ARTI SEMBAHYANG MENURUT ORANG JAWA

Bagaimana orang Jawa kuno sembahyang ?

Sembahyang berasal dari 2 kata : ” sembah ” dan ” hyang “.

Sembah artinya menyembah. Hyang adalah kata yang biasa digunakan untuk menyebut entitas yang tinggi,suci,berpengaruh,dan sejenisnya. Biasanya Hyang ini digunakan untuk menyebut Tuhan atau dewata.

Orang Jawa Kuno tidak memiliki ritual sembahyang yang ribet. Mereka cukup merutinkan MANEKUNG ( bahasa Jawa kuno untuk meditasi ) dan menyembah yitma ( ruh/ruhani ) dalam diri.

Karena orang Jawa sadar,bahwa ruhani mereka berasal dari percikan cahaya Tuhan,tempat segala kehadiran, titah,kekuasaan,dan energi Tuhan bersemayam dalam diri manusia.

Manusia Jawa selalu berlatih untuk ” SADAR ” sehingga dalam kehidupan sehari-hari mereka selalu selaras dengan titah-titah Tuhan yang dibisikkan dari dalam ruh.

Untuk bisa mendengarkan dan selaras dengan titah2 Tuhan ini diperlukan kondisi hening ( di mana pikiran,perasaan,ego, dan nafsu mengendap semua ).

Suara dari yitma ini halus,tapi kekuatannya besar. Makanya orang Jawa suka meditasi.

Kalau meditasi pakai dupa buat wangi2an/relaksasi. Dan pakai bunga. Fungsinya : biar masuk ke pikiran bawah sadar manusia,kalau manusia dan kehidupan itu indah seperti bunga di hadapannya.Jadi kita selalu berbahagia dan menghargai alam yang cantik ini.

Kondisi mencapai keheningan inilah Kesadaran Murni. Yang sebenarnya juga ada di masing-masing agama,kebudayaan,dan filsafat.

Hanya istilah dan metodenya saja yang berbeda-beda. Kalau kalian Islam dan belajar Tassawuf,juga pasti diajari meditasi untuk mendengarkan suara qalbu ( lubuk hati tempat ruh ).

Kristen malah diajarkan untuk selalu terhubung dengan Roh Kudus. Hindu menyebutnya Atman. Buddha biasanya menyebutnya dengan Boddhicitta, atau ” kesadaran ” gitu aja.

Pada dasarnya,setiap agama,filsafat,dan budaya memiliki benang merah yg sama. Andaikan manusia memahami benang merah ini,maka konflik dan peperangan atas nama SARA menjadi tak diperlukan lagi.

Bumi akan dihuni oleh manusia-manusia yang toleran dan kedamaian akan menjadi warna dominan di sini.

Agama tak akan lagi laku dijadikan bungkus dan bahan bakar konflik,politik,dan peperangan.
.
#Rahayu….
🙏🙏🙏

Mona Gabrielle & fb

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *