BNPB BANTU PERBAIKAN KERUSAKAN DAMPAK ERUPSI SINABUNG

Kabanjahe-andalas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat melalui anggaran ‘dana siap pakai’, Jumat (22/8) mencairkan bantuan sekitar Rp 20 miliar. Dana tersebut diberikan langsung Direktur Bantuan Darurat BNPB, Ir Hermansyah Dipl SE MM kepada Plt Bupati Karo Terkelin Brahmana SH melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Karo, Subur Tarigan.

Disaksikan Dan Satgas Erupsi Sinabung, Letkol Inf Asep Sukarna (Dandim 0205/TK-red).
BPBD Pemprovsu Ir Saleh Idion Siregar MSi, Sekdakab Dr Sabrina, Kadis Pendidikan Drs Saroha Ginting, Kadis Pertanian dan Perkebunan Agustoni Tarigan SP, Inspektorat Daerah (Bawasda) Pemkab Karo dan pejabat lainnya di ruang rapat Setdakab Karo, Kabanjahe.

Hermansyah mengatakan, bantuan sekitar Rp 20 miliar itu, kepada Dinas Pendidikan sebesar Rp 915.900.000 untuk perbaikan atap, plafon dan dinding gedung SD, SMP dan SMA sederajat yang rusak akibat erupsi Sinabung. Sedangkan Dinas Pertanian dan Perkebunan sebesar Rp 10.614.750.000 untuk pengadaan benih jagung hibrida, kentang, kubis, tomat, tembakau dan cabe.

Dilaksanakan lebih cepat lebih baik. Laporan harus dibuat tiap bulan dan nantinya semua harus dipertanggungjawabkan. Jangan lupa pajak dan bila ada sisa harus dikembalikan.”Jangan sampai bantuan bencana jadi bencana bagi kita,”tegas Hermansyah.

Sementara, Terkelin Brahmana menyampaikan terima kasih kepada BNPB Pusat yang berkenan memberikan bantuan kepada masyarakat Tanah Karo. Kepada pihak Dinas Pertanian dan Perkebunan serta Dinas Pendidikan Tanah Karo agar segera melaksanakan bantuan tersebut dengan benar dan baik.

“Kalau ada tantangan atau kendala di lapangan, segera melaporkannya agar kegiatan ini dapat berjalan lancar dan siap,”tandasnya

Kadis Pertanian Ditegur

Usai penandatanganan BNPB Pusat dengan Pemkab Karo melalui BPBD dan penyerahan cek kepada kedua dinas tersebut, spontan Kadis Pertanian dan Perkebunan Agustoni Tarigan berkata dalam ruang rapat, “tanyakan dulu, apakah cek ini bukan cek kosong”.

Pernyataan ini sesaat kemudian memicu ketegangan di ruang rapat. Namun karena perkataan itu muncul setelah acara akhirnya tidak menjadi perdebatan panjang. Namun sempat ditegur Plt Bupati.

“BNPB Pusat itu setingkat menteri. Lain kali, bapak jangan berbicara begitu. Sopan dan beretikalah,”tegur bupati di tangga saat menaiki lantai III.

Agustoni Tarigan SP yang dikonfirmasi wartawan, melalui telepon selulernya, Jumat (22/8), mengapa berbicara seperti tidak mempercayai cek itu dalam ruang rapat, tidak mau berkomentar panjang. “Itu hanya guyon,”ujarnya singkat. (RTA)
sumber : harianandalas

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

PGI TOLAK NIKAH BEDA AGAMA DENGAN 4 ALASAN

Jakarta (SIB)- Perdebatan pelegalan nikah beda agama yang diajukan oleh mahasiswa dan para alumni Fakultas Hukum Universiats Indonesia (UI), kini semakin meruncing dan melibatkan lembaga-lembaga keagamaan termasuk PGI. Ketua Umum PGI Pdt. Dr. A.A.Yewangoe menyatakan bahwa gereja sebisa mungkin menghindari pemberkatan beda agama karena dinilai akan sulit diterima secara hukum dan konsep kekristenan.

“Pernikahan beda agama tidak mudah dilakukan di negara ini. Persoalannya terletak pada legalitas hukum agama yang mengesahkan perkawinan. Kalau hukum agama mengharamkan nikah campur (berbeda agama, suku, ras dan kebangsaan), maka akan sulit melangsungkan perkawinan beda agama,” ujar Yewangoe.
Dalam penuturannya, Yewangeo mempunyai beberapa alasan bahwa  gereja menolak pernikahan beda agama, seperti:

1.Larangan nikah beda agama sudah ada sejak zaman Ezra dan Nehemia

Dia menuturkan, larangan nikah beda agama juga berlaku sejak zaman Ezra dan Nehemia. Mereka mengharamkan umat Israel menikah dengan kaum di luar Israel. Dari sejarah ini pula gereja menetapkan aturan agar sedapat mungkin menghindari pemberkatan pasangan beda agama. “Meskipun begitu tidak semua gereja bertindak demikian, tetapi ada juga gereja yang melakukan pemberkatan nikah beda agama,” tuturnya.

2.Pernikahan sah bila memenuhi syarat hukum dan pemuka agama

Salah satu kontroversi pernikahan beda agama tertulis dalam Undang-Undang No.1/1974 tentang Perkawinan pasal 2 ayat 1 berbunyi  “Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya  itu”. Hal ini berarti bahwa legalitas sah atau tidaknya suatu perkawinan didasarkan hukum agama        dan kepercayaan masing-masing dari kedua calon pengantin.

3.Pernikahan adalah orde penciptaan

Di dalam Kekristenan, gereja memandang bahwa pernikahan adalah orde penciptaan.

Dalam hal ini, penciptaan erat kaitannya dengan hubungan/relasi antara Sang Pencipta dan ciptaan-Nya serta relasi antara sesamanya. Dalam protestan, pemberkatan pernikahan dipandang sebagai akta sosial sedang sakramen (dalam Katolik) dianggap sebagai akta agama. “Istilah pemberkatan pernikahan lebih cenderung pada akta sosial ketimbang akta agama”.

Selain itu, gereja juga memegang teguh pemahaman bahwa pernikahan dianggap sebagai ordo penciptaan karena lewat pernikahanlah generasi baru akan dihasilkan dan relasi sosial terjalin dengan baik.

4.Pernikahan beda agama akan mempersulit anak

Meski pasangan beda agama menyepakati tetap menganut keyakinan masing-masing, namun bukan berarti tak akan mendapat permasalahan di kemudian hari. Pernikahan beda agama biasanya akan terbentur pada kehendak anak untuk bebas memilih agama tanpa unsur paksaan dari salah satu pihak. “Nikah beda agama harus mempertimbangkan pelayanan pastoral gereja,” kata Yewangoe.

Menyikapi maraknya kasus pernikahan beda agama serta polemik UU yang telah ditetapkan, PGI bersama majelis agama lainnya seperti MUI, KWI, MATAKIN, WALUBI dan PHDI menyepakati bahwa perkawinan harus dilakukan sesuai ajaran agama masing-masing. Dalam artian bahwa pernikahan yang telah disahkan oleh agama wajib dicatat oleh negara.

Dengan kesepakatan bersama ini, diharapkan agar pasangan beda agama tidak nekat melanggar aturan yang berlaku secara hukum dan agama.

Sebab hanya akan mengundang persoalan yang lebih besar ke depan, bahwa setelah menikah salah satu dari mereka bisa saja tidak menjalankan agama yang dikompromikan tersebut.

Hal inilah yang mendasarkan firman Tuhan dalam 2 Korintus 6: 4 yang mengingatkan agar kita tetap memilih pasangan yang sepadan dan seiman.(pgi.or.id/jc.com/d)
sumber : hariansib

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Berita Pilihan, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

HUTAN SIOSAR, AREAL PEMUKIMAN ZONA MERAH SINABUNG

Kabanjahe-andalas Hutan produksi Siosar meliputi Kecamatan Merek dan Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, akhirnya ditetapkan menjadi areal pemukiman relokasi total tiga desa, Sukameriah, Simacem dan Bakerah Kecamatan Namanteran yang masuk kawasan zona merah Gunung Sinabung.

Areal tersebut merupakan kawasan agropolitan milik Pemkab Karo sekitar 250 hektar telah disetujui Menhut dan Gubsu. Sedangkan 450 hektar lainnya sebagai tambahan untuk rencana areal pertanian tiga warga desa tersebut masih dalam proses permohonan pinjam pakai.

Demikian dikatakan Plt Bupati Karo Terkelin Brahmana SH didampingi Sekda dr Sabrina MARS, Asisten I, Drs K Terkelin Purba MSi, Kepala BPBD Subur Tarigan, Kapten Inf Inden Tamba, Pasi Ter Dim 0205/TK dalam rapat koordinasi dengan warga pengungsi erupsi Sinabung di aula kantor bupati, kemarin.

Dengan ditetapkan kawasan hutan Siosar menjadi relokasi warga erupsi Sinabung, segera akan dibuat site plane (design) tata pemukiman. Baik tataan rumah, jambur desa, fasilitas umum seperti Puskesmas, rumah sekolah, rumah ibadah, drainase, jalan, kantor kepala desa dan lainnya akan dibuat dengan seragam ukuran rumah tipe 36 meter.

Tim awal agar cepat bekerja terdiri dari Bapeda, PU, BPBD, Dinas Kehutanan dan lainnya segera dibentuk. Anggaran untuk relokasi ini belum dipastikan berapa; menunggu keputusan pusat.

Direncanakan penataan pemukinan tiga desa ini akan kita jadikan sebagai pilot projek pemukiman tingkat nasional. Jadi kita usahakan pembangunan dan konstruksinya sebaik mungkin.”Bila mungkin kita bangun dengan design budaya sehingga bisa juga nantinya menjadi desa budaya berkaitan dengan erupsi Sinabung,”kata Brahmana.

Pada rapat koordinasi tersebut, sejumlah warga pengungsi Sinabung, di antaranya Kepala Desa Kutatengah, Pulung Ginting, Nopa Tarigan dari LSM Asap (Posko Asap), Sekretaris desa Kutarayat, Sastrawan Ginting, Arifin Karo-karo dari desa Simacem, Kepala Desa Berastepu, Dametson Sembiring, Dk Epriana Br Surbakti, Rejilena Br Sitepu dari posko KWK Berastagi, Jonathan Tarigan dari desa Kebayaken, Antoni Bangun dan Tanta Purba dari posko Katolik, Jalan Irian, Kabanjahe dan lainnya.

Mereka umumnya minta kepada bupati dan BPBD agar penanganan warga pengungsi Sinabung serius ditangani. Baik relokasi dan perbaikan areal pertanian dan rumah-rumah rusak yang mengakibatkan keterpurukan ekonomi masyarakat Tanah Karo pada umumnya saat ini akibat erupsi Sinabung.

Pada rapat koordinasi tersebut, bupati mengaku kecewa kepada Dinas Pertanian dan Perkebunan tidak hadir dalam rapat koordinasi tersebut. Hal ini mencuat ketika bupati mempertanyakan berapa luas dan sejauh mana kerusakan areal pertanian di daerah terkena erupsi Sinabung tidak terjawab.

Demikian juga kepada Dinas Kesehatan. Walaun Kadis Kesehatan Dr Jansen Perangin-angin hadir dan tampil ke depan memberikan masukan kepada bupati, tapi disoroti warga pengungsi ketika pihaknya mengalami sakit dan kritis tidak dapat dilayani pihak Puskesmas Berastagi karena tidak ada oksigen sehingga terpaksa dilarikan ke rumah sakit lain.

“Saat itu keluarga saya sempat kritis karena kena erupsi Sinabung. Kami membawanya ke Puskesmas Berastagi, tapi tidak mendapat perawatan karena tidak ada oksigen,” ujar Dk Epriana Br Surbakti berdiri menyampaikan kekecewaannya.(RTA).
sumber : harianandalas

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

MANTAN TENTARA TEMBAK MATI 3 PEKERJA KEBUN

DIPICU PEREBUTAN LAHAN 100 HEKTARE

SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Dipicu perebutan lahan seluas 100 hektar, Syamsudin mantan anggota TNI AD menembaki para pekerja kebun sawit di Kec. Simpang Kanan, Kab. Rokan Hilir, Kamis (18/9) sekira pukul 16.00 WIB. Akibat peristiwa ini, tiga orang petani tewas di tempat, seorang lagi kritis.

Sudirman alias Sugi (54) warga Jl. Pembangunan 1 Desa Sekip, Kec. Lubuk Pakam, Frangki (25) dan Zulfahmi Sagala (35), keduanya warga Torgamba, Labuhan Batu Selatan adalah nama ketiga korban tewas. Sementara korban yang masih kritis dan masih dirawat di RSUD Kotapinang bernama Arianto Sitorus (45) warga Rokan Hilir.

Peristiwa itu terjadi ketika para korban sedang menanam sawit di kebun milik S. Sagala, anggota Polri yang bertugas di Poldasu Sumut. Saat itulah, tiba-tiba Syamsudin dan dua temannya yang mengendarai dua sepeda motor datang marah-marah ke lokasi. Tak lama berselang, Syamsudin lantas mengeluarkan pistol dan menembaki para pekerja.

Saat itu di lokasi ada sekitar enam orang petani, satu berhasil melarikan diri dan satu lagi istri Supriadi yang tak kena tembak. Penembakan itu tak berlangsung lama dan setelah berhasil mengeksekusi para petani, para pelaku langsung pergi melarikan diri, dan tidak beberapa lama warga dari sekitar lokasi berdatangan dan membawa korban ke RSUD Kota Pinang.

Namun karena tiga orang sudah meninggal, oleh petugas dari Polsek Kampung Rakyat, Polres Labusel membawa ketiga korban tewas ke RSUD Djasamen Saragih Siantar untuk otopsi.

Sebenarnya lokasi kejadian itu sudah berada di wilayah Kab. Rokan Hilir, Provinsi Riau yang berbatasan dengan Kab. Labusel, Sumut. Tapi karena lebih dekat dengan lokasi, Polsek Kampung Rakyat yang menangani kasus itu.

Belum diketahui motif penembakan tersebut, namun dari berbagai keterangan yang dihimpun bahwa penyebabnya adalah tentang perebutan lahan milik pelaku dengan pemilik lahan yang sedang dikerjakan oleh para petani. Syahmidun sendiri adalah pemilik lahan sebelah lahan sawit milik Sagala. (pra/cr-1/deo).
sumber: sumutpos

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima | Leave a comment

INILAH 6 PEMDA DI SUMUT YANG MENUNDA REKRUT CPNS

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Meski sudah mendapat formasi tambahan CPNS 2014, tetapi 6 pemerintah daerah (pemda) di Sumatera Utara (Sumut) menunda pelaksanaan seleksi. Alasan penundaan umumnya karena pemda kurang siap, baik soal anggaran atau dalam melaksanakan seleksi yang tesnya wajib menggunakan sistem computer assisted test (CAT).

Selain ke-pemda di Sumut, ada 32 pemda lain di Indonesia yang melakukan penundaan. Alasannya hamper sama, karena panitia lokal kurang siap.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi an Informasi Publik (HKIP) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Herman Suryatman, mengungkapkan, pemda yang tahun ini tidak jadi melaksanakan rekrutmen CPNS, formasinya bisa dialihkan untuk tahun depan.

“Informasi ini perlu kami sampaikan agar calon pelamar yang sudah berencana melakukan pendaftaran di pemda atau instansi dimaksud, dapat memaklumi atau mendaftar di instansi lainnya,” ujarnya di Jakarta, Jumat (19/9).

Menurut data dari Panselnas CPNS 2014, pemda yang menunda rekrutmen itu tersebar di berbagai wilayah. (esy/jpnn)
Tunda Rekrut CPNS 2014:

1. Kab. Asahan
2. Kab. Batu Bara
3. Kab. Labuhan Batu
4. Kab. Labuhan Batu Selatan
5. Kab. Padang Lawas Utara
6. Kab. Pakpak Barat.
sumber: sumutpos

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

DANAU TOBA TERCIPTA KARENA ANAK MAKAN BEKAL AYAHNYA

Legenda Batak Soal Asal Mula Danau Toba

BALIGE, SUMUTPOS.CO – Konon, Danau Toba terbentuk setelah Gunung Toba meletus hebat dan nyaris menamatkan umat manusia sekitar 74.000 tahun lampau. Meski demikian, orang Batak memiliki cerita legenda sendiri mengenai asal mula terjadinya Danau Toba.

Legenda inilah yang dipentaskan dalam Opera Batak ’Terciptanya Daau Toba’ pada Festival Danau Toba di Lapangan Sisingamangaraja Balige, Kamis (18/9) malam. Opera yang dilakonkan sejumlah seniman Batak ini berhasil mengundang gelak dan airmata penonton.

Penonton misalnya terlihat sedih bahkan ada yang airmatanya menetes, saat ibunda Samosir, meratapi suaminya yang memaki anak mereka sebagai ’anak ikan’. Makian itu terlontar setelah si anak ketahuan memakan bekal yang seharusnya diantar si anak ke si ayah yang kelaparan di sawah setelah bekerja keras mencangkul.

Tapi dialog lucu juga berhasil mengundang gelak tawa penonton. Misalnya saat si pemuda miskin malu-malu mendapati seorang anak gadis di gubuknya, usai memancing ikan di kolam.

Para pemain opera mengenakan ulos Batak di tubuh mereka, menambah suasana zaman dahulu kala semakin kental.

FOTO: AMINOER RASYID/SUMUT POS Ribuan warga menyaksikan drama terjadinya Danau Toba saat pementasan rangkaian kegiatan Festival Danau Toba di lapangan Sisingamangaraja, Balige, Kabupaten Toba Samosir, Kamis (18/9) malam.

FOTO: AMINOER RASYID/SUMUT POS
Ribuan warga menyaksikan drama terjadinya Danau Toba saat pementasan rangkaian kegiatan Festival Danau Toba di lapangan Sisingamangaraja, Balige, Toba Samosir, Kamis (18/9) malam.

Dalam legenda terjadinya Danau Toba versi orang Batak, Danau Toba terjadi setelah si anak yang dihajar bapaknya karena memakan bekal untuknya, mengadu kepada sang ibu. ”Kata ayah, aku anak ikan. Benarkah itu ibu?” tangis sang anak sepulang ke rumah.

Sang ibu yang terperanjat karena suaminya melanggar janji merahasiakan hal itu, akhirnya berdoa kepada dewata agar menurunkan hujan. Hujan deras turun deras dan airnya meluas hingga menjadi danau. Sang ibu melompat ke air dan kembali menjadi ikan. Tinggallah sang suami menyesali diri
Selain opera uang mengisahkan legenda terciptanya Danau Toba, FDT 2014 juga akan menggelar atraksi opera Batak yang mengisahkan lahirnya Raja Singamangaraja XII.

Raja Singamangaraja XII, adalah pahlawan nasional berasal dari tanah Batak yang gugur dalam pertempuran saat perang melawan kolonial Belanda setelah bergerilya selama 30 tahun (1878-1907). (mea)
sumber: sumutpos

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Cerita (Turi - Turin), Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

AWAS! PENCOPET DI KNIA MENGINTAI CALON PENUMPANG

KUALANAMU, SUMUTPOS.CO – Keamanan Bandara Kuala Namu International Airport (KNIA) sepertinya patut dipertanyakan, terlebih dengan kasus yang menimpa Agus (40) warga Kompleks Perumahan Cemara Asri Kecamatan Percut Sei Tuan, berserta keluarganya. Aksi pencopet di bandara berkelas dunia itu membuatnya batal terbang ke Jakarta untuk menghadiri pesta keluarga mereka.

Aksi pencopet di Bandara KNIA itu berlangsung di terminal chek in di lantai 3, Kamis (18/9) pagi. Saat itu Agus bersama keluarganya akan melakukan chek in di terminal maskapai Lion Air. Betapa terkejutnya Agus dan keluarganya saat mengetahui tas tenteng yang dibawa Agus mendadak raib dari tangannya. Akibatnya Agus dan keluarganya tak bisa chek in.

Bingung bercampur panic, Agus lantas memilih mendatangi ruangan OIC (tempat pengaduan) yang tak jauh dari terminal chek in. Saat di ruangan OIC dirinya pun menceritakan kabar nahas itu kepada Duty Manajer KNIA, M. Syukur.

Di dalam tas raib tersebut, Agus menyimpan tiket pesawat Lion Air tujuan Jakarta, kartu ATM, KTP istrinya, surat penting dan uang ratusan ribu. Akibat kecopetan tersebut Agus serta keluarganya pun gagal berangkat. Padahal jadwal keberangkatan kala itu pukul 10.30 wib dengan pesawat Lion Air tujuan Jakarta nomor penerbangan JT 395.

“Saya kecopetan di KNIA ini, waktu mau chek in di terminal pesawat Lion Air,” ucapnya.

Diceritakan Agus, kala itu tas yang hilang itu ditentengnya, bahkan saat akan chek up masih ditentengnya. “Ku perkirakan diambil saat antrian mau Chek In. Isi di dalam dompet memang duit tunai tidak seberapa, hanya ratusan ribu. Tetapi kartu ATM, KTP istri dan anak dan surat penting lainnya di dalam dompet ikut hilang,” katanya.

Atas insiden itu, Agus sangat menyesalkan lemahnya pengamanan di Bandara KNIA. ”Masak di bandara ada copet, kacaulah negara ini. Padahal ada CCTV, polisi, satpam dan petugas lainya,” kicaunya.

Agus sempat berharap petugas melihat rekaman CCTV untuk mengetahui siapa pelaku yang mengambil tas miliknya. Hanya saja, Agus harus kecewa lantaran harus melapor ke polisi terlebih dahulu dan hal itu menurutnya memakan banyak waktu untuk kemudian menemukan pelakunya.

”Soal CCTV gampang yang penting buat laporan dulu sama petugas,” ucap Manager Duty Airprot KNIA Muhammad Syukur saat menanggapi permintaan Agus kala itu.

Disampaikan Syukur, bahwa aksi kejahatan dapat terjadi dimana saja, termasuk di bandara KNIA sendiri. Hal tersebut menurutnya, hanya perkara kesempatan.

“Yang ianya, kita kurang hati-hati. Apalagi model bandara kita ini, semua bisa masuk, otomatis para pencuri juga berkeliaran disini siapa yang tau,” terang Syukur.

“Memang kita juga tetap berusaha supaya orang-orang seperti itu hilang dari bandara. Namun namanya pencuri, kelemahan petugas pasti selau dicari untuk memuluskan aksinya. Intinya kita harus hati-hati lah,” pesannya.

Terpisah Manajer Pelayanan KNIA, Djamal Amri menanggapi sikap Duty Manajer KNIA, M. Syukur yang tal lantas memperlihatkan rekaman CCTV kepada korban. “Seharusnya Agus langsung diperbolehkan melihat CCTV sehingga dengan cepat diketahui ciri-ciri pelaku. PT AP II tidak ada tanggungjawab atas peristiwa kecopetan yang dialami Agus,” ungkapnya. (cr-1/bd)
sumber: sumutposAWAS! PENCOPET DI KNIA MENGINTAI CALON PENUMPANG

KUALANAMU, SUMUTPOS.CO – Keamanan Bandara Kuala Namu International Airport (KNIA) sepertinya patut dipertanyakan, terlebih dengan kasus yang menimpa Agus (40) warga Kompleks Perumahan Cemara Asri Kecamatan Percut Sei Tuan, berserta keluarganya. Aksi pencopet di bandara berkelas dunia itu membuatnya batal terbang ke Jakarta untuk menghadiri pesta keluarga mereka.

Aksi pencopet di Bandara KNIA itu berlangsung di terminal chek in di lantai 3, Kamis (18/9) pagi. Saat itu Agus bersama keluarganya akan melakukan chek in di terminal maskapai Lion Air. Betapa terkejutnya Agus dan keluarganya saat mengetahui tas tenteng yang dibawa Agus mendadak raib dari tangannya. Akibatnya Agus dan keluarganya tak bisa chek in.

Bingung bercampur panic, Agus lantas memilih mendatangi ruangan OIC (tempat pengaduan) yang tak jauh dari terminal chek in. Saat di ruangan OIC dirinya pun menceritakan kabar nahas itu kepada Duty Manajer KNIA, M. Syukur.

Di dalam tas raib tersebut, Agus menyimpan tiket pesawat Lion Air tujuan Jakarta, kartu ATM, KTP istrinya, surat penting dan uang ratusan ribu. Akibat kecopetan tersebut Agus serta keluarganya pun gagal berangkat. Padahal jadwal keberangkatan kala itu pukul 10.30 wib dengan pesawat Lion Air tujuan Jakarta nomor penerbangan JT 395.

“Saya kecopetan di KNIA ini, waktu mau chek in di terminal pesawat Lion Air,” ucapnya.

Diceritakan Agus, kala itu tas yang hilang itu ditentengnya, bahkan saat akan chek up masih ditentengnya. “Ku perkirakan diambil saat antrian mau Chek In. Isi di dalam dompet memang duit tunai tidak seberapa, hanya ratusan ribu. Tetapi kartu ATM, KTP istri dan anak dan surat penting lainnya di dalam dompet ikut hilang,” katanya.

Atas insiden itu, Agus sangat menyesalkan lemahnya pengamanan di Bandara KNIA. ”Masak di bandara ada copet, kacaulah negara ini. Padahal ada CCTV, polisi, satpam dan petugas lainya,” kicaunya.

Agus sempat berharap petugas melihat rekaman CCTV untuk mengetahui siapa pelaku yang mengambil tas miliknya. Hanya saja, Agus harus kecewa lantaran harus melapor ke polisi terlebih dahulu dan hal itu menurutnya memakan banyak waktu untuk kemudian menemukan pelakunya.

”Soal CCTV gampang yang penting buat laporan dulu sama petugas,” ucap Manager Duty Airprot KNIA Muhammad Syukur saat menanggapi permintaan Agus kala itu.

Disampaikan Syukur, bahwa aksi kejahatan dapat terjadi dimana saja, termasuk di bandara KNIA sendiri. Hal tersebut menurutnya, hanya perkara kesempatan.

“Yang ianya, kita kurang hati-hati. Apalagi model bandara kita ini, semua bisa masuk, otomatis para pencuri juga berkeliaran disini siapa yang tau,” terang Syukur.

“Memang kita juga tetap berusaha supaya orang-orang seperti itu hilang dari bandara. Namun namanya pencuri, kelemahan petugas pasti selau dicari untuk memuluskan aksinya. Intinya kita harus hati-hati lah,” pesannya.

Terpisah Manajer Pelayanan KNIA, Djamal Amri menanggapi sikap Duty Manajer KNIA, M. Syukur yang tal lantas memperlihatkan rekaman CCTV kepada korban. “Seharusnya Agus langsung diperbolehkan melihat CCTV sehingga dengan cepat diketahui ciri-ciri pelaku. PT AP II tidak ada tanggungjawab atas peristiwa kecopetan yang dialami Agus,” ungkapnya. (cr-1/bd)
sumber: sumutpos

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

POLRES SIANTAR RINGKUS PELAKU KDRT NANDO GULTOM

MEDAN – Setelah dua pekan, akhirnya jajaran Polres Siantar berhasil meringkus pelaku Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRD), Mandapot Nando Gultom alias Nando Gultom yang menganiaya istrinya R boru Silalahi. Saat diringkus, pelaku sempat melawan namun tak berdaya saat kedua tangannya diborgol.

Informasi yang diperoleh di Mapolres Siantar hari ini menyebutkan, pelaku Nando Gultom ”dijemput” dari kediamannya sekitar pukul 08.00 WIB, Kamis (17/9). Pelaku tak berdaya saat empat petugas Reskrim Polres Siantar menggerebeknya di salah satu rumahnya di kawasan Halilintar Kecamatan Siantar Timur.

Pelaku dilaporkan sempat meronta-ronta saat hendak menghadiahi pelaku ”gelang kembar”. Namun rontaan itu tak membuat ciut nyali petugas. Tak sulit bagi petugas untuk menggiring pelaku ke kantor polisi.

Setelah diperiksa, Nando Gultom akhirnya dijebloskan ke sel tahanan Mapolres Siantar.

Kapolres Siantar AKBP Lusiono yang dihubungi wartawan hari ini mengakui hal tersebut. ”Benar pelaku sudah kita tangkap. Saat ini pelaku sedang diamankan di sel,” ujar Lusiono.

Pelaku dijerat pasal 44 KUHP tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang diancam pidana 15 tahun penjara.

Sekadar diketahui, aksi kekerasan yang dilakoni Nando Gultom terhadap istrinya R boru berawal Kamis (4/9) lalu. Saat itu Nando Gultom mengungkit-ungkit masa lalu istrinya. Namun setahu bagaimana tiba-tiba pelaku langsung menganiaya korban.

Dari laporannya ke Polres Siantar sesuai nomor STPL/294/IX/2014/SU/STR. KANIT II SPKT Parsaoran Nainggolan/IPDA, korban sesuai Visum Et Revertum (VER) di RSU Pematangsiantar disebukan menderita luka di mata, di bagian kepala dan leher korban diinjak-injak pelaku hingga lebam yang mengakibatkan kerongkongannya kesulitan menelan. Di tempat terpisah, Kapolres Siantar, AKBP Lusiono yang dihubungi wartawan mengaku pihaknya sedang memburu pelaku. Orang nomor satu di jajaran Polres Siantar itu berjanji akan menuntaskan kasus ini.

Kakak kandung korban, Pandapotan Silalahi kepada wartawan di Medan hari ini mengucapkan terimakasih. ”Meski sempat kecewa karena baru hari ke-14 tersangka bisa ditangkap, namun kita tetap berterimakasih kepada jajaran Reskrim Polres Siantar yang sudah meringkus pelaku. Jadi kasus ini tetap kita pantau terus mengantisipasi dugaan praktik tangkap lepas di jajaran Polres Siantar,” ujarnya.
sumber: waspada

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima | Leave a comment

JANGAN PERCAYA CALO CPNS

Pemko Sibolga Buka Penerimaan CPNS Tahun 2014

Sibolga-andalas Pemko Sibolga membuka pendaftaran penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2014. Bagi warga yang ingin mencoba peluang menjadi CPNS bisa mempersiapkan diri. Pendaftaran dibuka selama 10 hari ke depan, 16-26 September 2014.

Demikian disampaikan Sekda Kota Sibolga Drs Mochammad Sugeng didampingi Kabag Humas Edison Sitorus, Kamis (18/9). Dijelaskan, Pemko Sibolga membuka peluang CPNS untuk 233 orang di tiga formasi penerimaan yakni, Pendidikan, Kesehatan dan Umum.

Sugeng memastikan, seleksi penerimaan CPNS tahun ini akan berlangsung murni. Tingkat kecurangan dipastikan sangat kecil. Selain proses seleksi dilaksanakan dengan sistem CAT, seleksi dilakukan orang-orang yang ahli di bidangnya.

“Kalau ada calo mengatasnamakan wali kota atau siapa pun jangan dipercaya, itu bohong. Pemko Sibolga komit melaksanakan seleksi CPNS dengan murni. Bahkan dari hasil koordinasi dengan KemenPAN beberapa waktu lalu disebutkan kalau masih ada kecurangan, itu sudah sangat luar biasa,”tegas Sugeng.

Rincian yang diterima 2 orang untuk tenaga Guru Kelas (S1 PGSD), 3 Guru Agama Islam (S1 Pendidikan Agama Islam. 3 Guru Agama Kristen (S1 Pendidikan Agama Kristen), 2 Guru Seni Budaya Pertama (S1 Pendidikan Seni dan Budaya), 2 Guru Penjasorkes (S1 Pendidikan Jasmani/Olahraga dan Kesehatan) dan 2 Guru Akuntansi (S1 Pendidikan Akuntansi/Ekonomi).

Selanjutnya 6 Dokter umum, 8 Perawat Pertama (S1 Keperawatan/Nears), 14 Perawat pelaksana (DIII Keperawatan), 11 Bidan Pelaksana (DIII Kebidanan), 2 Apoteker Pertama (S1 Farmasi), 6 Nutrisionis Pertama (S1 Ilmu Gizi), 3 Pranata Laboratorium Kesehatan Pelaksana (DIII Analis KEsehatan/Laboratorium).

5 Penyulu Kesehatan (S1 Kesehatan masyarakat), 2 Dokter Gigi, 3 Assisten Apoteker (DIII Farmasi), 4 Perekam Medis (DIII Rekam Medis), 1 Radiografer (DIII Radiologi), 1 Medik Veternier (Dokter Hewan) dan 2 Teknisi Elektromedis (DIII ATEM).

1 Verifikator (DIII Akuntansi), 4 Auditor (S1 Akuntansi), 3 Analis Akuntabilitas Aparatur (S-1 Ekonomi Manajemen), 6 Analis Akuntabilitas Kinerja (S-1 Ekonomi Manajemen), 5 Analis Program/Perencanaan (S-1 Eknomi Manajemen), 1 Analis Pendapatan Daerah (S-1 Ekonomi Pembangunan), 1 Arsitek (S-1 Arsitektur).

4 Analis Ekonomi Kreatif (S-1 Ekonomi Pembangunan), 6 Teknik Jalan dan Jembatan (S-1 Teknik Sipil), 1 Analis Standar Mutu Bahan dan Peralatan (S-1 Teknik Mesin), 1 Teknisi Kenderaan (D-III Teknik Mesin), 4 Analis Hukum (S-1 Hukum), 3 Analis Hubungan Kelembagaan (S-1 Hukum), 11 Pranata Komputer (D-III Komputer), 5 Pengelola Sistem Informasi Kependudukan (D-III Komputer).

8 Pengelola Informasi dan Dokumentasi (D-III) Kompiter, 3 orang Analis Sistem Informasi (S-1 Komputer), 5 Pengelola Rambu-rambu Lalu Lintas Jalan (D-III Transportasi Darat/Teknik Insdustri), 4 Analis Pelaporan ( S-1 Tehnik Industri/S-1 Hukum), 1 Analis Budidaya Perikanan (S-1 Perikanan), 1 Analis Mutu Hasil Perikanan (S-1 Perikanan), 4 Analis Jabatan (S-1 Ilmu Administrasi Negara, 2 Penata Hubungan Masyarakat Pertama ( (S-1 Ilmu Komunikasi, 5 Administrasi Umum (D-III) Administrasi Perkantoran.

4 Analis Kepegawaian Pertama (S-1 Ilmu Sosial). 3 Verifikator Keuangan ( D-III Ekonomi Keuangan). 2 Teknis Mesin (D-III Teknik Otomotif), 2 Pengadministrasi Keuangan ( S-1 Administrasi Manajemen), 5 Pengelola Data Statistik (D-III Statistik), 2 Analis Keolahragaan (S-1 Olah Raga), 3 Pengadministarasi Umum ( D-III Manajemen Informatika), 4 Penata Kearsipan D-III Perpustakaan/Kearsipan), 6 Pengelola Perpustakaan (D-III Perpustakaan/Kearsipan), 1 Analis Perhubungan dan Telekomunikasi (S-1 Manajemen Informatika/Teknik Telekomunikasi, 1 Pengelola Mutasi Penduduk (S-1 Ilmu Pemerintahan/Komunikasi Hum), 1 Teknisi Peralatan Listrik dan Elektronika (D-III Teknik Elektro), 1 Analis Ketenagalistrikan (S-1 Teknik Eloktro), 1 Pemandu Wisata (S-1 Sastra Inggris).
5 Analis Pemerintahan (S-1 Ilmu Pemerintahan), 4 Pengadministrasi Umum (D-III) Semua

Jurusan,3 Satpol PP Pelaksana Pemula (SLTA), 5 Pemegang Buku (SMK Administrasi Perkantoran), 3 Notulis Rapat (SMK Administrasi Perkantoran), 4 Penata Komputer Pertama (S-1 Komputer), dan 1 Penera Pertama (S-1 Teknik Indistri).(has)
sumber : harianandalas

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

KAPOLRES BERGANTI JUDI TOGEL JADI WARISAN KEPEMIMPINAN

TANEH KARO-SUMBER, Menelisik ber’akarnya judi togel di Kabupaten Karo semakin menambah serentetan tudingan miring, bahwa Polres Karo berada dibalik kegiatan haram tersebut dengan melakukan pembiaran secara sistematis dan terkordinir tidak dapat dipungkiri telah menjadi warisan kepada setiap Kapolres berikutnya sebagai “SUMBER” pemasukan walau ekonomi warga Karo semakin terpuruk.

Catatan uraian investigasi khusus kru SUMBER (sumutberita-red), sejak berakhirnya jabatan AKBP Drs. Agung Pranoto sebagai Kapolres Karo dan selanjutnya kepada AKBP Ignatius Agung Prasetyoko, SH, MH sekira bulan April 2010 lalu, maka maraknya judi togel pun seakan tidak terelakkan lagi dan mulai merambah setiap pedesaan di seluruh Kabupaten Karo.

“Sehari setelah berlangsungnya sertijab (April 2010-Red) dari yang lama kepada pak Agung Prasetyoko, kupon togel sudah mulai disebarluaskan setelah mendapat arahan dari bandar besar (BD-Red) kesetiap agen yang ada di pedesaan,” tutur narasumber mengawali perbincangan asal mula eksisnya kegiatan judi terorganisir itu kepada kru Sumut Berita baru-baru ini di Berastagi.

Disaat kepemimpinan Agung Prasetyoko kurang lebih dua tahun telah memaksa muncul kesadaran ribuan masyarakat Kabupaten Karo turun kejalan melakukan aksi unjukrasa untuk memerangi perjudian, prostitusi maupun peredaran narkoba yang semakin mengkhawatirkan tak jua mampu menggugah hati Kapolres Karo AKBP Ig Agung Prasetyoko hingga akhir masa jabatannya kembali bergulir kepada AKBP Marcelino Sampouw, SH, SIk, MT yang sebelumnya menjabat Kabagdikla Pusdik Lantas Lemdikpol kala itu.

“Bapak Kapolres Tanah Karo, kehadiran ribuan jemaat GBKP bersama kami dihadapan bapak Kapolres saat ini murni menyuarakan pemberantasan judi, narkoba dan praktek prostitusi berkedok usaha Oukup agar segera diberantas. Apabila permintaan kami ini tidak segera ditanggapi dengan serius, apabila setelah kehadiran kami rela turun kejalanan ini masih juga kami temui kegiatan judi togel dan narkoba serta prostitusi masih marak, maka seluruh jemaat GBKP seKabupaten Karo akan kami libatkan dalam aksi demo selanjutnya untuk meminta pertanggungjawaban. Akan kami buktikan pernyataan kami ini apabila masih ditemukan jurtul dengan bebas menjajakan kupon togelnya,” tegas Ketua GBKP Klasis Kabanjahe, Pdt. Crhistopher Sinulingga sebagai peringatan kepada AKBP Marcelino Sampouw dihadapan massa GBKP waktu itu.

Sungguh ironis, aksi demo ribuan masyarakat yang menuntut pemberantasan judi, narkoba dan prostitusi langsung mendapat respon ‘positif’ disetiap kebijakan AKBP Marcelino Sampouw yang menjebloskan ratusan bahkan seribuan juru tulis (jurtul) togel dibalik jeruji. Sementara, bukan rahasia umum jika keberadaan tiga Bandar Besar (BD) judi togel yang disebut-sebut dua diantaranya merupakan anggota TNI AD dari kesatuan Yonif 125 Sim’bisa berinisial Serka R dan Korem 023/ Kawal Samudra berkedudukan di Sibolga berinisial Serma A Manurung. Sedangkan salah seorang oknum PNS Dinas Kehutanan berinisial A.U Gurning tetap nyaman dibalik layar hingga masa kepemimpinan Kapolres Karo AKBP Alberd TB Sianipar, SH, SIk disebut-sebut kepemimpinannya bakal berakhir pula pada bulan Oktober 2014 nanti.

“Kabarnya S1 (Kapolres-Red) nggak lama lagi pindah juga. Dia mengejar kenaikan pangkatnya dan menginginkan jabatan Dir. Reskrim Poldasu,” beber sejumlah sumber terpercaya dilingkungan Polres Karo kepada Sumut Berita disela-sela berlangsungnya sertijab dalam pergantian Waka Polres dan pergantian Kasatreskrim sepekan yang lalu.

Tak dapat dipungkiri sejak hadirnya judi ternyata dapat melepas dahaga segelintir oknum ditengah-tengah berlangsungnya pembodohan massal bagi warga Karo yang dilakukan pendekar hukum (Muspida Plus-Red) terhitung sejak tahun 2010 hingga saat ini. Minimnya keberhasilan AKBP Alberd TB Sianipar dalam pengungkap kasus seperti kasus 338, kasus 362 kasus 281, pasal 310, pasal 351, pasal 368 kasus pembakaran rumah orang tua wartawan dan pemberantasan penyakit masyarakat (pekat) selama kepemimpinannya semoga dapat menciptakan budaya malu bagi Kapolres berikutnya demi masa depan generasi muda Kabupaten Karo. (SB 05)
sumber : sumutberita

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment