KUNJUNGAN JOKOWI KE UKRAINA DAN RUSIA

Rencana kunjungan Jokowi ke Ukraina dan Rusia adalah diplomasi tingkat tinggi dan beresiko. Mungkinkah berhasil ? Kalau melihat rekam jejak, apa yan udah dilakukan Jokowi menyelesaikan konflik antar faksi Afganistan maka upaya diplomasi iperdamaian ke Ukraina dan Rusia, bukan tidak mungkin akan berhasil. Alasanya ? Pertama, Jokowi adalah pemimpin G20 dan Rusia anggotanya. Jadi ada alasan kuat bagi Jokowi untuk terlibat menengahi konflik. Kedua, Indonesia netral. Walau Indonesia mendukung resolusi PBB mengecam serangan Rusia ke Ukraina, nam un kita menolak sangsi ekonomi terhadap Rusia. Ketiga, Indonesia koordinator ASEAN untuk indopacific.

Indonesia punya kepentingan terhadap Rusia dalam konteks indopacific.AS sudah menjustifikasi serangan Rusia terhadap Ukraina bisa saja terjadi pada negara indopacific. Terutama dengan potensi dampak dari tindakan tidak bersahabat yang dilakukan RRT di Selat Taiwan, Laut Cina Selatan, dan di tempat lain, serta sengketa perbatasannya dengan India. Amerika sedang menawarkan Visi baru tentang aliansi negara-negara di seluruh Indo-Pasifik bersatu untuk mencegah dominasi china ( dan tentu saja Rusia). Kalau ini sampai terjadi, maka perairan kita akan jadi medan konflik. Ini berbahaya terhadap stabilitas politik dalam negeri.

Jokowi berusaha dalam posisi netral untuk menawarkan formula damai tanpa mempermalukan Rusia. Caranya ? “ kalau ente tidak sudahi, ini akan merembet ke laut china selatan dan kalau itu terjadi, China pasti akan focus ke laut china selatan dan anda tidak akan dapat bantuan lagi dari china. Sementara semua negara udah engga bisa bantu anda. Mending cukuplah apa yang ada dapatkan sekarang yaitu crimea dan laut hitam. Udahan perangnya daripada dipermalukan.

Solusi yang ditawarkan ( ala pedagang
Sempak ). Kepada Putin : Ukraina udah jadi negara netral. Karena NATO udah nolak proposal ke anggotaan Ukrania. Apalagi yang ente kawatirkan. Ente masih bisa pasang rudal di crimea sebagai pengawal perbatasan. Mending damai aja daripada kehilangan muka. Ayolah jual minyak dan gas ama gua. Kilang Balongan yang gua punya udah bisa masak lue punya crude. Gua perlu gas untuk pabrik pupuk gua. Tapi hutang ya. Bayarnya habis pemilu 2024. Entar yang jamin om Ping.

Ke Zelenskyy omongnya begini” Lu ngapain ladenin Putin. Itu orang kalau udah kesinggung, beruang merah aja kabur. Tapi ngadepin dia gampang. Engga bisa melawak. Dia orangnya serius. Lue harus pegang telor. Kalau dia happy, lue bisa jadi presiden seumur hidup. Bahkan lue perlu uang pemilu, dia bantu. Udahan ya ngototnya. Entar kalau ketemu putin jangan lupa pegang telor. Selanjutnya urusan gua. Eh lue kirim gandung ke gua. Itu Biden naikin harga gandum. Rakyat gua doyan mie. Entar gua bayar habis pemilu 2024.
sumber: Erizeli Jely Bandoro & fb

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.