JEMBATAN TANO PONGGOL DIROBOHKAN TANPA RITUAL DINILAI RUSAK NILAI SEJARAH SAMOSIR

PANGURURAN, Waspada.co.id – Merobohkan Jembatan Tano Ponggol di Kelurahan Siogung-ogung Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, dinilai merusak sejarah Samosir pada khususnya Kota Pangururan.

Pasalnya, Jembatan Tano Ponggol dirobohkan sebagai akses penghubung antara Pulau Samosir dengan Pulau Sumatera tersebut tidak melibatkan para penatua adat.

Hal ini disampaikan salah satu tokoh masyarakat Efendi Naibaho kepada awak media, Senin (20/2) di Pangururan. “Sehingga masyarakat setempat dapat menerima sesuai kebutuhan pemerintah saat ini,” ujar Efendi.

Menurutnya, saat ini warga merasa miris dan dilecehkan dengan tidak adanya ritual yang melibatkan para penatua adat dan juga masyarakat setempat. Atas kejadian tersebut, Efendi Naibaho bersama puluhan warga Siogung-ogung mendatangi Polres Samosir dengan tujuan menyampaikan pengaduan masyarakat (Dumas).

Kapolres Samosir Yogie Hardiman, menyambut langsung kehadiran warga yang hadir. Pihaknya akan mencoba memfasilitasi masyarakat dengan pihak kontraktor. “Kami siap menjembatani masalah ini kepada pihak perusahaan untuk mediasi, baik permasalahan pembongkaran dan persoalan lain,” kata Yogie.

Yogie berharap, masyarakat Kabupaten Samosir agar ikut mendukung pembangunan yang telah dilakukan oleh pemerintah pusat. “Ini kan untuk kita, marilah saling mendukung dan menjaga demi terlaksananya KSPN Danau Toba,” harapnya.

Ia juga mengatakan, terkait pembongkaran jembatan yang merupakan aset pemerintah, akan diamankan sementara ke Polsek Pangururan. “Bila tidak ada gudang perusahaan sebelum dilakukan pelelangan oleh pihak terkait,” katanya. (wol/ward/d1)
sumber: waspada

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.