GUS NUR, DARI TERSANGKA SEKARANG DITAHAN 20 HARI KE DEPAN

Xhardy – Pernyataan Gus Nur memancing amarah NU, ucapannya yang diperkarakan ini ditayangkan di YouTube di mana Gus Nur tampak sedang berbincang dengan Refly Harun. Dia menyampaikan pendapatnya soal kondisi NU saat ini. Menurutnya, NU saat ini tidak seperti NU yang dulu.

“Sebelum rezim ini, kemana jalan dikawal Banser. Saya adem ayem sama NU. Ndak pernah ada masalah. Nah, tapi setelah rezim ini lahir tiba-tiba 180 derajat itu berubah,” ujar Gus Nur dalam video itu.

“Saya ibaratkan NU sekarang itu seperti bus umum. Supirnya mabuk, kondekturnya teler, kerneknya ugal-ugalan. Dan penumpangnya itu kurang ajar semua. Merokok, nyanyi juga, buka-buka aurat juga, dangdutan juga,” lanjutnya.

Gus Nur juga menyebut sejumlah nama seperti Permadi Arya atau Abu Janda, Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas hingga Ketum PBNU Said Aqil Siroj.

“Jadi saya kok pusing dengerin di bus yang namanya NU ini. Ya tadi itu, bisa jadi keneknya Abu Janda. Bisa jadi kondekturnya Gus Yaqut. Dan sopirnya KH Aqil Siradj. Penumpangnya liberal, sekuler, PKI di situ numpuk,” katanya.

Gus Nur memang cari penyakit denga mengeluarkan pernyataan seperti itu. Sungguh nekat malah.

Tindakan nekatnya ini berbuah laporan dari berbagai pihak, salah satunya dari Ketua pengurus NU Cabang Cirebon Azis Hakim, karena dianggap telah menghina NU. Selain dilaporkan NU Cabang Cirebon, Gus Nur juga dilaporkan oleh GP Ansor. Kemudian dia dilaporkan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP Ansor Kabupaten Pati di Polres Pati dan Aliansi Santri Jember di Polres Jember.

Laporan bertubi-tubi, tinggal menunggu waktu Gus Nur ditangkap. Pada Sabtu dini hari, dia ditangkap dikediamannya di Malang, beserta barang bukti berupa laptop dan harddisk. Kemudian dia ditetapkan jadi tersangka. Usai menjalani pemeriksaan, penyidik memutuskan untuk melakukan penahanan terhadap Gus Nur. Penahanan terhadap Gus Nur dilakukan untuk 20 hari ke depan di Rutan Bareskrim Polri.

Kalau sudah ditahan seperti ini, maka nasibnya kemungkinan besar tidak akan bagus. Tapi ini tanggung jawabnya sendiri. Siapa suruh ugal-ugalan dalam mengeluarkan pernyataan. Menuduh yang bukan-bukan. Menyebut PKI pula. Habis lah.

Beda pemikiran bukan berarti boleh menghina apalagi dengan ucapan seperti itu. Tak senang ya sudah, minggat aja. Kenapa harus menghina seperti itu? Apakah biar dianggap jantan dan hebat? Apakah mau eksis dan diviralkan sehingga jadi terkenal di mana-mana? Maaf, kalau mau lakukan itu dengan aman, harusnya kabur dulu ke luar negeri dan tiarap selama bertahun-tahun mirip orang itu. Kalau di luar negeri, lumayan bebas mau ngoceh tentang apa pun. Kalau di sini, hari ini bikin fitnah dan provokasi, hari ini juga bisa diamankan. Gus Nur ingin menjadi garang di tempat yang salah.

Siapa yang buat gaduh, memang seharusnya ditindak saja meski pasti akan ada secuil orang yang protes sana sini. Negara ini butuh kedamaian dan kestabilan untuk bisa berkembang dan maju. Kadang sebagian warganya sudah melewati batas dengan berlindung di balik demokrasi dan kebebasan menyuarakan pendapat. Negara harus mendisiplinkan warganya yang seperti itu, teriak-teriak tanpa memikirkan dampaknya.

Seperti yang diucapkan Gus Nur, Kebenaran yang diklaim sendiri, ditafsir sendiri, diributkan sendiri, yang akhirnya harus dipertanggungjawabkan sendiri.

Sebenarnya banyak orang yang modelnya seperti Gus Nur, hanya saja kurang terekspos media. Bicara seenak jidatnya, memperkeruh situasi, dan giliran dimintai pertanggungjawaban, ngakunya dizalimi dan teriak-teriak cari kambing hitam. Maunya menang sendiri dan merasa paling benar sendiri sesuai tafsiran seenak jidatnya.

Makanya kembali lagi soal sertifikasi penceramah. Banyak yang ragu dan protes soal ini. Justru inilah salah satu cara agar penceramah yang provokatif, caci maki dan menyerang membabi buta, tidak dapat panggung lagi. Mereka tidak layak, tidak pantas dan tidak patut dijadikan teladan. Orang-orang seperti ini sungguh tidak layak. Dan mungkin banyak yang tidak menyangka, termasuk saya, kalau dulunya dia ini jualan obat, menurut beberapa sumber yang saya baca. Aneh, kan? Apakah cukup dengan jago bicara dan berpenampilan religius sudah layak jadi penceramah?

Bagaimana menurut Anda?

sumber: seword

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

2 Responses to GUS NUR, DARI TERSANGKA SEKARANG DITAHAN 20 HARI KE DEPAN

  1. Pingback: where you can buy a fake rolex

  2. Pingback: world market link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *