JOKOWI BOLAK-BALIK TURUN MOBIL MENYALAMI

TEMUI PENGUNGSI SINABUNG

KARO, SUMUTPOS.CO – Ketika hendak keluar dari rumah dinas, mobil yang ditumpangi Presiden Joko Widodo dan istri dipalang oleh warga. Akibatnya, kendaraan mewah itu tak bisa melintas. Paspamres, TNI, dan Polri pun sibuk mengamankannya.

Lantaran warga yang terus mendekat, beberapa meter keluar dari pintu pagar, Jokowi tiba-tiba saja membuka pintu dan keluar dari mobil. Mantan Wali Kota Solo ini tampak menyalami warga dan berdialog.

Terlihat dari kejauhan, sambil bersalaman Jokowi menasihat warga agar jangan mendekat. Ia khawatir ada warga yang terserempet ataupun tertabrak. Petugas kepolisian yang berada di dekatnya pun diberi pengarahan agar mengamankan dan mencegah warga yang mendekat.

Jokowi kemudian masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanannya ke tempat pengungsian di gedung KNPI bersama rombongan.

Soal turun mobil, bukan sekali itu saja Jokowi melakukannya. Sekira pukul 19.30 Jokowi dan rombongan kembali ke Kota Medan. Dalam perjalanan Jokowi disambut riuh masyarakat di sepanjang jalan. Jokowi sempat turun dari mobilnya beberapa kali di kawasan Pancurbatu, Simpang Simalingkar dan Padang Bulan (Kwala Bekala).

Kembali ke Gedung KNPI, presiden memberikan bantuan langsung kepada para korban. Usai memberikan bantuan secara simbolis berupa dua kantong plastik merah berisi sembako, indomie dan sebagainya, Jokowi pun menyapa para korban. “Majuah-juah,” ucapnya dengan menggunakan mikropon.

“Ini kita bagikan satu keluarga dua kantong semuanya. Nanti diberitahu ya dan ditambah uang Rp500 ribu. Nanti diminta kepada ketua/kepala posko,” ujar Jokowi yang disambut tepuk tangan para
pengungsi.

Ia mengungkapkan, kepada seluruh pengungsi yang terdata sekitar 2.390.000 jiwa diberikan bantuan uang tunai dengan total Rp119,5 juta. “Pokoknya satu KK (Kepala Keluarga) Rp500 ribu ya dan harus cukup, bukan per orang,” tuturnya.

Sekira pukul 14.00 Jokowi bersama rombongan meninggalkan gedung KNPI. Ia berjalan didampingi Gatot sembari bersalaman dengan para pengungsi. Selanjutnya Jokowi dan rombongan menuju pengungsian di gedung UKA (eks Universitas Kabupaten Karo) Kabanjahe guna mengunjungi pengungsi sekaligus memberikan bantuan. Setelah dari situ lalu kembali rumah dinas sekira pukul 14.45. Jokowi bersama istri dan anak serta rombongannya makan siang bersama.

Di sisi lain, dalam sesi tanya jawab, Jokowi menjelasakan soal penanganan bencana di Karo yang diperkirakan membutuhkan dana Rp1,2 triliun. “Jadi, setelah dihitung-hitung biaya untuk pembuatan jalan sekitar Rp11,5 miliar dan sudah kita berikan tunai. Sebab, kalau tidak tunai enggak rampung-rampung. Setelah jalannya selesai baru dibangun rumah dan uangnya dicari lagi, kira-kira sekitar Rp80 miliar biayanya,” jawab Jokowi. (idris)
sumber: sumutpos

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

HITUNGAN JAM, IZIN KEHUTANAN BERES

RELOKASI LAHAN UNTUK KORBAN SINABUNG

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Presiden Joko Widodo dan jajaran kabinetnya telah membuktikan kerja cepat. Hanya dalam beberapa jam setelah Jokowi menelepon Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, surat izin pinjam pakai lahan hutan untuk jalan akses ke area relokasi korban erupsi Gunung Sinabung, langsung beres.

Rabu (29/10) malam, Siti Nurbaya sudah menandatangani surat izin dimaksud dan surat langsung dikirim ke Bupati Karo.

“Oh sudah selesai. Tadi malam (Rabu malam, Red) sudah kita selesaikan. Ada 458 hektar areal yang diminta untuk lewatnya jalan akses, jalan raya itu kira-kira 11 hektar, terus 477 hektar itu untuk lahan pertanian,” ujar Siti Nurbaya kepada Sumut Pos di Jakarta, kemarin (30/10).

Mantan Sekretaris Jenderal Kemendagri itu menjelaskan, untuk wilayah relokasi pengungsian sendiri di luar kawasan hutan. “Jadi gak ada masalah. Yang masih di kawasan hutan itu adalah terkait jalan masuk dan areal pertanian,” beber politikus Partai NasDem itu.

Mengenai area pertanian yang menggunakan kawasan hutan, Siti Nurbaya menjelaskan, memang lahan pertanian itu sengaja dipilih agar tidak jauh dari pemukiman baru para korban erupsi Sinabung itu.

“Kalau pengungsi mau dipindah, tetapi tanamannya (lahan pertaniannya) jauh dari dia, kan enggak mugkin. Itu juga prinsip cropping security kan. Kalau orang menanamkan mesti dekat dari dia. Sudah kita selesaikan, jadi 477 hektar (untuk lahan pertanian),” terang Siti, yang juga bekas Sekjen Dewan Perwakilan Daerah itu.

Siti mengaku sudah mengirim surat ke bupati. “Kita sudah surati bupati, pada dasarnya tidak keberatan. Di lapangan sudah bisa berjalan. Tapi beberapa seperti pemetaannya, rencana rincinya tetap harus dipersiapkan. Gimana pula mau buat, kalau tidak ada rencana-rencana. Jadi harus ada rencana rincinya. Jadi Sudah selesai semuanya,” pungkasnya.

Diberitakan, relokasi nantinya untuk ribuan warga asal 3 Desa di kaki Sinabung yakni Desa Suka Meriah Kecamatan Payung dan Bekerah-Simacem Kecamatan Naman Teran.

Saat berkunkung ke Karo, Jokowi menjanjikan, surat izin pinjam pakai lahan yang selama ini mengendap di kemenhut, dalam dua hari ke depan akan dituntaskan. Lahan hutan akan dipakai untuk akses jalan sepanjang 3,8 Km dan lebar hingga 12 Meter.

“Saya sudah langsung telephon dari sini Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup untuk dalam dua hari kedepan tuntaskan persoalan administrasi pinjam pakai lahan. Harus gerak cepat dan tidak boleh mandeg,” ujar Presiden Joko Widodo saat memberikan keterangan pers di tangga depan Jambur ( Pendopo) Pemkab Karo di lingkungan rumah dinas Bupati Karo, Jalan Veteran , Kabanjahe, Rabu ( 29/10).

Bupati: Akses Jalan Tuntas 2 Pekan
Tak hanya di tingkat pusat, kerja cepat juga ditunjukkan Plt Bupati Karo, Terkelin Brahmana SH. Setelah menerima surat Menhut dan Lingkungan Hidup nomor S.482/Menhut-II/2014 tertanggal 29 Oktober 2014 perihal pinjam pakai kawasan hutan Siosar untuk lahan pertanian bagi korban Sinabung, Terkelin Brahmana langsung menerjunkan tim survei ke lokasi. Jika tidak ada kendala cuaca, dalam dua minggu pembukaan akses jalan masuk direncanakan selesai.

“Kita sudah turunkan tim untuk melihat kesiapan pembukaan akses jalan masuk, ini kita lakukan guna percepatan seperti yang diamanatkan oleh Presiden. Intinya kita harus lebih cepat lagi sekarang,” ujar Terkelin melalui sambungan telepon, kemarin petang.

Tim ini terdiri dari BNPB , BPBD Provinsi Sumut, BPBD Karo, jajaran TNI baik dari Kodam I Bukit Barisan maupun Kodim 0205 TK dan Dinas Kehutanan Propinsi Sumut serta Karo.

Terkelin memperkirakan, kerja sinergis dibawah kendali Panglima Kodam I Bukit Barisan ini butuh dua pekan untuk membuka akses ke lokasi relokasi. Tahapan penting ini nantinya akan menjadi awal bagi pelaksanaan keseluruhan relokasi warga asal 3 desa.

Keyakinan Terkelin soal cepatnya pembukaan akses jalan juga merujuk amanat Presiden Joko Widodo jelang kepulangannya dari Kabupaten Karo. Terkelin mengaku ditelepon Jokowi pukul 18.00 WIB, Rabu (29/10) untuk mengingatkan agar Pemkab Karo mengerahkan segala potensi dan jangan ragu untuk meminta kebutuhan teknis dari rencana percepatan relokasi itu.

“Dasar itu kita akan push semua potensi, kalau alatnya tidak ada di kita, kita bias pakai milik provinsi ataupun minta disiapkan dari Jakarta. Karena sejak awal kita juga inginkan percepatan, saat ini dapat dilihat masalah sebenarnya bukan di kita selama ini,” paparnya.

Harapannya, pembangunan pemukiman penduduk baru akan dilaksanakan sesuai perencanaan. “Ada beberapa hal teknis lain yang perlu dipersiapkan, termasuk bentuk dari pemukiman serta fasilitas publik lain,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, dalam surat yang dikirimkan Menhut beberapa jam setelah Jokowi memberikan pernyataan percepatan administrasi pinjam pakai lahan, lahan yang akan dimanfaatkan seluas 458,88 ha. Lahan di kawasan hutan produksi terbatas Siosar Kecamatan Merek dengan rincian penggunaan lahan pertanian seluas 447, 86 ha dan untuk jalan masuk ke areal agropolitan seluas 11,02 ha.

Sesuai survei, terdapat dua pintu masuk ke area relokasi yang masing-masing menyentuh lahan milik negara, yakni dari Puncak 2.000 Desa Kacinambun Kecamatan Tiga Panah dan Desa Nagara Kecamatan Merek.(sam/nng/smg/tom)
sumber: sumutpos

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

PRESIDEN INSTRUKSIKAN ATASI KRISIS LISTRIK SUMUT

MedanBisnis – Jakarta. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno akan memanggil jajaran direksi PT PLN (Persero) membahas defisit listrik di Sumatera Utara. Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta kekurangan listrik di Sumatera Utara bisa segera diselesaikan karena saat mengunjungi korban gempa Sinabung, Tanah Karo, (Rabu, 29/10) merasakan secara langsung kekurangan listrik terutama di area korban bencana itu.
Masyarakat Kota Medan dan sekitarnya pun diketahui resah karena intensitas pemadaman listrik bisa mencapai 4-5 kali dalam sehari.

“Saya habis rapat sidang terbatas, dihadiri oleh Presiden dan Wakil Presiden serta menteri perekonomian. Paling utama beliau (Jokowi) ke Sinabung melihat kekurangan listrik di Sumatera Utara sehingga meminta kita harus secepatnya menangani itu,” kata Rini di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (20/10). Dalam rapat Jokowi juga meminta BUMN membantu program swasembada pangan Kementerian Pertanian, karena itu, Rini berniat memanggil direksi PT Bulog untuk berkoordinasi.

Soal krisis listrik Sumatera Utara, Rini menegaskan, akan memanggil direksi PLN untuk membahas kekurangan pasokan listrik di daerah itu. “Saya segera memanggil direksi untuk mendapatkan terobosan mengatasi defisit listrik di wilayah itu,” katanya.

Sementara Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji mengatakan, lambatnya proses perizinan suatu proyek pembangkit listrik sehingga memakan waktu bertahun-tahun mengakibatkan krisis listrik di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera Utara.”Izin Lokasi PLTA Asahan 3 di Sumatera Utara diajukan pertama kali 2004, tetapi baru terbit pada 2012. Artinya urus izin lokasi saja memakan waktu 8 tahun,” ungkapnya.

Nur Pamudji mengatakan,izin lokasi sangat lama diterbitkan menyebabkan pembangkit ini terlambat dibangun. Andai saja PLTA Asahan dibangun lebih cepat, mungkin wilayah Sumatera Utara tidak akan sering mengalami pemadaman listrik. “Coba kalau izin lokasinya terbit 2004. PLTA tersebut saat ini sudah memasok listrik untuk Sumut,” tegasnya.

Saat ini, lanjut Nur Pamudji, wilayah Sumatera Utara sempat mengalami defisit listrik yang menyebabkan terjadinya pemadaman hampir setiap hari. Untuk meminimalkan pemadaman, PLN terpasa menyewa genset sehingga biaya produksi listrik menjadi lebih mahal.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga memberi perhatian terhadap lambatnya proses perizinan pembangkit listrik. Padahal, listrik sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat dan dunia usaha.”Untuk urus power plant butuh waktu 2, 3,4 tahun. Itu yang tak bisa dibiarkan, karena listrik untuk masyarakat, listrik untuk industri. Karena kalau tidak, tahun depan kita bisa gelap. Kita inginnya cepat-cepat,” tegas Jokowi. (dtf/ant)
sumber : medanbisnisdaily

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

PENGEMBANGAN SAPI PERAH DI SUMUT RENDAH

MedanBisnis – Medan. Sejauh ini, produksi susu sapi di tanah air masih di dominasi Pulau Jawa sebagai lumbung peternakan sapi perah.
Kepala Seksi Pangan dan Non Pangan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumatera Utara (Sumut), Hendra Sutrisno Marbun mengatakan, Sumut sendiri untuk pengembangan sapi perah sebetulnya sangat potensial. Sayang, hingga sekarang, potensi itu belum dimanfaatkan secara penuh.

“Iklim di Sumut sangat mendukung, misalnya untuk di Kabupaten Karo dan Langkat. Tapi untuk sapi perah, pengembangannya masih sangat rendah,” ungkapnya kepada MedanBisnis, Rabu (29/10) di Medan.

Dikatakannya, populasi sapi perah di Sumut tahun 2014 masih berkisar 1.000 ekor. “Jumlah tersebut bahkan sudah termasuk dengan industri peternakan yang ada di Kabupaten Karo,” sebutnya.

Hal itu menurut Hendra, dikarenakan pola ternak yang dimiliki peternak di Sumut yang kecendrungannya lebih tertarik dengan sapi potong ketimbang sapi perah. Sehingga, perbandingan keduanya terlampau besar.

“Peternak di Sumut kurang suka dengan sapi perah. Soalnya untuk perawatannya lebih sulit dan membutuhkan waktu berlebih. Sementara, untuk sapi pedaging (potong) jauh lebih praktis,” jelasnya.

Dengan pola pikir peternak seperti itu, sambung Hendra, wajar saja peternakan sapi perah di Sumut masih sangat kecil. Walaupun sebenarnya, prospek dan pasar susu di Sumut menjanjikan. “Secara nasional, produksi susu memang masih kurang. Untuk susu, kita masih berharap besar pada susu impor,” pungkasnya.

Seperti yang diketahui, saat ini Kementerian Pertanian tengah mengkaji penggeseran pola tata ruang peternakan sapi yang selama ini terkonsentrasi di Pulau Jawa. Hal itu sebagai upaya untuk mengurangi importasi susu yang tiap tahun terus meningkat.
Syukur memaparkan, produksi susu nasional tahun lalu mencapai 980.624 ton sedangkan kebutuhan nasional mencapai 2,84 juta ton pada tahun ini. Sementara, pemenuhan susu terus meningkat tiap tahunnya.

Pada tahun ini impor susu tercatat 79% dari kebutuhan nasional, setelah pada tahun sebelumnya mencapai 70%. Untuk itu dia mengatakan Kementan, Kemenperin, BKPM telah menyepakati formulasi untuk mendorong industri pengolahan susu ke luar pulau Jawa dengan beberapa kemudahan untuk investor.

Disamping itu Syukur juga mengatakan sentralisasi pengembangan industri di pulau Jawa ini telah memicu penurunan jumlah sapi perah di Indonesia. Pada tahun 2012, sapi perah mencapai 612.000 ekor dan mengalami penurunan hingga menjadi 444.000 pada tahun 2013, sedangkan produksi sapi perah tahun ini diperkirakan mencapai 483.000 ekor. (rozie winata)
sumber : medanbisnisdaily

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

MENTERI KELAUTAN AKAN “BABAT” HABIS PENYELUNDUP IKAN

MedanBisnis – Jakarta. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti akan “membabat habis” para penyelundup yang mencuri sumber daya perikanan di kawasan perairan Indonesia.
“Untuk perusahaan yang banyak menyelundupkan ikan, saya pasti ‘babat’,” kata Susi Pudjiastuti dalam konferensi pers setelah serah terima jabatan di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan Jakarta, Rabu (29/10).

Menurut Susi, tekad untuk mengatasi pencurian ikan itu antara lain karena hal tersebut termasuk merugikan negara karena mengurangi pendapatan negara.

Terkait dengan program 100 hari, Susi menyatakan selama beberapa bulan mendatang akan meneruskan beragam program yang telah dilaksanakan selama ini oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Saya akan meneruskan sampai saya melihat apa saja yang bisa dikritisi,” katanya sambil menambahkan, hal itu dilakukan karena tidak bisa mengubah secara drastis hanya dalam 1-2 bulan ke depan.

Sebagaimana diketahui, kawasan perairan di Indonesia kerap menjadi area pencurian perikanan dari berbagai kapal penangkap ikan yang berasal dari luar negeri.
Bahkan, kapal-kapal yang menangkap secara ilegal komoditas perikanan di kawasan perairan Indonesia disinyalir berasal dari sejumlah negara tetangga yang terletak di kawasan ASEAN.

Sebelumnya, Koalisi Rakyat Untuk Keadilan Perikanan mengharapkan Presiden Joko Widodo merevisi peraturan menteri tentang alih muatan kapal ikan di tengah laut karena memicu pencurian ikan yang merugikan bangsa ini.

“Kami berharap pemerintahan baru ini segera merevisi Permen 26 Tahun 2013 tentang alih muatan kapal karena kasus pencurian ikan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan,” kata Koordinator Pendidikan dan Penguatan Jaringan Kiara Selamet Daroyni di Jakarta, Selasa (21/10).

Ia menjelaskan praktik pencurian ikan di perairan Indonesia terus mengalami peningkatan. Sepanjang 2001 hingga 2013, terdapat 6.215 kasus pencurian ikan. Dari jumlah itu, 60% lebih atau 3.783 kasus terjadi selama 2013. (ant)
sumber : medanbisnisdaily

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

JOKOWI DIDESAK UMUMKAN MENTERI YANG MASUK DAFTAR MERAH

Gabungan organisasi aktivis kepemudaan dan kemahasiswaan serta LSM mendesak Presiden Joko Widodo agar segera mencopot menteri yang masuk daftar list nama yang telah mendapat tanda merah dari KPK.

Gabungan organisasi ini antara lain: Poros Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Indonesia (Poros BEM-I), Ikatan Lembaga Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Politik Se-Indonesia (ILMAISPI), Persatuan Nasional Alumni Ikatan Senat Mahasiswa Seluruh Indonesia (PENA ISMSI), Perhimpunan Simpul Aktivis Seluruh Indonesia (PERSIRA), Eksponen Lintas Aktivis Se-Indonesia Timur, dan Pergerakan Mahasiswa Pemerhati Hukum Indonesia (PMPHI).

Ketua Umum PENA ISMSI, Fuad Bachmid selaku inisiator gerakan tersebut mengatakan bahwa upaya tersebut ditempuh untuk menantang Presiden Joko Widodo terkait dengan komitmen pemberantasan korupsi, pasalnya agenda clean goverment akan menjadi mustahil jika kabinetnya sendiri masih berisi orang-orang yang punya rekam jejak korupsi.

Tak hanya itu, Fuad juga menantang KPK agar segera mengumumkan nama-nama menteri tersebut. Ia menjelaskan bahwa dengan diumumkannya nama-nama tersebut, KPK tidak perlu merasa minder apalagi ragu, sebab dengan sendirinya KPK sudah libatkan publik untuk sama-sama melakukan pengawasan eksternal terhadap jejak kepada para anggota kabinet, sehingga agenda pengawasan dapat lebih mudah dilakukan.

“Tak hanya itu, langkah KPK adalah bagian dari menyelamatkan situasi negara dari ancaman sisa bakteri yang ditinggalkan rezim-rezim sebelumnya,” ujar Fuad dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (30/10/2014).[rgu/rmol]
sumber:medanbagus

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

BNPB LANGSUNG TINDAK LANJUTI INSTRUKSI PRESIDEN SOAL PENGUNGSI SINABUNG

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyediakan anggaran pembangunan 370 rumah/huntap. Sementara Bupati Karo sebagai pelaksana pembangunan huntap tersebut.

Hal itu merupakan satu dari empat kesimpulan rapat koordinasi yang dipimpin Kepala BNPB, Syamsul Maarif bersama K/L dengan Pemda Karo, Pemprov Sumut dan TNI. Rakor ini menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo  saat meninjau langsung pengungsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Dalam kesempatan itu, Jokowi memerintahkan relokasi pengungsi dipercepat .

Sementara itu TNI akan segera membangun jalan panjang 3,8 Km dan lebar 12 meter dengan menggunakan dana oncall BNPB sebesar Rp 10 miliaar dengan pola TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa).

Sedangkan kementerian dan lembaga terkait akan membantu pembangunan sarana prasarana di lahan relokasi sesuai dengan tupoksinya. Kesimpulan keempat, Gubernur Sumut dan Bupati Karo  sebagai penanggungjawab pelaksanaan pembangunan huntap dan relokasi.

“BNPB juga berharap agar Pemda Karo dan Pemprov Sumut juga mengalokasikan anggaran untuk menangani Sinabung. Tidak seluruhnya mengandalkan bantuan dari pusat,” jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran persnya (Rabu, 29/10).

Sutopo menjelaskan, saat ini pengungsi Sinabung sebanyak 3.284 jiwa (1.018 KK) yang tersebar di 12 titik pengungsian.

Dalam kunjungannya, ada 4 arahan Presiden Jokowi agar mempercepat relokasi pengungsi Sinabung.

1). Memerintahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar segera mempercepat ijin lahan relokasi seluas 450 ha di Kacinambun Puncak 2000 dan akses jalan menuju lokasi huntap sepanjang 3,8 km dan lebar 12 meter. Surat ijin harus selesai dalam 2 hari.

2). Pemda Karo segera mempercepat pembangunan jalan menuju lokasi relokasi sepanjang 3,8 km dan lebar 12 meter dengan melibatkan pasukan  Zeni TNI.

3). Untuk mengantisipasi ancaman erupsi Gunung Sinabung ke depan maka perlu disiapkan relokasi bagi 4 desa dan 1 dusun untuk jangka panjang yaitu: Desa Guru Kinayan, Desa Berasitepu, Desa Gamber, Desa Kota Tunggal, dan Dusun Sibintun.

4). Untuk jangka pendek disegerakan relokasi bagi Desa Bekerah, Simacem, Sukameriah. [rgu]
sumber:medanbagusBNPB LANGSUNG TINDAK LANJUTI INSTRUKSI PRESIDEN SOAL PENGUNGSI SINABUNG

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyediakan anggaran pembangunan 370 rumah/huntap. Sementara Bupati Karo sebagai pelaksana pembangunan huntap tersebut.

Hal itu merupakan satu dari empat kesimpulan rapat koordinasi yang dipimpin Kepala BNPB, Syamsul Maarif bersama K/L dengan Pemda Karo, Pemprov Sumut dan TNI. Rakor ini menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo  saat meninjau langsung pengungsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Dalam kesempatan itu, Jokowi memerintahkan relokasi pengungsi dipercepat .

Sementara itu TNI akan segera membangun jalan panjang 3,8 Km dan lebar 12 meter dengan menggunakan dana oncall BNPB sebesar Rp 10 miliaar dengan pola TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa).

Sedangkan kementerian dan lembaga terkait akan membantu pembangunan sarana prasarana di lahan relokasi sesuai dengan tupoksinya. Kesimpulan keempat, Gubernur Sumut dan Bupati Karo  sebagai penanggungjawab pelaksanaan pembangunan huntap dan relokasi.

“BNPB juga berharap agar Pemda Karo dan Pemprov Sumut juga mengalokasikan anggaran untuk menangani Sinabung. Tidak seluruhnya mengandalkan bantuan dari pusat,” jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran persnya (Rabu, 29/10).

Sutopo menjelaskan, saat ini pengungsi Sinabung sebanyak 3.284 jiwa (1.018 KK) yang tersebar di 12 titik pengungsian.

Dalam kunjungannya, ada 4 arahan Presiden Jokowi agar mempercepat relokasi pengungsi Sinabung.

1). Memerintahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar segera mempercepat ijin lahan relokasi seluas 450 ha di Kacinambun Puncak 2000 dan akses jalan menuju lokasi huntap sepanjang 3,8 km dan lebar 12 meter. Surat ijin harus selesai dalam 2 hari.

2). Pemda Karo segera mempercepat pembangunan jalan menuju lokasi relokasi sepanjang 3,8 km dan lebar 12 meter dengan melibatkan pasukan  Zeni TNI.

3). Untuk mengantisipasi ancaman erupsi Gunung Sinabung ke depan maka perlu disiapkan relokasi bagi 4 desa dan 1 dusun untuk jangka panjang yaitu: Desa Guru Kinayan, Desa Berasitepu, Desa Gamber, Desa Kota Tunggal, dan Dusun Sibintun.

4). Untuk jangka pendek disegerakan relokasi bagi Desa Bekerah, Simacem, Sukameriah. [rgu]
sumber:medanbagus

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

INALUM KEMBALI BANTU PENGUNGSI ERUPSI SINABUNG

Bertampat di Kodim 0205 Tanah Karo, PT Inalum (Persero) kembali menyerahkan 500 paket bantuan sosial dan kemanusiaan kepada Dansatgas Nasional Penanggulangan Bencana Erupsi Sinabung untuk selanjutnya disalurkan kepada para pengungsi, Kamis (30/10/2014).

Bantuan tersebut langsung diserahkan oleh manajemen PT Inalum yang diwakili oleh Manager Pemberdayaan Masyarakat, Arfan Iqbal Harahap, yang didampingi Edi P dan Fahmi H (staf Comdev) kepada Dansatgas Nasional Penanggulangan Erupsi Gunung Sinabung, Letkol Inf Asep Sukarna.

Deputy General Manager Umum & CSR PT Inalum, Djoko Laksono, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Arfan Iqbal Harahap mengatakan bantuan tersebut adalah salah satu bentuk kepedulian dan kemanusiaan keluarga besar PT Inalum kepada saudara-saudara kami yang sedang tertimpa musibah akibat erupsi gunung sinabung, semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan membantu meringankan beban para pengungsi, dan kita berdoa semoga kondisi gunung sinabung dapat segera berangsur membaik.

“Adapun bantuan yang diserahkan oleh PT Inalum adalah berupa selimut, kain, ikan kaleng roti kering dan susu bubuk, masing-masing berjumlah 500 set dengan nilai bantuan Rp 100 juta, dimana bantuan ini nantinya akan didistribusikan oleh satgas Nasional Penanggulangan Erupsi Sinabung kepada para pengungsi,” ujarnya.

Letkol Inf Asep Sukarna, menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak PT Inalum yang selalu peduli terhadap kondisi para pengungsi hingga hari ini, dimana PT Inalum sebelumnya juga telah memberikan bantuan berupa seng dan alat-alat pertanian dan beasiswa kepada para pengungsi.

Salah seorang perwakilan pengungsi Andayani Sitepu menyampaikan terima kasih yang sebesar besarnya kepada PT Inalum, karena jenis bantuan yang diberikan sangat bermanfaat dan merupakan kebutuhan yang sangat diperlukan pengungsi.[rgu]
sumber:medanbagus

 

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

JOKOWI SAKSIKAN GUNUNG SINABUNG BERGEMURUH

Kabanjahe – Gunung Sinabung bergemuruh berulangkali saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan blusukan ke Desa Guru Kinayan, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (29/10) sore.

Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Widodo terperangah menyaksikan suara gemuruh tersebut. Saat itu, Gunung Sinabung mengeluarkan awan panas sejauh 4.000 meter ke arah Selatan, dan tinggi kolom abu 2.000 meter.

Jokowi terlihat tidak merasa ketakutan saat menyaksikan gemuruh gunung tersebut. Padahal, lokasi Desa Guru Kinayan berjarak 2 kilometer (km) dari kaki Gunung Sinabung. Jokowi duduk menyaksikan gemuruh itu.

Mantan Gubernur DKI dan Wali Kota Solo ini berada di Desa Guru Kinayan tanpa agenda resmi. Rombongan mengikuti Jokowi karena ingin melihat langsung pemukiman penduduk dan lahan pertanian yang rusak akibat erupsi Sinabung.

Jokowi bersama istri terlihat duduk menyaksikan Gunung Sinabung yang berulangkali mengeluarkan suara gemuruh tersebut. Di lokasi itu, Jokowi juga mendatangi warga yang berada di lahan pertanian itu.

Masyarakat di sana merasa sangat terkejut melihat presiden mendatangi desa tersebut. Mereka terperangah karena baru pertama kali presiden berani mendatangi warga di zona berbahaya tersebut.

Masyarakat terharu karena saat mendatangi lokasi desa itu Jokowi sama sekali tidak mengenakan masker. Apalagi, suasana jalan di desa tersebut sudah ditutupi abu vulkanik hasil erupsi gunung merapi.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendrasto mengatakan, awan panas Gunung Sinabung meluncur sejak siang sekitar pukul 14.38 WIB. Guguran awan panas meluncur sejauh 4000 meter ke arah Selatan.

“Kemudian, guguran awan panas menyusul sekitar pukul 15.10 WIB. Luncuran awan panas sejauh 3.000 meter ke Selatan. Tinggi kolom mencapai 1.500 meter. Aktivitas gunung masih tinggi,” katanya.
sumber:beritasatu

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

“SMS SAYA KALAU PROGRAM TERSENDAT”

     “08122600960, sudah dicatat? Yang tidak mencatat juga tidak apa-apa”

Kabanjahe (ANTARA News) – Presiden Joko Widodo memberikan nomor telepon selularnya agar warga bisa mengirimkan pesan singkat bila ada program pembangunan infrastruktur bagi pengungsi di Sinabung terhambat.

“Sudah ada programnya, pembangunan jalan ke relokasi. Dilihat, kalau belum jalan sms ke saya. Tahu nomor telepon saya?” kata Presiden saat mengunjungi tempat pengungsian warga di Gereja Batak Karo Protestan di Jalan Raya Kutacane, Kabanjahe, Rabu.

“08122600960, sudah dicatat? Yang tidak mencatat juga tidak apa-apa,” kata Presiden.

Presiden Jokowi menegaskan hal yang paling penting untuk ditangani saat ini adalah merelokasi warga yang belum bisa pulang akibat letusan yang masih terjadi.

“Di sini sudah berapa bulan? Anak sekolah semua? Ini satu-satu diselesaikan. Dua tiga hari ini jalanan sudah mulai diperbaiki dan kita harapkan bisa relokasi nanti, tapi yang belum nanti dulu. Yang kedua memang solusinya relokasi, kalau meletusnya lama bapak ibu sekalian memang belum mendapatkan kepastian. Nanti setelah relokasi lahan yang di gunung tetap milik bapak ibu,” kata Joko Widodo.

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Tanah Karo di Kabanjahe, Presiden meninjau sejumlah tempat pengungsian.

Tempat pertama yang dikunjungi adalah Posko Utama di Rumah Dinas Bupati Kabupaten Tanah Karo, kemudian Presiden didampingi Ibu Negara Iriana mengunjungi tempat pengungsian di Gedung KNPI Kabanjahe, Gedung Gereja Batak Karo Protestan, pengungsian di Gedung Universitas Karo Kabanjahe dan terakhir mengunjungi lokasi pengungsian warga di daerah Guru Kinayan.

Presiden menyerahkan bantuan sebesar Rp500.000 per KK kepada pengungsi yang dikunjungi dan juga menyerahkan paket bantuan berupa buku, peralatan sekolah dan juga masing-masing kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar untuk setiap kepala keluarga.

Selama berkunjung ke sini, Presiden didampingi Gubernur Sumatera Utara Gatot Pudjo Nugroho dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

Presiden dan rombongan mengakhiri kunjungan di daerah Guru Kinayan yang tak jauh dari kaki Gunung Sinabung pukul 17.45 WIB

Dari Kabanjahe menuju Medan, Presiden dan rombongan menempuh perjalanan sekitar 2 jam dan kemudian akan menuju Jakarta kembali.(Ant)

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Berita Pilihan, Informasi Penting, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment