keempat di Asia dan di dunia terkorup ke 118. “Cukup besar tingkat korupsi di Indonesia,” katanya.

Dia menyebut masalah utama yg dihadapi bangsa ini memang darurat korupsi dan darurat lingkungan. Darurat korupsi yakni frekuensi korupsi dan kuantitasnya yang cukup besar.

Ia menyebut untuk kepala daerah sendiri di Indonesia sedikitnya ada 311 atau 65 persen dari total kepala daerah yang diproses hukum karena korupsi diantaranya ada sekira 6 dari Sumut.

Dari jumlah 311 itu, sebanyak 302 hasil temuan BPK dan sisanya tertangkap tangan. Potensi kerugian korupsi 311 kepala daerah itu mencapai Rp36,7 triliun dari total Rp1.760 triliun dana APBN 2012. Kebanyakan mark up (60 persen dan sisanya penyelewengan dana Bantuan Sosial (Bansos) sebesar 15 persen.

“Penyelewengan dana Bansos itu umumnya dilakukan kepala daerah menjelang Pilkada,” katanya. Ia menegaskan mencegah korupsi perlu penegakan hukum yang tegas dan mengubah perilaku menjadi baik. Sebab biasanya korupsi dilakukan kalau ada niat, kesempatan dan pengawasan hukumnya lemah.

Sedangkan untuk memberikan efek jera perlu koruptor itu dimiskinkan semiskin-miskinnya supaya kelakuan dia terimbas ke seluruh keluarga sampai anak cucu. Sebab kalau hukumannya berupa hukuman mati maka yang terkena hukuman hanya koruptor itu, sedangkan keluarganya masih bebas menikmati hasil korupsi tersebut. Jadi perlu efek jera kepada penyelenggara negara dengan memiskinkannya.

“Sebagai calon Presiden Konvensi Partai Demokrat maka saya usulkan adanya proses kemiskinan yg diperoleh dari keuangan yang tidak layak untuk membuat efek jera,” sebutnya. Mekanisme nanti, tambah Ali, uang hasil korupsi itu kembali ke negara dan dibagi lagi dalam bentuk DAU dan sebagainya ke darerah. BPK sudah lakukan elektronik audit.

Menyinggung politik, Ali Masykur mengatakan perempuan mempunyai behavior yang lebih gesit, dinamis dan mempunyai tanggung jawab penuh. Selaku BPK, Ali diundang Universitas HKBP Nomensen berbicara tentang moralitas penyelamatan keuangan negara, sebagai salah satu peserta konvensi calon peres partai Demokrat.

Menurut dia, potensi penyelewengan keuangan negara karena tuntutan ekonomi daerah. Kedua kemampuan untuk mengelola keuangan daerah hanya didasari bagaimana mendapatkan dana dari pusat yakni Dana Alokasi Umum (DAU) dan dana perimbangan tapi tidak diimbangi dengan bagaimana penggunaannya.

Moralitas sebagai penyelenggara negara sudah turun. “Jadi orang bukan untuk melayani masyarakat tapi justru memerintah,” tegas dia. Penyelewengan kekuasaan negara itu ada dua: fiktif (perjalanan), kedua mark up atas belanja barang. Ketiga adalah kekurangan fisik dari hasil penerimaan. “Besok kami akan berbcara lengkap tentang penyelenggara negara dan penyelewengan,” katanya. (Wie)
sumber: beritasore

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

DA’I: TERORIS SEBAIKNYA TIDAK DITEMBAK MATI

Jakarta ( Berita ) : Mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Da’i Bachtiar berpendapat sebaiknya Polri dan Densus 88 Antiteror tidak menembak mati terduga teroris, terkecuali terpaksa, karena akan banyak manfaatnya jika mereka ditangkap hidup-hidup.

“Saya menghargai upaya dan kerja keras Polri dan Densus 88 Antiteror yang terus memerangi terorisme demi menciptakan keamanan masyarakat dan negara, namun sebaiknya penangkapan pelaku teroris tidak harus dengan tembak mati kecuali terpaksa. Lebih baik ditangkap hidup-hidup,” kata Da’i, peraih gelar Professor Antiteroris dari Edith Cowan University, Australia, kepada Antara di Jakarta, Jumat [10/01].

Mantan Kapolri dan Dubes Indonesia untuk Malaysia itu mengapresiasi pembuktian Kapolri Jenderal Polisi Sutarman yang melaporkan kepada Presiden Susilo Bambang Ydhoyono akan ada gangguan teror saat Natal dan Tahun Baru 2014, kemudian ditunjukkan saat malam perayaan tahun baru dengan dibongkarnya sebuah jaringan teroris.

Ia mengatakan hal itu karena belakangan ini penangkapan teroris oleh Densus 88 Antiteror sebagian besar ditembak mati. Ketika ia menjabat Kapolri, pelaku teror Bom Bali, Bom Kuningan di depan Kedubes Australia dan Bom JW Marriot, umumnya ditangkap hidup-hidup.

“Saya teringat dengan pernyataan pelaku teroris Ali Gufron alias Muchlas. Ali Gufron mengatakan respek kepada polisi Indonesia dan respek kepada saya karena menangkap hidup-hidup dan memperlakukan dengan baik dan menghukumnya melalui proses pengadilan. Sementara pelaku teroris di negara lain mengalami siksaan,” kata Da’I yang termasuk membidani terbentuknya Densus 88 Antiteror Polri.

“Jika saya ditembak mati, maka akan lahir ribuan ‘muchlas’ baru kata Ali Gufron,” tutur Da’i berdasarkan wawancara dengan teroris Ali Gufron. Ia sering mengutip pernyataan Ali Gufron itu dalam setiap seminar agar penanganan teroris selalu mengedepankan proses hukum.

Oleh sebab itu, lanjut Da’i, “Saya saat menjabat Kapolri sangat kagum kepada aparat kepolisian yang menangkap pelaku teroris hingga menubruk teroris yang dibadannya sudah dipasang bom bunuh diri, untuk menangkap hidup-hidup. Walaupun menangkap teroris hidup-hidup itu sangat berisiko, tapi itulah tugas polisi.”

Berdasarkan pengalaman dia, menangkap teroris hidup itu banyak manfaatnya. Pertama, bisa mengungkapkan motif aksi teror, pendanaan dan jaringannya. Kedua, penegakan hukum yang benar dengan mendakwa seorang warga negara sebagai teroris melalui pengadilan dan dengan bukti-bukti yang kuat dan terdakwa diberikan kesempatan membela diri di pengadilan. Ketiga, jika teroris itu insyaf dan sadar bahwa tindakan teror itu salah maka akan menjadi contoh kepada siapa pun sebelum terlibat dalam aksi teroris.

“Langsung menembak mati warga yang dicurigai teroris tanpa melalui proses pengadilan akan membuat dendam para kader-kader teroris. Mereka akan membalas dendam kepada polisi. Menjadikan polisi sebagai target balas dendam teroris. Karena tidak mampu membalas kepada Densus 88 maka target balas dendamnya kepada setiap polisi. Sebaliknya polisi juga akan membalas dendam jika teroris menjadikan polisi sebagai target operasinya. Di sinilah pentingnya peranan pemimpin di Polri,” katanya.

Walaupun polisi diberikan senapan dan hak untuk menembak pelaku kejahatan, tapi gunakan senjata jika benar-benar terpaksa dan membela diri, kata Dai, pendiri LCKI (Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia).

Ketidakadilan

Da’i Bachtiar mengetakan berdasarkan pengalamana menangani teroris menjadi paham bahwa motif aksi teroris di Indonesia dan di berbagai negara lain disebabkan karena ada ketidakadilan.

“Ketidakadilan yang dilakukan negara maju terhadap negara berkembang, ketidakadilan masyarakat maju terhadap masyarakat terbelakang, ketidakdilan oleh mayoritas kepada minoritas seperti yang terjadi di Palestina, Afghanistan, Thailand Selatan dan Myanmar, konflik sosial di Poso dan Ambon, ini yang melatarbelakangi semangat aksi teroris,” tambah dia.

Selama masih terjadi ketidakadilan maka akan selalu ada aksi solidaritas serta tindakan ekstrem nya dengan cara-cara teror.

Selain itu, ada pemimpinnya atau tokohnya yang memelihara dan mengorganisir rasa ketidakpuasan dan ketidakadilan dari kelompok masyarakat beragama. Kemudian dicarikan dalil-dalil agama atau ideology untuk melakukan aksi teror. “Polri dan Densus 88 Antiteror harus bisa menangkap tokoh dan pemimpin jaringan teroris ini,” kata Da’i. (ant )
sumber: beritasore

Posted in Berita | Leave a comment

HUJAN LUMPUR MELANDA 4 PERKAMPUNGAN DI KAKI SINABUNG

Hujan lumpur melanda 4 perkampungan di kaki Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Sabtu (11/1/2014) pagi. Keempat desa tersebut yakni Desa Kuta Rayat, Desa Kuta Gugung, Desa Sukanalu dan Desa Sigaranggarang.

Salah seorang warga Kuta Gugung, Simson menyebutkan hujan lumpur tersebut terjadi akibat debu vulkanik dari erupsi Sinabung pada dini hari yang terkena hujan, sehingga menjadi material lumpur yang menimpa perkampungan tersebut.

“Atap rumah banyak yang bocor, jalanan dipenuhi lumpur,” katanya, Sabtu siang.

Akibat kondisi ini, dilaporkan jalanan menuju perkampungan tersebut dipenuhi lumpur sehingga tidak bisa dilalui kendaraan. Ketebalan lumpurnya bahkan mencapai 20 cm.

“Ada beberapa mobil yang terjebak, nggak bisa jalan,” ujarnya.

Akibat kejadian ini puluhan bangunan dilaporkan mengalami kerusakan terutama pada bagian atap.[rgu]
sumber : medanbagus

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

BPBD : BINJAI, LANGKAT DAN DELI SERDANG JUGA DISELIMUTI ABU VULKANIK

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, Asren Nasution mengatakan abu vulkanik dari erupsi Sinabung yang menjangkau Kota Medan pada Sabtu (11/1/2014) pagi, juga menjangkau beberapa kabupaten/kota lainnya seperti Deli Serdang, Binjai dan Kabupaten Langkat. Abu vulkanik tersebut menurutnya berasal dari erupsi Sinabung yang terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 04.00 WIB.

“abu tersebut terbawa angin, arahnya sendiri berubah-ubah,” katanya.

Kondisi angin yang relatif berubah-ubah tersebut menurut Asren membuat arah semburan abu vulkanik sulit untuk dipastikan. Bahkan daerah lain tidak tertutup kemungkinan akan mengalami hal yang sama.

“ya itu tadi karena arah abu vulkaniknya selalu berubah,” ujarnya.

Atas kondisi ini pihaknya menghimbau agar masyarakat tetap mengantisipasi. Sebab, kondisi ini rawan menimbulkan gangguan kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).[rgu]
sumber : medanbagus

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

WASPADAI KELAPARAN TERSEMBUNYI PADA PENGUNGSI SINABUNG

Oleh: Prof. Dr. Albiner Siagian. Gunung Sinabung terus menggeliat. Sejak meletus untuk pertama kali, pada tanggal 7 September 2013, akitivitas vulkanik Gunung Sinabung sudah berlangsung empat bulan. Belum ada tanda-tanda akan berakhir. Aktivitas Gunung Sinabung memang tak terprediksi.

Semburan awan panas dan lava pijar terus terjadi. Debu vulkanik terus dimuntahkan. Berton-ton debu tersebut terbawa angin hingga akhirnya jatuh dan menutupi atap rumah dan bangunan lain, tanaman, atau apa saja yang ada di daerah jangkauannya.

Keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat yang bermukim di radius jangkaun semburan lava pijar dan awan panas terancam. Akibatnya, masyarakat harus diungsikan. Hingga saat ini, jumlah pengungsi diperkirakan sudah melebihi angka 20 ribu orang. Mereka tersebar di berbagai lokasi pengungsian.

Tentu saja, kita sudah bisa membayangkan bagaimana penderitaan para pengungsi di berbagai lokasi pengungsian. Mereka menghadapi berbagai kesulitan. Semuanya serba darurat. Kesulitan yang paling menonjol adalah penginapan; fasilitas mandi-cuci-kakus (MCK); dan yang terpenting lagi kebutuhan akan makanan dan minuman yang layak.

Oleh karena itu, tiga hal yang disebutkan di atas inilah yang perlu mendapat perhatian serius oleh pemerintah daerah dan tim penanggulangan masalah bencana, karena hal itu berkaitan dengan kelangsungan hidup para pengungsi. Untuk diketahui, dampak yang segera muncul akibat pengungsian yang berkepanjangan adalah kurang gizi pada balita.

Berbagai data pada korban pengungsian akibat bencana alam dan kerusuhan sosial menunjukkan bahwa terjadi peningkatan angka kurang gizi pada balita di pengungsian rata-rata sebesar 20 persen. Balita adalah kelompok umur yang paling responsif dan rentan terhadap penurunan konsumsi pangan, karena mereka sedang mengalami proses pertumbuhan cepat (Menurut taksiran kasar, sekitar 10 persen dari antara pengungsi itu adalah balita). Karenanya, setiap penurunan konsumsi pangan akan segera ditandai dengan penurunan berat badannya. Inilah yang dikenal dengan kelaparan kentara (yang dapat dilihat secara kasat mata). Penyebabnya, terutama, adalah kurangnya konsumsi karbohidrat dan protein.

Ibu Hamil dan Menyusui

Kelompok lain yang juga sangat rentan terhadap penurunan konsumsi pangan di pengungsian adalah ibu hamil dan ibu menyusui. Hal ini, tidak hanya berdampak buruk pada ibu, tetapi juga pada janin yang dikandungnya atau pada bayi yang mereka susui.

Seperti kita ketahui bersama, pada umumnya susunan makanan bagi para pengungsi adalah sumber karbohidrat dan lemak. Biasanya sumber makanan ini cocok diberikan dalam keadaan darurat karena praktis dan mudah disajikan. Sumber makanan itu pulalah yang sering disumbangkan oleh para penyumbang makanan untuk korban pengungsi. Makanan itu hanyalah sekedar pengobat rasa lapar dan penyambung hidup.

Makanan tidak hanya sekedar pengobat lapar dan penyambung hidup, tetapi juga harus mampu memenuhi kebutuhan tubuh akan zat-zat gizi yang beragam dan seimbang. Sumber makanan yang lazim diberikan kepada pengungsi umumnya miskin protein, apalagi vitamin dan mineral. Akibatnya, anak-anak, terutama balita, akan mengalami kurang gizi.

Apabila pengungsian berkepanjangan dan tidak ada upaya yang serius dan sistematis mengurus makanan pengungsi ini dipastikan anak-anak akan mengalami kekurangan vitamin dan mineral. Inilah yang dikenal sebagai kelaparan tak kentara atau kelaparan tersembunyi (hidden hunger).

Tubuhnya tampak normal, akan tetapi mereka sebenarnya sedang mengalami kekurangan zat gizimikro (vitamin dan mineral).

Akibat kekurangan zat gizi tersembunyi ini tak kalah buruknya dengan kekurangan zat gizi kentara tadi. Ini sering terabaikan karena tak tampak. Kekurangan vitamin dan mineral akan berdampak buruk pada tumbuh-kembang anak. Balita yang mengalami kekurangan vitamin dan mineral, apalagi juga disertai oleh kekurangan karbohidrat dan mineral, akan terhambat perkembangan otak dan kecerdasannya. Kalau pertumbuhan badang masih bisa dikembalikan normal. Akan tetapi perkembangan otak yang sudah terhambat tak bisa dikembalikan (irreversible).

Kelaparan tersembunyi juga akan berdampak pada menurunnya daya tahan tubuh anak. Anak-anak akan sangat rentan terhadap berbagai jenis penyakit, terutama penyakit infeksi. Semuanya itu akan menjadi beban bagi keluarga dan pemerintah. Kalau hal ini tak segera diatasi, bukan tidak mungkin kita akan menghadapi masalah generasi yang hilang (lost generation). Hilanglah kesempatan satu generasi untuk memperbaiki generasi berikutnya.

Untuk itu, program intervensi pangan harus segera dilaksanakan dengan memilih sasaran yang tepat. Untuk itu perlu dilakukan pendataan konsumsi pangan dan status gizi para pengungsi. Hal ini dapat dilakukan dengan survey cepat (rapid survey).

Setelah sasaran diperoleh strategi program intervensi pangan adalah (1) distribusi pangan untuk menjamin ketersediaan pangan yang cukup bagi semua orang dan (2) program bantuan pangan secara selektif.

Program bantuan pangan secara selektif dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu (1) supplementary feeding programs (SFPs) dan (2) therapeutic feeding program (TFP). SFPs menyediakan suplemen makanan dan itu diikuti oleh pemantauan medis pada sasaran program, yaitu penderita kurang gizi ringan dan kelompok berisiko (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui). Sementara itu, TFP adalah program penanganan khusus (medis dan tatalaksana gizi) yang ditujukan kepada penderita gizi buruk (Simanjuntak, 2000). Kedua program intervensi ini harus dipadukan dengan program perbaikan sanitasi lingkungan pengungsian dan higiene pengungsi.

Oleh karena itu, karena dampak masalah ini sangat serius dan kita tidak tahu kapan Gunung Sinabung menghentikan aktivitasnya, saya menghimbau kepada pihak-pihak terkait agar jangan menganggap masalah kurang gizi pada pengungsi ini sepele. Sekali lagi, ini persoalan serius dalam kaitannya dengan pembangunan sumber daya manusia ke depan. Daripada rebut-ribut soal siapa yang salah, lebih baik energi kita curahkan untuk mengurus pengungsi. ***

Penulis adalah Guru Besar Ilmu Gizi FKM USU.
sumber : mediacenter

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment