GUBSU LANTIK BUPATI DAN WAKIL BUPATI TAPUT

TARUTUNG (Berita): Kabupaten Tapanuli Utara resmi memiliki pemimpin baru dalam lima tahun ke depan. Pemimpin baru itu adalah Drs Nikson Nababan – Drs Mauliate Simorangkir MSi (Nikmat). Keduanya resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Utara periode 2014-2019 oleh Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho ST MSi di Gedung Kesenian Sopo Partungkoan, Tarutung, Rabu (16/4).
Pelantikan dengan pengamanan super ketat dari aparat keamanan ini berlangsung aman dan lancar. Ribuan undangan hadir dalam pelantikan ini.  Tampak hadir pada acara tersebut, Anggota DPR RI Sukur Nababan, Anggota DPD RI Parlindungan Purba, Wakil Ketua DPRD Sumut M Affan, Ketua Tim Pengerak PKK Sumut Hj Sutias Handayani, beberapa pimpinan SKPD Provsu, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Taput, serta beberapa Bupati tetangga yakni Bupati Tapteng, Bupati Samosir, Wakil Walikota Sibolga serta para mantan Bupati Taput seperti Lundu Panjaitan, RE Nainggolan dan lainnya.

Prosesi pelantikan dimulai pukul 10.00 WIB  diawali rapat paripurna istimewa DPRD Tapanuli Utara dengan agenda pengambilan sumpah jabatan. Bertindak sebagai pimpinan sidang Ketua DPRD Taput FL Fernando Simanjuntak SH MH. Dalam sidang paripurna istimewa dibacakan putusan Menteri Dalam Negeri tentang pemberhentian Torang Lumbantobing dan Bangkit Silaban SE sebagai Bupati dan Wakil Bupati Taput. Surat putusan juga mengangkat Drs Nikson Nababan sebagai Bupati dan Drs Mauliate Simorangkir MSi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Taput lima tahun ke depan.

Selanjutnya dilakukan pengambilan sumpah jabatan Bupati dan Wakil Bupati yang baru. Setelah Gubernur resmi melantik, diteruskan pemasangan atribut berupa tanda pangkat serta lencana Bupati dan Wakil Bupati periode 2014-2019. Kemudian, prosesi penyerahan jabatan dari bupati lama, Torang Lumbantobing kepada Nikson Nababan sebagai bupati baru.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumut H Gatot Pujo Nugroho ST MSi meminta Bupati dan Wakil Bupati yang baru dilantik segera fokus dan mengkosolidasikan sumber daya yang dimiliki kabupaten Tapanuli Utara.Termasuk percepatan penyusunan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang menjadi panduan bagai pemerintah kabupaten Taput dalam melaksanakan pemerintahan dan pembangunan. “Bupati dan Wakil Bupati harus selalu menjaga kekompakan. Agar proses pembangunan di daerahnya bisa dilakukan dengan maksimal sehingga mampu memajukan daerah yang dipimpin,” harap Gubsu.
Gubsu berharap agar Bupati dan Wabup Taput  bisa merangkul berbagai elemen masyarakat. “Saudara dilantik di Sopo Partungkoan bukan di gedung DPRD Taput. Gedung ini adalah tempat pertemuan tokoh-tokoh adat, tokoh-tokoh Tapanuli Utara untuk itu kami ingatkan bahwa pelantikan ini punya makna bahwa saudara harus mengakomodir tokoh-tokoh Tapanuli Utara untuk kemajuan Kabupaten Tapanuli Utara,” tegasnya.
Gubsu mengapresiasi pelantikan ini sebagai puncak pesta demorasi pemilukada. Pesta demokrasi telah sukses dilaksanakan sebagai hasil kerja keras semua baik KPUD sebagai penyelenggara dan Panwas sebagai pengawas untuk melahirkan pemimpim pemerintahan.
Untuk itu, pemerintah telah memberikan panduan urusan pemerintahan standart layanan minimal sebagai bupati dan wakil bupati yang akan memimpin di Kabupaten Tapanuli Utara untuk lima tahun kedepan.

Berdasarkan peraturan Menteri No. 54 tahun 2010 dalam waktu dekat ini yakni sepuluh minggu sejak kepala daerah dilantik harus mengajukan kebijakan umum dan program pembangunan jangka daerah yang merupakan rancangan awal Rancangan Pembangunan Jangka Menegah Daerah (RPJMD). RPJMD merupakan penjabaran terhadap visi dan misi dalam memimpin kabupaten Tapanuli Utara sebagaimana yang dijanjikan pada masa kampanye.

Tak lupa Gubsu mengucapkan terimakasih kepada Bupati Torang Lumbangtobing atas kinerjanya selama ini. Dan yang dengan gentlement meminta kepada adiknya untuk tidak menggugat ke MK pasca perolehan suara putaran kedua. Usai sambutan Gubsu, dilakukan acara pemberian ucapan selamat kepada Bupati dan Wabup yang baru dilantik. Diawali Gubsu dilanjutkan pejabat pusat dan daerah.(lin)
sumber: beritasore

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

KAMG UNGKAP BOCORAN KUNCI JAWABAN UN

MEDAN (Berita): Komunitas Air Mata Guru (KAMG) kembali mengungkap kecurangan Ujian Nasional. Hasil investigasi selama tiga hari, KAMG temukan kunci jawaban UN berseliweran di sekolah-sekolah di Medan. Kunci jawaban untuk setiap mata pelajaran yang di-UN-kan, untuk 20 paket. Diketik rapi dalam tabel-tabel di sejumlah carik kertas.
“Kita menginvestigasinya selama pelaksanaan UN. Tim kita menemukan anak-anak datang pagi-pagi ke sekolah, kira-kira pukul 5 dan 6 pagi. Mereka pergi ke tukang  fotokopi. Dari mereka kita dapatkan lembaran kertas kunci jawaban sebelum ujian berlangsung,” ungkap Benni S, koordinator Tim Investigasi KAMG, Rabu (16/4) di Jalan Sei Merah Medan.
Menurut penelusuran KAMG, tiap carik kertas berisi kunci jawaban UN SMK dan SMA. Kunci jawaban itu dijual seharga Rp 100.000-Rp 150.000. Namun KAMG enggan mengungkap nama sekolah, nama siswa dan nama guru yang terkait beredarnya kunci jawaban tersebut. KAMG beralasan demi menghindari kriminalisasi seperti terjadi di 2009, ketika fakta-fakta diungkap, guru yang terlibat dipenjarakan. “Kami tak mau siswa atau guru jadi korban. Yang kami mau UN dihapuskan,” ujar Abdi.
Dengan temuan tersebur, KAMG mempertanyakan kenapa Kemendikbud kukuh menyelenggarakan Ujian Nasional, padahal fakta di lapangan kecurangan meruak. Celakanya, sambung Abdi, proses belajar mengajar di kelas juga makin merosot gara-gara Ujian Nasional. Sebabnya, hak prerogratif guru untuk mengevaluasi hasil belajar siswa telah dirampas pemerintah ketika UN masih dijadikan salah satu alat penentu kelulusan.
Sementara, lanjut Abdi, upaya peningkatan mutu guru, upaya menyediakan sarana prasarana pendidikan yang memadai tidak dipenuhi pemerintah. “Pemerintah sebenarnya tahu, banyaknya kecurangan tersebut, tapi pura-pura tidak tahu,” tambahnya.

Belum Temukan

Sementara itu, Koordinator Pengawas Ujian Nasional (UN) Sumatera Utara, Prof. Dr. H Khairil Ansari mengungkapkan, sampai saat ini belum menemukan ada Lembar Jawaban Ujian (LJU) yang bocor, seperti dugaan kebocoran yang disampaikan beberapa pihak pada pelaksanaan UN hari kedua.

“Kejadian ini anologinya sama dengan kejadian di salah satu SMAN Medan tahun lalu, dimana ada isu LJU bocor dan dijual kepada siswa peserta UN. Akan tetapi ketika dilakukan cek silang (cross chek), ternyata lembar jawaban itu untuk tahun sebelumnya,” kata Prof Khairil Ansari kepada wartawan di ruang kerjanya Kampus Unimed Jalan Willem Iskander.
Pembantu Rektor I Unimed ini mengungkapkan, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidik dan Penjamin Mutu Pendidik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof H Syawal Gultom ketika berada di Unimed juga mengakui kasus serupa terjadi di Bandung, Jawa Barat. Menurut Syawal, ungkap PR I, ada isu kebocoran LJU dan setelah dilakukan cek silang ternyata lembar jawaban yang beredar untuk tahun lalu.
Prof Khairil Ansari menegaskan, sekalipun sebagai Koordinator Pengawas UN, namun tidak pernah mengetahui tentang LJU. “Kami tidak memiliki kunci jawaban. Dan itu hanya ada di Pusat Penelitian Pendidikan,” ungkapnya.
Oleh karena itu, pihaknya akan segera mengumpulkan bukti tentang LJU yang beredar tersebut dan akan segera mengirimkannya ke Puspendik Jakarta untuk memastikan apakah sesuai atau tidak. Hanya saja, lanjutnya, sampai saat ini pihaknya masih meyakini bahwa LJU itu menyesatkan, dan merupakan ulah dari sekelompok oknum yang tidak bertanggung jawab yang ingin meraup keuntungan sepihak. “Kami harapkan pihak berwajib dapat mengusut tuntas dugaan itu, karena sangat menciderai hakekat dari tujuan pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa,” kata dia.

Siswa Jangan Percaya

Ketua Panitia UN 2014 Sumut Drs H Henri Siregar yang dihubungi menyampaikan hal serupa, dan meminta kepada siswa untuk tidak mempercayai isu kebocoran naskah LJU itu. “Siswa harus lebih percaya dengan kemampuannya sendiri dalam menjawab soal, mengingat UN bertujuan untuk memetakan kualitas pendidikan,” ujarnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Sumatera Utara ini menyampaikan bahwa jauh hari telah mengingatkan siswa peserta UN untuk tidak mempercayai isu kebocoran naskah soal ataupun LJU. “Kami dari Panitia Pelaksana telah melaksanakan distribusi sesuai Prosedur Operasional Standar (POS) yang ditetapkan Kemendikbud. Dan meyakini tidak terjadi kebocoran,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Henri juga menjelaskan hasil pantauannya pada pelaksanaan UN hari terakhir di SMA N 17 Medan, SMA dan SMK Pencawan Medan. “Alhamdulillah sepanjang pengamatan berlangsung aman dan lancar,” ujar Henri Siregar.
Terkait dengan tertukarnya naskah soal untuk beberapa SMK di Sumut, Henri Siregar menjelaskan bahwa itu hanya terjadi kekeliruan ketika mengisi naskah di Percetakan Karya Kita Bandung. Maksudnya soal Matematika untuk SMK Bisnis tertukar untuk SMK Teknologi. Oleh karenanya akan dilaksanakan UN Susulan pada tanggal 23 April mendatang. “Disdik telah melaporkannya ke pusat dan mendapatkan persetujuan untuk UN Susulan,” ungkap Siregar.

Dia juga berharap kepada siswa SMK yang akan mengikuti UN Susulan untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin karena waktu yang tersedia cukup panjang. Karena ini ujian susulan, jelas Henri, maka soal yang akan diujikan kepada siswa tentu berbeda dengan yang telah dibuka pada UN hari kedua.(aje)
sumber: beritasore

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

60% WARGA SINGAPURA PAKAI TRANSPORTASI UMUM, DI JAKARTA BARU 13%

MedanBisnis – Jakarta. Mayoritas penduduk atau sekitar 60% masyarakat di Singapura menggunakan transportasi publik untuk aktivitas sehari-hari. Sedangkan di Jakarta, baru 13% dari total penduduk yang memanfaatkan fasilitas bus TransJakarta, KRL, hingga angkutan umum untuk berpergian.
Tingginya persentase masyarakat Singapura yang menggunakan angkutan umum, karena fasilitas transportasi publik yang tersedia nyaman, aman, cepat, dan murah. Jumlah penduduk di Jakarta saat ini sekitar 10 juta jiwa, sementara di Singapura sekitar 5 juta jiwa.

“Sekarang ini yang menggunakan angkutan umum 13%. Gap-nya tinggi. Maka harus ada pembangunan angkutan massal. Singapura sudah 60%,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta M. Akbar saat diskusi transportasi di Universitas Tarumanegara, Jakarta, Sabtu (19/4).

Meski persentase pemakaian angkutan umum masih kecil, namun Akbar menjelaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki visi yang menyebutkan 60% warga di DKI Jakarta akan berpergian menggunakan transportasi publik pada tahun 2030. Angka tersebut akan menyamai Singapura.

“Untuk kejar Singapura 16 tahun lagi. Untuk mengejar 60%, pakai angkutan umum,” jelasnya.

Untuk mendorong dan memaksa warga DKI Jakarta memakai transportasi publik, Pemprov DKI memiliki beberapa cara. Di antaranya merevitalisasi, mengembangkan, dan mengintegrasikan moda transportasi publik di DKI.

“Kembangkan angkutan umum massal BRT (bus way), MRT dan monorel. Kemudian revitalisasi angkutan jalan non busway,” jelasnya.

Jika moda telah tersedia dengan nyaman, aman, terjangkau, dan cepat, maka masyarakat akan bersedia menggunakan moda transportasi. “Kalau hal itu belum tersedia jangan harap orang mau naik angkutan,” jelasnya.

Namun belajar dari Singapura, meski telah tersedia MRT, bus, hingga monorel yang baik dan terintegrasi, tetapi masyarakat masih memilih memakai kendaraan pribadi. Alhasil pemerintah memaksa masyarakat berpindah.

“Seandainya MRT hadir ke Jakarta, nggak sekonyong-konyong pindah ke MRT. Motor kan paling cepat di Jakarta karena dia bisa naik trotoar. Bagaimana membuat angkutan pribadi mahal. Ada road pricing jadi dipaksa pindah,” jelasnya. (dtf)
sumber: medanbisnisdaily

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima | Leave a comment

DOSEN UGM HASILKAN BENIH JAGUNG HIBRIDA

MedanBisnis – Yogyakarta. Dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Diah Rachmawati menghasilkan benih jagung hibrida yang diberi nama Gama GS dan Gama SG yang merupakan silangan antara varietas Guluk-guluk dan Srikandi Kuning 1.
“Setelah beberapa kali melakukan kawin silang, akhirnya didapatkan hasil yang diinginkan. Benih jagung Gama GS menunjukkan betinanya adalah Guluk-guluk dan jantannya Srikandi Kuning 1, sedangkan Gama SG betinanya Srikandi Kuning 1 dan jantannya Guluk-guluk,” kata Diah di Yogyakarta.

Menurut dia, keunggulan Gama GS dan Gama SG terletak pada umur panen yang relatif lebih pendek, sekitar 75-80 hari, dengan produksi mencapai 6-7 ton per hektare. Data tersebut didapat dari beberapa uji lokasi yang bekerja sama dengan Balitsereal.

“Empat lokasi yang digunakan untuk uji lokasi adalah Klaten, Jawa Tengah, Pamekasan Madura, Jawa Timur, Maros, Sulawesi Selatan, dan Kebun Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan Pertanian (KP4) Universitas Gadjah Mada (UGM),” katanya.

Ia mengatakan yang membedakan keempat lokasi itu adalah jenis tanahnya, ada yang berupa lahan sawah, ladang, tanah kering, dan berpasir. Uji coba dilakukan pada musim kemarau untuk mengetahui seberapa kuat varietas jagung tersebut menghadapi minimnya kadar air tanah.

“Dari sisi produksi, Gama GS dan Gama SG memang masih kalah dibandingkan dengan jagung hibrida Pioneer yang sudah dikenal luas oleh kalangan petani. Namun, jagung Pioneer memiliki umur masa panen sekitar 100 hari, sedangkan Gama GS dan Gama SG dapat dipanen dalam tempo 75 hari,” katanya.

Menurut dia, jika Pioneer bisa panen 10 ton per hektare, tetapi dari segi ketahanan virus dan umur, Gama GS dan Gama SG lebih unggul.

“Dari hasil uji coba di lapangan, jagung hibrida dari persilangan varietas Guluk-guluk dan Srikandi Kuning 1 menghasilkan produksi jagung kering 6,5 ton per hektare dengan waktu panen 75 hari,” katanya.

Selain unggul dari segi masa panen, Gama GS dan Gama SG juga memiliki ukuran tongkol yang lebih panjang, yakni 15-18 cm. Padahal, panjang tongkol Guluk-guluk hanya 10-13 cm.

“Gama GS dan Gama SG juga memiliki ketahanan terhadap virus Cucumber Mosaic Virus (CMV) dan kandungan protein yang lebih tinggi. Jagung itu juga tahan terhadap kondisi air yang minim,” katanya.

Ia mengatakan tujuan penanaman jagung Gama GS dan Gama SG tidak hanya untuk meningkatkan produksi jagung nasional tetapi diharapkan dapat menjadi unggulan varietas lokal.

“Dengan teknologi diharapkan keunggulannya dapat lebih ditingkatkan. Kami ingin melindungi varietas lokal,” katanya.(ant)
sumber: medanbisnisdaily

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

KEMUNGKINAN 5 WAJAH BARU DPRD SUMUT DARI DAPIL III

NGGUNTUR PURBA. KABANJAHE. Lima calon anggota DPRD Sumut dari hasil perhitungan sementara Pemilihan Legislatif Daerah Pemilihan (Dapil) III Sumatera Utara diperkirakan adalah muka-muka baru. Perkiraan ini semakin jelas berdasarkan perhitungan sementara dari masing-masing Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 3 kabupaten (Karo, Dairi dan Pakpak Bharat) [Rabu 16/4].

Adapun kelima kemungkinan wajah-wajah baru itu adalah Leonard Surungan Samosir dari Partai Golkar (72.795 suara), Jenny Riany Lucia Berutu SH dari Partai Demokrat (66.641 suara), Sudarto Sitepu dari PDIP (62.917 suara), Astra Yudha Bangun dari Partai Gerindra (32.575 suara) dan Harison Sitepu dari PAN (25.718 suara). Sedangkan suara Parpol lain seperti Hanura (24.028 suara) dan PKPI (20.846 suara) terus mendekati PAN.

Sementara ini, ada 4 anggota DPRD Sumut yang duduk di DPRD Sumut dari Dapil III Sumut ini yaitu Richard Edi Lingga SE, Layari Sinukaban. Pt. Drs. Darmawan Sembiring dan Ir. Taufan Agung Ginting yang dalam Pemilu kali ini diramalkan kurang beruntung. Richard Edi Lingga diperkirakan diungguli oleh rekannya Leonard Surungan Samosir. Layari Sinukaban diprediksi diungguli rekannya Jenny Riany Lucia Berutu SH. Sedangkan Ir. Taufan Agung Ginting yang hijrah ke Kabupaten Langkat dan Darmawan Sembiring yang hijrah ke Deliserdang diramalkan kurang beruntung.

Namun begitu, Ir. Taufan Agung Ginting dan Darmawan Sembiring masih optismis karena perhitungan suara belum selesai atau belum final sehubungan masih adanya perhitungan di tingkat kecamatan.
sumber : sorasirulo

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

RP 10 JUTA UNTUK PERAIH NILAI TERTINGGI UN DI BENGKULU

BENGKULU, KOMPAS.com – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Nasional, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Zakaria Effendi, mengatakan bahwa siswa SMP peraih nilai tertinggi dalam Ujian Nasional (UN) akan mendapatkan hadiah sebesar Rp 10 juta. Untuk peringkat kedua dan ketiga disiapkan hadiah uang pembinaan masing-masing sebesar Rp 7,5 juta dan Rp 5 juta.

“Kami memberikan penghargaan dalam bentuk uang bagi peringkat tiga besar sek-Kabupaten Rejang Lebong,” kata Zakaria, Sabtu (19/4/2014).

Hal yang sama juga, lanjutnya, berlaku untuk peraih nilai UN tertinggi di tingkat SMA dan sederajat yang telah berlangsung.

UN untuk SMP dan sederajat di Rejang Lebong dibentang pada tanggal 5 hingga 8 Mei 2014. Sementara itu, persiapan UN SMP sudah rampung dan tinggal menunggu pelaksanaannya.

Zakaria mengimbau para siswa kelas 3 untuk fokus belajar dan tidak melaksanakan kegiatan yang dapat merusak konsentrasi belajar dalam menghadapi UN bulan Mei mendatang.

“Kepada orang tua juga, kami minta untuk membimbing anak-anaknya supaya fokus belajar, dan jangan biarkan anak-anaknya keluar malam atau melakukan aktifitas yang tidak bermanfaat di luar rumah,” tambahnya.
sumber : kompas

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

ADA ULOS, ADA BATAK

KOMPAS.com – Sebagai artefak budaya, ulos mencoba terus beradaptasi dalam titian zaman. Kesetiaan dan kreativitas petenun menjadi penggerak keberlangsungan ulos. Sebab, tanpa ulos, tiada pula yang disebut sebagai Batak.

Kabut pagi yang tipis masih membayangi permukaan Danau Toba ketika tiga petenun muda di Samosir pergi mandi dan mencuci baju. Dina Simbolon (24), Royani Turnip (19), dan Bunga Nainggolan (18) berjalan beriring sembari membawa perlengkapan mandi. Hari itu, suplai air pipa di Desa Lumban Suhi-suhi di Pulau Samosir tak mengalir. Mandi di danau menjadi solusi praktis.

Sambil mencuci baju, Nani menyetel lagu di ponselnya. Lagu era 1990-an dari Michael Bolton, ”Said I Loved You but I Lied”, terdengar di antara suara kecipak air di tepian danau. Sementara itu, Dina dan Bunga sudah asyik mandi dan berenang di danau. ”Rencana saya sebenarnya pingin kuliah di fakultas hukum,” kata Nani dengan rona wajah malu-malu.

Dalam rangka merajut impiannya itulah, Nani kini tekun menenun ulos. Uang yang terkumpul dari ulos ditabungnya untuk modal sekolah di perguruan tinggi. Bagi banyak orang Batak, pendidikan merupakan hal yang teramat penting. Orang Batak tidak sudi menderita demi mencapai pendidikan tinggi. Tidak terkecuali perempuan. Tidak heran Nani pun memendam tekad serupa.

Terbang ke New York

Seperti juga temannya yang lain, gadis muda Batak kini mulai menekuni keterampilan menenun. Menenun menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga, selain bertani. Nani dan teman-temannya belajar menenun di bengkel tenun sederhana milik desainer tekstil Merdi Sihombing di Desa Lumban Suhi-suhi, Samosir, Sumatera Utara.

Sejak berbulan-bulan sebelumnya, bersama Lusi Nainggolan, istri Merdi, Nani dan temannya menenun ulos-ulos indah yang lalu dibawa Merdi ke New York, Amerika Serikat. Ulos-ulos sutra karya para petenun muda asal Samosir itu sejak 12 Maret hingga 27 Juli mendatang dipamerkan di Skylight Gallery, Charles B Wang Centre, Stony Brook University, New York. Pameran bertema ”Seas
of Blue: Asian Indigo Dye” itu diikuti empat negara saja dari Asia, yakni Indonesia, Jepang, Korea Selatan, dan India.

Merajut harapan

Dari bengkel sederhana tadi, sebuah harapan dirajut. Gadis-gadis muda Batak sudi menenun ulos sekalipun itu sebagai batu loncatan untuk meraih mimpi yang lain. Namun, setidaknya proses regenerasi petenun ulos telah menapaki jalannya. Dan, jalan itu menjadi niscaya ketika ulos dikemas Merdi menjadi bukan sekadar sebagai artefak budaya atau perangkat adat, melainkan juga sebagai komoditas mode.

Ulos secara umum menggunakan teknik ikat yang disebut gatip, yakni benang lungsi diikat sebelum dicelup pewarna, untuk mengisolasi bagian yang tak ingin diwarnai. Teknik ini memunculkan motif saat ditenun. Ulos kemudian diberi tambahan sirat, semacam pembatas di kedua ujung ulos yang dikerjakan oleh perajin sirat. Sirat biasanya mengambil motif gorga, ukiran khas pada rumah adat Batak.

Ulos karya para petenun muda binaan Merdi dibuat dari serat sutra alam dan pewarna alami dari dedaunan nila atau indigo (Indigofera tinctoria) yang banyak tumbuh subur di kawasan Danau Toba. Indigo inilah yang zaman dahulu—sebelum dikenalnya pewarna kimia—digunakan para petenun ulos. Bagi Merdi, penggunaan kembali pewarna indigo merupakan hasratnya untuk mengembalikan kekhasan sejati ulos dari masa lampau dalam konteks zaman terkini.

Beradaptasi dengan zaman juga menjadi jalan yang ditempuh tenun uis gara—sebutan untuk ulos—di Tanah Karo. Sahat Tambun, pemilik usaha tenun uis Trias Tambun di Kabanjahe, mengolah uis gara bukan sekadar untuk keperluan adat, melainkan juga aneka kerajinan dan ornamen hiasan interior. Bahkan, Sahat juga berkreasi memodifikasi motif. Salah satunya dengan memadukan motif khas Karo, yakni legot, dengan motif lurik, salah satu tenun khas Jawa. Hasilnya amatlah menawan.

Lain lagi kreasi yang dicipta petenun hiou (ulos) Bob Damanik di Pematang Siantar. Sebuah alat tenun bukan mesin (ATBM) berukuran cukup besar menyesaki bagian belakang rumahnya. Dengan alat tenun ini, Bob menenun sekaligus membuat gatip. Jalinan benang lungsi yang sudah tersusun pada alat tenun sebagian diisolasi dengan bilah-bilah bambu sesuai motif gatip. Bob kemudian mengambil pewarna dan mengecat benang yang tak terisolasi bambu. ”Lihat, tinggal cat benang langsung kering, jadi sudah gatip,” ujarnya terkekeh.

Dengan cara begitu, Bob berhemat waktu banyak dalam proses membuat gatip. Sehelai hiou bermotif tapak catur pun dapat selesai dalam waktu sehari-dua hari saja.

Kesakralan tereduksi

Menurut antropolog Universitas Negeri Medan, Bungaran Simanjuntak, tak ada catatan pasti sejak kapan orang Batak membuat tenun. Diperkirakan, tenun ulos telah ada sejak ribuan tahun lampau seiring terbentuknya masyarakat Batak itu sendiri. Ada ulos, ada Batak.

Dalam buku Seni Budaya Batak yang ditulis Jamaludin S Hasibuan (1985), teknik ikat dalam tenun Batak berasal dari kebudayaan Dongson yang berkembang di kawasan Indochina. Kain tenun ulos sejatinya merupakan selimut pemberi kehangatan. Ada tiga unsur pemberi kehangatan dalam kehidupan orang Batak zaman dahulu, matahari, api, dan ulos. Ulos dikenakan sebagai penjaga keselamatan tubuh dan jiwa pemakainya.

”Dahulu, sebelum masuknya agama dari Barat dan Timur Tengah, pembuatan ulos selalu tergantung dari pesanan dan dikaitkan dengan jiwa si pemesan. Namanya, usianya, asalnya, waktu keperluannya selalu ditanya oleh petenun. Oleh karena itu, pembuatan ulos selalu berlatar belakang kekuatan mistik sehingga ulos berfungsi protektif kepada pemakainya,” papar Bungaran.

Selain sebagai pakaian, penanda kedudukan, penanda kelompok, dan perangkat adat, ulos juga menjadi pengikat kasih sayang antar-sesama manusia. Bahkan, segala bentuk hadiah dari pihak perempuan kerap disebut ulos walaupun bukan dalam bentuk kain.

”Waktu saya menikah dan ikut suami, ibu saya memberi ulos sitolu tuho yang dia tenun sendiri, sambil berpesan, kalau saya rindu dia, tinggal peluk erat-erat ulos pemberiannya,” kata Lasma Nainggolan (58), pedagang ulos di Pasar Horas, Pematang Siantar.

Seiring zaman dan masuknya agama modern, sebagian besar masyarakat Batak tak lagi melakoni kepercayaan yang dianut para leluhur. Sejak itulah, menurut Bungaran, kesakralan ulos dari segi magis tereduksi. Kesakralan ulos beralih, dikemas dalam bingkai keagamaan, tanpa menyerap lagi unsur kemagisan.

Meski zaman terus berubah dan kepercayaan leluhur ditinggalkan, bagaimanapun sulit menjadi Batak tanpa ulos. Ulos pada masa kini mungkin memang tak lagi berfungsi magis sebagai penjaga jiwa, tetapi penjaga identitas budaya bagi masyarakat Batak. Di dalam setiap helai benangnya termuat sejarah yang menjadikan identitas Batak ada. Oleh: Sarie Febriane
sumber : kompas

Posted in Adat Istiadat Karo, Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

SENTRA KERAMIK PLERED PURWAKARTA

Jika ke Bandung atau sebaliknya ke Jakarta melewati Cikampek, mampirlah ke Plered, Purwakarta, Jawa Barat Di sini banyak dijumpai keramik yang unik dan pantas untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Bentuknya beraneka ragam dan relatif murah.

Sentra industri keramik Plered berada di wilayah selatan Kabupaten Purwakarta. Plered merupakan satu kecamatan yang memiliki luas wilayah 36,79 km persegi dengan jumlah penduduk 54,337 jiwa. Sentra industri kecil ini terletak di Desa Anjun, Citeko, dan Desa Pamoyanan. Plered sudah lama dikenal sebagai daerah penghasil keramik. Dari tempat ini, berbagai bentuk dan ukuran keramik dibuat. Ada yang kecil, sedang hingga besar dengan berbagai aneka desain.

Pembuatan keramik Plered memang sudah berlangsung turun temurun dan diperkirakan dimulai sejak tahun 1904. Awalnya, masyarakat sekitar membuat keramik dari tanah liat merah dan termasuk gerabah ini untuk memenuhi perkakas rumah tangga. Tapi, pada perkembangannya kerajinan tersebut mampu menjadi sumber pendapatan tersendiri bagi masyarakat sekitar.

Di sepanjang jalan tampak berjejer pajangan keramik yang menarik perhatian. Berbagai bentuk gerabah, mulai dari perabotan rumah tangga hingga mainan anak-anak bisa menjadi suvenir yang menarik. Bila berkunjung langsung, selain bisa menyaksikan langsung pembuatan keramik, Anda juga bisa mendapatkan harga lebih murah. Ada yang dijual mulai dari Rp 5.000,- sampai ratusan ribu rupiah.
sumber : .disparbud.jabarprov

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

INI KESIMPULAN OMBUDSMAN ATAS PELAKSANAAN UN DI SUMUT

Ombudsman Perwakilan Sumatera Utara, menilai, dari pantauan yang mereka lakukan selama tiga hari pelaksanaan UN di tiga daerah di Sumut, yakni di Kota Medan, Kabupaten Deliserdang dan Kota Binjai, pihaknya menyimpulkan hasil pelaksanaan UN tingkat SLTA sederajat di wilayah Sumatera Utara.

Berikut Kesimpulan lengkap Ombudman Sumut atas pelaksaan UN selama tiga hari mulai dari 22-24 April 2014. Keterangan ini disampaikan Ketua Perwalikan Ombudsma Sumut Abyadi Siregar didampingi Asisten Ombudsman Dedy Irsan, Ricky Hutahaean dan Tetty Silaen dalam keterangan persnya kepada wartawan di Medan, Kamis (17/4/2014).

1. Sosialisasi POS UN 2013/2014 yang dilakukan oleh Pelaksana UN (Dinas Pendidikan Provinsi Sumut, Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumut, Perguruan Tinggi Negeri, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP))  terhadap Pengawas UN tidak maksimal.

2. Akibat kurangnya sosialisasi POS UN, maka Pemahaman Pengawas UN terhadap POS UN tidak seragam. Bahkan ada Pengawas UN dari Pengawas Satuan Pendidikan yang tidak paham tugas dan fungsinya sebagaimana diatur didalam POS UN.

3. Pada umumnya Pengawasan UN yang dilakukan oleh para Pengawas UN cenderung terlalu longgar sehingga peserta UN kurang tertib.

4. Distribusi soal UN di Wilayah Provinsi Sumatera Utara belum terkelola dengan baik sehingga ada Sekolah yang menerima soal yang tidak sesuai dengan peruntukannya.

Bahkan ada 4 SMK di 4 Daerah (Padangsidempuan, Padanglawas Utara, Batubara dan Kota Medan) terpaksa dibatalkan UN dan akan mengikuti UN susulan di tanggal 22 sampai dengan 24 April 2014.

5. Seluruh temuan Ombudsman RI Perwakilan Sumut tersebut diatas akan menjadi Laporan ke Ombudsman RI Jakarta guna disampaikan ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk  dijadikan sebagai bahan perbaikan Pelaksanaan UN ditahun mendatang.

6. Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara juga akan menyampaikan temuan ini kepada Pelaksana UN Provinsi Sumut (Dinas Pendidikan Provinsi Sumut, Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumut, Perguruan Tinggi Negeri, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP)) dan Instansi terkait lainnya untuk dijadikan sebagai bahan perbaikan Pelaksanaan UN ditahun mendatang.

7. Dari keseluruhan temuan ini, Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara menilai bahwa Pelaksanaan UN Tingkat SLTA Sederajat di Wilayah Sumatera Utara, secara umum belum sesuai dengan Prosedur Operasi Standar (POS) UN Tahun 2013/2014 sebagaimana yang diterbitkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

8. Pelaksana UN di Provinsi Sumatera Utara cenderung tidak serius dalam   melaksanakan UN di Provinsi Sumatera Utara.
sumber : medanbagus

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

KEJARI MEDAN TETAPKAN STATUS DPO UNTUK ICHWAN HUSIEN SIREGAR

Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menetapkan Direktur Operasional (Dirops), PD Pemabagunan Medan Ichwan Husien Siregar dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kita sudah tetapkan statusnya DPO. Dan sedang mencari keberadaannya,” ucap Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Medan, Jufri Nasution, Jumat (18/4/2014).

Diakuinya, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan, Muhammad Yusuf kini sudah menginstruksi anggotanya di Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Medan untuk melakukan pengejaran dan mencari keberadaannya.

” Kita berharap bisa melacak keberadaannya dalam waktu dekat ini. Pasalnya, beliau membawa lari uang Rp 800 juta. Untuk segera kita akan melacaknya,” kata Yusuf.

Sebelumnya Kejari Medan juga sudah menahan tiga pejabar PD Pembangunan Kota Medan lainnya. Mereka masing-masing, Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan Kota Medan, Armen Ginting, Direktur Keuangan dan Sumber daya manusia (SDM) Besri Nazir dan Bendahara Pengeluaran Risman Effendi. [ded]
sumber : medanbagus

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima | Leave a comment