PELAKU BEGAL TERHADAP ADIK SEPUPU KOMBES (POL) MAKMUR GINTING DIRINGKUS

IMANUEL SITEPU. DELITUA. Sebanyak 3 tersangka pelaku begal terhadap Anita beru Sembiring yang merupakan adik sepupu Kombes (Pol) Makmur Ginting, akhirnya berhasil digulung Unit Reskrim Polsek Delitua.

Menurut Kapolsek Delitua, Kompol Daniel Marunduri Sik, didampingi Kanit Reskrim Iptu Jonathan SH kepada wartawan, ketiga tersangka masing-masing:

– Steve Adrian Harahap alias Dian (26) warga Jl. Binjai Km 14,5 Komplek Padang Hijau Diski (Kecamatan Sunggal)

– Muhamad Angga Rianda Prayoga alias Angga (20) warga Jl. Bakti Luhur Gg. Jafar No.4 Kelurahan Dwikora (Medan Helvetia)

– Dadang Iskandar (41) warga Jl. Asam Kumbang Gg. Sakura, Tanjung Selamat, Medan.

Mereka berhasil ditangkap setelah korban Anita beru Sembiring yang tinggal di Jl. Bunga Ncole 9, Kelurahan Kemenangan Tani (Medan Tuntungan) membuat laporan ke Polsek Delitua.

Dalam laporannya, adik sepupu Kabid Propan Poldasu ini menjadi korban begal bulan lalu [Jumat 22/1: sekira 16.30 wib]. Saat itu, korban bermaksud pulang ke kediamannya dengan menumpang betor. Namun, sesampainya di Jl. Jamin Ginting Km 8, Kelurahan Mangga (Medan Tuntungan), tepatnya di depan rumah makan Alep Cendong, tersangka Dian dan Angga yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion BK 2689 XI tiba-tiba merampas tas sandang milik korban.

Akibatnya, Anita beru Sembiring kehilangan uang tunai Rp 1 juta, 1 gelang permata, 2 unit Hp, jam tangan Eigner, 1 gelang emas platinium, serta surat-surat berharga yang disimpan dalam tas. Akibatnya, korban pun mengalami kerugian hingga Rp 55 juta.

“Beranjak dari adanya laporan korban, kita langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, salah satu pelaku bernama Dian serta Angga berhasil diringkus. Begitu dilakukan pengembangan, seorang penadah, bernama Dadang Iskandar juga berhasil ditangkap,” sebut Kanit.

Lanjut dikatakan, ketika dilakukan penggeledahan, dari kediaman Dadang, turut diamankan 17 tas sandang (lihat foto) yang dipastikan adalah milik korban kejahatan yang dilakukan ketiga tersangka. Saat ini, ketiga tersangka telah dijebloskan ke dalam sel tahanan Polsek Delitua, berikut 17 tas, serta 1 unit seped motor Yamaha Vixion sebagai barang bukti untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.
sumber : sorasirulo

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima | Leave a comment

JERUK KARO BUKAN LAGI PRIMADONA

Ir. Usaha B. Barus (Kabanjahe), Pada tahun 90-an sampai tahun 2010, tanaman jeruk Karo merupakan tanaman primadona di Kabupaten Karo. Ketika terjadi krisis moneter pada tahun 1998 seakan tidak berpengaruh di daerah “Bumi Turang” ini karena peran komoditas tanaman jeruk membuat geliat perekonomian tetap berjalan dengan baiknya. Namun, sejak tahun 2011 dengan mengganasnya serangan hama lalat buah (Bactrocera sp.) pada tanaman jeruk di daerah ini membuat petani jeruk banyak yang bangkrut sehingga sangat mempengaruhi jalannya perekonomian masyarakat secara keseluruhan.

Pada tahun 2010 luas tanaman jeruk yang berproduksi di Kabupaten Karo seluas 10.000 Ha, dengan produktifitas 30.000 kg/Ha/Thn, harga jual rata-rata Rp. 5.000/kg sementara biaya produksi hanya sebesar Rp. 2.000/kg. Semenjak mengganasnya serangan hama lalat buah setiap tahunnya luasan tanaman jeruk yang dipelihara semakin berkurang sampai tahun 2016 ini yang bertahan hanya sekitar 20% saja dan yang masih bertahan dengan produksi 10.000 s/d 15.000 kg/Ha/ Thn dan harga jual rata-rata masih seputaran Rp. 5.000/kg. Itupun dengan biaya produksi yang sangat tinggi (Rp. 4.000/ kg) untuk mengatasi serangan hama tersebut.

Dari data tersebut di atas, maka perputaran uang di tingkat petani jeruk hilang sekitar lalat buahRp. 1,15 T setiap tahunnya. Itu membuat perekonomian di daerah ini secara keseluruhan menjadi lesu.

Tanaman Jeruk Karo saat ini bukan lagi menjadi primadona, bahkan sudah menjadi momok yang sangat menakutkan bagaikan Harimau yang menerkam tuannya sendiri. Kini, sebahagian besar petani jeruk sudah mulai beralih menanam tanaman kopi Arabica di sela-sela tanaman jeruk mereka yang sudah meranggas. Namun, kejayaan tanaman jeruk belum bisa ditandingi oleh tanaman kopi ini.

Merajalelanya serangan hama lalat buah pada tanaman jeruk ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu sebagai berikut:

– Tidak adanya keseriusan Pemkab Karo untuk mengantisipasi penanggulangan hama lalat buah ini.

– Tidak adanya kedisiplinan petani secara serentak pengumpulan buah-buah yang terinfeksi serta membumihanguskannya secara teratur seminggu sekali.

– Tidak mendukungnya iklim untuk memutuskan siklus hidup hama ini dimana curah hujan yang merata di sepanjang tahun akan membuat perkembangbiakan hama lalat buah terus bertambah tanpa terkendalikan lagi bila tidak ada pengendalian.
sumber : sorasirulo

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

GATOT BERI RP 250 JUTA KE RUSLI PALOH

Jakarta ( Berita ) : Gubernur Sumatera Utara non-aktif Gatot Pujo Nugroho mengaku pernah memberikan uang Rp 250 juta kepada Rusli Paloh, kakak dari Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.
“Yang memfasilitasi pertemuan dengan Rusli Paloh adalah Kardi, katanya paman Surya Paloh yang mengasuh Surya Paloh sejak kecil, maka akhirnya saya bertemu dengan Rusli dan kami cerita-cerita, dan beliau kemudian pulang,” katanya dalam sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Jakarta, Rabu [10/02] . Gatot menimpali, “Tapi, paginya Kardi muncul di rumah, katanya diminta uang dari Rusli.”
Dalam sidang itu Gatot diperiksa bersama dengan istrinya, Evy Susanti, yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan pemberian suap kepada hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), serta suap kepada mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem, Rio Capella.
Gatot menceritakan, mengenai isi islah pada 19 Mei 2015 di Kantor DPP Nasdem Gondangdia yang dihadiri oleh Gatot Pujo Nugroho dan Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi, Ketua Umum Partai Nasdem dan Ketua Mahkamah Partai Nasdem, Otto Cornelis Kaligis (OCK).
“Itu permintaan untuk silaturahim untuk islah, karena saran dari istri saya cara islah terbaik, akhirnya ketemu dengan Rusli Paloh,” ujar Gatot, mengenai pemberian uang darinya.
 
Menurut Gatot, pertemuannya dengan Rusli itu juga berperan untuk mewujudkan islah pada 19 Mei di kantor DPP Nasdem antara dirinya dengan Wakil Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi.
“Pertemuan islah itu adalah akumulasi dari berbagai cara yang ditempuh, kami menemuri Patrice Rio Capella, kami juga ke Pak OCK, personal Pak Yuslah dan juga ke Pak Rusli Paloh, kami meyakini tangga 19 Mei karena pertemuan-pertemuan sebelumnya itu,” ujar Gatot. Yuslah, menurut dia, adalah sahabat Surya Paloh.
 
Dalam perkara ini, Gatot dan Evi didakwa menyuap hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara senilai total 27 ribu dolar AS dan 5 ribu dolar Singapura untuk mempengaruhi putusan terkait pengujian kewenangan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara sesuai dengan UU No 30 tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan atas Penyelidikan tentang dugaan terjadinya Tindak Pidana Korupsi Dana BOS, Bansos, BDB, BOS dan tunggakan DBH dan Penyertaan Modal pada sejumlah BUMD pada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang kuasa hukumnya diserahkan kepada OC Kaligis.
 
Gatot dan Evy juga didakwa menyuap mantan anggota Komisi III DPR 2014-2019 dari partai Nasdem Patrice Rio Capella sebesar Rp200 juta melalui Fransisca Insani Rahesti agar Rio Capella mengunakan kedudukannya untuk mempengaruhi pejabat kejaksaan Agung selaku mitra Kerja Komisi III DPR demi memfasilitasi silah guna memudahkan pengurusan penyelidikan perkara yang ditangani Kejaksaan Agung
 
Atas perbuatan tersebut, Gatot dan Evy didakwa pasar berlapis yaitu pasal 6 ayat (1) huruf a atau pasal 13 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP dengang ancaman pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun serta denda paling kecil Rp150 juta dan paling banyak Rp750 juta.
Selain itu, pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 13 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dengan ancaman penjara paling singkat 1 tahun paling lama 5 dan denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp250 juta. (ant )
sumber: beritasore.

 

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

JR SARAGIH-AMRAN SINAGA UNGGUL SEMENTARA

Simalungun, (Analisa). Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Simalungun, JR Saragih-Amran Sinaga unggul sesuai penghitungan sementara Desk Pilkada Pemkab setempat, Rabu (10/2).

Dari penghitungan suara sah di 31 kecamatan sejumlah 363.034, pasangan nomor urut 4 ini memperoleh 125.329 suara atau 34,52 persen. Kemudian pasangan calon Tumpak Siregar-Irwansyah Damanik nomor urut 1 sebanyak 96.033 suara atau 26,45 persen, Evra Sassky Damanik-Sugito (2) 70.337 suara atau 19,37 persen, Nuriaty Damanik-Posman Simarmata (3) 63.662 suara atau 17,54 persen, dan Lindung Gurning-Soleh Saragih (5) 7.673 suara atau 2,11 persen.

Tim Desk Pilkada, Lurinim Purba menegaskan, perhitungan itu bersifat sementara dan bisa saja terjadi perubahan. Untuk kepastian, kata Asisten Bupati bidang Pemerintahan ini, menunggu penghitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Lurinim juga menyebutkan, tingkat partisipasi pemilih mencapai 54 persen, sementara surat suara tidak sah 2.888 lembar.

Hasil pantauan lapangan, pasangan calon unggul di TPS masing-masing, kecuali pasangan nomor urut 5 yang tidak terdaftar sebagai pemilih di Simalungun.

Penyelenggaraan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) susulan di Kabupaten Simalungun berlangsung kondusif.Hal ini membuktikan adanya kerjasama seluruh elemen masyarakat dalam mengawal proses Pilkada Bupati dan Wakil Bupati berjalan aman dan lancar.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Husni Kamil Manik saat meninjau Tempat Pemungutan Suara (TPS) 3 Kelurahan Perdagangan I Kecamatan Bandar Simalungun, didampingi sejumlah komisioner KPU Simalungun di antaranya Adelbet Damanik,Puji Rahmad, berharap kepada masyarakat agar benar-benar menggunakan hak pilihnya.

Disebutkan, dari hasil pantauan di lapangan dan dialog terhadap anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 3 Kelurahan Perdagangan I, tidak ada kendala yang dihadapi, semua berjalan baik dan lancar. Namun antusias masyarakat yang datang untuk menggunakan hak suara ke TPS terlihat sepi pada pukul 10.30 Wib. Padahal batas waktu pencoblosan sampai pukul 13.00 Wib.

Sementara

Sementara itu hasil perolehan suara sementara di Kecamatan Bandar dari 121 TPS dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 56.333, pasangan calon nomor urut 1 Tumpak Siregar SH-H Irwansyah Damanik SE unggul dengan perolehan suara 7.181.

Pasangan nomor urut 2 Evra Sasky Damanik-Sugito meraih 6.168 suara, pasangan nomor urut 3 Hj Nuriati Damanik-Posma Simarmata meraih 3110, pasangan nomor urut 4 JR Saragih-Amran Sinaga meraih 3.695 suara dan pasangan nomor urut 5 Lindung Gurning-Soleh Saragih meraih 337 suara.

Pantauan Analisa di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Pematangsiantar, warga binaan turut menggunakan hak pilihnya di TPS Khusus. Kalapas M Sukardi Sianturi SH,MH didampingi KPLP Batara Hutasoit SH, memantau proses pemungutan suara.

Ketua TPS VII Hasudungan Hutahuruk didampingi Ketua TPS VIII Maston Hutasoit, pelaksana Pilkada di lapas berjalan aman, damai dan kondusif. Disebutkan pemilih yang terdaftar di DPT TPS VII sebanyak 124 pemilih, dan pemilih yang terdaftar di TPS VIII sebanyak 176 orang.

Hasil hitungan dari pemungutan suara di TPS VII pasangan nomor urut (1) Tumpak Siregar/Irwansyah memperoleh 60 suara, nomor urut (2) Eva Sassky/Sugito meraih 7 suara, pasangan nomor urut (3) Nuriaty/Sugito meraih 8 suara, pasangan nomor urut (4) Jr Saragih/Amran raih 16 suara, dan pasangan nomor urut (5) Lindung Gurning/Soleh raih 2 suara.

Sedangkan hasil hitungan pemungutan suara di TPS VIII pasangan nomor urut (1) Tumpak Siregar/Irwansyah raih 40 suara, pasangan nomor urut (2) Eva Sassky/Sugito raih 11, pasangan nomor urut (3) Nuriaty/Sugito raih 13 suara, pasangan nomor urut (4) Jr Saragih/Amran raih 16 suara, dan pasangan nomor urut (5) Lindung Gurning/Soleh raih 3 suara.

Minim Sosialisasi

Anggota Bawaslu Pusat, Nasrullah, menilai rendahnya partisipasi pemilih di sejumlah daerah yang melaksanakan Pilkada serentak termasuk Pilkada Kabupaten Simalungun, disebabkan minimnya sosialisasi oleh pasangan calon kepala daerah.

Menurut Nasrullah didampingi anggota Bawaslu Sumut Aulia Andri , Ketua Panwaslih Pilkada Simalungun, Ulamatuah Saragih dan anggota Panwaslih Pilkada Pematangsiantar, Darwan Saragih, di sela-sela pemantauan pelaksanaan Pilkada Simalungun susulan di TPS 2,Kelurahan Pamatang Raya,Kecamatan Raya, rendahnya partisipasi pemilih harus menjadi koreksi bersama secara nasional, sehingga pada Pilkada serentak 2017 tidak terulang kembali.

Nasrullah mengatakan, problem terberat yang menyebabkan rendahnya partisipasi pemilih pada Pilkada serentak disebabkan, media menjadi batasan bagi pasangan calon kepala daerah untuk mengaktualisasikan diri sebagai bagian sosialisasi.

Sementara itu Ketua KPUD Simalungun, Adelbert Damanik mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi Pilkada Simalungun dengan optimal, termasuk melibatkan tokoh masyarakat,dan pemerintah daerah serta media. (ama/ks/fhs)
sumber: analisadaily

Posted in Berita | Leave a comment

POLRES LANGKAT GAGALKAN PENCULIKAN DAN PEMERASAN

Stabat, (Analisa). Personel Polsek Secanggang dibantu personel Unit Pidana Umum (Pidum) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Langkat, berhasil menggagalkan kasus penculikan disertai dengan pemerasan terhadap pedagang toko kelontong di Desa Pantai Gading Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Selasa (9/2) pukul 20.30 WIB.

Keempat pelaku yakni Nov (34) supir, warga Jalan Medan Binjai KM 12 Kecamatan Sunggal, Kota Medan, Bripka NS (41) oknum anggota Polres Tanah Karo, warga Puji Dadi Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, AIPTU IAH, (40) oknum anggota Polres Binjai, warga Jalan Medan Binjai KM 12 Kecamatan Sunggal dan MFD (31) warga Jalan Tani Asri Gang Asal Kelurahan Tanjung Gusta Kecamatan Sunggal Kabupaten Deliserdang.

Dari para pelaku, petugas juga menyita barang bukti yang disita 11 macam rokok berjumlah 361 slok, uang sebesar Rp20 juta, sepucuk senjata air softgun beserta 12 butir peluru mimis, mobil toyota kijang Inova BK-1349 HG, 2 lembar ATM BRI.

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp40 juta. Saat ini semua para pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolres Langkat.

Peristiwa tersebut berawal korban di datangi oleh tiga orang pelaku yg mengaku anggota Polisi dan seorang pelaku lainnya berada didalam mobil. Kemudian ketiganya mengatakan bahwa korban telah menjual rokok tanpa cukai.

Kemudian para pelaku menggeledah isi toko tersebut. Selanjutnya mereka menyita rokok berbagai merk dari dalam toko, lalu membawa barang tersebut serta korban dengan menggunakan mobil toyota Kijang Inova BK-1349 HG.

Selanjutnya sewaktu didalam perjalanan pelaku meminta uang tebusan sebesar Rp100 juta, lalu terjadi kesepakatan sebesar Rp80 juta. Kemudian korban mentransfer via ATM sebesar Rp20 juta ke rekening istri pelaku MFD an Hartati. Setelah itu korban menghubungi istrinya dan meminta untuk mengantarkan uang sebesar Rp50 juta dengan seorang diri serta dgn membawa DVR CCTV.

Karena merasa ada kecurigaan, maka istri korban melaporkan hal tersebut kepada pihak Polsek Secanggang dan selanjutnya personel Unit Pidum Polres Langkat dan gabungan melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Sekira pukul 20.00 WIB para pelaku berhasil diamankan di Jalinsum kawasan Pantai Pakam Desa Karang Rejo Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, setelah terjadi aksi kejar-kerjaran antara pelaku dengan Kepolisian.

Kapolres Langkat AKBP Dwi Asmoro, SIK, MH didampingi Kabag Ops Polres Langkat Kompol J Sitompul dan Kanit Pidum Sat Reskrim Polres Langkat Ipda Zul Iskandar Ginting, saat pemaparan kepada wartawan di Mapolres Langkat, Rabu (10/2) membenarkan pihaknya telah menangkap empat pelaku penculikan disertai pemerasan.

Dijelaskannya, para pelaku mengambil beberapa sampel rokok berbagai merek 150 slop dan memasukkan ke mobil pelaku. Kemudian mereka membawa korban ke dalam kendaraan dan dikatakan akan dibawa ke Polda. Selanjutnya sejam kemudian tersangka menghubungi istri korban dan meminta untuk membawa uang tunai Rp50 juta berikut recoder CCTV dan diantarkan oleh sopir korban ke Kampung Nangka Stabat.

Istri korban kemudian menghubungi Kanit Reskrim Polsek Secanggang dan selanjutnya berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Agus Sobarna Praja, SIK, SH yang langung menurunkan tim untuk mengawal supir menyerahkan uang tersebut.

Namun dalam perjalanan titik pertemuan diubah dan akhirnya bertemu di Jalinsum Simpang Pantai Pakam Sidomulyo Stabat.

Sesaat setelah selesai transaksi, personel Unit Pidum menggunakan sepeda motor mengejar para pelaku, karena kabur, dengan terpaksa petugas menembak ban mobil pelaku sehingga kendaran mereka slip dan akhirnya jungkir balik, selanjutnya para pelaku berhasil diamankan tanpa adanya perlawanan.

Kini para pelaku yg melakukan tindak pidana penculikan seorang pengusaha grosir Muhammad Hutabarat alias Amat, (36) warga Pantai Gading Pangkal Titi Secanggang, Kabupaten Langkat, sudah mendekam di sel tahanan Mapolres Langkat.

Disinggung apa benar dua anggota kepolisian yang diamankan dari empat pelaku dan sejauh mana keterlibatan mereka, Kapolres Langkat mengakui masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. “Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan,” ujar Kapolres. (hpg)
sumber: analisadaily

 

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima | Leave a comment

KOPER PENUMPANG PESAWAT DILARIKAN PENCURI

Deliserdang, (Analisa). Koper berisi laptop, baju dan lainya, milik penumpang Garuda Indonesia jurusan Bali-Lampung-KNO, diduga dicuri setelah mendarat di Bandara Kualanamu International Airport (KNIA) persisnya di areal parkiran B Bandara itu.

Hal itu diketahui setelah melihat rekaman CCTV Bandara. Pelakunya diduga oknum supir taksi gelap yang sering mangkal di areal parkir B Bandara, kata Maike K Siagian (24), penumpang yang membuat laporan di kantor Offcer In Charger ( OIC) atau Airport Duty lantai III, Rabu (10/2) siang.

Menurut Maike, warga Jalan M Nawawi Harahap, Pasar Merah Medan ini, peristiwa terjadi, Selasa (9/2) pukul 17.55 wib. Sesampai di KNO, dari Bali liburan bersama lima temannya, saat mereka menunggu supir jemputan di areal parkiran B, disitulah kejadian hilangnya tas koper miliknya.

“Prosesnya saya tidak tau, namun sesampai di rumah, ternayata tas koper tidak ada. Selanjutnya saya kejar ke lokasi kami naik mobil di areal parkir itu ternyata tidak ada lagi,”paparnya.

Kejadian ini dilaporkannya kepada petugas Bandara, dan saat itu dilihat rekaman CCTV. Dalam rekaman itu ada oknum yang menarik tas kami lalu disembunyikan di balik tiang areal Bandara.

Dari rekaman itu, ciri-ciri pelaku baju kotak-kotak putih, kulit putih dan agak pendek dan pengakuan orang di sekitar parkir pelaku oknum supir taksi gelap sering mangkal di areal itu, katanya.

“Kedatangan kami ke OIC ini untuk melaporkan secara baik-baik. Kalau barang di dalam tas utuh tidak dilanjutkan ke pihak berwajib. Tetapi kalau tidak terpaksa dilaporkan sesuai dengan proses hukum,” ujarnya.

Manager Airport Duty, Indra Mulia Lubis yang bertugas membenarkan laporan penumpang Garuda kehilangan koper di areal parkir B.

“Korban datang ke mari meminta ulang dibuka rekaman CCTV, terkait pencuri kopernya,” kata Indra.

Permintaan korban sudah direkomendasi pembukaan CCTV kembali. Nanti kalau diputar nampak jelas siapa pelakunya. Dia mengimbau pada pengguna jasa Bandara baik yang datang dan pergi agar berhati-hati dengan barang bawaannya.

“Sebab, di KNIA ini banyak orang yang hilir mudik dan kita tidak tau watak dan prilakunya. Sedang peristiwa seperti yang dialami korban sudah yang sekian kalinya terjadi.

Bahkan sudah banyak pengguna jasa bandara mengalami kerugian besar atas kelalaian itu, imbuhnya. (kah)
sumber: analisadaily

 

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima | Leave a comment

TIPS LAWAN KANKER ALA RIMA MELATI, MERENGEK PADA TUHAN

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Aktris senior, Marjolien Tambajong atau lebih dikenal dengan nama Rima Melati, menyarankan masyarakat meraba seluruh bagian tubuh ketika mandi. Bila menemukan benjolan di salah satu bagian tubuh, segera berkonsultasi dengan dokter.

“Raba seluruh bagian tubuh ketika mandi, kalau menemukan benjolan, pergi ke dokter. Kalau perlu melakukan operasi,” kata Rima saat berbicara dalam peluncuran buku ‘Anakku Malaikatku’ di Toko Buku Kinokuniya, Plaza Senayan, Jakarta Selatan, hari Rabu (10/2).

Selain berkosultasi dengan dokter, Rima (76) yang mengaku pernah divonis mengidap kanker payudara saat usianya menginjak 42 tahun itu juga berpesan agar tidak lupa untuk selalu merengek kepada Tuhan.

“Kita memang harus merengek kepada Tuhan kalau mau sesuatu. Merengek yang bisa membuat kita jadi orang yang lebih baik dari sebelumnya. Karena saya yakin Tuhan adalah dokter di atas dokter,” katanya.

Kemudian, Rima menciratakan, gejala kanker dirasakannya ketika mandi, saat sedang melumurkan sabun di sekujur tubuhnya, dia menemukan benjolan kecil di payudaranya. Namun, saat itu dia mengabaikan temuan tersebut, benjolan itu hanya dianggap seperti ‘mainan’ saja.

“Tapi lama-lama sakit itu benjolannya, kan tambah besar. Akhirnya saya diajak suami saya untuk cek ke dokter dan dibilang dokter kena kanker payudara stadium 3B,” katanya.

Hingga akhirnya Rima diajak oleh sang suami, Frans Tumbuan untuk berobat ke Kota Rotterdam, Belanda, hingga akhirnya dinyatakan sembuh.

Meski telah dinyatakan sembuh dan terbebas dari kanker payudara, Rima mengaku tetap menjaga pola hidupnya. Salah satunya adalah dengan tidak lagi mengonsumsi daging. Kini, dia mengaku hanya mengonsumsi ayam, ikan, dan sayur-sayuran, seperti toge, bayam, serta kacang panjang.

“Saya tidak pernah makan daging lagi, saya hanya makan ayam, ikan, sayur, kebanyakan saya makan nasi pake sayur, kebanyakan toge. Tapi jangan makan kangkung, karena itu ada pemicu kankernya, bayam oke, tapi banyak toge dan kancang panjang. Saat bangun pagi saya ambil apel dan wortel untuk dijus, kemudian saya minum cappucino supaya tidak langsung tidur, kemudian banyak minum the,” ujarnya.

Kemudian, Rima menyarankan, agar masyarakat banyak mengonsumsi air putih. Sebab, air putih akan memperlancar pembuangan zat-zat yang berpotensi menyebabkan kanker. “Kalau mau sehat semuanya tergantung dari kita sendiri,” katanya.

Terakhir, Rima menyarankan pria juga memeriksa payudaranya sendiri. Sebab, walaupun jumlahnya tidak sebanyak pada perempuan, penyakit kanker payudara bisa menyerang kaum pria.

“Para pria, kalau ada yang aneh langsung ke dokter. Pak, jangan malas periksa payudata sendiri karena biar kecil, tapi tetap aja itu payudara,” ujarnya.
sumber:satuharapan

 

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Kesehatan | Leave a comment

ICW: HUKUMAN KORUPTOR SEMAKIN RINGAN

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Indonesia Corruption Watch (ICW), merilis hasil pemantauan tren vonis terhadap koruptor. Dalam pemantauan tersebut, disimpulkan bahwa hukuman terhadap koruptor pada tahun 2015 semakin ringan.

ICW menyatakan telah melakukan pemantauan terhadap 524 vonis perkara korupsi. Dari jumlah perkara tersebut, 564 terdakwa diantaranya telah diputus oleh pengadilan. Pemantauan dilakukan oleh Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW.

Sebanyak 401 putusan masuk pada kategori ringan, yakni vonis terhadap koruptor selama kurang dari satu tahun hingga empat tahun penjara. Sedangkan vonis bebas sebanyak 68 putusan.

Untuk vonis sedang, yaitu vonis selama kurang dari empat tahun hingga 10 tahun penjara berjumlah 56 putusan. Adapun vonis berat hanya mencakup tiga orang, dengan vonis diatas 10 tahun penjara.

Atas ini, ICW memberikan catatan terhadap beberapa permasalahan. Salah satunya tren vonis terhadap koruptor yang semakin ringan. Pada tahun 2013, sebanyak 79 persen terdakwa divonis ringan. Begitu pula pada tahun 2014 yang mencapai 78,6 persen. Tren di tahun 2015 pun tetap sama, dengan menyentuh presentasi 71,1 persen.

“Bisa jadi hal ini dikarenakan hakim lebih cenderung menjatuhkan hukuman minimal dalam ketentuan Pasal 2 (4 tahun) dan Pasal 3 (1 tahun) (UU Tindak Pidana Korupsi),” kata ICW.

Selain itu, ICW juga menyoroti ihwal aktor paling banyak yang terjerat korupsi sejak tahun 2013 hingga tahun 2015, yakni Pegawai Negeri Sipil dan swasta.

Menurut ICW, ini mengindikasikan adanya persoalan serius terkait hubungan kedua aktor dalam penyelenggaraan pemerintahan, “Besar kemungkinan sektor pengadaan barang dan jasa masih menjadi primadona sektor yang dibajak untuk meraup keuntungan,” kata ICW.

ICW lalu merekomendasikan agar semua jajaran Pengadilan memiliki kesamaan pandangan, bahwa korupsi merupakan kejahatan luar biasa. Maka itu hukuman terhadap koruptor mesti pula luar biasa.

Wujud konkrit itu adalah terbitnya Surat Edaran Mahkamah Agung atau Instruksi Ketua Mahkamah Agung agar hakim menjatuhkan vonis maksimal terhadap pelaku.

Pemantauan dan pengumpulan data terkait vonis tindak pidana korupsi rutin dilakukan ICW sejak tahun 2015.

Pemantauan tersebut dapat mengidentifikasi pihak yang paling banyak melakukan korupsi, putusan pengadilan paling berat bagi koruptor, rata-rata putusan pengadilan bagi koruptor, dan potensi kerugian negara karena korupsi. (antikorupsi.org)
sumber:satuharapan

Posted in Berita | Leave a comment

INI TUNTUTAN KOALISI MASYARAKAT SIPIL ATAS REVISI UU KPK

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi menentang agenda Revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Melalui pertemuan audiensi dengan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, hari Selasa (9/2), mereka menyampaikan beberapa tuntutan.

Tuntutan didasari survei Lembaga Indikator yang menunjukan kekecewaan publik atas Revisi UU KPK dan Petisi “Jangan Bunuh KPK, Hentikan Revisi UU KPK” di laman change.org yang mendapat 56.865 dukungan hingga hari Senin (8/2).

Adapun tuntutan tersebut adalah, pertama, seluruh fraksi di DPR RI menarik dukungan revisi UU KPK dan membatalkan rencana pembahasan revisi tersebut.

Kedua, Baleg DPR RI untuk mempertimbangkan dampak revisi UU KPK terhadap pemberantasan korupsi.

Ketiga, pemerintah, khususnya Presiden Joko Widodo, menolak membahas Revisi UU KPK bersama dengan DPR RI dan menariknya dalam Prolegnas 2015-2019.

Keempat, pimpinan KPK mengirimkan surat resmi yang menyatakan keberatan dan menolak terhadap rencana pembahasan Revisi UU KPK dengan substansi yang melemahkan kerja KPK.

Kelima, mendorong gerakan masyarakat sipil dan berbagai elemen yang menginginkan Indonesia bersih dari korupsi untuk bersatu padu menggagalkan upaya pelemahan KPK.

Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi yang hadir dalam pertemuan audiensi diantaranya Indonesia Corruption Watch (ICW), Indonesia Parliamentary Center (IPC), Migrant Care, Change.org, dan Komite Pemantau Legislatif (Kopel). (antikorupsi.org)
sumber:satuharapan

Posted in Berita | Leave a comment

“KAMI TUNGGU SIKAP JOKOWI SOAL REVISI UU KPK”

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menunggu sikap Presiden Joko Widodo terhadap rencana revisi Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Mempertahankan KPK itu harusnya kewajiban DPR dan khususnya bagi presiden. Kami sedang menagih janji Jokowi mengimplementasikan nawacita untuk memperkuat KPK sebagai lembaga pemberantasan korupsi. Kami tunggu sikap Jokowi,” ujar Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz, di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, hari Selasa (9/2), seperti dikutip Antara.

Menurut Donal, setidaknya empat poin dalam draf revisi UU ini bukannya memperkuat tetapi justru melemahkan KPK. “Saya mengambil kesimpulan, upaya revisi ini tidak ada satu pun pasal yang memperkuat KPK karena kewenangan yang ada saat ini, harusnya dipertahankan,” kata dia.

Empat hal ini, yakni pengembalian kewenangan penuntutan kepada Kejaksaan Agung, SP3 kasus-kasus korupsi, penyadapan harus dengan izin dewan pengawas, dan pembentukan dewan pengawas.

“Kami melihat tidak ada argumentasi itu dimunculkan. Pertama soal kewenangan penyadapan. Penyadapan oleh KPK itu sudah konstitusional karena sudah dua kali diuji di Mahkamah Konstitusi. Seharusnya tidak ada lagi argumentasi yang dicari-cari untuk merevisi kewenangan penyadapan oleh KPK,” kata Donal.

Kemudian, mengenai wewenang dewan pengawas yang melakukan penyadapan, Donal menilai, hal ini melangkahi kewenangan pemimpin KPK.

“Dewan pengawas tidak ada organ yang mengawasi fungsi, tugas seorang penyelidik, dan penyidik criminal justice system. Ini melangkahi kewenangan komisioner KPK itu sendiri. Sama saja apakah polisi mau menyadap harus izin ke Kompolnas. Kan tidak,” tutur dia.

Hal ketiga, ialah soal pengembalian kewenangan penuntutan pada pihak Kejaksaan. Donal menilai hal ini akan membuat proses penyelidikan kasus ke penuntutan kasus korupsi bertele-tele.

“Kemandekan kasus-kasus korupsi yang ditangani kepolisian sekarang ini terjadi karena salah satunya proses P19, bolak-balik perkara dari polisi ke jaksa itu lama. Itu yang membuat penanganan perkara korupsi menjadi tidak efektif,” kata Donal.

“Di KPK cenderung lebih cepat, dan efektif dengan alat buktinya karena saat mereka menyelidiki itu, jaksa-jaksa sudah meneropong penyidik KPK sehingga menjadi lebih cepat dan efektif dengan penyitaan-penyitaan,” katanya.

Donal meminta presiden mempertimbangkan matang-matang rencana revisi UU KPK. Apalagi, kata dia, masyarakat menuntut janji Jokowi untuk menolak revisi UU KPK. “Kalau revisi UU KPK disetujui, maka presiden sudah mencederai janji kampanyenya, janji untuk memperkuat KPK,” ujar Donal.

Dalam kesempatan itu, Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menyerahkan petisi penolakan revisi UU KPK saat audiensi pihak Badan Legislasi (Baleg) DPR RI. Audiensi ini bertujuan untuk menyampaikan pandangan Koalisi terhadap revisi UU KPK sebagai bahan masukan bagi Baleg dan penyerahan Petisi Online Penolakan Revisi UU KPK yang saat ini ditandatangani lebih dari 55 ribu orang.
sumber:satuharapan

Posted in Berita | Leave a comment