PENANGANAN TOTAL DAMPAK ERUPSI SINABUNG

BASTANTA P. SEMBIRING. MEDAN. Berbicara tentang bencana Sinabung tentunya menyangkut banyak hal. Bukan saja mengenai mereka yang secara langsung terkena dampaknya atau dengan kata lain mereka yang tinggal di kaki Gunung Sinabung (radius 0 – 5 km), tetapi juga terhadap mereka yang secara tidak langsung terkena dampaknya.

Seperti pantauan Sora Sirulo di Kecamatan Patumbak (Deliserdang). Saat aktifitas Sinabung meningkat, debunya sampai ke wilayah Karo Jahé ini. Bahkan saat erupsinya pada tahun lalu, warga harus menggunakan masker dan tidak berani menjemur pakaiannya di luar karena debu yang tebal. Dari pengakuan teman-teman di beberapa kabupaten lainnya seperti Langkat, Binjai, Kota Medan, Serdang Bedagai, dan Kota Tebing Tinggi juga mengalami nasib yang sama.

Dampak erupsi Sinabung ini sangat terasa, baik berupa debu ataupun kenaikan harga komoditi sayuran. Untuk beberapa derah di Provinsi Sumatera Utara, sebagian besar kebutuhan sayur mayur biasanya dipasok dari Datara Tinggi Karo (Karo Gugung).

Bahkan, seperti telah banyak diberitakan oleh media, erupsi Sinabung sempat beberapa kali mengganggu aktifitas penerbangan di Bandara Kuala Namu International (KNIA). Ini menjadi bukti bahwa Sinabung benar-benar menjadi bencana nasional yang harusnya juga diperhatikan di dalam konteks nasional.

Melalui kontak BBM, Sora Sirulo mencoba mengumpulkan pendapat-pendapat warga di luar Kabupaten Karo, khususnya orang Karo di perantauan.
Laurensius

Yose Laurensius Sembiring, seorang putera asli Karo asal Sarinembah (Kabupaten Karo) mengatakan, relokasi total, baik permukiman dan lahan adalah solusi satu-satunya. Mengingat Sinabung sudah bertahun-tahun tidak berhenti juga. Tidak mungkin selamanya saudara kita bisa hidup di pengungsian.

”Sebaiknya pemerintah benar-benar mensterilkan wilayah Radius 3 Kilometer bahkan hingga 5 Kilometer. Sebagaimana diberitakan oleh Sora Sirulo, jarak sebaran dampaknya semakin hari semakin meluas. Baiknya, wilayah-wilayah yang langsung terdampak (0-5 Km) itu dijadikan saja kawasan hijau sebagai benteng pertahanan menghadapi erupsi di masa mendatang,” kata Laurensius yang sekarang bekerja sebagai staf di salah satu Bank BUMN, Air Molek (Riau).

Saat Sora Sirulo mempertanyakan mekanismenya, Laurensius mengatakan, harus ada dialog antara warga dan pemerintah. Bukan itu saja, harus ada insentif-insentif khusus, baik untuk biaya hidup, usaha, pertanian, kesehatan, dan sekolah.

“Mengingat lokasi relokasi di Siosar adalah bukaan baru, tentunya membutuhkan waktu untuk bisa ekonomi bergerak dengan baik. Di masa-masa sulit ini, warga Karo yang terdampak erupsi Sinabung butuh dukungan penuh dari pemerintah dan pihak terkait lainnya,” paparnya

Hal senada juga di sampaikan Helly beru Bukit, warga Karo perantauan asal Buluhawar (Kecamatan Sibolangit) (Karo Jahé) di Bandung. Helly menambahkan, baiknya media, khususnya media untuk konsumsi korban terdampak, tidak hanya memberitakan hal-hal buruk tentang Sinabung.

“Berita buruk hanya menambah kepanikan dan rasa pesimis. Perlu mengimbanginya dengan berita-berita positif; misalnya pelajar/mahasiswa Karo korban Sinabung yang tetap semangat bersekolah dan berprestasi, ataupun warga korban Sinabung yang mencari peruntungan dengan berdagang baik masih sekitaran Kabupaten Karo ataupun di luar. Berita-berita positif ini dapat membangkitkan semangat dan rasa optimisme saudara-saudara kita di Kabupaten Karo,” kata Helly beru Bukit melalui pesan BBM-nya kepada Sora Sirulo.

Ditemu di tempatnya berjualan, beru Sembiring seorang perantau asal Kabanjahe yang sekarang tinggal di Jambi, mengaku kampung halaman suaminya (Ginting Suka) di Gurukinayan sangat parah terkena dampak erupsi Sinabung. Di awal Tahun 2015 lalu, mereka memutuskan mencari peruntungan di Jambi sebagai pedagang sayur. Dia merasa bersyukur Tuhan masih memberi jalan, bahkan lebih baik dari kehidupan sebelumnya.

“Dulu saat di kampung, satu jam sekali pun belum tentu ada kenderaan yang melintas. Tidak bebas kemana-mana jika tidak punya kendaraan sendiri. Sekarang, mau ke mana saja mudah dan membuka usaha apa saja pun bisa, mengingat kita tinggal di jalan lintas,” tuturnya.

Hal yang sama juga dirasakan beru Ginting yang juga berjualan di sampingnya.

Kita percaya, semakin banyak gagasan membahas masalah erupsi Sinabung akan mendorong semakin banyaknya kepedulian. Ini akan memberi semangat bagi saudara-saudara kita korban erupsi Sinabung di Kabupaten Karo, sembari berharap agar pemerintah baik Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, dan juga Pemerintah Pusat menyelesaikan proyek-proyek yang telah disusun untuk membantu saudara kita di Kabupaten Karo.
sumber : sorasirulo

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

INILAH PENGURUS DPP PDIP PERIODE 2015-2020

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri secara resmi telah mengumumkan pengurus inti Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai berlambang benteng moncong putih tersebut untuk masa periode 2015-2020, pada Jumat (10/4/2015).

Dari total 27 orang yang termasuk dalam susunan pengurus DPP PDIP periode 2015-2020 terdapat beberapa wajah baru, bahkan yang menarik, dua anak Mega, Puan Maharani dan Prananda Prabowo turut menjabat ketua DPP.

Pada saat bersamaan Megawati juga menyatakan status Puan Maharani yang didaulat sebagai Ketua Bidang Politik dan Keamanan nonaktif karena saat ini menjabat sebagai menteri di kabinet Presiden Jokowi.

Berikut ini adalah susunan lengkap pengurus DPP PDIP yang dibacakan langsung oleh Megawati di arena Kongres PDIP, Sanur, Bali, Jumat (10/4/2015):

1. Ketua umum: Megawati Soekarno Putri

2. Ketua bid Kehormatan Partai: Komarudin Watubun
3. Ketua bid Pemenangan Pemilu: Bambang Dwi Hartono
4. Ketua bid Ideologi dan Kaderisasi: Idham Samawi
5. Ketua bid Keanggotaan dan Organisasi: Djarot Saiful Hidayat
6. Ketua bid Politik dan Keamanan: Puan Maharani (non aktif karena jadi menteri)
7. Ketua bid Hukum HAM dan Perundang-undangan: Trimedya Pandjaitan
8. Ketua bid Perekonomian: Hendrawan Supratikno
9. Ketua bid Kehutanan dan Lingk Hidup: Muhammad Prakosa
10. Ketua bid Kemaritiman: Rokhmin Dahuri
11. Ketua bid Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Andreas Hugo Pareira
12. Ketua bid Sosial dan Penanggulangan Bencana: Ribka Tjiptaning
13. Ketua bid Buruh Tani dan Nelayan: Mindo Sianipar
14. Ketua bid Kesehatan dan Anak: Sri Rahayu
15. Ketua bid Pendidikan dan Kebudayaan: I Made Urip
16. Ketua bid Koperasi dan UMKM: Nusirwan Sujono
17. Ketua bid Pariwisata: Wiryanti Sukamdani
18. Ketua bid Pemuda dan Olahraga: Sukur Nababan
19. Ketua bid Keagamaan dan Kepercayaan kepada Tuhan YME: Hamka Haq
20. Ketua bid Ekonomi Kreatif: Prananda Prabowo

21. Sekretaris Jendral: Hasto Kristiyanto

22. Wakil Sekjen bid Internal: Utut Adianto
23. Wakil Sekjen bid Program Kerakyatan: Erico Sotarduga
24. Wakil Sekjen bid Program Pemerintahan: Ahmad Basarah

25. Bendahara Umum: Olly Dondokambey

26. Wakil Bendum bid Internal: Rudianto Tjen
27. Wakil Bendum bid Program: Juliari Peter Batubara
sumber: sipayo

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

INILAH CARA MERAZIA POLISI YANG MELAKUKAN RAZIA

Maraknya kejahatan jalanan seperti pencurian hingga begal motor membuat aparat kepolisian semakin aktif menggelar razia. Meski operasi dicanangkan secara menyeluruh, polisi tak bisa sembarangan mengadakan razia, termasuk selama berlangsungnya Operasi Simpatik selama 1-21 April 2015.

Dilansir dari laman Divisi Humas Mabes Polri, Senin (6/4), pemeriksaan kendaraan bermotor atau razia diatur dalam PP No 42 Tahun 1993 tentang Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan. Pemeriksaan yang dimaksud adalah pemeriksaan terhadap pengemudi dan kendaraan bermotor mengenai pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan serta pemenuhan kelengkapan persyaratan administratif.

Aparat yang diberikan kewenangan untuk melakukan pemeriksaan tersebut adalah kepolisian dan Pegawai Negeri Sipil yang memiliki kualifikasi tertentu di bidang lalu lintas dan angkutan jalan. Dalam razia tersebut, mereka diwajibkan untuk melengkapinya dengan surat penugasan yang dikeluarkan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).

Surat ini memuat beberapa aspek dalam sebuah razia, yakni alasan dan jenis, waktu, tempat razia, penanggung jawab, daftar petugas, dan daftar pejabat penyidik yang ditugaskan. Para petugas yang ikut serta dalam razia diwajibkan menggunakan seragam dan atribut yang jelas. Seperti tanda-tanda khusus sebagai petugas pemeriksa dan perlengkapan pemeriksaan. Khusus polisi, petugas harus menggunakan seragam dan atribut yang ditetapkan.

Kemudian, sebagaimana yang tercantum dalam pasal 15 ayat 1 sampai 3, disebutkan bahwa pada tempat pemeriksaan wajib dilengkapi dengan tanda yang menunjukkan adanya pemeriksaan kendaraan bermotor. Tanda dimaksud harus ditempatkan pada jarak sekurang-kurangnya 100 meter sebelum tempat pemeriksaan.

Khusus untuk pemeriksaan yang dilakukan pada malam hari, selain harus dilengkapi tanda yang menunjukkan adanya pemeriksaan, petugas juga diwajibkan untuk memasang lampu isyarat bercahaya kuning terang.

Nah, jika anda melewati razia yang tak sesuai dengan aturan-aturan tersebut di atas, jangan ragu untuk meminta surat penugasan atau laporkan kepada Propam Polri.
sumber: merdeka

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Penting, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

GUSTI ILHAM DALIMUNTHE DITUDING MENIPU DI ACEH

Ikhwanesia – Beberapa waktu lalu di media sosial beredar nama-nama sejumlah pendeta yang dituding berasal dari Aceh, khususnya dari kabupaten Pidie. Selain itu sejumlah warga Aceh dituding telah murtad (keluar dari Islam).

Hasil penelusuran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) provinsi Aceh, ternyata data tersebut palsu dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Hal demikian diungkapkan Tarmizi Daud, penyuluh agama Islam provinsi Aceh, pada konferensi Rabu (08/04). Konferensi pers itu turut dihadiri sejumlah pendeta dan penyuluh agama Islam di provinsi Aceh.

Tarmizi mengatakan penyebar isu tersebut merupakan seorang Mualaf bernama Ilham Ramadhan Munthe (nama sesuai KTP). Tarmizi menyebutkan Ilham yang sebelumnya bernama Kristianta Anes Ginting Munthe (nama sebelum Islam) memiliki identitas yang cukup banyak. Bahkan saat mengisi ceramah di universitas Al-muslim Bireun ia mengaku bergelar Profesor, padahal hasil penelusuran diketahui Ilham hanya tamatan SMA.

Dalam beberapa kesempatan Ilham juga mengaku sebagai orang kaya yang memiliki hotel di Medan, namun setelah di cek hotel tersebut milik orang Cina.

”Kami sudah lacak dia selama tiga tahun, ternyata namanya beda-beda, nama di KTP, dan sertifikat mualaf juga beda, identitas tahun kelahirannya juga beda-beda, bahwa dia mengaku Bali, tapi ditempat lain ia mengaku batak,”ujarnya.

Tarmizi menambahkan pihaknya menilai tindakan Ilham karena ingin terkenal dan mencari uang semata. Karena sebelum dipercaya untuk mengisi berbagai ceramah ia diketahui sebagai penjual bakso, sebelumnya dikethui Ilham juga sebagai penjual obat di Tangse Pidie.

Menurut Tarmizi, selain mengaku sebagai mantan presiden Misionaris dan mantan pendeta terbesar di Asia, Ilham juga pernah mengaku sebagai mantan intelijen.

Selain itu pada beberapa kesempatan Ilham dalam ceramahnya juga kerap melarang penggunaan tupperware karena terbuat dari minyak babi.
sumber: .ikhwanesia.

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

PENGAKUAN GUSTI ILHAM RAMADHAN MUNTHE HEBOHKAN ACEH

Nama Gusti Ilham Ramadhan Munthe akhir-akhir ini menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat Aceh. Pasalnya sosok seorang penceramah ini mengaku seorang mualaf dan dalam ceramahnya kerap bernada provokatif dan menyudutkan agama tertentu sekaligus menghasut masyarakat.

Menurut pengakuan beberapa warga Aceh, di atas mimbar Ramadhan Munthe kerap mengaku sebagai bekas petinggi gereja di Indonesia. Selain itu, dia juga menyampaikan buah pikiran melalui berbagai selebaran dan pesan berantai.

Dalam isu yang dihembuskannya, Ramadhan Munthe juga menyebutkan terdapat 13 warga Aceh murtad dan 15 warga menjadi pendeta. Isu tersebut disampaikan Ramdahani melalui pesan berantai BlackBerry. Usut punya usut ternyata pesan tersebut hanya isapan jempol belaka.

Menyikapi isu yang tengah menggunjang warga Aceh, lintas tokoh agama setempat kemudian duduk bersama membahas masalah itu pada 30 Maret kemarin. Pertemuan tersebut difasilitasi oleh Kanwil Departemen Agama Aceh, pertemuan itu dihadiri oleh tokoh agama Islam dan juga pendeta di Banda Aceh.

Menurut perwakilan Gereja Protestan Indonesia Bersatu (GPIB) Banda Aceh, Idaman Sembiring mengatakan, tidak benar ada upaya misionaris untuk memurtadkan umat Islam di Aceh. Apa lagi bila penceramah itu menyebutkan diri sebagai presiden misionaris.

“Saya tegaskan bahwa presiden misionaris dalam struktur kekristenan tidak ada, jadi itu tidak benar,” kata Idaman Sembiring kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis lalu.

Sembiring melanjutkan, kabar yang dihembuskan oleh Gusti Ilham Ramadhani Munthe tidak benar. Termasuk pengakuannya selaku pendeta besar di Asia. Dalam ajaran Kristen, lanjutnya, hanya Yesus Kristus yang besar.

“Jadi kami meminta umat beragama di Aceh untuk tidak terprovokasi, karena bisa menimbulkan perpecahan kehidupan beragama, marilah kita menjaga kerukunan dan keharmonisan hidup beragama yang sudah terjalin baik di Aceh,” ujar Idaman Sembiring.

Sementara dari pihak perwakilan muslim Aceh, Ustaz Tarmizi mengatakan, apapun ceramah disampaikan oleh Ilham tidak benar. Dia meminta masyarakat tidak terhasut dengan ucapan Ilham. Termasuk sebaran nama-nama orang Aceh yang sudah menjadi pendeta dan murtad di Aceh.

“Isi ceramah yang disampaikan itu tidak benar, termasuk tuduhan ada 13 orang murtad, 15 orang Aceh jadi pendeta, semua itu tidak benar, saya sudah cek semua itu, (IRM) juga mengaku dirinya mualaf,” kata Ustaz Tarmizi.
sumber: sipayo

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

BANJIR LAHAR DINGIN SINABUNG TERJANG DESA PERBAJI

Banjir lahar dingin dari puncak Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara kembali terjadi, Minggu (12/4/2015) mulai pukul 13.00 hingga pukul 15.45 WIB dan melanda sejumlah desa di lereng gunung. Beberapa desa yang terkena dampak banjir lahar dingin, diantaranya Desa Bakerah, Sukatendel, dan Perbaji.

Dampak banjir lahar dingin sangat terasa di Desa Perbaji, bahkan nyaris menghayutkan rumah warga. Banjir berupa air, lumpur, batu-batuan dan sejumlah pepohonan yang turut hanyut sempat merobohkan lost (balai desa), serta menghanyutkan alat-alat dapur desa.

Terkait peristiwa tersebut, Bupati Karo Terkelin Brahmana telah terjun meninjau ke lokasi yang terkena dampak lahar dingin di Desa Perbaji, Minggu (12/4/2015) malam.

Dalam kunjungannya, Bupati Karo mengatakan bakal langsung melakukan pembersihan di Desa Perbaji. Sementara, untuk jembatan akses penghubung ke Desa Mardingding yang turut ambruk di terjang banjir lahar dingin, menurut Bupati akan segera dibangun jembatan alternatif.

“Mobil pemadam sudah diturunkan untuk membersihkan sebagian rumah warga di Desa Perbaji, pemerintah juga akan memfasilitasi pertemuan dengan warga untuk melaksanakan gotong royong bersama. Untuk bekal warga, seperti beras besok juga akan disalurkan. Sementara untuk Desa Mardingding besok dibuat jembatan altenatifnya,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Terkelin juga mengimbau kepada warga agar lebih meningkatkan kewaspadaan. Terlebih, pada kondisi bencana seperti sekarang ini. Ia juga mengharapkan peran serta masyarakat dalam mengurangi risiko bencana yang dapat ditimbulkan.
sumber: sipayo

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

MENTERI AGAMA BUKA SIDANG SINODE GBKP XXXV DI RETREAT CENTER SUKAMAKMUR

Agama tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia, untuk itu Kementerian Agama terus berupaya meningkatkan kualitas kerukunan hidup beragama. Perlu saling percaya antar anggota masyarakat, karena itu merupakan modal dasar bekerja sama untuk pembangunan. Sikap tulus dan tidak saling curiga secara berlebihan perlu dikembangkan agar kebersamaan dalam membangun negeri  yang sejahtera dapat diwujudkan. Hal tersebut diungkapkan Menteri Agama H Lukman Hakim Saifuddin saat membuka Sidang Sinode XXXV GBKP di Retreat Centre Sukamakmur, Sabtu (11/4).

Bila kerukunan umat dan masyarakat sering terganggu, maka potensi membangun kehidupan masyarakat akan terhambat dan akhirnya membuat bangsa sulit keluar dari krisis. Saat ini katanya, Kementerian Agama sedang mempersiapkan RUU Perlindungan Umat Beragama dengan mengundang semua tokoh agama dalam pembahasannya hingga menjadi representasi kepentingan semua umat beragama. Ini dibuat sebagai upaya menyatukan persepsi dalam mengatasi persoalan keagamaan.

Menag berharap, melalui Sidang Sinode GBKP, dapat mendorong semangat baru dalam mengimplimentasikan iman, menggairahkan kebersamaan dan memerangi keserakahan dan kezaliman di tengah masyarakat. Sidang juga diorientasikan mengajak masyarakat untuk bangkit melawan kemiskinan, kebodohan, tindak kriminalitas dan penyakit sosial, katanya.

Sementara itu Plt Ketua Moderamen GBKP, Pdt DR Erick J Barus DTh dalam kata sambutannya menyebutkan, persidangan sinode adalah program 5 tahunan untuk mengevaluasi program 5 tahun yang lalu dan menetapkan Garis-Garis Besar Pelayanan (GBP) GBKP untuk masa 5 tahun yang akan datang. Membahas dan menetapkan Tata Gereja periode  2015-2025 sebagai dasar pelayanan 10 tahun kedepan.

“Persidangan  akbar ini,  sebagai sarana persidangan pelayanan khusus untuk membicarakan dan mengambil keputusan tentang pergumulan kehidupan gereja dan tugas panggilan dalam terang Firman Allah  sesuai dengan Tata Gereja Bab V pasal 30 : 1. Untuk itu, dalam sidang sinode ini kita diajak untuk bersama-sama menggumuli tema dan subtema sidang sinode serta  mengintegrasikannya dalam GBP 2015-2020 serta mengkonkritkan dalam program kegiatan tahunan yang disesuaikan dengan tema tahunan selama lima tahun kedepan,”  kata Pdt Erick.

Disamping Pdt Erick juga menyampaikan beberapa permasalahan di GBKP berdasarkan penelitian Litbang antara lain kualitas SDM  yang masih membutuhkan pembinaan secara kontiniu dan profesional. Kaum muda kurang dipuaskan oleh ibadah gereja hingga mencari alternatif lain, untuk itu perlu pelayanan yang lebih sesuai perkembangan zaman. Dibutuhkan inovasi baru dan program yang transformatif untuk menghadapi tantangan zaman. Untuk itu gereja harus terus bekerja sesuai dengan tritugas gereja (Marturia, Koinonia, Diakonia) dalam bentuk konkrit.

Ketua Umum Panitia Sinode GBKP ke XXXV dan Jubileum 125 tahun GBKP, Ir Setia Dharma Sebayang MM dalam kata sambutannya mengatakan, sidang sinode akan memilih Moderamen yang baru periode 2015-2020. Diharapkan dapat membawa GBKP ke arah pelayanan seperti Yesus Kristus yakni dilayani bukan melayani. Mempunyai kompetensi, berintegritas, berkomitmen  dalam pelayanan.

Sidang sinode diharapkan berlangsung lancar mengacu tata tertib, saling menghargai, tidak memaksakan kehendak, lebih mengutamakan kepentingan seluruh jemaat, hingga  menghasilkan keputusan strategis untuk pengembangan GBKP yang dapat memberikan manfaat bagi jemaat GBKP serta masyarakat Indonesia.

Sinode dibuka Menag dengan memukul gong didampingi Bupati Karo Terkelin Brahmana, Moderamen GBKP, Ketua Umum Panitia Ir Setia Darma Sebayang dan lainnya. Pada kesempatan itu Menag ditabalkan menyandang marga Barus Bebere Sebayang dan dikenakan seperangkat pakaian adat Karo.

Hadir pada acara tersebut Ketua Umum PGI Pdt Dr Henriette Lebang, Sekjen GKPI Pdt Oloan Pasaribu STh, Kombes Tabana Bangun mewakili Kapoldasu, Kolonel Halilintar Sembiring mewakili Pangdam I/BB, Kapolres Karo AKBP Victor Togi Tambunan, anggota DPRDSU Baskami Ginting, Ir Derom Bangun, Wakil Bupati Deli Serdang H Zainuddin MARS, Kakanwil Kemenagsu Drs Tohar Bayu Angin dan ribuan jemaat perwakilan seluruh GBKP.

Seusai pembukaan dilanjutkan dengan kebaktian pembukaan yang dipimpin oleh Pdt Deonald Sinaga PhD (pengkhotbah)   dan Pdt Jonpianus Tarigan dan Pdt Ita Apulina Br Kacaribu (Liturgis). Acara juga diisi dengan koor dari Mamre, Moria, Tarian Procesional dari KAKR. (Humas)
sumber: gbkp

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

SEKRETARIAT UMUM PANITIA SIGAP SAMBUT PENDAFTARAN PESERTA SIDANG SINODE KE-35 GBKP

Meja pendaftaran yang disiapkan panitia, mulai dibuka 10.00 WIB hingga dibukanya Sidang Sinode ke-35 GBKP, terus dipenuhi peserta dan undangan untuk mendaftar, Sabtu (11/4) di RC Sukamakmur. Walaupun sibuk melayani, panitia bidang Sekretariat Umum terlihat masih bisa tersenyum menyambut peserta yang hadir.

Humas Panitia Sidang Sinode ke-35 GBKP , Theopilus SInulaki saat dikonfirmasi mengatakan kesibukan bidang Seketariat Umum saat pendaftaran peserta sudah diprediksi dari awal. Makanya panitia membuat beberapa meja, dimana setiap klasis dan unit Moderamen ditempatkan di tempat berbeda. Panitia sudah mengerahkan orang-orang di bidang itu untuk melayani.

Kesulitan utama yang dihadapi panitia bidang umum adalah, para peserta datang secara bersamaan di waktu yang bersamaan pula. Kedatangan peserta juga terlihat secara rombongan sehingga cukup merepotkan bidang secretariat umum. Namun berkat kesigapan dan kesiapan panitia, semua masalah itu dapat diatasi dan pendaftaran peserta lancar.

Pantauan di lapangan terlihat banyak tas dan dijejerkan di sekitar lokasi pedafataran, sebelum para peserta datang. Saat peserta berdatangan, Sekretariat Umum terlihat sibuk melayaninya dan membagi-bagikan tas sesuai dengan kedatangan dan pendaftaran peserta.

Hingga berita ini diturunkan, jumlah peserta yang sudah mendaftar 855 orang. Panitia mengatakan, kemungkinan peserta masih akan bertambah, karena sesuai dengan perhitungan panitia peserta berjumlah 865 orang. (Humas Panitia)
sumber: gbkp

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

SEJUMLAH PEJABAT KUNJUNGI STAND PAMERAN SIDANG SINODE XXXV GBKP

Sejumlah pejabat dari sejumlah daerah Tk II di Sumut berkeling meninjau stand pameran Klasis dan unit-unit GBKP serta stand umum, Sabtu (11/4) usai pembukaan Sidang Sinode ke-35 GBKP oleh Menteri Agama, H Lukman Hakim Saefuddin Barus Bebere Sebayang.

Salah satunya, Bupati Karo Terkelin Brahmana SH dan Pangdam I/BB yang diwakili Kapendam I/BB Kolonel Halilintar Sembiring berkeliling dari satu stand ke stand lainnya. Walapun hujan mulai mengguyur lokasi Sidang Sinode GBKP di RC Sukamakmur, para pejabat tak surut untuk meninjau stand.

Saat  berkunjung ke stand Klasis Lau Baleng, Bupati Karo Terkelin Brahmana ditawarkan minum  air kelapa muda (degan) dan semangka. Namun karena terburu-buru, bupati dengan halus menolak tawaran tersebut dan berjanji akan datang lagi hari ini, (Minggu, 12 April 2015-red) untuk minum air kelapa muda.

Usai meninjau stand pameran, bupati dan rombongan akhirnya meninggalkan lokasi. Dengan menggunakan mobil dinasnya, Bupati Karo meninggalkan RC sembari melempar senyum ke arah peserta dan panitia. (Humas Panitia)
sumber: gbkp

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

KETUA UMUM PGI: BERBAGAI BENTUK ERUPSI ATAU LEDAKAN TERJADI DALAM HIDUP

Ada berbagai bentuk erupsi atau ledakan yang kita alami dalam hidup, bukan hanya erupsi gunung berapi yang dahsyat, tetapi juga ledakan kemarahan hati manusia yang sering tidak bisa dikendalikan sehingga menyakiti sesamanya. Hal ini diungkapkan Ketua Umum PGI, Pdt Henriette Hutabarat Lebang dalam ceramah tema Sidang Sinode GBKP XXXV, Minggu (12/4) di RC Sukamakmur, Deliserdang.

Menurutnyabahwa selama 5 tahun warga sekitar gunung Sinabung mengalami penderitaan, menderita bahkan membuat hati kehilangan semangat hidup karena masa depan sirna. Di tengah kebingungan, perasaan takut dan kecewa serta kehilangan harapan, Allah ternyata tidak jauh dari mereka. Allah menghibur mereka dan menguatkan mereka dengan firmanNya, sebagaimana yang disaksikan dalam Yesaya 54:10, sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setiaKu tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damaiKu tidak akan bergoyang.

“Kita sering mengalami pencobaan baik dari dalam diri kita maupun dari luar diri kita, yang motifnya tidak lain untuk melunturkan, mengaburkan bahkan membuat kita menyangkal penebus kita, baik lewat kata maupun pemikiran dan tindakan. Tidak sedikit dari kita termasuk pengikut Kristus yang sering menerima godaan dan pencobaan dari luar diri kita atau membiarkan diri kita dicobai oleh berbagai daya tarik dunia ini yang menyilaukan mata kita sehingga kita dikuasai oleh rupa-rupa roh dunia ini, seperti: cinta uang, kecenderungan menumpuk materi atau kekayaan dan sikap egoisme” katanya.

Menurut Henriette jika kita mengalami penderitaan, mungkin saja itu adalah cara Allah untuk menegur kita, mendidik kita, atau pun untuk mematangkan atau memurnikan iman kita. Dengan kata lain, penderitaan atau kesulitan yang kita hadapi diijinkan Allah untuk menjadi saat bagi kita merenungkan diri kita, adakah kita masih hidup pada jalan Allah, masihkah kita setia kepada kehendak Allah.

Bahkan Allah menyatakan solidaritasnya dengan manusia yang menderita terutama dengan mereka yang menderita karena perlakuan sesamanya yang tidak adil: mereka yang diperas, yang dibodohi, mereka yang didiskriminasi karena keadaan sosialnya maupun karena suku, ras dan agamanya. Allah memperdulikan mereka yang lemah,yang haknya tidak diperdulikan, mereka yang berada di tempat-tempat konflik, peperangan dan tempat-tempat pengungsian karena berbagai tekanan hidup dan bencana. Dalam rasa solidaritas Allah yang mendalam itu, Allah membenci tindakan-tindakan ketidakadilan.

Tema Sidang Sinode GBKP ke-35 ini merupakan suatu pengakuan iman warga GBKP yang nampaknya lahir dari pengalaman ketidakpastian hidup bahkan penderitaan yang dialami khususnya dengan erupsi gunung Sinabung yang melanda masyarakat di Tanah Karo ini selama 5 tahun belakangan ini. Gunung-gunung dan bukit-bukit yang subur bagi pertanian di daerah ini yang menunjang ekonomi masyarakat, ternyata telah berbalik menjadi kekuatan yang destruktif atau merusak kehidupan manusia dan seluruh ciptaan. Kehidupan dari mereka yang secara langsung mengalami dampak dari letusan gunung ini menjadi sulit. Di tengah realitas ini, tema Sidang Sinode ini ini memberi penghiburan, kekuatan dan kepastian bahwa walau mereka mengalami goncangan gunung dan bukit-bukit beranjak, namun kasih setia Tuhan tidak luntur sedikitpun.

Sisi lain dikatakan bahwa tidak sedikit keluarga yang terpecah karena ketidak mampuan suami istri untuk berkomunikasi dengan baik sehingga emosi dimuntahkan tanpa batas. Demikian juga kemarahan dan perlakuan semena-mena orang tua terhadap anak, atau kebencian anak terhadap orang tua telah banyak menuai ketidakdamaian bahkan permusuhan dalam keluarga. Kita hidup dalam masyarakat yang semakin majemuk, baik dalam hal budaya, bahasa, agama, tingkat pendidikan maupun pilihan politik dan pandangan hidup. Ketidak mampuan kita untuk mempertimbangkan orang lain yang berbeda dengan kita dan mengelola kemajemukan dengan bijak, tidak jarang menuai pertikaian dalam jemaat dan dalam masyarakat. Kita prihatin dengan semakin banyaknya jemaat bahkan gereja yang diancam perpecahan oleh karena ketidakmampuan kita untuk mendengar satu tehadap yang lain, menghargai pendapat yang berbeda dan berupaya mencari solusi bersama dalamsemangat persaudaraan yang Yesus teladankan.

Disadari bahwa ancaman terbesar yang kita hadapi sebagai bangsa adalah kemiskinan dan ketidakadilan, serta radikalisme dan kerusakan lingkungan. Walaupun nampaknya negara kita mengalami pertumbuhan ekonomi, namun pertumbuhan itu hanya dinikmati oleh segelintir orang dalam masyarakat. Mereka yang miskin semakin terpuruk dengan meningkatnya harga bahan-bahan pokok. Kesenjangan sosial semakin melebar yang memperlihatkan bahwa kita belum berhasil mengupayakan masyarakat yang semakin berkeadilan sosial. Di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk nampaknya sikap yang tidak toleran terhadap kelompok yang berbeda, semakin mencuat. Hal ini menjadi bibit yang subur bagi berkembangnya radikalisme dalam masyarakat. Kehidupan yang saling menerima dalam sebuah masyarakat majemuk Indonesia yang merupakan warisan budaya kita, nampaknya semakin terkikis akibat mengentalnya semangat sektarianisme dan suburnya semangat mengembangkan symbol-symbol agama dalam mengatur kehidupan bersama, misalnya lewat produk-produk hukum maupun kecenderungan menyalurkan aspirasi melalui partai-partai berbasis agama. Sikap intoleransi ini nampak dalam penutupan gedung gereja, dalam sikap yang diskriminatif terhadap kelompok agama yang minoritas. Demikian pula, tingkat kerusakan lingkungan di Indonesia makin memprihatinkan. Alam dikeruk untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya yang menyebabkan bumi kita mengerang kesakitan. Mungkinkah juga letusan-letusan gunung berapi juga memberi tanda kepada kita bahwa gunung-gunung dan bukit-bukit sedang menderita karena manusia hanya melihatnya sebagai obyek yang dapat dimanipulasi tanpa memberikan sentuhan yang merawat kelestarian lingkungan alam semesta.(Humas)
sumber: gbkp

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment