BAGAIMANA JIKA YESUS SALAH KUTIP AYAT?

SATUHARAPAN.COM – Bagaimana jika ternyata Yesus salah kutip Alkitab? Andrew Wilson— penatua di Kings Church di Eastbourne, Inggris. Dia juga penulis buku The Life You Never Expected—menulis jawaban menarik. Menurutnya, ada maksud tertentu saat Yesus salah kutip kisah Daud.

Dalam tulisan yang dimuat di christianitytoday.com, Selasa (1/9) ia menulis, Semua kita tergoda untuk mendekati bagian Alkitab yang kontradiktif—teks yang tampaknya bertentangan satu sama—dengan cara sembrono atau lancang. Di salah satu ujung spektrum adalah dengan skeptis mengurangi kontradiksi dengan menyebutnya sebagai inkoherensi tekstual dan kesalahan manusia. Di ujung lain adalah mereka dengan komitmen yang lebih evangelis, yang dengan gigih menyelidiki buku-buku dan situs untuk menyelaraskan ketidakcocokan teks. Setelah mereka menemukan satu, mereka menghela napas dan melanjutkan seolah kontradiksi itu tidak ada artinya lagi bagi kita. “Masalah” telah “diselesaikan”.

Tetapi, jika kita ingin mengambil Alkitab secara serius, kita harus bertanya mengapa ada “kontradiksi”. Mengapa Roh Kudus—yang menginspirasi Alkitab—seperti membiarkan kalau tidak dapat dikatakan menyebabkan teks-teks “salah” itu ditulis? Apa yang mereka ungkapkan? Dan apa yang mungkin hilang jika kita “menyelesaikan” masalah? Kita, setelah semua itu, mendengarkan suara Tuhan, tidak sekadar memecahkan teka-teki.

Beberapa contoh yang lebih jelas daripada yang lain. Paradoks kedaulatan ilahi dan tanggung jawab manusia tidak dimaksudkan untuk diselesaikan melainkan dipertahankan. Alkitab menunjukkan bahwa Allah dan kita bekerja dalam keselamatan kita. Apakah Tuhan tiga atau satu? Haruskah kita atau kita harus tidak menjawab orang bebal menurut kebodohannya? Ya (Ams. 26: 4-5). Kami menyadari ini dan menerimanya sebagai dasar untuk iman Kristen.

Namun ketika ada perbedaan sejarah dalam teks Alkitab, kita berusaha melakukan pemecahan masalah. Ketika kita menemukan bahwa Yesus memiliki dua silsilah yang berbeda, atau bahwa perumpamaan pesta pernikahan memiliki dua akhiran yang berbeda, kita lupa bahwa kita mendengarkan sebuah simfoni ilahi. Sayangnya, daripada kita menerima itu sebagai bagian berbeda yang dimainkan berbagai musisi, kami berusaha memaksanya untuk bermain dengan not yang sama.

Salah satu perbedaan favorit saya adalah “kesalahan” Yesus dalam Markus 2. Dalam bagian ini, orang-orang Farisi mengkritik Yesus karena membiarkan murid-Nya memetik gandum pada hari Sabat. Menanggapi itu, Yesus menjelaskan bahwa ia dan para murid melakukan yang dilakukan Daud dan anak buahnya ketika mereka makan roti sajian khusus imam pada waktu Abyatar imam besar (Mrk. 2: 25-26). Masalahnya adalah 1 Samuel 21 memberi tahu kita bahwa Ahimelekh, bukan anaknya Abyatar, yang adalah imam besar pada waktu Daud dan anak buahnya makan roti suci. Entah Yesus melakukan kesalahan atau Markus yang melakukan.

Pakar Alkitab, Bart Ehrman mengatakan bahwa ketika ia menemukan perbedaan ini di seminari, itu membuatnya meninggalkan kekristenan. Pendeta progresif asal Britania Steve Chalke membuat kisah ini sebagai pembukaan salvo dalam sebuah debat dengan saya tentang kebenaran Alkitab. Orang Kristen yang tak terhitung jumlahnya, di sisi lain, setelah melihat masalah, telah bergegas untuk studi mereka Alkitab atau sumber lain di mana mereka menemukan, lega, bahwa frasa Yunani epi  Abyatar bisa berarti “dalam kisah tentang Abyatar” daripada “di masa Abyatar.” “Ini dia. Pasti itu,” mereka berteriak. “Masalah dipecahkan. Lanjut ke Markus 3.”

Namun, ada hal jauh lebih penting dalam Markus 2. Argumen Yesus bukanlah bahwa tentang ia menyebut nama yang tepat  dalam Perjanjian Lama saat Ia makan roti pada hari Sabtu. Maksudnya adalah bahwa Daud, raja sejati Israel yang ditunggu-tunggu dan teman-temannya diizinkan makan roti suci hari itu. Yesus menafsirkan tindakannya melalui kisah raja terbesar Israel. Dia mengatakan, dalam cara yang samar seperti yang ia sering lakukan, “Saya adalah Daud. Orang-orang ini adalah orang-orang saya. Sehingga mereka bisa makan apa yang mereka inginkan.”

Jadi Yesus adalah Daud, raja Israel sejati, dan murid-murid adalah sekutunya. Tapi, mereka bukan satu-satunya karakter dalam cerita. Herodes adalah Saul, raja t yang telah bergeser dari Tuhan dan sekarang ingin membunuh para ahli waris takhta. Yohanes Pembaptis adalah Samuel, nabi yang berapi-api yang mempersiapkan jalan bagi raja baru dan menegur yang lama. Yudas adalah Doeg orang Edom, pengkhianat. Dan Abyatar? Dia adalah keturunan Imam Eli, anggota terakhir dari garis imam tua, yang akhirnya dihapus dari imamat yang akan membuktikan firman Tuhan yang sejati melalui Samuel (1 Raj. 2:27).

Semua ini berarti bahwa Yesus menyebutkan Abyatar bukan Ahimelekh untuk alasan yang baik. Dia mengatakan, “Saya Daud, ini adalah teman-teman saya, dan para imam saat ini adalah Abyatar. Mereka bertanggung jawab sekarang, tapi hanya dalam beberapa tahun imamat mereka akan berakhir, seperti Abyatar ini. Dan kerajaanku akan dibentuk, seperti Daud.”

Saya pikir itu indah. Roh Kudus tidak menempatkan perbedaan dalam Alkitab untuk menyediakan bahan bakar untuk skeptis, kerja bagi komentator, atau menjengkelkan orang Kristen evangelis. Dia melakukannya untuk membuat kita berpikir, melakukan pencarian, perenungan, membaca, belajar—dan akan pernah diisi dengan kekaguman. (christianitytoday.com)
sumber:satuharapan

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima | Leave a comment

BARESKRIM TEMUKAN RELAWAN FIKTIF KORUPSI YAYASAN PERTAMINA

Jakarta (ANTARA News) – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri menemukan relawan fiktif di “Pertamina Foundation” setelah mereka memeriksa beberapa barang atau dokumen.

“Dari barang dan dokumen yang menyangkut Pertamina Foundation ada laporan bahwa relawan untuk menanam pohon itu ada yang fiktif,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Victor Edi Simanjuntak di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan pihaknya juga mendapat laporan bahwa harga satu pohon Rp10 tidak diberikan semuanya kepada relawan.

Oleh karena itu Bareskrim menyita dokumen pengajuan relawan, kontrak kerja maupun pembayaran relawan tersebut.

“Ini perlu diklarifikasi melalui cek tanda tangannya, alamat si relawan, kita cek tanda tangannya, kemudian melalui pembayarannya dan juga tanda tangan pada pembayaran kalau itu diterima pakai kwitansi, kalau itu ditransfer, kita akan cek rekeningnya siapa yang membuat rekening tersebut,” kata dia.

Dari dokumen-dokumen itu dapat dilacak siapa yang bertanggungjawab atas relawan-relawan tersebut.

“Itu datanya tebal sekali, sehingga perlu kita lihat siapa sih. Tapi sepanjang saya lihat ini ada beda-beda juga penandatangannya ini,” kata dia.

Dia mengatakan jumlah relawan di Pertamina Foundation mencapai ribuan orang, hasil penyelidikan Bareskrim sementara kerugian negara mencapai Rp126 miliar.

Berdasarkan analisa dokumen dan keterangan saksi, dugaan korupsi tersebut berasal dari alokasi anggaran 2012-2014 bernilai Rp251 miliar untuk proyek gerakan menabung pohon, beasiswa Sobat Bumi, Sekolah Sobat Bumi, dan sekolah sepak bola Pertamina.(Ant)

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

FRAKSI PDIP TOLAK PENCOPOTAN KABARESKRIM

Jakarta (ANTARA News) – Fraksi PDIP di DPR RI menolak pencopotan Komjen Pol Budi Waseso dari jabatannya sebagai Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri, dengan alasan yang bersangkutan telah menunjukkan kinerja yang baik dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Kami menolak pencopotan Budi Waseso. Fraksi PDIP menganggap Komjen Budi Waseso telah menunjukkan kinerja yang baik, lugas, tegas dalam melakukan penegakan hukum dalam hal pemberantasan korupsi,” kata anggota Fraksi PDIP Masinton Pasaribu di Gedung Nusantara I, Jakarta, Rabu.

Hal itu dikatakan Masinton bersama anggota Fraksi PDI-P Dwi Ria Latifa dalam jumpa pers yang digelar di ruang fraksi PDI Perjuangan, Gedung Nusantara I, Jakarta, Rabu.

Masinton menegaskan pihaknya menolak intervensi kekuasaan dan kekuatan apapun terkait penegak yang mengungkap skandal korupsi di berbagai instansi serta BUMN.

Dia melihat saat ini sejumlah kasus yang disidik Mabes Polri seperti TPPI, penimbunan daging Sapi, Pelindo serta Pertamina Foundation harus terus dilakukan dalam upaya penegakan hukum.

“Dalam hal ini tidak boleh ada intervensi kekuasaan atau kekuatan,” ujarnya.

Menurut anggota Komisi III DPR RI, apabila pencopotan itu benar terjadi, maka hal tersebut menjadi preseden buruk, khususnya bagi pemberantasan korupsi di Indonesia.

Dia menilai Budi Waseso telah bekerja mendukung pemerintahan yang bersih serta mewujudkan tata kelola perusahaan negara yang bersih.

“Kami minta komisi III memanggil Kapolri untuk menjelaskan proses pencopotan kalau ada,” katanya.

Masinton menilai seharusnya ukuran pencopotan Budi Waseso berdasarkan tolok ukur kinerja bukan kekuasaan atau kekuataan apapun. Menurut dia, Wanjakti Polri merupakan pihak yang berwenang memberikan penilaian dalam hal kinerja personel Polri.

“Ini akan jadi preseden buruk karena nanti penegak hukum enggan melakukan pemberantasan korupsi karena takut dicopot oleh kekuasaan atau kekuatan tertentu,” ujarnya.

Dia menegaskan PDIP bukan membela orang perorang namun sistem penegakan hukum, agar orang yang ditugasi melakukan kerja mengungkap skandal korupsi tidak khawatir dicopot karena intervensi.

Anggota Komisi III DPR dari F-PDIP, Dwi Ria Latifa menilai janggal bila terjadi pencopotan Budi Waseso terutama terdapat pejabat yang menghubungi menteri dengan terkesan mengancam.

Dia juga meminta tidak ada lagi kejadian di mana pejabat kebal terhadap hukum bahkan menteri juga ikut campur dengan menelpon aparat penegak hukum.(Ant)

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

SETELAH NAMA TUHAN MUNCUL KINI MUNCUL SAITON

Nama-nama orang di Indonesia kini tidak hanya lucu namun bahkan bisa ambigu dan terdapat makna-makna tersendiri, Nama yang diberikan ini adalah nama yang tidak wajar karena berhubungan dengan sesuatu yang gaib dan mistis.

Ternyata banyak sekali nama-nama unik di Tanah Air. Setelah pria bernama Tuhan asal Banyuwangi, kali ini ada lagi seorang bapak bernama Saiton (sebelumnya ditulis Syaitan), asal Talang Jambe, Sukarame, Palembang.

Saiton menceritakan awal mula kedua orangtuanya memberikan nama yang terdengar menyeramkan itu.
“Jadi saya itu sebenarnya kalau hidup semua ada 13 bersaudara,” ungkapnya di awal perbincangan, Rabu (26/8).

Dari 13 anak yang dilahirkan, 10 orang saudara kandungnya meninggal dan hanya tiga orang yang hidup salah satunya Saiton. Kalau itu, orangtuanya sempat khawatir nyawa Saiton tak akan bertahan seperti 10 saudara kandungnya yang meninggal.

“Nah saya ini anak ketigabelas. Kata orangtua saya, dia putus asa, anggap saya juga enggak mungkin hidup,” bebernya.

Rupanya, Allah berkehendak lain. Pria kelahiran 10 Februari 1976 di Desa Paldas Kabupaten Banyuasin itu tumbuh sehat. “Lalu orang tua saya bingung, dikasih lah nama itu (Saiton),” ucapnya tertawa.

Sebenarnya, kata Saiton, kedua orangtuanya sempat berniat mengubah nama bapak empat anak itu. Tapi yang terjadi Saiton malah sakit-sakitan.

“Setelah umur 3 tahun, mau diubah sebenarnya, ternyata saya sakit 3 bulan. Lalu kata orang kampung harus kembali ke nama awal enggak boleh diubah. Ya sampai sekarang lah,” tambah pria yang baru saja menamatkan gelar S2 sebagai Magister Administrasi Publik ini.

Tak hanya saat itu, beberapa kali Saiton sempat diusulkan mengubahnya. Termasuk atasannya saat bekerja di satu perusahaan.

“Pernah ada yang pernah mau coba (ubah), udah baca Yassin tapi saya sakit, kembali ke awal lagi (namanya) dan sembuh. Pimpinan tempat saya kerja sampai keluar biaya, saya tetap sakit,” ungkap pria yang kini berprofesi sebagai guru komputer itu.

“Sakitnya itu panas dingin, kontak ke badan saya, saya sering dapat mimpin firasat,” sambung dia.

Belajar dari hal itu, Saiton memutuskan menerima nama yang sudah diberikan orangtuanya. Toh, kata dia, yang terpenting adalah kepribadian dan tingkah lakunya tak begitu.

“Saya punya prinsip, walaupun nama seperti itu yang penting sifatnya enggak gitu. Banyak nama Muhammad tapi kelakuannya gak kaya gitu. Kalau orang bilang apa lah arti sebuah nama, walaupun kata ustad nama adalah doa,” ucapnya mantap.
sumber: insatunesia.

Posted in Berita | Leave a comment

THAILAND TANGKAP WNA TERSANGKA BOM BANGKOK

BANGKOK, SATUHARAPAN.COM – Polisi Thailand hari Sabtu (29/8) menangkap seorang tersangka warga negara asing dan menyita bahan pembuat bom dalam rangkaian pengungkapan bom mematikan di Kuil Erawan.

“Penangkapan ini kemungkinan besar dia terkait dengan pemboman di Rajaprasong,” kata wakil kepala polisi Chakthip Chaijinda seperti dikutip kantor berita AP.

Ledakan di Kuil Erawan di distrik Rajaprasong Bangkok, Thailand pada 17 Agustus lalu telah menewaskan 20 orang, termasuk warga negara asing.

Pria itu ditangkap hari Sabtu di Nong Jok pinggiran Bangkok. Chakthip mengatakan, “Kami menemukan bahan bom di apartemennya.”

Juru bicara kepolisian nasional Prawut Thawornsiri mengatakan bahwa orang yang ditangkap adalah orang asing, tetapi menolak untuk mengatakan apakah dia adalah Turki, seperti yang dilaporkan oleh beberapa organisasi berita lokal.

Dia mengatakan penangkapan ini akan dijelaskan di konferensi pers malam ini.

Segera setelah pemboman itu, polisi merilis sketsa wajah seorang pria yang terlihat dalam sebuah video kamera keamanan kuil. Seorang pria berbaju kuning tampak meninggalkan ransel di bangku dan berjalan pergi. Sebuah kamera terpisah menunjukkan tersangka tersebut naik ojek sepeda motor meninggalkan lokasi.

Surat perintah penangkapan yang dikeluarkan sebelumnya diketahui menggambarkan tersangka adalah “warga negara asing”, meskipun seorang juru bicara militer mengatakan hubungan dengan teroris internasional sepertinya tidak mungkin.
sumber:satuharapan

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima | Leave a comment

7 CAMAT DAN 15 PEJABAT ESELON III DELISERDANG DILANTIK

Lubukpakam (SIB)- Tujuh camat bersama 15 pejabat eselon III di lingkungan Pemkab Deliserdang, dilantik Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan, Jumat (28/8) di Aula Cendana Kantor Bupati di Lubukpakam. Ketujuh Camat dan 15 pejabat eselon III yang dilantik, berdasarkan SK Bupati Deliserdang nomor 821.23/006/DS/Tahun 2015 tertanggal 27 Agustus 2015 masing-masing Tengku Muhammad Zaki Aufa SSos MAP menjadi Camat Percut Seituan yang sebelumnya sebagai Camat Sunggal.

Selanjutnya, Drs Hendra Wijaya menjadi Camat Sunggal yang sebelumnya sebagai Camat Hamparanperak, Drs Muhammad Abduh Rizali Siregar MSi menjadi Camat Hamparanperak yang sebelumnya adalah Camat Batangkuis, Edy Yusuf SIP MSi menjadi Camat Batangkuis yang sebelumnya adalah Camat Namorambe, Surya Bangun Muda Sos menjadi Camat Namorambe yang sebelumnya adalah Camat Pagarmerbau, Ahmad Turmuzi SSTP menjadi Camat Pagarmerbau yang sebelumnya adalah Sekcam Percut Seituan, Eko Sapriadi SSos menjadi Camat Kutalimbaru yang sebelumnya sebagai Sekcam Kecamatan Namorambe.

Sedang 15 pejabat eselon III yang dilantik diantaranya Harles SH menjadi Sekcam Percut Seituan, Febri Efenetus Gurusinga SSTP menjadi Sekcam Namorambe, Sumarno Purba menjadi Sekcam Kutalimbaru, Ir Siksus Panusunan Tarihoran menjadi Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan pada Dinas PU, Rachmadsyah ST menjadi Kabid Pekerjaan Umum Dinas PU, Drs Heady Habeahan menjadi Kabid Kesatuan Bangsa pada Badan Kesbang, Drs Marwan Mkom menjadi Kabid Antar Bangsa Badan Kesbang.

Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan dalam sambutannya mengatakan, pelantikan itu merupakan bagian dari konsep kebijakan yang dilakukan melalui evaluasi yang berlangsung secara terus menerus di setiap SKPD, yang diharapkan berdampak luas bagi pelaksanaan jalannya roda pemerintahan dan pembangunan.

Hal itu sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah dimana tuntutan yang harus terus menerus kita penuhi adalah peningkatan kinerja disetiap satuan unit kerja untuk menyahuti berbagai kebutuhan masyarakat termasuk pelayanan publik yang akan terus menerus berkembang bahkan cenderung semakin kompleks. Itu berarti setiap aparatur akan selalu dituntut untuk mampu bekerja secara profesional, dibarengi upaya perubahan dan berbaikan diberbagai tatanan birokrasi. (A24/y)
sumber: hariansib

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

KOMUNITAS YAHUDI DI PAPUA MULAI BANGKIT

Orang Yahudi diyakini sudah bermukim di Papua jauh sebelum Indonesia merdeka.

NEW JERSEY, SATUHARAPAN.COM – Komunitas Yahudi di Papua beberapa tahun belakangan ini menunjukkan geliatnya. Ditengarai semakin banyak keturunan Yahudi Papua yang bergairah menautkan diri pada akar etniknya, setelah cukup lama mengabaikannya.

Hal ini diungkapkan oleh Rabi Yahudi kelahiran Australia dan bermukim di New Jersey,  Yossi Serebryanski, dalam tulisannya di jewishpress.com, berjudul Jews of Indoensia and Papua New Guinea, yang dilansir pada hari Jumat (28/8).

Rabi yang sudah menulis sejumlah buku ini, mengetahui kebangkitan komunitas Yahudi itu melalui aktivitas Elisheva Wiriaatmadja, seorang Indonesia keturunan Yahudi yang giat menerjemahkan kitab Torah ke bahasa Papua dan melalui stasiun radionya mengajarkan kitab itu.

Elisheva, yang mewarisi darah Yahudi dari nenek moyangnya yang datang ke Indonesia dari Belanda,  baru-baru ini turut dalam pertemuan di dua kota Papua, yang diikuti oleh para keturunan Yahudi dari berbagai gereja-gereja mesianis di Papua. Dalam pertemuan itu dibahas apakah mereka akan tetap menjadi anggota gereja mesianis atau kembali ke agama nenek moyang mereka, Yudaisme.  Menurut Elisheva, 168 orang Papua, termasuk pemimpin mereka, memutuskan meninggalkan gereja mereka dan memeluk agama Yahudi.

Elisheva Wiriaatmadja juga pernah diundang untuk berbicara di sebuah gereja mesianis di Papua. Anggota gereja itu  mendengar adanya sekelompok orang dari Indonesia yang terlibat dalam proses konversi ke Yudaisme.

Sesampai di sana, Elisheva bertemu dengan orang-orang yang jelas-jelas merupakan keturunan langsung dari orang-orang Yahudi. Di tahun 1400-an dan 1500-an, ketika orang-orang Yahudi diusir dari Spanyol dan Portugal, banyak dari mereka melakukan perjalanan ke Peru. Ketika inkuisitor terus memburu mereka, banyak yang melarikan diri ke Jepang dan yang lainnya melanjutkan perjalanan ke Papua, di mana sejumlah besar akhirnya menikah dengan penduduk setempat.

Dalam pertemuan itu, sekelompok suku Papua bahkan menyanyikan lagu pengantar tidur Yahudi yang salah satu barisnya kira-kira berbunyi: “Kami dulu dua belas orang bersaudara tapi sepuluh telah menghilang.” Meskipun mereka tidak menyadari arti pentingnya, banyak keluarga Papua itu memiliki nama keluarga seperti Sukkot, Taurat dan Menorah. Sejak anak-anak mereka diajarkan untuk tidak pernah melangkahkan kaki di gereja karena  “itu adalah tempat yang jahat.”

“Sebagai anak muda yang tumbuh di Australia, saya mendengar bahwa seorang Israel memiliki hotel di Port Moresby, Papua Nugini. Sebelum itu saya tidak pernah mendengar adanya kehadiran Yahudi di sana. Itu tidak mengherankan karena sejarah Yahudi di Papua, New Guinea dan Indonesia  relatif tidak dikenal sampai saat ini. Keberadaan mereka kini  mulai terang setelah warga di pulau-pulau ini  ingin kembali ke akar Yahudi mereka,” tulis Yossi Serebryanski .

Berkat Jasa Gus Dur

Bangkitnya komunitas Yahudi di Indonesia diyakini berkat jasa Abdurrahman Wahid yang menjadi presiden keempat di Indonesia pada rentang waktu 1999-2001. Pada bulan Oktober 1994 ia menerima undangan untuk mengunjungi Israel. Dan selama pemerintahannya, keturunan Yahudi mulai keluar dari persembunyiannya.

Pada tahun 2012,  News Channel National mengakui bahwa sekitar 150 keturunan Yahudi dari seluruh Indonesia berkumpul untuk merayakan Sukkot.  Jauh sebelum itu, orang-orang Yahudi di Indonesia sudah menunjukkan aktivitas. Rabi Yossi mengakui ia bertemu pertama kali dengan orang-orang Yahudi di Indonesia di Australia pada tahun 1979. Seorang pria 54 tahun, kata dia bercertia,  tiba di Yeshiva Gedolah di Melbourne. Menurut cerita,  ayah pria itu melarikan diri dari kejaran Nazi Jerman dan pindah ke Indonesia, tempat dia kemudian dibesarkan.

Secara resmi, orang-orang Yahudi datang ke Indonesia pertama kali sebagai bagian dari datangnya  Perusahaan India Timur Belanda atau VOC (yang didirikan pada tahun 1602) pada tahun 1872. Namun , diyakini, sebelum mereka sesungguhnya telah ada orang Yahudi yang menetap di wilayah ini. Mereka datang dari Irak dan Aden. Mereka bermigrasi melalui jalur Sutra yang terkenal.

Menurut catatan, pada tahun 1928 organisasi penghimpunan dana untuk mendukung pemukiman Yahudi  dioperasikan di Jakarta, Bandung, Malang, Medan, Padang, Semarang dan Yogyakarta. Terdapat pula catatan-catatan dari sejumlah penjelajah, diantaranya dari Rav Yaakov Halevy Sapir dan surat kabar Java Zionist pada awal 1900-an, yang mendukung gagasan bahwa banyak orang Yahudi –menikah atau tidak dengan warga setempat — bermukim di Indonesia.

Dengan kata lain, terdapat sejarah yang kaya tentang bagaimana orang-orang Yahudi datang ke Indonesia. Dan kini, adat-istiadat mereka yang dulu seakan tersembunyi, mulai terungkap seiring dengan semakin banyaknya mereka yang ingin kembali ke akar budaya mereka.

Dewasa ini Yudaisme di Indonesia bukan termasuk satu dari enam agama resmi. Namun tradisi Yahudi di Indonesia tampaknya bakal dapat ditemukan karena Menteri Agama diharapkan akan meresmikan pusat Yahudi – Torat Chaim -dalam waktu dekat, yang di dalamnya ada sekolah dan toko halal di bawah naungan sebuah komunitas Kristen.
sumber:satuharapan

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima | Leave a comment

MOBIL PENCURI LEMBU DIBAKAR MASSA DI LANGKAT

Brandan Barat (SIB)- Mobil Pick-up yang digunakan pencuri ternak dibakar massa di Janggus Dusun III Kelapa Desa Lubuk Kertang Kecamatan Brandan Barat Langkat, Jumat, (28/8) dinihari.

Keterangan diperoleh SIB menyebutkan, awalnya dua pelaku pada Jumat dinihari itu telah berhasil mencuri dua ekor lembu dari kandang milik warga Janggus. Sesaat dalam perjalanan sejauh satu kilometer dari TKP, seorang warga yang melintas mencurigai mobil Pick-up mengangkut dua ekor lembu.

Warga tersebut dengan mengendarai sepedamotor mengejar Pick-up. Saat sepedamotor yang ditumpangi warga mendekat, mobil yang dikemudikan pelaku langsung tancap gas hingga Pick-up pengangkut ternak itu masuk ke parit.

Melihat kedua pria keluar dari dalam mobil dan kabur, warga tersebut langsung menghubungi seseorang melalui telepon selularnya. Warga yang menerima informasi itu memberitahukan kepada tetangganya sembari menuju sasaran. Edi Suprapto mengaku dua ekor lembu tersebut miliknya.

Massa langsung menyulut api ke dalam mobil hingga terbakar. Kedua pelaku yang identitasnya belum diketahui itu berhasil kabur.

Kapolsek Pangkalan Brandan, AKP Amansyah Sembiring yang dikonfirmasi SIB melalui telepon selularnya membenarkan pihaknya menerima laporan dari warga terkait pencurian ternak. “Kasus itu sedang kita selidiki,” ujar Sembiring.

DIHAJAR MASSA

Seorang tersangka pembobol rumah berinisial, IP (26) warga Pangkalan Brandan babak belur dihajar massa, Jumat dini hari (28/8) di Simpang Tiga Kelurahan Bukit Kubu, Kecamatan Besitang, Langkat setelah aksinya diketahui pemilik rumah, Joko (33) warga Bukit Kubu.

Dalam aksinya, tersangka, IP berhasil masuk ke dalam rumah Joko setelah mencongkel jendela samping. Saat pelaku berupaya menyatroni harta benda, pemilik rumah terbangun sembari berteriak maling.

Mendengar teriakan pemilik rumah, sejumlah warga berdatangan dan berhasil membekuk pelaku. Massa menghajar pelaku hingga babak belur, lalu menyerahkannya ke Mapolsek Besitang.

Kanit Reskrim, Ipda Rahim membenarkan adanya peristiwa itu. Dari tersangka, petugas menyita dua HP dan satu kunci pas, kini tersangka ditahan di RTP Mapolsek. (B04/q)
sumber: hariansib

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima | Leave a comment

KARO FESTIVAL 2015 DIGELAR 3 HARI DI LAPANGAN MERDEKA

*Riahna Jamin Ginting Ajak Masyarakat Karo “Pesikap Kuta Kemulihen”

Medan (SIB)- Untuk menyemarakkan HUT ke-70 RI, Himpunan Masyarakat Karo Indonesia (HMKI) Sumut menggelar Karo Festival 2015 selama 3 hari  (27-29 Agustus) di Lapangan Merdeka Medan dan dibuka Ketua Panitia Setia Pandia, Kamis (27/8).

Dalam sambutannya Setia Pandia menyebutkan, Karo Festival digelar selain merayakan HUT ke-70 Kemerdekaan RI, juga refleksi 5 tahun erupsi Sinabung dan pelantikan DPD Himpunan Masyarakat Karo Indonesia (HMKI) Sumut.  Acara akan diisi dengan berbagai kegiatan dan pameran yang menunjukkan ciri khas masyarakat Karo.

“Kita ingin menunjukkan jati diri masyarakat Karo di Sumut khususnya Medan. Kita sudah lama menanti even akbar ini dilakukan, karena itu kita sangat berterimakasih kepada HMKI Sumut  dan juga tokoh-tokoh Karo yang bersama mendukung terselenggaranya acara akbar ini,” katanya.

Pada kesempatan itu, Setia Pandia mengajak masyarakat Karo untuk bersatu padu dalam membangun dan menunjukkan eksistensi diri budayanya. “Bukan suatu kegagahan dan kesombongan bagi etnis Karo untuk menyelenggarakan sebuah kegiatan akbar ini, tetapi merupakan catatan sejarah mengenang 5 tahun sudah erupsi Sinabung di Tanah Karo Simalem,”  juga merayakan kemerdekaan Indonesia, serta menunjukkan keberadaan masyarakat Karo di Medan, kota  yang didirikan oleh Guru Patimpus Sembiring Pelawi”, ujarnya.

Dijelaskannya, 5 tahun lalu Gunung Sinabung erupsi percis, 29 Agustus  2010. Oleh karena itu even ini kita laksanakan, karena etnis Karo di perantauan peduli dengan erupsi Gunung Sinabung yang sudah berlangsung selama 5 tahun.

Memang katanya banyak sumbangan yang masuk termasuk dari luar negeri, tetapi dengan momen Festival Karo ini kita akan mengangkat harkat martabat para pengungsi Sinabung di Tanah Karo Simalem itu dari berbagai pameran yang digelar.

“Karena itu dalam kegiatan ini, kami berharap seluruh masyarakat Karo dapat hadir menyaksikan langsung kuliner, makanan khas Karo, cimpa, nira, gula tuala, cimpa dan ada juga souvenir-souvenir Karo dan stan-stan lain yang mendukung kegiatan ini,” harapnya.

Sementara itu putri Pahlawan Nasional Riahna Jamin Ginting kepada wartawan menyatakan kerinduannya akan kejayaan masyarakat Karo. Untuk itu dia mengajak seluruh masyarakat Karo baik yang ada di Kabupaten Karo maupun perantauan untuk bersatu membangun kuta kemulihen (Tanah Karo), meraih kembali kejayaan yang pernah ada. Melestarikan budaya Karo, untuk menjaga jati diri dan menjadi tujuan wisata.

Sedangkan Bendahara Panitia Pelaksana Karo Festival Tania Depari kepada wartawan mengatakan, acara tersebut juga didukung oleh isteri Pahlawan Nasional Jamin Ginting Ny Likas Jamin Ginting Br Tarigan. Dukungan itu disampaikan saat panitia beraudiensi ke kantornya. Ny Likas mengharapkan masyarakat Karo bersatu demi kemajuan Karo. Itulah salah satu dasar dibentuknya Himpunan Masyarakat Karo Indonesia (HMKI).

Tania juga menyatakan kegembiraannya atas antusiasme masyarakat  menyaksikan Karo Festival 2015 tersebut.

Acara pembukaan diisi dengan berbagai kegiatan antara lain penampilan Tarian Lima Serangkai, Gundala-gundala,  hiburan oleh artis Karo Anta Prima Ginting  menari bersama dan lainnya. (A16/c)
sumber: hariansib

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

KP PULO DIRELOKASI, DUKUNGAN KTP UNTUK AHOK JUSTRU TEMBUS 100 RIBU

Jakarta – Isu miring terhadap Ahok akibat relokasi Kampung Pulo, rupanya tidak membuat surut animo warga DKI Jakarta untuk menyerahkan KTP bagi pencalonan Ahok sebagai Calon Gubernur Independen. Relawan Teman Ahok malah berhasil mengumpulkan 6.000 KTP di saat hari relokasi Kampung Pulo.

Juru bicara Teman Ahok Amalia Ayuningtyas dalam siaran persnya, Sabtu (22/8/2015), pengumpulan KTP warga DKI Jakarta pada hari penggusuran Kampung Pulo berhasil menembus rekor.

“Jika sebelumnya rata-rata KTP dukungan yang terkumpul berkisar 2 sampai 3 ribu KTP, pada saat penggusuran Kampung Pulo malah berhasil mencapai 6.282 KTP,” papar Amalia.

Ia juga menambahkan, berkat tambahan 6 ribu KTP tersebut, Teman Ahok hingga kini berhasil mengumpulkan 103.718 KTP dukungan. Jumlah itu sendiri mencapai 10 persen dari total dukungan yang dibutuhkan, yakni 1 juta KTP.

Amalia mengakui jika ia dan para relawan Teman Ahok sempat khawatir jika animo warga DKI untuk menyerahkan KTP dukungan ke Teman Ahok akan anjlok, akibat peristiwa penggusuran Kampung Pulo.

“Kami tidak menyangka kami bisa memecahkan rekor, justru pada saat penggusuran Kampung Pulo. Ini bukti bahwa warga DKI cukup bijak dan mau melihat konteks yang lebih besar,” kata Amalia.

Teman Ahok sendiri, menurut Amalia, bisa memahami penolakan sejumlah warga atas langkah Pemprov DKI menggusur Kampung Pulo.

“Setiap kebijakan atau keputusan pasti selalu ada pro dan kontra. Teman Ahok berharap, saudara-saudara warga Kampung Pulo dapat menikmati hidup yang lebih layak, lebih sehat dan lebih manusiawi di rusun Jatinegara,” lanjut Amalia

Pengumpulan KTP untuk Ahok ini dimaksudkan untuk mendukung Ahok supaya bisa maju di Pilkada DKI 2017. Ahok yang kini tidak punya partai, harus maju lewat jalur independen dan syaratnya harus mengumpulkan 1 jutaan KTP warga DKI.(rvk/rvk)
sumber : detik.com

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment