MUHAMMADIYAH PASTIKAN IDUL FITRI 17 JUNI

BANDUNG, SATUHARAPAN.COM – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin memastikan bahwa Muhammadiyah akan merayakan Idul Fitri 1436 Hijriyah/2015 pada 17 Juni 2015.

“Memang bagi yang menggunakan perhitungan hisab seperti Muhamadiyah sudah dapat memastikan Idul Fitri pada 17 Juli 2015, 16 Juli malam mulai takbiran,” kata Din Syamsudin usai menghadiri peresmian Pusat Halal Salman ITB di Bandung, hari Jumat (3/7).

Ia menuturkan, bagi ormas Islam yang menggunakan metode rukyat maka harus melihat dulu apakah pada 16 Juli malam atau maghrib, hilal sudah bisa dilihat di atas ufuk. Jika sudah bisa dilihat, maka akan berlebaran bersama.

“Namun bila enggak bisa keliatan apakah karena mendung atau lain-lain, maka pihak yang menggunakan rukyat ini akan menyempurnakan Ramadan menjadi 30 hari berarti akan ber-Idul Fitri pada 18 juli,” kata dia.

Pihaknya meminta setiap umat muslim tetap menjunjung tinggi toleransi jika penetapan Hari Raya Idul Fitri nanti berbeda.

“Toleransi saja. Ukhuwah islamiyah tetap dipelihara, kita kembangkan khususnya di Idul Fitri,” kata dia.

Kemungkinan Berbeda

Sementara itu, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin menuturkan adanya kemungkinan perbedaan tanggal perayaan hari Idul Fitri 1436 Hijriyah/2015 Masehi.

“Perbedaan ini karena ormas-ormas Islam masih menggunakan metode yang berbeda serta belum menyerahkan otoritas sepenuhnya untuk penetapan tanggal hari raya kepada pemerintah,” kata Thomas.

Dikatakan dia, saat ini ada tiga jenis perhitungan/metode, yakni untuk Muhammadiyah memakai kriteria hilal, NU menggunakan ketinggian dua derajat dan Persis menggunakan beda tinggi empat derajat.

Menurut dia, posisi bulan pada tanggal 16 Juli nanti sudah lebih dari dua derajat tetapi masih kurang dari empat derajat sehingga menurut ormas Muhammadiyah sudah pasti Idul Fitri akan berlangsung pada 17 Juli.

“Sedangkan untuk NU di kalendernya 17 Juli, tetapi NU akan menunggu kesaksian hilal. Padahal hilal saat itu masih rendah, sulit sekali diamati, potensi gagal ada. Sementara menurut Persis, itu belum masuk. Jadi kalau kalender Persis itu lebaran 18 Juli,” kata dia.

“Sehingga masih terbuka kemungkinan tanggal 17 atau 18 Juli 2015. Sidang isbat itu tidak bisa ditebak,” katanya.

Hasil rukyat, menurut Thomas, juga tidak bisa ditebak secara astronomi ada kemungkinan gagal sehingga memang masih ada kemungkinan Lebaran di tanggal 17 atau 18 Juli 2015.

Ia mengatakan, untuk menyikapi perbedaan tersebut ada cita-cita untuk memiliki kalender Islam tunggal yang mapan dengan syarat ada otoritas tunggal, ada kriteria yang disepakati dan ada batas wilayah.

“Untuk batas wilayah sudah disepakati, kriteria masih dalam proses penyatuan. Otoritas, belum, masing-masing ormas masih menjadikan otoritasnya adalah pimpinan ormas,” kata dia.

Menurut dia, untuk menjadikan sistem kalender Islam ini menjadi kalender yang mapan dan memberi kepastian ini yang paling utama untuk disepakati adalah otoritas tunggal.

“Jadi di dalam hal ini otoritas tunggal adalah pemerintah. Kalau ini disepakati maka saat sidang isbat ketika terjadi perbedaan, maka keputusan pemerintah yang akan diambil. Ada otoritas tunggal, itu ingin menyelesaikan ketika ada perbedaan seperti potensi ini dan juga saat Idul Adha,” katanya.

Karena itu, walaupun ada potensi perbedaan namun, dia tetap berharap ormas-ormas Islam yang dapat dapat mulai menyatukan diri dalam sidang isbat tahun ini.

“Ketika sidang isbat nanti akan diujikan apa mau mewujudkan kalender yang mapan atau tidak. Kalau iya maka butuh kelapangan dada dari ormas. Untuk mengalah, terlepas politik dan lainnya,” kata dia.

Lapan, menurut dia, sudah melakukan pendekatan dan sosialisasi dimana ormas-ormas ini telah mempertimbangkan adanya otoritas tunggal. (Ant)
sumber:satuharapan

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

IRAK USIR ISIS DARI KOTA KILANG MINYAK TERBESAR

BAGHDAD, SATUHARAPAN.COM – Pasukan Irak berhasil mengusir kelompok ISIS dari wilayah utara Kota Baiji Irak dan terus mengusir mereka dari seluruh daerah penghasil minyak terbesar itu dalam beberapa hari mendatang, ujar Juru Bicara milisi Syiah seperti dilansir Al Arabiya, hari Kamis (2/7).

Tahun lalu ISIS mulai menguasai Baiji, sekitar 190 kilometer di utara Kota Baghdad, saat mereka mengalahkan milisi Sunni di Irak. Baiji merupakan kota kilang minyak terbesar di negara tersebut dan terus menjadi perebutan antara ISIS dan Irak. (baca juga: ISIS Serang Kilang Minyak Terbesar Irak)

Jika para pejuang Syiah Hashd Shaabi dan pasukan keamanan Irak bisa mengendalikan kembali Kota Baiji, kondisi tersebut bisa mendorong mereka menguasai kota ISIS lainnya, Mosul.

Ahmed al-Asadi, seorang Juru Bicara Hashd Shaabi (para militer dari Iran), mengatakan, masih ada kelompok-kelompok kecil penyerang di wilayah timur laut dan barat laut dari kota, dan pejuang ISIS mencoba memulai serangan dari Desa Siniya.

“Saya dapat memastikan, lebih dari 90 persen wilayah Baiji telah dibersihkan dan di daerah lainnya akan dibersihkan pada waktu mendatang,” kata dia dalam sebuah konferensi pers di Baghdad.

“Musuh memang masih menguasai wilayah kilang, namun bagian pentingnya sudah berada di bawah kendali Hashd dan angkatan bersenjata Irak,” ujar dia menjelaskan.

“Setelah kelompok pemberontak tersebut disingkirkan, kilang akan kita kuasai dari semua sisi dan kami akan mengumumkan itu dalam beberapa hari mendatang.”

Sudah lebih dari sekali kilang minyak penting itu dikuasai kelompok militan, sejak ISIS meluncurkan serangan pada bulan Juni tahun lalu.

Pejabat di pusat komando daerah militer mengatakan, tangki penyimpanan minyak mentah dan pipa di kilang minyak Baiji telah rusak namun bisa diperbaiki. Sementara itu, tank gas alam dan fasilitas pengolahan, serta pembangkit listrik yang mengalirkan listrik ke kilang masih mengalami kerusakan.
sumber:satuharapan

Posted in Berita | Leave a comment

PRESIDEN JOKOWI TIDAK MAU KUNJUNGI PENGUNGSI SINABUNG KALAU PENANGANANNYA BELUM SELESAI

*Minta Fasilitas Relokasi Dituntaskan, *JK: Pemda Diberi Wewenang Menangani

Jakarta (SIB)- Penanganan pengungsi erupsi Sinabung harus segera dituntaskan. Bupati Karo mendengar kalau pengungsi sudah tidak mau lagi dikunjungi. Kalau memberikan bantuan, cukup Menteri Sosial saja yang melaksanakannya. Jadi kalau Presiden Jokowi  nanti ke sana, penanganannya sudah ditemukan secara permanen. Kalau hanya sebatas kunjung-mengunjungi, Presiden Jokowi tidak mau lagi.

Demikian dikatakan Bupati Karo Terkelin Brahmana SH kepada SIB seusai mengikuti rapat kabinet terbatas, Kamis (2/7) di Istana Negara, Jakarta.

Bupati didampingi Ketua Moderamen GBKP  Pdt Agustinus Purba dan Ketua Umum HMKI Alexander Barus yang hanya diijinkan mengikuti rapat kabinet tersebut menambahkan bahwa, Presiden Jokowi mengharapkan pembangunan rumah pemukiman korban erupsi Sinabung terutama tiga desa, Simacem, Bakerah Kecamatan Namanteran dan Desa Sukameriah Kecamatan Payung sudah siap Desember 2015. Termasuk pengadaan lokasi  perladangan warga sudah permanen. Kalau sebatas mengunjungi pengungsi atau memberikan bantuan; cukuplah Menteri Sosial.

“Jadi kalau nanti saya kesana, penanganan pengungsi sudah ditemukan secara permanen, baru saya mau datang,” ujar bupati mengulangi penjelasan Presiden Jokowi dalam rapat terbatas yang juga dihadiri Wapres Jusuf Kalla, Kepala Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan, Panglima TNI Jenderal Mueldoko, Kapolri, Kapala BNPB, Syamsul Maarif, Kepala Badan Geologi Surono, Menteri Pendidikan, Menteri Sosial, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Menristek Dikti dan lainnya. Hadir juga Pangdam I/BB, Mayjen Inf Edy Rahmadi dan  Gubsu Gatot Pujonugroho dan lainnya. Rapat berlangsung sekitar 1 jam dari pukul 13.15 s/d pukul 14.20 Wib.

Undangan Presiden untuk mengikuti rapat kabinet terbatas tersebut merupakan lanjutan rapat yang sebelumnya, Selasa (30/6) membahas penanganan erupsi Sinabung, baik pengungsi mau pun mengenai lokasi perladangan warga korban erupsi Sinabung dipimpin Sekretaris Kabinet (Seskab) Kabinet Kerja Jokowi-JK, Andi Widjajanto didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan , Sitinurbaya Bakar dan Menristek Dikti, M Nasir di ruang rapat Sekretaris Negara (Sekneg), Jalan Veteran, Jakarta tambah bupati.

Lokasi perladangan difokuskan ke kawasan APL
Dalam rapat tersebut, Presiden Jokowi juga mempertanyakan relokasi lahan perladangan warga korban erupsi Sinabung ke kawasan Area Pengguna Lain (APL) sekitar kawasan hutan Siosar yang luasnya 6.134 ha serta sebagian besar berada di “Puncak 2000” yang ditumbuhi ilalang dan pada umumnya masih lahan tidur. Presiden memfokuskan agar rencana lokasi perladangan warga pengungsi dialokasikan ke kawasan APL.

“Bagi saya tidak masalah. Terpenting bagaimana  cepat untuk membantu masyarakat. Sebab, masyarakat pengungsi sudah cukup lelah dan stres. Kalau soal kepemilikan tanah adalah masalah pribadi atau privat dan tidak ada hubungan dengan pemerintah. Kalau masalah pelepasan APL atau adanya jual-beli tanah APL tersebut semasa pemerintahan saya bahwa saya atau pun SKPD saya tidak ada terlibat. Kalau pemerintah pusat merasa ada keterlibatan atau penyalahgunaan pemerintah daerah dalam penyalahgunaan APL tersebut, silahkan periksa dan pemerintah daerah siap memberikan data atau informasi yang diperlukan,” jawab bupati  didampingi Sekda, dr Saberina, Asisten I, Suang Karo-karo, Kadis PUD, Paten Purba, Kadis Kehutanan, Martin Sitepu, Kadis Sosial, Alemina Br Bangun, Kepala BPBD Subur Tambun, PLt Pertanian, Munar Ginting, Staf ahli, Jernih Tarigan, Kadis Pendidikan, Saroha Ginting dan Abel Tarigan mewakili Bappeda Karo.

“Ini  melanjutkan rapat di BNPB di Jalan Pramuka membahas penanganan pengungsi dan relokasi secara teknis sebagaimana diinstruksikan Presiden Jokowi dalam rapat kabinet terbatas tadi”, tambah bupati mengakhiri.

PRESIDEN MINTA FASILITAS RELOKASI DITUNTASKAN
Presiden Joko Widodo meminta kementerian terkait segera menyelesaikan kesiapan fasilitas perumahan yang diperuntukkan bagi 370 Kepala Keluarga korban letusan Gunung Sinabung yang direlokasi.

Dalam sidang kabinet paripurna yang berlangsung di Kantor Presiden Jakarta, Kamis, Kepala Negara mengatakan saat ini sudah selesai 130 rumah dan pada Agustus mendatang akan selesai 370 rumah, namun kondisi di lapangan, belum dialiri  listrik dan air.

Presiden meminta fasilitas itu segera dilengkapi. Menteri BUMN dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) diminta  Presiden untuk segera menuntaskan itu.
Presiden menargetkan agar selesai keseluruhannya pada Agustus mendatang.

“Agustus 370 selesai listrik tidak ada tidak mau pindah, air juga termasuk tandon air, menteri PU, juga kasur, dari Kemensos, termasuk meja kursi, peralatan dapur kalau ada anggarannya maka relokasi 370 KK selesai permanen,” tukasnya.

Presiden Joko Widodo menegaskan penanganan masyarakat yang terkena imbas letusan Gunung Sinabung di Sumatera Utara akan diubah mengingat perkiraan letusan yang bersifat jangka panjang.

JK: Pemda Diberi Wewenang Menangani
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menegaskan tanggung jawab berada di tangan pemerintah daerah. Nantinya pemerintah pusat yang akan melakukan pengawasan.

“Bukan soal Keppres, itu diberikan kewenangan, tugas kepada pemda, Gubernur dan bupati untuk segera menyelesaikannya, dan dipantau oleh pusat,” ujar JK di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (2/7).

“Jadi Pemdalah yang bertanggung jawab, pokoknya Pemda, Pemda saja yang bertanggungjawab, nanti mereka yang atur lah,” lanjutnya. (BR2/detikcom/Ant/c)
sumber: hariansib

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

POLISI TURUNKAN ANJING PELACAK CARI BAHAN PELEDAK DAN SISA KORBAN DI LOKASI

37 Jenazah Pesawat Hercules Kembali Diberangkatkan dalam 3 Penerbangan

Medan (SIB)- Sebanyak 37 jenazah korban jatuhnya pesawat Hercules kembali diberangkatkan melalui Pangkalan  Udara (Lanud) Soewondo Medan, Kamis (2/7). Ke-37 jenazah tersebut diberangkatkan dalam 3 kali penerbangan.

Kepada wartawan, Danlanud Kolonel Chandra Siahaan mengatakan, penerbangan pertama dengan menggunakan pesawat Hercules A-1328 membawa 21 jenazah, setelah sebelumnya disemayamkan di Lanud Soewondo Medan. Ke-21 jenazah itu diberangkatkan dengan tujuan Pekanbaru, Halim Perdana Kusuma, Jogja, dan Malang.

Diketahui, 15 dari 21 jenazah yang pertama diberangkatkan merupakan anggota TNI, yakni Prada Alfian, Letda Kaal Bayu, Serda Ando Dandi, Kopdas Pas Suryanto, Pratu Ardiyanto Wibowo, Sertu Pas Irianto Sili, Serda Ainul Abidin, Serda Syamsir, Lettu PNB Pandu Setiawan, Serka Sutrisno, Kopda Mujiman, Pratus Warsianto,  Kopda Dani, dan Serda Agung. Sementara, 6 jenazah lainnya yang merupakan warga sipil yaitu Leonardo, Biakti Nugraha, Ananda Putri, Armayanti, Revaldogeavin, Anzardea.

Penerbangan kedua, dua korban anak dan istri dari Serda Marinir Amir diterbangkan dari Lanud menuju Ranai Kepulauan Natuna menggunakan pesawat milik TNI Angkatan Laut. Pemberangkatan jenazah Junita dan Wildan dipimpin langsung Danlantamal I Belawan Laskma TNI Yudo Margono disaksikan Danlanud Kolonel Chandra Siahaan.

Keberangkatan ketiga, 12 jenazah kembali diberangkatkan dari Lanud Suwondo menggunakan pesawat CN 295, setelah sebelumnya selesai dilakukan otopsi oleh tim Disaster Victim Identifikasi (DVI). Keberangkatan jenazah disaksikan langsung dihadiri Pangkoopsau I  Marsekal Muda TNI A Dwi Putranto, Danlanud Kolonel Chandra Siahaan, serta keluarga korban.

Ketika diwawancara, Pangkoopsau I  Marsekal Muda TNI A Dwi Putranto menyebutkan, daerah-daerah tujuan pemulangan 12 jenazah meliputi, Ranai/Natuna, Pekanbaru, Tanjung Pinang. Disebutkan, jumlah total korban pesawat Hercules yang telah dipulangkan mencapai 65 jenazah.

“Saat ini, sudah 65 jenazah dipulangkan. TNI AU akan terus melakukan pemulangan jenazah korban Hercules C-130 setelah tim DVI berhasil melakukan identifikasi,” tegasnya.

Terpisah, sejumlah anjing pelacak Direktorat (Dit) Sabhara K-9 Poldasu diperbantukan ke lokasi untuk mencari jenazah dan amunisi yang masih berada di lokasi jatuhnya pesawat Hercules A-1310. Hal itu disebutkan Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Helfi Assegaf kepada SIB, Kamis (2/7) siang.

Terlihat di lokasi, pihak kepolisian bersama anjing pelacak menelusuri tempat jatuhnya pesawat untuk mencari sisa amunisi dan potongan korban lainnya. Sedikitnya, 3 ekor anjing pelacak terlihat dipandu personil unit satwa Dit Sabhara Poldasu. Polisi langsung memasang tanda pada titik-titik yang diduga menjadi tempat tertimbun korban dan amunisi yang dicari.

“Itu diberi tanda supaya bisa digali lagi,” ujar seorang perwira kepolisian di lokasi.

Dijelaskan, anjing pelacak yang diturunkan memiliki beberapa spesifikasi, seperti mengendus bahan peledak (handak) dan keberadaan korban manusia. Kemudian, sejumlah titik yang sudah diberi tanda langsung digali dengan menggunakan alat berat milik Zipur Kodam I/B.

DVI Kembalikan 92 Jenazah ke Keluarga

Sementara itu, nama korban yang sudah terindifikasi oleh tim DVI dan sudah diserahkan kepada keluarga sampai pada pukul 15.00 WIB, Kamis (2/7) yakni,
1. Rizaldi
2. Serda Ando Dandi Prastowo
3. Letda Kal Agus Riadi
4. Ati Rusmiati (keluarga Pelda Lubis)
5. Melita Dwi Anggriani (keluarga Pelda Lubis)
6. Dani Eswe
7. Serka Lutfi (penerbang)
8. Syahrul Mufit
9. Peltu Yahya (crew)
10. Pratu Warsianto
11. Agus Salim (Ranai/sipil)
12. Sertu Irianto
13. Revaldo (anak Pelda Ari)
14. Armiyanti (istri Pelda Ari)
15. Gavin Mesiliano (Ranai/keluarga Pelda Ari)
16. Tianol Hutagaol
17. Peltu Ngateman
18. William (anak Mayor Fani)
19. Sautan Sinurat
20. Leonaldi HO (anak Pelda Ari)
21. Sahat Maratua Sinaga (Kepri)
22. Jariaman Sinurat
23. Wildan (3 tahun)
24. Eni Sembiring
25. M Natsir
26. Rita Yunita Sihombing
27. Pratu Septri Doni
28. Sertu Aag Subana (Depo 70)
29. Pelda Warsito
30. Alvin Syahroni (Ranai)
31. Serda Sugiyanto (Pekan Baru)
32. Serda Joko Purwanto (penerbang)
33. Tiarlin Sinaga
34. Pelda Agus Purwanto (crew)
35. Serda Pebri Rahmadano (penerbang)
36. Roslina Wati
37. Ivan Ganda Situmorang
38. Azzura (keluarga Kolsus Aminul Hakim)
39. Risma Purba
40. Lettu Tek Rahmad Samdani (Depo Har 70)
41. Rika (keluarga Pelda Lubis)
42. Anidya Putri (5 tahun)
43. Azira
44. Serka Kaliman (Depo 70)
45. Biakti Nugraha
46. Indriani Siahaan
47. Serda Samsir Wanto (Depo 60)
48. Serda Novik (penerbang)
49. Rully Yustinus Sihotang
50. Kapten Pnb Sandi Permana
51. Pelda Parijo
52. Serma Bambang Heliwanto
53. Eka Purnama Sari
54. Peltu Ibnu Kohar
55. Lettu Dian Sukma Pasaribu
56. Pantu Setiawan
57. Kapten Nav Riri Setiawan
58. Pelda Andik Supriadi
59. Robiyanto
60. Lettu Penerbag Heri Saputro
61. Arjuna (keluarga Kolsus Aminul Hakim)
62. Rinadli Wadianto
63. Intan Irisanti
64. Rizki Budi
66. Irma Anggriani
65. Mei Adelina Tobing
66. Freslin Sitanggang
67. Prada Alvian
68. Nurmala Sipayung
69. Nahya Sifa
70. Serda Ainul Abidin
71. Kopda Sujiman
72. Kopda Erya Ageng
73. Anjar Dea Okisa
74. M Arif Bijaksono
75. Jonathan
76. Serda Agung Budiarto
77. Novitasari Manalu
78. Lusianto Pana
79. Rizki Putri Ramadani
80. Letda Bayu Perdana
81. Kopda Syahranto
82. Karminto
83. Ester Yosefin Sihombing
84. Like Simbolon
85. Nurhalimah
86. Rusti Arisanti
87. Arifin Suharno
89. Serka Sutrisno
90. Reni Monika Sihotang
91. Pratu Rudi Hariyono
92.  Pratu Ardiyanto.
sumber: hariansib

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

HARI INI, 12 RIBU ANAK PIARA GBKP MENARI “ROTI MANIS” CETAK REKOR MURI

* Anak-anak PIARA GBKP Belajar Budaya Karo

Sukamakmur (SIB)- Hari ini, Kamis (2/7) 12 ribu anak-anak GBKP peserta Piara akan mencetak rekor Muri dalam pagelaran tarian tradisionil yang pertama sekali dilakukan lewat tarian “Roti Manis” di lapangan RC Sukamakmur Sibolangit.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Panitia Piara GBKP 2015, Pdt Erik Jhonson Barus DTh kepada SIB, Rabu (1/7) di kantor Sekretariat Panitia Piara Retret Center Sukamakmur. Menurutnya, tujuan perhelatan tarian tradisionil ini bukan semata sensasi atau untuk mencatat rekor, namun GBKP sebagai gereja suku bertanggung jawab untuk mengembangkan dan melestarikan budaya daerahnya termasuk tarian.

Sementara itu, memasuki hari ke-4 Piara GBKP, berbagai acara telah dilakukan guna menunjang peningkatan spiritualitas dan kreatifitas anak termasuk upaya pelestarian budaya Karo. Di setiap pentas menyajikan khasanah budaya Karo mulai dari pengenalan dan perkembangan pakaian orang Karo. Dalam sesi perkembangan pakaian orang Karo, Lukas Tarigan memperkenalkan kekayaan corak, arti dan cara berpakaian budaya Karo.

Sedangkan di pentas Cakrawala, Abadi Sinukaban menyampaikan kepada seluruh peserta bagaimana cara membuat dan memakai tudung, erbulang (pakaian yang dikenakan di kepala pria dan wanita) termasuk erabit dan ersampan (kain sarung pria dan wanita). Seluruh peserta berkesempatan untuk cara membuat tudung agar generasi ahli pembuat tudung terus berkembang sepanjang jaman.

Di pentas Go Green, Julianus Limbeng juga memperkenalkan musik dan tarian Karo, secara khusus bentuk alat musik dan ritme tarian yang selaras dengan lagu. Hal ini diperkenalkan kepada seluruh anak, karena perkembangan musik dan tarian Karo terus dipengaruhi perkembangan jaman. Untuk itu gereja harus dan terus melestarikannya melalui kegiatan ceramah budaya, ujar Limbeng.

Untuk pentas Flora, Pdt Kongsi Kaban juga memperkenalkan permainan Karo yang hampir terlupakan saat ini, apalagi perkembangan jaman terus akan mengikis permainan orang Karo, apalagi di jaman era digital dengan kehadiran game on line di rumah-rumah. Termasuk di pentas Matahari juga dilakukan pengembangan kerajinan tangan khas Karo seperti cara membuat “Baluat” (seruling-red) dan “Keteng-keteng” (musik gendang dari bambu-red).

Malem Ukur Ginting yang juga tokoh budaya Karo memperkenalkan tata cara “Ertutur” orang Karo serta kaitan Merga Silima dan orat tutur dalam kehidupan sehari-hari. Sementara di pentas Manusia, Pdt Kalvinsius Jawak juga memperkenalkan cakap Karo dan “Anding-andingen” (cerita perumpamaan). Sedangkan di panggung Bumi juga diperkenalkan berbagai makanan khas Karo, yang selama ini dikenal unik dan enak seperti cimpa (kue), cipera, dan trites.

Geliat pagelaran malam budaya di pentas utama akan menampilkan berbagai tarian daerah dan lagu dari utusan anak-anak GBKP se-Klasis di Indonesia, termasuk acara lawak rohani Dogol-Merap dan pementasan drama. (B02/d)
sumber: hariansib

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

PEMERINTAH TUNDA SELEKSI CPNS 2015

Jakarta (SIB)- Kementerian Pemberdayaan Anggaran dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) melalui surat nomor B/2163/M.PAN/06/2015 tertanggal 30 Juni 2015 yang ditandatangani Menteri PANRB Yuddy Chrisnandi memutuskan menunda seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2015. Penundaan ini mengacu kepada UU ASN Nomor 5 tahun 2014.

Dalam lama resmi Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Yuddy Chrisnandi menyatakan, kebijakan ini dilakukan karena masih banyak kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah yang belum menyelesaikan kewajibannya. Sejumlah elemen tersebut masih belum rampung menyelesaikan kewajibannya.

Kewajiban tersebut kata Yuddy terkait analisis jabatan (Anjab) dan analisis beban kerja (ABK) dengan benar. Selain itu, Kementerian dan lembaga serta Pemerintah Daerah hingga kini juga masih banyak yang belum merampungkan perencanaan kebutuhan pegawai dalam 5 tahun.

Lebih rinci Yuddy menerangkan, baru 18 instansi pemerintah pusat yang sudah menyelesaikan kewajibannya. Sebanyak 58 kementerian dan lembaga belum menyelesaikannya. Jumlah yang sudah menyelesaikan angat kecil mengingat total kementerian dan lembaga mencapai 76 buah. Untuk pemerintah daerah, Yuddy mengungkapkan, dari 572 kabupaten/kota dan provinsi, baru 72 daerah yang sudah menyelesaikan Anjab dan ABK 100 persen.

Sementara itu Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik (HUKIP) Herman Suryatman menyatakan, penundaan ini dilakukan seluruh instansi pemerintah dalam mematuhi ketentuan aturan perencanaan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN). “Ini semua tertuang di dalam Undang-Undang ASN  Nomor 5 Tahun 2014,” ujarnya. (BR7/ r)
sumber: hariansib

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

10 ORANG LULUSAN SMA PENCAWAN MEDAN PEROLEH BEASISWA MASUK USU

Medan (SIB)- Sebanyak 10 orang lulusan SMA Swasta Pencawan Medan diterima kuliah di USU (Universitas Sumatera Utara)  tahap II dengan memperoleh beasiswa dari Pemerintah RI. Selama perkuliahan seluruh uang kuliah, uang makan dan akomodasi ditanggung oleh pemerintah sampai  tamat (sarjana).
Hal itu dikatakan Kepala SMA Pencawan Medan Nila Nekodema Barus SPd didampingi PKS KEsiswaan Dra Friska Purnama Sihombing MSi dn PKS Kurikulum Rehulina Sitepu SPd kepada wartawan di Kampus Pencawan Jalan Bunga Ncole Medan Tuntungan, kemarin.

Dikatakan, ke-10 orang  yang diterima tersebut yaitu : Jaya P Hutasoit (jurusan akuntansi PTN POlmed USU), Silvia Hardianti Manik (jurusan akuntansi PTN Polmed USU), Etika Suhaila (jurusan teknik elektro Polmed USU), Monika Putri Pencawan (jurusan akuntansi PTN Polmed USU), Shella Novita (jurusan Konversi  Energi Polmed USU), Romationa Pandiangan (jurusan administrasi bisnis PTN Polmed USU, Hani Maharani (jurusan Sastra Jepang PTN USU), Asma Ui HUsna (jurusan Fisika PTN USU), Lidia Situmeang (jurusan Sejarah PTN USU) dan Muji Desi Anjelina Siregar (jurusan konversi energi PTN Polmed USU).

Menurut Nila Nekodema,  ke-10 orang lulusan SMA Pencawan itu mempunyai prestasi sejak kelas X-XII dan orangtuanya kurang mampu membiayai kuliah sehingga pihaknya mengusulkan nama-nama tersebut untuk masuk jalus Bidik Misi yang merupakan program kuliah yang seluruh biayanya baik uang kuliah, akomodasi dan konsumsi ditanggung oleh pemerintah. Penerima beasiswa  dari SMA Pencawan, katanya,  setiap tahun akan terus bertambah mengingat kegigihan para guru dan ketekunan para siswa mengikuti les setiap pulang sekolah.

Penasehat Yayasan Pencawan Ruben Tarigan SE yang juga Wakil Ketua DPRD Sumut didampingi Ketua Yayasan Pencawan Drs Masty Pencawan MPA yang ditemui SIB di kantor DPRDSU mengaku bangga dan puas atas prestasi yang diraih SMA Pencawan. Begitu juga kepada pengelola SMA Pencawan, Kepala sekolah beserta Wakil Kepala Sekolah  dan guru guru yang telah bekerja keras mendidik siswa  sehingga pada tahun ini 19 lulusan SMA Pencawan  berhasil masuk ke berbagai perguruan tinggi negeri 10 di antaranya masuk USU. “Kita akan terus tingkatkan sarana dan prasarana sekolah,” kata Masty Pencawan seraya menyebut, SMA Pencawan Medan telah diakreditasi “A” dilengkapi Lab Fisika, Kimia, Biologi, Koputer dan lapangan olahraga yang cukup memadai seperti futsal, volley, tenis meja, bulu tangkis dan atletik.

Para orangtua penerima beasiswa berterimakasih atas keberhasilan anak-anaknya. Orangtua Monika Putri, Effendi Peranginangin dari Desa Lau Baleng bersama orangtua Lidia Situmeang dari Tobasa mengucapkan terimakasih  kepada pemerintah yang telah menerima anak mereka dalam program bidikmisi  dengan biaya sepenuhnya dari pemerintah. (r4a/w)
sumber: hariansib

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

8 INSIDEN KECELAKAAN HERCULES DI INDONESIA

JAKARTA, KOMPAS.com — Jatuhnya pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara, di Medan, Sumatera Utara, Selasa (30/6/2015), bukanlah insiden pertama.

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, setidaknya sebelumnya sudah ada tujuh kecelakaan pesawat Hercules. Kecelakaan kali ini tercatat sebagai insiden kedelapan.

Berikut catatan kecelakaan pesawat Hercules berbagai tipe yang terjadi di Indonesia:

3 September 1964, Selat Malaka
Hercules C-130 milik Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) bernomor registrasi T-1307 dan dipiloti Letkol Djalaludin Tantu dinyatakan hilang setelah mengalami putus kontak saat melakukan operasi Dwikora.

Diperkirakan, pesawat yang membawa 47 anggota Pasukan Gerak Tjepat itu jatuh di perairan Selat Malaka, akibat terbang rendah untuk menghindari radar lawan.

16 September 1965, Long Bawang, Kalimantan Timur
Pesawat Hercules C-130 AURI nomor registrasi T-1306 jatuh tertembak pasukan sendiri. Menurut informasi, sebelum pesawat yang dipiloti Mayor Soehardjo dan Kapten Erwin Santoso itu terjatuh, sejumlah penumpang dan awak sempat terjun dari pesawat dan selamat.

21 November 1985, Gunung Sibayak, Sumatera Utara
Pesawat intai maritim model Hercules C-130 milik TNI AU jatuh di kawasan Embusan Sigedang, Gunung Sibayak. Pesawat bernomor ekor T-1322 ini menabrak gunung dalam perjalanan rute Medan-Padang dan menewaskan 10 awak pesawat.

5 Oktober 1991, Condet, Jakarta Timur
Kecelakaan yang menelan 135 korban tewas ini terjadi setelah lepas landas dari Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma, saat perayaan HUT Ke-46 ABRI. Hercules C-130 milik TNI AU bernomor A-1234 ini dipiloti Mayor Syamsul.

20 Desember 2001, Lhokseumawe, Aceh Utara
Hercules L-100 milik TNI AU bernomor registrasi A-1329 itu terbakar karena pendaratan overshoot atau tak sempurna di Lapangan Udara Malikul Saleh. Pesawat yang dipiloti Kapten Rida Hermawan itu diketahui mengangkut 80 penumpang. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

11 Mei 2009, Jayawijaya, Papua
Lantaran satu bannya lepas, Hercules C-130 milik TNI AU tergelincir dan mengalami kecelakaan di landasan pacu Bandar Udara Wamena. Ban yang lepas dikatakan mengenai seorang warga.

20 Mei 2009, Magetan, Jawa Timur
Kecelakaan dialami pesawat Hercules L-100-30 bernomor registrasi A-1325, yang mengangkut sejumlah tentara dan keluarganya. Pesawat yang dipiloti Mayor Penerbang Danu Setiawan ini menabrak permukiman dan ladang sebelum akhirnya terbakar dan menewaskan 98 penumpang dan 2 warga setempat.

30 Juni 2015, Medan, Sumatera Utara
Pesawat Hercules C-130 yang mengangkut logistik jatuh menimpa ruko-ruko di Jalan Jamin Ginting, Medan. Pesawat baru saja lepas landas dari Lapangan Udara Suwondo, Medan, pukul 11.48 WIB. Dua menit kemudian, atau pada pukul 11.50 WIB, pesawat tersebut jatuh.
sumber: kompas

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

BUNGA BANK VERSUS RIBA SEBUAH PERGULATAN PEMIKIRAN

Mochammad Andre Agustianto, Mahasiswa Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Dalam dunia keilmuan, prinsip novelty atau kebaruan dalam menghasilkan kreasi berfikir merupakan sebuah hal yang penting, terutama yang erat kaitannya dengan penerapan hukum di masyarakat. Dengan penjelasan sederhana, semacam sebuah kewajiban bagi akademisi yang konsen di suatu bidang tertentu untuk mampu menghasilkan dan mewujudkan istinbat hukum baru yang bernuansa fleksibel dan relevan bagi kemaslahatn ummat, menyesuaikan dengan zaman dan tuntutan kebutuhan.

Dalam hal bunga bank dan riba misalnya. Perdebatan mengenai hal ini sudah banyak dibahas dalam literatur-literatur dengan berbagai bahasa. Setidaknya dari kesemuanya itu bisa dikelompokkan menjadi tiga kelompok besar: Pertama: mereka yang secara konsisten menolak dan mengharamkan bunga bank dan mempersamakannya dengan riba dalam sedikit banyaknya. Kedua, mereka yang menolak adanya kesamaan antara bunga bank dan riba hingga membolehkan secara mutlak. Ketiga, digadang sebagai kelompok modernis yang toleran, terlebih dahulu membedakan jenis bunga yang eksploitatif dan tidak, antara interest dan usury. Sederhanya bagi mereka yang toleran ini menolak penghalalan bunga bank secara mutlak sebagaimana mereka juga menolak pengharaman secara mutlak.

Dalam pandangan kelompok modern, peranan pemerintah dalam meregulasi besaran bunga, sebagaimana yang dilakukan oleh Bank Indonesia, dianggap sebagai langkah tepat dan sebuah keniscayaan yang tidak bisa dipisahkan dari peranan bank yang berfungsi sebagai lembaga intermediary yang pastinya membutuhkan dana dan biaya dalam operasionalnya. Oleh karena itu, wajar bank mengambil keuntungan dari bunga. Walhasil, selama besaran bunga yang diambil oleh bank itu menurut pada BI rate (interest), maka itu sah dan legal, tapi jika diatasnya (usury), haram. Seperti itulah kira-kira konsep usury dan interst secara simpelnya.

Kembali kepada tuntutan menghasilkan pemikiran yang bernilai novelty. Pernah suatu ketika berhasrat untuk mengambil pendapat ulama-ulama kontemporer yang modern mengenai hukum bunga perbankan konvensional, dengan cara mencoba untuk mengklasifikasikan pola transaksi menjadi pinjaman produktif dan pinjaman konsumtif. Seperti pemikiran Rashid Ridha dalam tafsir al-Mannar misalnya, yang bahkan menyesalkan pola pikir orang sekarang yang menyamakan secara 100% antara bunga bank dan riba yang diharamkan.

Akibat dari itu, terbesit pula pikiran untuk menyingkirkan sejenak bentuk ratio-legis pengharaman riba nasiah sebagaimana yang terbukukan pada literatur fikih. Untuk akhirnya mengganti dengan dengan motif pengharaman praktik tersebut dengan adanya “tindak kezaliman/eksploitasi” pada pihak yang berhutang. Yaa.. biar dikata ikut corak pemikiran yang kekinian. Oke, sampai disini saya (mencoba) sepakat.

Penjelasan teknis sederhanya begini, jika terjadi transaksi pinjam meminjam di perbankan konvensional dengan jumlah sekian dan dengan tenggat waktu sekian, dengan pengembalian berlebih dari pokok pinjaman (bunga), tidak bisa serta merta divonis sebagai riba yang diharamkan. Kita lihat terlebih dulu, apakah terjadi tindak kedzaliman disana? Apakah telah terjadi eksploitasi dalam pemberlakuan bunga itu? jika memang terjadi maka itu merupakan bunga a.k.a riba yang dilarang oleh Allah. Tapi tidak terdapat unsur penzaliman apapun disana, maka itulah pengejawantahan dari prinsip saling rela (‘an taradhin) pada sebuah transaksi. Dengan tambahan apologi, toh, gak mungkin kan bank berani memberikan pinjaman kepada orang yang tidak potensial dan dinilai tidak layak/mampu mengembalikan. Sering kali logika ini kemudian dikaitkan dengan motif pinjaman konsumtif dan produktif.

Bukan itu saja, kalimat sakti yang kerap digunakan sebagai argument untuk mematahkan ketiadaan tindak aniaya/kezaliman sebagai pembenar pada transaksi bunga seperti ini adalah,:

“Coba kamu perhatikan, apa iya, pengusaha kaya yang pinjam modal di bank bertujuan untuk mengembangkan usahanya, ketika dia sukses dia akan merasa terdzalimi dengan bunga yang ada? tentu tidak kan?”

Pertanyaan yang sangat logis bukan?, saking logisnya bahkan nyaris membuat saya hampir bergeser keyakinan untuk ikut membenarkan pendapat ini.

Namun sekarang, setelah mempelajari sedikit banyak tentang metode perhitungan keuntungan perbankan konvensional melalui metode bunga efektif, flat dan anuitas ditambah dengan beberapa pengalaman dan sharing forum diskusi oleh para praktisi perbankan, cukup membuat melek mata. Betapa tidak, ternyata ada sisi lain yang melatarbelakangi penggunaan dan pengembangan metode perhitungan tersebut.

semacam muncul rasa kurang puas jika hanya menarik keuntungan dengan metode bunga efektif, maka dibuatlah bunga proporsional/flat, kurang puas lagi dibuat lah metode anuitas, bahkan untuk mengantisipasi pelunasan nasabah di awal perjanjian yang berpotensi menghilangkan “prediksi keuntungan” pihak bank, dibuatlah regulasi bermacam-macam, mulai dari larangan pelunasan sebagian hingga penjatuhan pinalti bagi nasabah yang berniat melunasi keseluruhan hutangnya sebelum jatuh tempo.

Sedikit saya jelaskan sedikit sebagai berikut:

Bunga Efektif adalah bunga yang harus dibayar setiap bulan, sesuai dengan saldo pokok pinjaman bulan sebelumnya. Dengan bunga efektif ini cicilan hutang kita setiap bulan makin berkurang, seiring berkurangnya pokok pinjaman. Tapi rupanya bank kurang berhasrat untuk menerapkan metode perhitungan bunga efektif tersebut karena dianggap kurang menguntungkan.

Bunga Flat adalah bunga yang besarnya sama setiap bulan, karena dihitung dari prosentasi bunga dikalikan pokok pinjaman awal. Bahasa sederhananya untuk bunga flat ini adalah, kita membayar bunga berdasarkan besarnya pinjaman awal kita. Jadi meskipun pokok pinjaman kita sudah berkurang banyak, tapi kita tetap harus membayar bunga berdasarkan jumlah pinjaman awal.

Metode Bunga Flat ini sangat menguntungkan bank, karena memberi hasil bunga berbunga buat perusahaan. Tapi karrna dasarnya bank itu adalah bisnis lintah darat maka Bunga Flat dianggap masih kurang “memeras” nasabah.

Maka untuk memuaskan nafsu serakahnya dimodifikasilah perhitungan bunga diatas menjadi METODE ANUITAS.

Metode Anuitas ini mirip dengan Bunga Flat yang kejam itu, hanya saja berkat kejeniusan mereka jadi jauh lebih kejam lagi! Sama seperti Bunga Flat, dalam Metode Anuitas nasabah membayar cicilan dalam jumlah tetap berdasar besarnya pinjaman awal. Tapi dalam metode Anuitas, mereka membuat secara sepihak metode pengurangan pokok yg sangat merugikan nasabah. Dalam metode Anuitas, cicilan awal lebih banyak diperuntukkan buat bunga. Sangat sedikit pembayaran yang dialokasikan untuk mengurangi pokok pinjaman.

Sebagai gambaran, jika kita pinjam 200 juta ke bank dengan bunga 10% setahun untuk masa 15 tahun. Maka cicilan bunga yg harus kita bayarkan tiap bulan adalah Rp 1.660.000, pokoknya sebesar Rp 1.11.000. Total cicilan Rp 2.771.000. Saat memasuki tahun keenam atau bulan ke 72, maka kita sudah menyetor pada bank sebesar Rp 199.500.000. Pokok yang sudah kita bayarkan adalah sebesar Rp 80.000.000.

Pertanyaannya, benarkah hutang kita sudah berkurang 80 juta? TIDAK!

Berkat metode Anuitas tadi hutang kita ternyata hanya sedikit berkurang! Jadi metode anuitas ini sangat-sangat menguntungkan bank. Bagi yang sudah mengambil KPR di perbankan konvensional, silahkan sekali-sekali bertanya kepada pihak bank perihal berapa sisa hutang anda.

Saat hendak melunasi hutang di tengah jalan maka kita harus menerima kenyataan jika ternyata sisa hutang kita tidak jauh beda dari jumlah awal.

(meski belum pengetahuan final), dari sini muncul ganjalan di hati penulis, jika dari permulaan konsep, bisnis ini memang di setting untuk menjerat nasabah. maka, sangat aneh dong jika masih ada yang mempertanyakan “lihat dulu, ada kezaliman gak dalam praktik bunga”.

Walhasil, memang bisa jadi, terdapat nasabah yang mungkin tidak merasa jika ia sedang dikerjai dengan sistem bank yang seperti ini. Padahal nyatanya, ketika mereka melakukan deal transaksi, praktis semenjak itu pula mereka (bank) sedang beramai-ramai menggagahi dan menikmati tiap inci demi inci.

Kalo begitu, ternyata “kezaliman” hanya masalah kepekaan. Dan akhirnya, saya pun tidak jadi pindah keyakinan hehe
sumber : kompasiana

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

TNI AU KOREKSI, PENUMPANG DAN KRU HERCULES TOTAL 122 ORANG

JAKARTA, KOMPAS.com — TNI AU merilis kepastian mengenai jumlah korban kecelakaan pesawat Hercules C-130 di Medan, Sumatera Utara. Jumlah korban kecelakaan adalah 122 penumpang.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma Dwi Badarmanto di Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (1/7/2015) malam. “Jadi, jumlah korban yang ada di pesawat adalah 122 orang,” kata Dwi.

Dwi melanjutkan, jumlah penumpang Hercules itu terdiri dari 12 kru atau awak pesawat dan 110 penumpang. Hal ini untuk meluruskan informasi mengenai 142 kantong mayat.

“Yang 91 itu adalah jenazah yang utuh, kemudian sisanya, yang 50, adalah kumpulan potongan dari korban sehingga korban tetap 122 orang,” ujar Dwi.
sumber: kompas

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima | Leave a comment