KEAJAIBAN GIBRAN YANG TERLALU AJAIB

Adin – Sejak Jokowi jadi Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta walaupun hanya 2 tahun, dan jadi Presiden Republik Indonesia Insya Allah 2 periode, keluarga Jokowi makin dikenal publik

Kahiyang Ayu gagal ikut CPNS, Jokowi yang selalu dikerumuni masyarakat ketika berkunjung ke suatu daerah, Kaesang Pangarep jadi pengusaha dan Gibran main film. Semuanya tak lepas dari kepopuleran dan makin dikenal.

Gibran sebagai putra sulung Jokowi, dulu tidak begitu suka dengan media. Jarang disorot kamera, jutek, ngobrol seperlunya, bikin pusing yang mewawancarai. Dulu Gibran hanya pengusaha katering, dan sederet usaha lainnya. Anak Presiden yang biasa saja seperti anak orang Indonesia kebanyakan.

Tapi keajaiban mulai muncul. Gibran mendadak tertarik dengan dunia politik yang dulu dia (seperti) jauhi. Mendadak ingin ikut pemilihan Walikota Solo sampai datang langsung menemui Ketua Umum Megawati. Kok bisa langsung bertemu bos besar? Ya bisa lah karena putra Jokowi Presiden aktif.

Sebenarnya suatu keajaiban kandidat Walikota bisa langsung menemui Ketua Umum, bos besar dari partai besar seperti PDI Perjuangan. Bila bukan putra Presiden sepertinya belum tentu bisa, sulit dan ajaib.

Pengaruh politik Gibran ketika ikut Pilwakot Solo sangat besar, karena Demokrat dan PKS sebagai lawan tidak berani sama sekali mengajukan calon. Hampir saja Gibran melawan kotak kosong. Untung saja tiba-tiba ada yang mau maju dari independen. Tapi tetap saja kalah dengan telak.

Menjabat Walikota Solo, banyak pejabat tinggi negara, elit politik parpol besar yang berdatangan ke Kota Solo Silaturahmi dengan Gibran. Ajaib memang, hanya level Walikota tapi banyak didatangi elit negeri ini. Sangat ajaib.

Elektabilitas Gibran sangat tinggi, sehingga digadang-gadang ikut pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Tengah atau DKI Jakarta. Usia masih muda tapi sudah punya elektabilitas senior. Ajaib.

Keajaiban Gibran makin gokil ketika mampu jadi cawapres Prabowo Subianto walaupun usianya baru 36 tahun. Sedangkan usia minimal capres dan cawapres adalah 40 tahun.

Keajaiban terjadi ketika Mahkamah Konstitusi (MK) secara ajaib mengabulkan permohonan gugatan batasan usia capres dan cawapres. Minimal 40 tahun atau pernah menjabat jadi pejabat publik yang dipilih langsung oleh masyarakat. Maka Gibran bisa melenggang menuju pilpres 2024.

Keajaiban-keajaiban ini benar-benar terlalu ajaib. Usia belum genap 40 tahun tapi mampu jadi cawapres. Benar-benar luar biasa. Apa kabar dengan AHY, dengan Ridwan Kamil, dengan Khofifah dan Erick Thohir?

Politikus senior ini seolah tidak ada apa-apanya dihadapan keajaiban Gibran Rakabuming. MKMK sekarang ini sedang bekerja keras terkait kemungkinan ada pelanggaran etik terkait putusan batasan usia capres dan cawapres.

Nah apakah MKMK akan mampu menghadapi keajaiban Gibran atau hanya formalitas belaka? Kita tunggu saja.

Bila lolos dari MKMK, Gibran dinanti keajaibannya di pilpres 2024. Bila mampu tampil jadi pemenang maka Gibran bisa disebut sebagai keajaiban yang terlalu ajaib.
sumber: seword

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.