TEGAS, ISTANA TOLAK AJAKAN DIALOG DENGAN RIZUEQ, GAK LEVEL

Xhardy – Di acara ILC, Haikal Hassan menyampaikan pesan untuk Jokowi. karena emosional, matanya sampai berkaca-kaca. Dia mengatakan bahwa ada orang yang memiliki pengaruh besar tapi tidak disukai negara dan selalu dihambat.

“Sejak tahun 2017 Bang Karni, Habib Rizieq itu ingin dialog, tapi selalu ada yang menghambat, jujur-jujuran saja siapa yang menghambat itu? Toh pak Jokowi nggak anti-anti banget gitu lho, siapa yang menghambat ini?” kata Haikal Hassan.

Sebelumnya, Rizieq juga sempat bicara soal rekonsiliasi beberapa hari setelah pulang ke Indonesia. Tapi ada syaratnya, yaitu harus stop kriminalisasi ulama.

Kini Istana Kepresidenan menjawab tawaran tersebut, dan menyatakan menolak ajakan Rizieq untuk dialog. Hal itu dikatakan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian.

Hanya saja Istana Kepresidenan tidak pernah menghambat Habib Rizieq dialog dengan Jokowi. “Pertama, tidak ada yang menghambat (Presiden berdialog dengan Rizieq),” kata Donny.

Ini adalah respons kepada Haikal Hassan yang menyebut ada pihak yang menghambat rencana dialog Rizieq dengan Jokowi sejak 2017.

Donny mempertanyakan untuk apa dialog antara Jokowi dan Rizieq. Menurutnya, bukan level Jokowi untuk berdialog dengan Rizieq yang perkataannya berisikan cacian dan umpatan kotor. “Kemudian yang kedua berdialog untuk apa. Tidak bisa (Jokowi) berdialog dengan orang yang tidak bisa menggunakan akal sehatnya, yang ada caci maki, cacian dan umpatan-umpatan kotor, itu kan bukan level presiden berdialog dengan orang semacam itu,” katanya.

Donny mengatakan Jokowi bisa berdialog dengan orang-orang yang terdidik dan memiliki integritas tinggi. “Presiden berdialog dengan Buya Syafii Ma’rif Prof Azyumardi Azra, Kyai Said Aqil Siradj itu bisa, karena mereka orang-orang terdidik dengan integritas yang tinggi. Tapi dengan Habib Rizieq mau bicara apa, kalau isi mulutnya umpatan fitnah, jadi tidak perlu didialogkan,” kata dia.

Sudah jelas, kalau pemerintah tidak ingin melakukan dialog dengan orang seperti Rizieq. Lagi pula tidak ada gunanya dan hanya menghabiskan waktu.

Rizieq ngotot. Permintaannya terlalu aneh dan sulit untuk diwujudkan. Alasannya, logika berpikirnya beda jauh, terbalik 180 derajat. Ibarat minyak dan air, sulit bersatu karena karakter dan sifatnya beda jauh. Dialog sampai kapan pun tidak akan menemui titik temu.

Benar sekali Rizieq suka bikin keresahan lewat ceramah dan ucapannya. Sudah dengar pidato soal penggal-penggal itu? Mengerikan sekali itu bisa keluar dari mulutnya, meskipun tidak mengherankan. Tiada hari tanpa mencaci dan bikin kontroversi meskipun nyalinya tidak sebesar saat berbicara.

Rizieq dan kelompoknya memang harus disisihkan, biar masyarakat paham siapa yang sering bikin onar selama ini. Kalau diajak dialog, tidak akan terjadi kesepakatan apa pun, habis waktu dan membuat mereka makin besar kepala.

Betapa angkuhnya mereka saat penjemputan Rizieq. Tidak mau mengerti kesulitan penumpang lain. Belum acara-acara lain yang dihadiri Rizieq, banyak kerumunan. Mereka seolah sewenang-wenang. Mereka seolah merasa negara ini milik sendiri, jadi bebas menabrak aturan dan bebas bertindak sesuka hati.

Ini tentu saja tidak bisa dibiarkan. Dibiarkan makin seenaknya. Makin menginjak. Dikasih ayam minta lobster. Terbukti beberapa hari ini, pemerintah memberikan sinyal ketegasan dan marah dengan ulah yang dibuat oleh kelompok Rizieq. Mereka mulai mundur perlahan sambil ngeles. Tapi ini mundur sejenak untuk mendinginkan situasi. Mereka pasti akan kambuh lagi jika situasi kembali normal.

Syarat stop kriminalisasi ulama, terlalu lucu. Ulama mana yang dikriminalisasi? Banyak ulama yang tenang-tenang saja. Mereka mungkin tak berani terang-terangan ngaku mereka ingin kelompok mereka yang tertangkap dibebaskan. Tapi apakah itu pantas dijadikan ulama? Kasar, ucapan sangat bikin geleng kepala, kelakuan tidak nyambung dengan label pemuka agama.

Soal apakah ada yang menghambat dialog antara Rizieq dan Jokowi, saya kurang tahu. Tapi kalau dihambat pun, tidak masalah kok. Toh, tidak ada gunanya dialog dengan orang seperti Rizieq. Rasanya rakyat tidak akan menyesal kalau tidak terjadi dialog tersebut. Malah mungkin akan kesal dan kecewa kalau sampai itu terjadi.

Sebagai penutup, kesimpulan yang bisa diambil adalah, Istana tolak dialog dengan Rizieq. Ini ada warning yang cukup tegas. Dan sebaiknya kelompok sebelah tahu diri. Kalau bisa sih bertobat.

Bagaimana menurut Anda?

sumber: seword.

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *