FITNAH DENSUS 88 DEMI BELA FPI, SUDAH SAATNYA ABDULLAH HEHAMAHUA DICYDUK DAN DIKANDANGI

Fery Padli РKetika melihat wajah Abdullah Hehamahua. Baik itu di foto maupun di video, pasti yang terbersit di kepala kita, ini orang sudah tua.

Hal itu bisa dilihat dari kulitnya yang sudah mulai keriput.

Kemudian dari rambutnya yang sudah lebih banyak yang berwarna putih daripada hitam.

Termasuk juga dari jenggotnya, yang berwarna hitam dapat dihitung dengan jari karena begitu sedikitnya.

Tapi jangan disuruh menghitung jenggot Abdullah Hehamahua yang warna putih, Isaac Newton saja belum tentu sanggup, saking banyaknya.

Dan memang benar, ia lahir pada 18 Agustus 1947 silam atau tepatnya dua tahun sehari setelah Indonesia merdeka.

Sedangkan perayaan HUT-RI 17 Agustus 2020 lalu, sudah yang ke-75.

Artinya, usianya sudah lebih dari 70 tahun.

Sehingga betul juga peribahasa ‘Tua-tua keladi makin tua makin menjadi’, jika melihat kelakuan si Bapak mantan penasihat KPK ini.

Pasalnya, ia bukannya memberi nasihat yang baik kepada Presiden atau memberi teladan kepada generasi muda seperti yang dilakukan oleh Buya Syafii Maarif, Abdulah Hehamahua malah jadi tukang nyinyir kayak Fadli Zon, Rocky Gerung, Said Didu dan Refly Harun.

Baru-baru ini, tanpa bukti yang jelas ia menuding temuan atribut FPI saat penangkapan teroris beberapa waktu yang lalu itu merupakan rekayasa.

Tanpa tedeng aleng-aleng Abdulah Hehamahua juga mengatakan bahwa hal itu adalah operasi intelejen dalam rangka untuk mengalihkan isu kasus tewasnya 6 laskar FPI dan kasus kerumunan yang menjerat Rizieq Shihab.

“Itu adalah operasi intelijen untuk mengalihkan perhatian terhadap TP3, mengalihkan perhatian terhadap HRS, maka ada bom,” ujarnya seperti tanpa bersalah, (31/3).

Ini orang kok sudah seperti Tengku Zul saja tingkah lakunya. Doyan banget nyebarin hoax atau fitnah.

Tapi kalau melihat rekam jejaknya sih, gak heran juga kelakuannya kayak gitu.

Kala itu, saat Soeharto berkuasa ia pernah diburu oleh rezim Orba karena menolak Pancasila sebagai asas tunggal negara.

Bahkan karena begitu takutnya Abdullah Hehamahua sama tentara kala itu, ia sampai kabur ke Malaysia segala. Hingga Orba lengser baru pulang.

Artinya apa? Soal kabur karena penakut ini bukan hanya Rizieq saja yang lakukan. Tapi jauh sebelumnya sudah ada yang lain, yakni si Abdullah Hehamahua ini.

Lalu, sama siapa dia kabur kala itu?

Ternyata eh ternyata bersama pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia, Abu Bakar Baasyir, yang juga menolak asas tunggal Pancasila.

-o0o-

Selain itu, ia juga disebut-sebut sebagai Taliban di KPK lho.

Yang mana menurut Denny Siregar bahwa di lembaga anti rasuah itu ada satu kelompok yang sangat mendominasi, yakni kelompok Taliban ini.

“Mereka membangun kerajaan di dalam lembaga superbody ini (KPK). Mereka berkuasa atas kasus mana yang harus diangkat dan mana yang dipendam. Ini sangat berbahaya. Senjata KPK bisa diarahkan kepada mereka yang punya pandangan politik berbeda,” ujar pegiat Medsos tersebut.

Salah satu narasi yang kerap dimainkan oleh kelompok Taliban ini adalah ‘Save KPK’ ketika ada pihak yang menyerang atau mengkritik mereka.

Nah, si Abdullah Hehamahua ini kelakuannya juga sama persis seperti Kadrun. Ia menuding ada peran Komunis dibalik munculnya istilah Taliban di KPK itu.

Kan aneh…

Sudah jelas-jelas PKI dilarang di Indonesia sejak lama, dan sampai sekarang tidak ada satupun yang mampu membuktikan kalau Komunis itu masih ada di negeri ini.

Eh masih juga mainin isu basi itu.

Itu artinya apa? Abdulah Hehamahua ini hanya memanfaatkan isu PKI tersebut untuk menyerang orang yang membongkar bobroknya.

Di situ kadang saya pengen menjewer mulutnya. Hehehe

Memang rada biadab kalau diperhatikan ini orang meskipun memelihara jenggot.

Tapi itu bisa jadi juga karena faktor ideologi yang dia anut. Baginya yang tidak sepaham dengan dirinya adalah orang yang sesat. Sehingga dapat diperlakukan semena-mena.

Belum lagi ia berteman dengan Din Syamsudin yang masuk dalam daftar 119 terduga teroris itu.

Tambah lengkaplah sudah noda hitam si Abdullah Hehamahua ini.

Dan jangan lupa, ia juga pernah punya ide untuk meminta Jokowi mundur dari kursi presiden dan menyerahkan kekuasaan kepada Wapres.

Langkah-langkah agar MPR menggelar sidang umum pun telah disiapkan oleh-nya dkk.

Tapi sungguh sayang, rencana jahat mereka itu tidak direstui oleh alam.

Sampai sekarang Jokowi masih memimpin Indonesia.

Lagi-lagi, orang ini memang sangat membahayakan.

Apalagi ia sudah berani memainkan isu teroris dalam rangka untuk mendeskreditkan institusi Polri demi membela eks ormas radikal FPI.

Kan gak bener.

Tentu tidak sedikit yang percaya dengan pernyataannya tersebut. Terutama dari kalangan Kadrun.

Akibatnya, kepercayaan masyarapat terhadap aparat penegak hukum pun menurun.

Sehingga, tidak ada alasan untuk kakek tua ini bisa melanggeng bebas lagi.

Ia bisa kok dijerat dengan Pasal 311 ayat (1) KUHP.

Tinggal lagi ada keberanian atau tidak dari aparat penegak hukum ini untuk memberi pelajaran kepada deklarator KAMI tersebut.
sumber: seword

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *