KAPOLRES BATUBARA DIDUGA PERAS PENGUSAHA RP30 JUTA

Mau Ambil Barang Bukti Toyota Fortuner

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Institusi Kepolisian Republik Indonesia kembali tercoreng dengan ulah oknum yang diduga dilakukan oleh Kapolres Batu Bara, AKBP JP Sinaga. Kapolres diduga melakukan tindak pemerasan Rp30 juta kepada oknum pengusaha, dengan menahan mobil Toyota Fortuner BK 1642 VH milik pengusaha H Mahmuddin.

Menurut Mahmuddin, Senin (1/9), pemerasan yang dilakukan JP Sinaga meminta uang Rp30 juta kepada Mahmuddin yang merupakan warga Desa Petatal. Kabupaten Batu Bara.

Mahmuddin menuturkan, dirinya merasa dirugikan pada saat mau mengambil mobil Toyota Fortuner yang dipinjam pakai oleh oknum kepolisian yang bertugas di Polres Batu Bara.

Saat dirinya mau mengambil mobil Toyota Fortuner miliknya, Kapolres Batu Bara meminta Rp30 juta, dengan alasan untuk penyelesaian perkara. Padahal perkara tersebut sudah pernah dianggap selesai oleh pihak Polres Batu Bara.

Mahmuddin mengaku sempat terjadi tawar-menawar harga antara dia dengan Kapolres Batu Bara melalui via telepon. Setelah negosiasi, disepakati bahwa Mahmuddin harus menyediakan Rp30 juta untuk Kapolres.

Mahmuddin menambahkan, dirinya tidak habis pikir dengan perbuatan Kapolres Batu Bara tersebut, padahal sudah banyak pemberiannya kepada Kapolres, sampai-sampai ia memberikan mobil Fortuner tersebut untuk dipinjam pakai kepada pihak Polres Batu Bara, dengan alasan untuk menangkap pelaku tindak kejahatan di wilayah Batubara yang lari ke Pekanbaru.

“Namun ketika saya berniat hendak mengambil mobil tersebut, malah saya diminta sejumlah uang dengan alasan untuk penyelesaian perkara. Setelah melihat mobil tersebut, saya terkejut karena plat mobil telah diganti,” ujarnya
Mahmuddin terpaksa merogoh koceknya sebesar Rp30 juta untuk diserahkan, Senin (1/9) kepada Kapolres Batubara. Uang itu diserahkan Mahmuddin melalui anggotanya Irwanto kepada Kapolres Batubara, Senin (1/9) di ruang kerja Kapolres.

”Saya langsung menyerahkan sejumlah uang langsung kepada bapak Kapolres Batu Bara di ruang kerja beliau dengan didampingi oleh beberapa rekan saya,” ujar Irwanto.

Irwanto juga menjelaskan bahwa pada saat di ruang kerja Kapolres Batu Bara, sempat terjadi kesalah pahaman mengenai pembayaran tersebut. “Pada saat penerimaan sejumlah uang yang diminta oleh Kapolres, pertama sekali Kapolres menolak. Tetapi kemudian diterima oleh salah satu oknum polisi yang diarahkan oleh Kapolres Batu Bara,” ujarnya.

KAPOLRES MEMBANTAH

Kapolres Batu Bara, JP Sinaga membantah tuduhan itu saat dikonfirmasi. Sementara oknum polisi berpangkat Iptu bermarga Manik menjelaskan bahwa dirinya mendapat perintah untuk mengambil uang yang diberikan oleh Irwanto selaku anggota kerja dari pengusaha Mahmuddin.

“Saya memang benar mengambil uang tersebut dari Irwanto, karena ada perintah dari Bapak Kapolres Batu Bara,” ujarnya.

Ditanya perihal adanya dugaan tawar menawar harga yang dilakukan oleh Kapolres Batubara dengan oknum pengusaha, oknum polisi yang bermarga Manik tersebut membenarkan bahwa Kapolres Batu Bara sempat melakukan tawar menawar harga terhadap oknum pengusaha dengan alasan untuk penyelesaian perkara.

“Beberapa hari lalu, Kapolres Batu Bara sempat tawar menawar harga dengan alasan untuk penyelesaian perkara kepada oknum pengusaha melalui via telepon seluler,” ujar Manik.

“Saya belum cek, nantilah kordinasi. Kalau sudah ada, pasti bisa kita cek ke sana,” ujar Kaur Penum Humas Poldasu, Kompol GP Silaen. Sementara, Kabid Propam Poldasu, Kombes Makmur Ginting belum memberikan keterangan terkait dugaan pemerasan.

Agendakan Pemanggilan Kapolda

Wakil Ketua DPRD Sumut, Chaidir Ritonga mengatakan, sangat berterima kasih atas informasi yang diberikan wartawan. Makanya, dirinya akan mengagendakan untuk melakukan pemanggilan terhadap Kapolda.

“Sebelumnya, kita akan lakukan pengecekan mengenai kebenarannya. Walaupun begitu, kita akan agendakan pemanggilan terhada kapolda untuk melakukan klarifikasi,” ucapnya.

Selain hal itu, beber caleg terpilih dari Partai Golkar tersebut, dirinya akan mencari langkah-langkah yang perlu dilakukan jajaran Polri untuk direkomendasi agar lebih baik. Pasalnya, sampai saat ini banyak kejadian pemerasan seperti itu terjadi di lapangan.

“Banyak kasus seperti ini. Makanya kita mau mencari langkah-langkah rekomendasi untuk mengurangi hal itu. Jangan gara-gara satu oknum berakibat kepada satu institusi,” cetus kordinator Komisi A DPRD Sumut tersebut.

Kemudian, dirinya juga ini terus membenahi kinerja yang dilakukan kepolisian saat ini. Pasalnya, hingga saat ini banyak kejadian perampokan yang terjadi di Sumut yang berakibat fatal kepada masyarakat Sumut.

“Kita kan saat ingin terus berbenah. Disamping kita yang mengurusi mengenai pertahanan yang ada di Sumut. Maka itu, kita akan rekomendasikan hal itu ke Kapolda. Apakah kapolda akan membahas hal itu secara internal, itu terserah mereka. Yang penting, kita akan agendakan pemanggilan itu,” pungkasnya. (ded/ind/gib/smg)
sumber: sumutpos

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

AWAS! PERAMPOK MOBIL PAKAI SUNTIK

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Masih ingat dengan pria tanpa identitas (Mr-x) yang ditemukan terkapar di parit kebun tebu Dusun I Kampung Nangka, Desa Kepala Sungai, Kec. Secanggang, Kab. Langkat, Minggu (31/8) pagi? Ternyata pria malang itu bernama Holden Sihombing (52), warga Jl. Jermal II Medan. Ia diduga jadi korban perampokan karena mobil Xenia yang disopirinya raib.

Terungkapnya identitas korban bermula dari kedatangan dua kerabat korban yang salah seorang mengaku bernama Makmur Marpaung, asal Medan.

Dari keterangan Marpaung, petugas di Polsek Secanggang menjadi tahu siapa korban sebenarnya. Saat ditemukan pertama kali oleh pencari rumput, korban masih dalam keadaan bernafas namun sudah tidak sadarkan diri. Mulutnya mengeluarkan buih kekuning-kuningan.

Warga setempat pun melapor temuan itu ke pihak kepolisian di Secanggang, dan bersama pihak kepolisian korban di bawa ke Rumah Sakit Umum Bersama yang lokasinya tak jauh dari TKP untuk memberikan pertolongan terhadap lelaki tersebut.

Namun karena kondisi Sihombing kian memburuk, oleh pihak RSU swasta tersebut korban dirujuk ke RSU Tanjung Pura, guna memperoleh rawatan lebih baik. Namun, ternyata takdir berkata lain, setibanya di RSU Tanjung Pura, korban sudah tak bernyawa lagi.

Di tengah perjalanan korban menghembuskan nafas terakhirnya. Kapolsek Secanggang AKP B.P Pakpahan melalui Kanit Reskrim, Aiptu Mimpin Ginting SH ketika dikonfirmasi, Senin (1/9) siang, mengaku pihaknya baru saja kembali dari RSU H Adam Malik guna melakukan otopsi terhadap korban dan melakukan cek tempat kejadian perkara untuk mencari petunjuk.

“Saya baru balik dari RS Adam Malik untuk otopsi korban sekalian tadi juga melakukan cek TKP untuk kedua kalinya,” kata Ginting. Mantan Kanit Reskrim Polsek Besitang ini menambahkan, kalau pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian korban, apakah diracun atau disuntik obat yang mematikan oleh pelaku perampokan.

”Kalau penyebab kematian korban kita belum bisa menyimpulkannya kenapa, makanya dilakukan otopsi dulu, kalau soal itu (penyebab) nanti dokter ahli yang menjelaskan,” katanya.

Ginting mengaku di tubuh korban sama sekali tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan, hanya saja dari mulutnya keluar cairan ke kuning-kuningan. “Kita tunggu hasil dari dokter, apakah nanti korban tewas setelah disuntik obat oleh pelaku sebelumnya, atau ada faktor lainnya,” katanya seraya menambahkan mobil Daihatsu New Xenia BK 1327 ZK warna hitam milik korban dibawa kabur pelaku.

Selanjutnya, mantan Katim di Satuan Res Narkoba Polres Langkat ini juga menambahkan, kalau pihaknya telah berkoordinasi dengan Poldasu serta Polresta Medan serta sejajaran terkait raibnya mobil korban.

“Kapolsek sudah kordinasi juga ke Poldasu untuk kasus ini, dan Polresta Medan, karena ini perampokan dengan kekerasan,” katanya. Ginting melanjutkan, dari informasi yang diterima pihaknya, Holden ternyata pensiunan Farmasi yang pernah bekerja di sejumlah rumah sakit. Istri korban Lisbet Raja Gukguk Amk (50), masih bekerja di RS H Adam Malik-Medan sampai sekarang ini.

Nah, karena itulah korban sering mangkal mencari penumpang pasien yang keluar rumah sakit untuk diantarkan pulang, mengunakan jasa rental mobilnya.

Sabtu (30/8), korban mendapat penumpang dari RS Adam Malik dan minta diantarkan pulang ke daerah Brandan. “Waktu itu katanya korban mendapat sewa yang mengaku pasien rumah sakit minta diantarkan pulang ke Brandan. Karena sudah biasa mengantarkan sewa dari rumah sakit, korban setuju saja mengantarkan orang ini ketempat yang disebutkan,” jelas Ginting.

Sekitar jam 6 sore, korban masih bisa dihubungi, waktu itu dia mengatakan kepada keluarga kalau membawa sewa ke daerah Langkat (Brandan-red).

Namun belakangan handphone korban tak aktif lagi saat dihubungi keluarga, padahal waktu itu sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB.

Kondisi ini kontan membuat keluarga cemas, sebab tidak biasa korban seperti itu (mati hape). Keluarga besar Holden pun mulai mencari korban kesana-kemari, namun tak juga menemukan pria itu, bahkan keluarga sudah mendatangi Polresta Medan buat melaporkan secara lisan hilangnya korban.

Esok harinya, Minggu (31/8) warga di Kec. Secanggang dibuat heboh dengan ditemukanya sesosok laki-laki setengah baya dengan kondisi memprihatinkan telungkup di dekat sebuah parit. Korban pertama kali ditemukan oleh pencari rumput.

Hebohnya penemuan ini sapai ke telinga keluarga korban yang mencari hingga akhirnya mereka pun mendatangi RSU Tanjungpura guna memastikan sosok yang ditemukan masyarakat tersebut. Holden ditemukan warga di Dusun I Kampung Nangka, Desa Kepala Sungai, Kec. Secanggang, Kab. Langkat. Pria dengan ciri-ciri usia sekitar 55 tahun, menggunakan celana biru tua dan baju kaos oblong hitam, dengan ketinggian tubuh 165 Cm berat badan berkisar 80 Kg, berkulit hitam, dengan raut wajah bulat dan rambut ikal itu ternyata Holden Sihombing (52), warga Menteng-Dua, Jermal-2, Medan Denai-Medan.(wis/deo)
sumber: sumutpos

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

PANITIA SIDANG SINODE XXXV-JUBILEUM 125 TAHUN GBKP LAKUKAN AUDIENSI KE KANTOR BUPATI KARO

Senin (25/14) Panitia Sidang Sinode XXXV- Jubileum 125 Tahun GBKP yang diwakili oleh Setia Darma Sebayang, Ir. Mulia Perangin-angin dan Setiawan Tarigan didampingi oleh perwakilan Moderamen GBKP Pdt. Erick J Barus dan Pdt. Kongsi Kaban, S.Th lakukan audiensi ke Kantor Bupati Kabupaten Karo. Mereka diterima langsung oleh Plt. Bupati Karo Terkelin Berahmana, SH ditemani oleh Sekda Kabupaten Karo dan beberapa pimpinan SKPD Kabupaten Karo.

Pdt. Erick J Barus, D.Th selaku perwakilan Moderamen GBKP membuka pertemuan ini dengan doa dilanjutkan dengan penjelasan secara umum tentang gambaran kegiatan Sidang Sinode XXXV yang akan dilaksanakan di Retreat Center Sukamakmur dan Jubileum 125 Tahun GBKP yang akan dilaksanakan di Kabanjahe. Pdt. Erick Barus menjelaskan lebih banyak tentang Jubileum 125 tahun GBKP, karena merupakan salah satu even terbesar GBKP yang sudah berskala internasional. Dengan itu dia sangat berharap Pemda Karo dan Moderamen GBKP tekhusus panitia pelaksana dapat bersinergidan bekerjasama bagi terlaksananya kegiatan ini.

Ketua panitia Sidang Sinode XXXV-Jubileum 125 Tahun GBKP Setia Darma Sebayang dalam sambutan dan penjelasannya juga memaparkan secara singkat tentang kedua kegiatan yang akan dilaksanakan tersebut. Dia juga berharap Pemda Karo dapat membantu panitia dalam hal pendanaan dan juga hal teknis dilapangan terkhusus Jubileum 125 Tahun GBKP yang akan dilaksanakan 18 April 2014 di Lapangan Samura Kabanjahe.

Plt. Bupati Karo Terkelin Berahmana, SH dalam sambutannya menyambut baik kedua kegiatan akbar GBKP tersebut terkhusus kegiatan Jubielum 125 Tahun GBKP yang akan dilaksanakan di Kabanjahe. Bupati Karo juga mengatakan, Pemda Karo akan mendukung dan membantu secara penuh bagi susksesnya Sidang Sinode XXXV dan Jubileum 125 Tahun GBKP.

Sebelum acara selesai rombongan Moderamen GBKP dan Panitia Sidang Sinode XXXV-Jubileum 125 Tahun GBKP dan Plt. Bupati Karo, Sekda Kab. Karo dan Pimpinan SKPD yang hadir melakukan foto bersama. (Humas Panitia/ Humas Moderamen)
sumber : gbkp

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

LAGU KARO DARI D-LO VOICES RAIH 2 EMAS DI FESTIVAL INTERNASIONAL

DIEGO PRANANTA GINTING. DENPASAR. D-Lo Voices Permata GBKP Bandung Pusat tahun ini kembali mengikuti 3rd Bali International Choir Festival di Denpasar, Bali. Ini adalah kali kedua D-Lo Voices mengikuti BICF.

Tahun ini, BICF diselenggarakan mulai dari 25-31 Agustus 2014. BICF kembali mendatangkan juri yang sudah profesional di bidang musik dan vokal dari berbagai negara di dunia seperti Korea, Italy, USA, Filipina, Singapura, Macedonia dan Indonesia.

Pada penampilan kali ini, D-Lo Voices membawakan lagu Karo yang sudah menjadi legenda yakni Mbuah Page dan satu lagu diambil dari PEE GBKP yang berjudul Dibata Kap Njagaisa medley Happy. Berbeda dengan tahun lalu yang hanya berhasil meraih medali perak, kali ini tidak tanggung-tanggung mereka menyabet 2 medali emas dan Trophy Championship kategori Show Choir.

Setelah lolos babak penyisihan, mereka kembali beradu dengan tim choir dari Filipina di babak championship. Suatu kebanggaan bagi masyarakat Karo karena tim yang mewakili seluruh Suku Karo ini mampu menjuarai kategori show choir setelah mengalahkan tim dari philipina. Tidak tanggung-tanggung mereka berhasil pendapat nilai 90.00 pada kompetisi ini (skala 100).

Setelah menjuarai kategori show choir, D-Lo Voices kembali membawakan lagu Karo di hadapan ribuan penonton saat acara penutupan BICF Part-1 dan babak Grandprix di GBI ROCK Lembah Pujian, Bali.

Salah satu juri yang berasal dari USA mengaku tertarik pada penampilan D-Lo Voices dan lagu Karo yang mereka bawakan dengan kombinasi musik tradisional dan modern yang memukau. Pernyataannya terbukti ketika dia terlihat begitu menikmati alunan musik keteng-keteng, kulcapi dan surdam.

Andre Manik sebagai penanggungjawab dan arranger lagu untuk D-Lo Voices mengaku terharu atas pencapaian luar biasa ini. Karena memang sebelumnya mereka hanya memasang target sebatas medali emas, namun kali ini berhasil meraih lebih dari yang mereka harapkan.

Ia juga berharap agar para pemuda Karo lebih bangga akan budaya sendiri dan juga agar semakin banyak orang muda Karo yang berkarya untuk mengenalkan betapa luar biasanya anugerah Tuhan untuk masyarakat Karo, baik di bidang musik, tarian, pakaian, budaya hingga makanannya.
sumber : sorasirulo

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

10 TAHUN SBY MEMIMPIN, 16 KORUPTOR BEBAS BERSYARAT

KBR, Jakarta – Selama 10 tahun memimpin Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membebaskan 16 koruptor. Koordinator Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW), Emerson Yuntho mengatakan, niat pemerintah dalam pemberantasan korupsi bertolak belakang dengan banyaknya pelaku korupsi kelas kakap yang dibebaskan. Kata dia, pemerintahan SBY seharusnya memberikan contoh baik bagi pemerintahan selanjutnya dengan tidak memberikan pembebasan bersyarat bagi pelaku korupsi.

“Dalam catatan ICW ada beberapa kasus sampai tahun 2011 ada 16 terpidana korupsi yang mendapatkan pembebasan bersyarat. Menurut kita ini kontradiksi ketika kejaksaan, polisi dan KPK berlomba-lomba memberantas korupsi. Pemerintah dalam hal ini Menteri Hukum dan HAM berlomba-lomba membebaskan pelaku korupsi,” Koordinator Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW), Emerson Yuntho ketika dihubungi KBR, Minggu (31/8).

Koordinator Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW), Emerson Yuntho juga meminta kepada pemerintahan terpilih selanjutnya tidak memberikan pembebasan bersyarat pelaku korupsi kecuali menjadi menjadi justice collaborator.

Sebelumnya, Hartati Murdaya yang divonis hukuman penjara 2 tahun 9 bulan dan denda Rp 150 juta mendapatkan pembebasan bersyarat dari Kementerian Hukum dan HAM. Hartati Murdaya dibui dalam kasus suap Bupati Buol Amran Batalipu dalam pengurusan izin usaha perkebunan di Buol, Sulawesi Tengah.
sumber : portalkbr

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

PENGUNGSI SINABUNG KEKURANGAN BAHAN MEMBANGUN RUMAH

KBR, Karo- Sebanyak 600-an rumah pengungsi Gunung Sinabung di Desa Kutarayat masih tersendat pembangunannya karena ketiadaan seng untuk membangun atap rumah. Juru Bicara Pemkab Karo, Jonson Tarigan memperkirakan, kebutuhan seng yang diperlukan berkisar 50 ribu seng untuk pembangunan rumah tersebut. Meski demikian, Jonson mengklaim pemerintah kabupaten telah menyediakan anggaran untuk pembelian seng itu.

“Yang kekurangan sekarang, ada 1 desa yang belum kebagian selembar juga. Hampir 600-an lah. Paling banyak sekarang di desa Kutarayat,”jelas Jonson kepada KBR.

Jonson Tarigan menambahkan kekurangan seng nantinya juga akan dibantu dari pihak swasta. Sementara, untuk rumah korban gunung Sinabung yang akan direlokasi, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai titik relokasi dan anggarannya.
Sebelumnya, BNPB telah mengirimkan seng untuk pembangunan rumah pengungsi sinabung sebanyak 100 ribu lembar. BNPB mengklaim total bantuan tersebut senilai Rp. 5 miliar.
sumber : portalkbr

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

RELOKASI PENGUNGSI, PEMKAB KARO SIAPKAN 30 HEKTAR LAHAN

KBR, Jakarta – Pemerintah Kabupaten Karo, Sumatera Utara mengklaim telah menyiapkan 30 hektar lahan untuk relokasi warga korban letusan Gunung Sinabung. Menurut Kepala BPBD Kabupaten Karo, Subur Tambun, ada 250 hektar lahan yang sudah menjadi milik pempkab, 30 hektar akan dipakai untuk membangun pemukiman korban letusan Gunung Sinabung di tiga desa.

“Relokasi tiga desa, lahannya sudah disiapkan, 250 hektar adalah milik pemkab, untuk pemukiman 30 hektar. Kemudian kalau untuk lahan pertaniannya ada 450 hektar, hutan dan produksi, kita usulkan pinjam pakai ke kehutanan,” kata Subur kepada KBR, Minggu (31/8).

Sebelumnya, warga Desa Suka Meriah, Kecamatan Payung, Desa Simacem, Kecamatan Naman Teran dan Bekerah, Kecamatan Naman Teran masih bertahan di pengungsian. Ketiga desa tersebut merupakan desa yang rumahnya mengalami kerusakan paling parah akibat letusan Gunung Sinabung.
sumber : portalkbr

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

DATA PENGUNGSI ERUPSI GUNUNG SINABUNG TANGGAL 29 AGUSTUS 2014

Data Pengungsi Sinabung Tgl 29/8/2014; Jumlah Pengungsi: 2210KK/7573Jiwa, Laki: 2389, Perempuan: 2460. Lansia: 411, Ibu Hamil: 54, Bayi: 380. Huntara: 2053KK/ 6179 Jiwa

Jumlah Pengungsi: 2210KK/7573Jiwa
Laki: 2389
Perempuan: 2460
Kelompok Rentan:
Lansia: 411
Ibu Hamil: 54
Bayi: 380
Pos Pengungsian: 18 Pengungsian (Data Posko Tanggap Darurat)
JUMLAH Pengungsi yang Tinggal di Hunian Sementara = 2053 KK/ 6179 Jiwa

ASAL DESA PENGUNGSI:
I. KEC. SIMPANG EMPAT
1. Dsn. Sibintun
2. Ds. Kuta Tengah

II. KEC. NAMANTRAN
3. Ds. Kutarayat
4. Ds. Kuta tonggal
5. Ds. Kuta Gugung
6. Ds. Sukanalu
7. Desa Selandi Baru
8. Desa Sigarang-garang
—————-

I. DESA YANG SUDAH DI PULANGKAN
1. Cimbang (Sudah Pulang tgl 16/2, 68 KK/ 234 Jiwa)
2. Ujung Payung (Sudah Pulang 15/2, 93 KK/ 311 Jiwa)
3. Payung (Sudah Pulang tgl 21/2, 538 KK/ 1788 Jiwa)
4. Rimo Kayu (Sudah Pulang tgl 14 Feb 2014, 196 KK/ 657 Jiwa)
5. Batu Karang (Sudah Pulang tgl 14 Feb 2014, 270 KK/ 805 Jiwa)
6. Jeraya (Sudah Pulang tgl 22/2, 146 KK/ 551 Jiwa)
7. Pintu Besi (Sudah Pulang tgl 23/2, 65 KK/ 242 Jiwa)
8. Tiga Pancur (Suah Pulang 18/2, 252 KK/ 833 Jiwa)
9. Naman (Sudah Pulang 14/2, 424 KK/ 1533 jw)
10. Kutambelin (Sudah Pulang 15/2, 265 KK/ 990 jw)
11. Kebayakan
12. Gung Pinto (Sudah Pulang 16/2, 146 KK/ 517 jw)
13. Sukandebi (Sudah Pulang 16/2, 259 KK, 902 jw)
14. Kutambaru (Sudah Pulang tgl 22/2, 185 KK, 648 jw)
15. Tj. Merawa (Sudah Pulang 16/2, 338 KK, 1201 jw)
16. Tiganderket (Sudah Pulang tgl 19/2, 505 KK/ 1779 jw)
17. Temberun (Sudah Pulang tgl 23/2, 125 KK, 367 jw)
18. Perbaji (Sudah Pulang tgl 3/6, 204 KK/ 552 Jiwa)
19. Mardinding (Sudah Pulang tgl 16/6 ,296 KK/ 933 Jiwa )
20. Selandi Lama (Sudah Pulang tgl 3/7 ,83 KK/ 251 Jiwa )

II. DESA YANG AKAN DI PULANGKAN SAMPAI (STATUS SIAGA)
1. Desa Mardinding
2. Desa Perbaji
3. Desa Selandi
4. Desa Sukanalu
5. Desa Sigarang-garang
6. Desa Kutarayat
7. Desa Kuta Gugung
8. Dusun Lau Kawar
9. Desa Kuta Tengah

III. DESA YANG AKAN DI PULANGKAN SAMPAI (STATUS NORMAL)
1.Desa Kuta Tonggal
2.Desa Gamber
3.Desa Berastepu
4.Desa Guru Kinayan

IV. DESA YANG AKAN DI DIRELOKASI
1.Desa Sukameriah
2.Desa Bekerah
3.Desa Simacem

V. TITIK POS YANG SUDAH KOSONG
1. Tongkoh : 225 KK/ 708 Jiwa
2. Losd Sempajaya 510 KK/ 1.622 Jiwa
3. Jambur Korpri 303 KK/ 982 Jiwa
4. Maka Mehuli 170 KK/ 644 Jiwa
5. Jambur Siabang-abang 403 KK/ 1.256
6. GBKP Runggun Sumbul 96 KK/ 315 Jiwa
7. Jambur Lau Gumba 248 KK/ 767 Jiwa
8. Lap Futsal Lau Gumba 412 KK/ 1.216 Jiwa
9. Losd Tanjung Pulo 227 KK/ 712 Jiwa
10. Losd Tanjung Mbelang 123 KK/ 363 Jiwa
11. Jambur Taras 63 KK/ 193 Jiwa Pindah Ke Gereja Adven Sumbul
12. Gudang Jeruk Surbakti
13. Islamic Center 116 KK/ 401 Jiwa pindah ke UKA 3 Kabanjahe
14. Lap Futsal Sumbul 14 KK/ 34 Jiwa pindah ke Gereja Adven Sumbul dan 86 KK/ 269 Jiwa di hunian sementara
15. Klasis GBKP Tiga nderket 75 KK/ 118 Jiwa tinggal di hunian sementara
16. Losd Tiga Binanga 269 KK/ 933 Pulang ke Desa Mardinding Tgl 15 Juni 2014
17. Pos UKA 1 sudah kosong tgl 19 Juni 2014
18. Pos Losd Ds Perbesi sudah kosong tgl 03 Juli 2014
19. Klasis GBKP Kabanjahe 186 KK/443 Jiwa
20. GBKP Kota Kabanjahe 401 KK/1133 Jiwa
21. Pos Zentrum Kabanjahe sudah Kosong tgl 17/07/2014
22. Pos Mesjid Agung Kabanjahe kosong tgl 21/7/2014
23. Pos Mesjid istihrar Pindah ke KNPI Gedung serba guna 22/7/2014
24. Kantor Asap Kabanjahe 80 KK/197 Jiwa
25. Mesjid Amal Taqwa (10 Agustus 2014)

VI. DATA PENGUNGSI YANG MENERIMA SEWA RUMAH, SEWA LAHAN YANG MENETAP DI HUNIAN SEMENTARA
1. Suka Meriah, 136 KK/ 436 Jw
2. Bekerah, 103 KK/ 331 Jiwa
3. Simacem , 131 KK/ 445 Jiwa
4. Kuta Tonggal , 109 KK/ 361 Jiwa
5. Berastepu, 599 KK/ 1716 jiwa
6. Gamber, 185 KK/ 589 Jiwa
7. Guru Kinayan, 778 KK/ 2265 Jiwa
JUMLAH Pengungsi yang Tinggal di Hunian Sementara = 2053 KK/ 6179 Jiwa
sumber : mediacenter

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

GAJI PEKERJA BAKAL DIPOTONG 2,5% PER BULAN

MedanBisnis – Jakarta .Jika tak ada aral melintang, dalam waktu dekat akan ada undang-undang soal kewajiban iuran atau potongan penghasilan pekerja formal, baik swasta maupun PNS, sebesar 2,5% per bulan. Sistem iuran ini untuk menghimpun dana murah terkait pembangunan perumahan bagi masyarakat yang belum punya rumah.
Aturan ini merupakan bagian dari Rancangan Undang-undang (RUU) Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Ketentuannya akan berlaku bagi pekerja formal, termasuk yang sudah punya rumah.

Bagi masyarakat yang sudah punya rumah, mereka tetap dipungut iuran sebagai tabungan. Dana yang sudah dikumpulkan bisa diambil saat pensiun atau diwasiatkan saat meninggal. Hal ini juga berlaku bagi pekerja formal yang sedang mencicil Kredit Pemilikan Rumah (KPR). “Iya wajib ikut dan bayar Tapera,” kata Deputi Pembiayaan Perumahan Kementerian Perumahan Rakyat Sri Hartoyo, Selasa (26/8).

Sri mengatakan mengingat waktu pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II akan habis dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan, maka dipastikan pengesahan RUU ini akan molor dari target rampung pada Juli 2013. “Itu kajian memerlukan waktu yang cukup lama. Maka tidak dalam waktu dekat ini, periode pemerintahan yang akan datang,” jelasnya.

Anggota Komisi V DPR RI, Yoseph Umarhadi menambahkan fungsi dari RUU Tapera ini sangat penting dan mendesak. Alasannya, akan sangat membantu program pengentasan kurang pasok perumahan di Indonesia yang totalnya sampai 15 juta unit.

“(Jadi) UU Tapera ini sangat substansial,” katanya.
Dia menjabarkan, pekerja formal yang gajinya dipotong 2,5% akan sangat membantu pembangunan perumahan di sisi permodalan. Dari kajiannya, dalam 20 tahun, sebanyak 20 juta pekerja akan mampu mengumpulkan dana sekitar Rp 1.200 triliun.

Jauh dari kemampuan pemerintah yang hanya mampu menyediakan Rp 4 triliun per tahun untuk pembiayaan kredit fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan. “Dua puluh juta pekerja ikut nabung 2,5%. Selama 20 tahun itu Rp 1.200 triliun. Pemerintah rata-rata hanya Rp 4 triliun saja. Bagaimana kita bisa mengejar backlog tadi, kalau tidak mencoba melakukan mobilisasi dana besar, murah, jangka panjang,” papar Yoseph.

Dia mengatakan, pekerja yang ikut menabung bisa mendapatkan rumah dalam tempo 5 sampai 10 tahun. Sedangkan kewajibannya untuk menabung akan terus bergulir hingga memasuki masa pensiun atau meninggal dunia.”Dengan Tapera ada jaminan dalam tempo 5-10 tahun itu ada jaminan (dapat rumah). Soal teknis bagaimana pengelolaan dana tapera itu, itu urusan pemerintah,” tutupnya. (dtf)
sumber : medanbisnisdaily

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Penting, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

EKSPOR KAKAO SUMUT TERTEKAN HARGA RENDAH

MedanBisnis – Medan. Kinerja ekspor biji coklat atau kakao Sumut terus mengalami penurunan sejak awal tahun sebagai dampak lemahnya harga komoditas itu di pasar internasional.
Berdasarkan Surat Keterangan Asal (SKA) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut, ekspor kakao sepanjang Januari hingga Juli 2014 hanya mencapai US$20,25 juta dengan volume 5.624 ton. Angka tersebut mengalami penurunan signifikan hingga mencapai 54,4% dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencatat nilai US$44,46 juta dengan volume sebanyak 17.429 ton.

Kepala Seksi Ekspor Hasil Pernian dan Pertambangan Sumut, Fitra Kurnia mengungkapkan, rendahnya harga kakao dan anjloknya produksi kakao menjadi pemicu utama jebloknya ekspor kali ini. “Saat ini harga kakao di pasaran hanya berkisar US$3,21 per kg,” katanya kepada MedanBisnis, Jumat (29/8).

Menurut dia, saat ini harga kakao sulit untuk naik, bahkan mengalami penurunan. Hal ini disebabkan petani kakao di Afrika, khususnya Pantai Gading dan Ghana sedang panen raya, sehingga pasokan cukup banyak di pasaran sehingga menekan harga kakao.

Adapun negara-negara yang menjadi pembeli kakao Sumut antara lain Malaysia, Amerika Serikat, Spanyol dan India. Karena harga dan produksi turun, ekspor ke negara-negara itu terus menurun. Eksportir pun jadi kurang bersemangat melakukan aktivitas ekspor lantaran produksi petani yang kecil.

Sekretaris Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sumut, Sofyan Subang mengatakan, tren penurunan ekspor kakao dinilai wajar. Hal ini dikarenakan sejumlah faktor yang sulit dihindarkan, seperti bea keluar 10%, produksi turun dan faktor-faktor lain, imbasnya importir memilih produsen dari negara lain seperti Afrika.

“Dengan pajak ekspor 10% itu ekspor jadi sangat mahal. Selain itu perusahaan kakao sudah banyak yang investasi di dalam negeri untuk memproduksi kakao di Indonesia, jadinya mereka sudah tidak ekspor lagi. Selain itu, harga kakao dalam negeri masih dibilang cukup tinggi meski mengalami penurunan karena bertahan pada angka Rp30.000 hingga Rp35.000 per kg. Biasanya bisa sampai di atas Rp38.000 per kg,” ujarnya.

Malahan, lanjutnya, hal tersebut dikatakannya mengakibatkan impor kakao bisa meningkat. Belum lagi produksi kakao dalam negeri terus turun. Penurunan produksi kakao sendiri, katanya, memang karena ketidaktertarikan petani memproduksi kakao dan banyak yang beralih ke sawit. “Produksi kakao terus menurun. Bahkan setelah ada gerakan pemerintah menanam kakao bertahun-tahun yang lalu, hasilnya tidak kelihatan juga,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Utara (Sumut), Herawati, mengakui banyak petani kakao jera mengembangkan komoditas tersebut, sehingga memutuskan untuk beralih ke komoditas perkebunan lain, khususnya sawit.

“Untuk kakao, arealnya semakin sedikit. Sudah banyak petaninya yang beralih ke komoditas sawit,” ungkapnya.

Herawati menuturkan, sejumlah kesulitan dalam pembudidayaannyalah yang melatarbelakangi petani kapok dalam mengembangkan bahan baku coklat tersebut, disamping ongkos produksi yang juga tergolong cukup memberatkan.

“Faktor yang paling menentukan ialah rentannya kakao pada serangan hama PBK (Penggerek Buah kakao). Selain itu, dibandingkan dengan karet maupun sawit, ia jauh lebih rumit,” jelasnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Perkebunan Sumut, luas areal perkebunannya selalu mengalami penurunan setiap tahun. Seperti yang terjadi di tahun 2011, luas areal perkebunan kakao terdata mencapai seluas 83.543.76 hektare. Sedangkan, hasil produksi pertahunnya mencapai 56,182,51 ton.

Sementara untuk di tahun 2012, luas arealnya mengalami penyusutan menjadi 79.728,54 hektare. Begitupun hasil produksinya ikut menurun menjadi sebesar 55.682,43 ton per tahunnya. (daniel pekuwali/rozie winata)
sumber : medanbisnisdaily

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment