PENDUDUK SIMALUNGUN SATU JUTA LEBIH, SURPLUS BERAS 93 RIBU TON

Foto: harianSIB.com/Jheslin M Girsang
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Rahman

Simalungun (harianSIB.com) – Kabupaten Simalungun bertahan pada ambang swasembada pangan. Ketersediaan pangan mencukupi untuk 1.039.480 jiwa penduduknya. Bahkan, surplus beras 93.107.980 Kg di tahun 2022.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Simalungun Rahman, Senin (20/2/2023), mengatakan, total produksi Gabah Kering Giling (GKG) selama tahun 2022 di Simalungun, 403.670 ton. Jika direalisasikan menjadi beras, 255.119.440 Kg atau 255.119,4 ton.

“Total produksi tersebut mampu mencukupi kebutuhan pangan untuk seluruh penduduk Kabupaten Simalungun yang menurut data pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil bahwa jumlah penduduk Kabupaten Simalungun 1.039.480 jiwa,” ujarnya.

Menurut Rahman, seorang penduduk membutuhkan 156 Kg beras selama setahun atau standar konsumsi beras perkapita 156 Kg per tahun. Dengan demikian diperlukan ketersediaan beras di Simalungun untuk satu tahun sebesar 1.039.480 jiwa x 156 Kg = 162.158.880 Kg beras atau setara 162.158,9 ton.

“Dari hitungan tersebut disimpulkan Kabupaten Simalungun surplus beras pada tahun 2022 sebesar 255.119.440 Kg – 162.158.880 Kg = 93.107.980 Kg atau setara 93.108 ton. Artinya, kita masih bertahan pada ambang swasembada pangan,” urainya.

Diakuinya, luas baku sawah (LBS) lahan tanaman padi mengalami pengurangan, dari 35.332 hektare menjadi 30.749 hektare. Pengurangan itu, katanya, disebabkan lahan sawah berubah menjadi perumahan penduduk, pembangunan jalan tol di sekitar persawahan Panei, Panombean Panei dan Tapian Dolok.

Kendati demikian, Pemkab Simalungun dikatakan tetap eksis mengembangkan sentra-sentra pertanian. (*)
sumber: hariansib

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis. Bookmark the permalink.