PSSI KONYOL, TAK BISA PREDIKSI BAKAL ADA HURU-HARA HANYA KARENA BONEK ABSEN!!

Rahmatika – Ijinkan saya menyampaikan dukacita mendalam terkait tragedi di Kanjuruhan, Kepanjen, Malang. Ini tragedi yang luar biasa. Bukan kerusuhan politik, bukan bencana alam, tapi seratus lebih orang kehilangan nyawanya. Sebuah tragedi yang mestinya bisa dicegah.

Kalau bicara siapa yang salah ya menurut saya tiap pihak punya andil salah. Maka kalau ada yang lebih sibuk cuci tangan ya saya ketawa aja.

Tapi PSSI ini juga lucunya luar biasa. Saya baca di salah satu media online bahwa Sekjen PSSI Yunus Nusi mengaku tidak memprediksi tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, karena Bonek, suporter Persebaya, tidak diizinkan datang ke pertandingan sepak bola melawan Arema FC.

“Dan tentu suporter tim tamu tidak datang ke home, ke Malang, ke Arema. Kita prediksi secara positive thinking, tentu tidak akan terjadi apa-apa, karena tidak ada rivalitas suporter,”

Kok semacam sangat naif dan tidak profesional ya. PSSI ini kan puluhan tahun ngurusin sepakbola. Masa masih nggak hafal aja bahwa kalau sudah tanding dua klub yang rival maka potensi rusuh itu masih bisa tetap ada kecuali mungkin kalau dua klub itu tandingnya di luar kota yang sama-sama bukan kandangnya dan tanpa penonton.

Kenapa saya bilang naif? Lha suporter kita itu banyak yang kurang bisa nerima kalau jagoannya kalah. Mungkin ini akibat didikan jaman kecil dulu yang kalau jalan terus kepleset yang disalahin dan dibilang nakal lantainya. Atau mungkin banyak juga yang kalau gagal juara, terus sama orangtuanya dibelikan piala-pialaan maksudnya biar ikut seneng dan tidak berkecil hati padahal jadinya sang anak malah merasakan rasa senang yang palsu, nggak juara tapi pegang piala.

Ya bener, dengan nggak ada bonek mungkin sudah menurunkan sekian puluh persen potensi rusuh. Tapi kan masih ada pemain, petugas lapangan, dan siapapun yang ada di sekitar stadion termasuk aparat yang bisa jadi sasaran kalau jagonya kalah. Ya kan?

Dari PSSI tidak bisa mengontrol jumlah tiket yang dibolehkan dijual oleh panpel saja itu sudah masalah. Mestinya kan ada orang dari PSSI yang aktif mengontrol persiapan pertandingan termasuk memastikan supaya tiket terjual tidak melebihi kapasitas apalagi buat tim-tim yang punya penonton fanatik dan jam tandingnya malam!! Resiko keamanan itu mestinya nggak cuma urusan Polisi tapi juga PSSI ini. Ya secara nggak langsung pengakuan mereka ini menunjukkan mereka meremehkan persiapan pertandingan kemarin.

Ini kalau Ketua Umum PSSI dan anak buahnya nggak mundur secara ksatria ya buat saya agak keterlaluan. Mundur lah! Ini jadi tragedi bola no 2 di dunia yang banyak makan korban lho!! Tanggungjawab kalian sebagai induk organisasi apa? Kalau soal tim investigasi biarkan diurus Pemerintah secara mandiri tanpa harus ada orang PSSI terutama yang di jabatan penting untuk ikut ambil bagian. Kenapa? Sebab kalian adalah bagian dari yang harus ikut diinvestigasi!!
sumber: seword

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.